Published on

Careers

14 Alasan komunikasi interpersonal begitu penting di tempat kerja

Algonz D.B. Raharja

H1_Komunikasi_Interpersonal.jpg

Relasi dan komunikasi di tempat kerja merupakan salah satu hal mendasar yang berperan dalam kelancaran bisnis. Relasi yang sinergis akan menunjang kinerja para pekerja di suatu perusahaan atau institusi. Begitu pula komunikasi juga akan berperan sebagai salah satu penggerak terjalinnya relasi antar pekerja pada tiap departemen di suatu tempat kerja. Komunikasi ini umumnya dilakukan antar individu (interpersonal) atau bahkan kepada diri sendiri (intrapersonal).

Untuk lebih memahami apa dan bagaimana itu komunikasi interpersonal, mari kita simak ulasan berikut ini.

Baca juga: Panduan memiliki komunikasi efektif dan cara membangunnya

Apa itu komunikasi interpersonal?

Apa itu komunikasi interpersonal?
Skema komunikasi interpersonal antara dua orang atau lebih (Sumber: https://www.communicationtheory.org)

Komunikasi interpersonal tercipta antara dua manusia atau individu melakukan pertukaran ide satu sama lain. Komunikasi interpersonal adalah jenis komunikasi di mana dua orang atau lebih melakukan relasi verbal dan non-verbal untuk mengutarakan dan menerima ide, perasaan, emosi, dan informasi secara tatap muka maupun lewat alat komunikasi lainnya. Komunikasi interpersonal umumnya disertai dengan adanya umpan balik sebagai proses tanggap-menanggapi satu sama lain.

Menurut beberapa ahli dalam modul pembelajaran Sistem Komunikasi Interpersonal di Universitas Bina Sarana Informatika, disebut bahwa komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang terjadi antar individu dan individu. Selain itu, komunikasi interpersonal juga diartikan sebagai komunikasi antar orang-orang secara tatap muka dan memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi dari orang lain secara langsung, baik verbal maupun non-verbal.

Secara pokok, komunikasi interpersonal terdiri dari dua unsur utama yaitu informasi dan penyampaian informasi. Hal ini nantinya akan terkait dengan kondisi, konteks, dan penerimaan pesan, serta umpan balik.

Dilansir dari situs Credential milik Deakin University, komunikasi interpersonal merupakan kemampuan komunikasi yang dapat membantu seseorang berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan ini amat penting dimiliki oleh seseorang di tempat kerja karena hampir tidak ada pekerjaan yang hanya seratus persen dilakukan oleh diri sendiri. 

Di sisi lain, Concordia of St. Paul University dalam situsnya mendefinisikan komunikasi interpersonal sebagai soft skill yang mencakup seberapa baik seorang individu berkomunikasi dengan orang lain. perangkat keterampilan ini juga disebut sebagai keterampilan sosial. Komunikasi interpersonal dapat berlangsung baik secara verbal maupun non-verbal melalui berbagai sarana digital atau langsung.

Dalam teori dasarnya, komunikasi interpersonal terdiri dari enam elemen yang memungkinkan terbentuknya komunikasi interpersonal tersebut. Adapun keenam elemen itu antara lain adalah sebagai berikut,

  • Komunikator, hal ini mengacu pada pengirim dan penerima informasi. Pengirim adalah orang yang mengirim pesan atau informasi, dan penerima adalah sebaliknya. Komunikasi interpersonal terbentuk dari minimal dua individu yang bertindak sebagai pengirim dan penerima informasi atau pesan.
     
  • Pesan/Messages, pesan atau informasi merupakan ide yang disampaikan melalui ucapan verbal, ekspresi wajah (mimik), bahasa tubuh, nada dan suara, gerak tubuh, dan sarana lain. Pesan juga dapat disampaikan dengan sarana non-verbal seperti muncul pada minat atau sikap seseorang dalam menanggapi sebuah informasi atau ide dari orang lain.
     
  • Noise, merupakan kebisingan atau gangguan yang terjadi saat pengiriman informasi. Gangguan ini dapat menyebabkan perbedaan pemahaman konteks antara ide yang dikirim dan apa yang diterima. Gangguan dalam hal ini bisa berupa kebisingan, penggunaan kata rumit, bahasa tubuh yang sukar dipahami, kurangnya perhatian, ketidaktertarikan, perbedaan budaya, bahasa, dan lain sebagainya yang dapat menjadi distorsi dalam sebuah pengiriman informasi ke orang lain.
     
  • Impresi/umpan balik, merupakan tanggapan dari penerima informasi atau pesan yang berbentuk pesan kiriman balik. Umpan balik memungkinkan pengirim informasi mengetahui seberapa akurat pesannya diterima dan dipahami oleh orang lain. Tafsir atas sebuah ide yang disampaikan di awal dapat ditentukan relevansinya dengan pesan umpan balik atau tanggapan ini. Umpan balik dapat berbentuk verbal maupun dengan isyarat tertentu.
     
  • Konteks, penafsiran pesan oleh seorang penerima ditentukan oleh konteks yang terbentuk saat ide atau informasi disampaikan. Proses komunikasi interpersonal dipengaruhi oleh konteks pembicaraan yang dibentuk di awal. Konteks dapat berupa emosi, tempat kejadian, kondisi sosial, budaya dan politik, dan lingkungan saat komunikasi interpersonal dilakukan.
     
  • Saluran, disebut juga sebagai sarana yang digunakan saat komunikasi terjadi. Pesan atau informasi dapat terkirim dan diterima melalui sarana tertentu sebagai tempat transmisinya. Sarana dapat berupa tatap muka langsung maupun menggunakan alat komunikasi kabel atau gelombang elektromagnetik seperti telepon dan internet.

Baca juga: 8 Cara meningkatkan kemampuan komunikasi

Perbedaan komunikasi interpersonal dan intrapersonal

Perbedaan komunikasi interpersonal dan intrapersonal
Komunikasi interpersonal berlaku pada interaksi dua orang atau lebih, sedangkan intrapersonal terjadi pada individu mandiri (Sumber: Pexels)

Secara umum, komunikasi dibedakan menjadi dua perihal utama yaitu komunikasi interpersonal dan intrapersonal. Adapun perbedaan dari keduanya adalah sebagai berikut,

Komunikasi interpersonal Komunikasi intrapersonal
Terjadi antara dua orang atau lebih. Terjadi dengan diri sendiri, dalam pikiran (refleksi).
Dilakukan secara teratur karena kebutuhan sosial manusia secara umum. Dilakukan secara berkelanjutan karena sifat manusia dan kebutuhan individu.
Dilakukan secara verbal dan non-verbal. Dilakukan dengan indera internal individu, baik pikiran maupun perkataan kepada diri sendiri.
Umumnya dilakukan untuk bertukar ide dan berbagi informasi. Bertujuan untuk berpikir dan menganalisis sesuatu secara pribadi.
Memiliki fitur utama sebagai proses tak terhindarkan, kompleks, kontekstual, dan saling silang antara dua individu atau lebih. Memiliki fitur utama pada refleksi, pemahaman konsep diri, harapan, dan persepsi individu terhadap suatu hal.

Baca juga: 10 Cara berkomunikasi yang baik dan manfaatnya bagi karier

14 Pentingnya komunikasi interpersonal di tempat kerja

14 Pentingnya komunikasi interpersonal di tempat kerja
Pemecahan masalah di tempat kerja dapat dilakukan kolaboratif dengan komunikasi interpersonal (Sumber: Pexels)

Setelah memahami apa itu komunikasi interpersonal dan perbedaannya dengan komunikasi intrapersonal, maka sebaiknya kita juga memahami pentingnya komunikasi interpersonal untuk dunia kerja. Berikut ini adalah 14 hal yang penting dari komunikasi interpersonal di tempat kerja,

1. Pemecahan masalah

Seperti kegunaan utamanya sebagai proses pengiriman dan penerimaan informasi, maka komunikasi interpersonal dapat memungkinkan kita untuk memecahkan masalah di tempat kerja. Pemecahan masalah dalam setiap kesulitan atau hambatan kerja dapat dicari solusinya dengan adanya komunikasi interpersonal antar karyawan di suatu departemen atau perusahaan secara umum. 

Adanya saling tukar ide dan informasi diharapkan membuka jalan sinergis bagi seluruh staf dalam suatu perusahaan atau instansi untuk berdiskusi dan menemukan solusi. Solusi hanya dapat ditemukan dan kemudian dijalankan saat ada penyampaian ide dan kesepakatan secara umum.

2. Keselarasan dengan tujuan bisnis

Komunikasi interpersonal juga dapat penting untuk menyelaraskan pekerjaan atau pemahaman seorang pegawai dengan tujuan bisnis utama perusahaan. Melalui komunikasi interpersonal antara satu pegawai dengan pegawai lainnya, tujuan bisnis dapat tersampaikan dan dipahami secara menyeluruh. Setiap pekerjaan pada tiap-tiap bagian dalam sebuah perusahaan perlu terus melakukan komunikasi interpersonal agar tujuan bisnis dapat tercapai secara kolaboratif.

3. Kepercayaan

Kepercayaan
Kepercayaan antar pegawai di tempat kerja dapat dilakukan dengan komunikasi interpersonal (Sumber: Pexels)

Sama halnya saat dilakukan di ranah umum, komunikasi interpersonal bersifat interaktif antara dua orang atau lebih untuk penyampaian dan pemahaman informasi. Hal ini nantinya akan membentuk rasa percaya jika penyampai dan penerima pesan memperoleh keterikatan dan keyakinan atas ide satu sama lain. Begitu pula hal ini berlaku di tempat kerja, yaitu komunikasi interpersonal dapat membentuk kepercayaan antar pegawai secara simultan karena adanya kesepahaman satu sama lain.

4. Pengubahan manajemen

Komunikasi interpersonal juga memungkinkan adanya proses pengelolaan atau manajemen yang terbaharui. Manajemen dalam tempat kerja tidak mungkin terus stagnan dan mandeg begitu saja, untuk itu komunikasi interpersonal antara manajer dan pegawai di suatu departemen perlu dibangung agar manajemen terus berbenah dari waktu ke waktu. Hal ini dapat memungkinkan adanya penyesuaian manajemen dengan kinerja para pegawai beserta strategi bisnis tertentu yang akan diambil dalam periode waktu tertentu.

Baca juga: 5 Cara membangun budaya perusahaan yang baik

5. Budaya perusahaan

Budaya perusahaan
Komunikasi interpersonal dapat menunjang berjalannya budaya perusahaan dengan baik (Sumber: Pexels)

Secara umum, budaya perusahaan merupakan ide besar dalam suatu institusi usaha yang dapat membentuk perilaku dan kompas bagi para karyawan di dalamnya. Budaya perusahaan hanya dapat diterima dan dipahami dengan adanya komunikasi interpersonal, meski penerimaan dan penyampaiannya terkadang tidak selalu berbentuk verbal.  Setiap habitus atau kebiasaan dalam suatu perusahaan akan perlahan dipahami oleh pegawai baru, dan dari sana kemudian pegawai tersebut akan mengikuti budaya perusahaan tanpa ia harus diberi kelas khusus tentang hal itu sebelum mulai bekerja.

6. Pengakuan karyawan

Proses pengakuan seorang karyawan dalam suatu perusahaan atau tempat kerja juga dapat terbentuk secara lekas melalui proses komunikasi interpersonal yang dinamis. Jika seorang karyawan cenderung pendiam dan tidak melakukan komunikasi interpersonal dalam ruang yang luas di tempat kerja, maka bisa jadi ia akan kurang dikenal dan ide-idenya tak dapat diserap secara utuh oleh perusahaan. Hal ini akan membuat kinerja dan kualitas diri seseorang akan terpendam sendiri tanpa diketahui kalangan luas di sekitarnya.

7. Miskomunikasi di tempat kerja

Miskomunikasi di tempat kerja
Komunikasi interpersonal yang baik dapat mencegah terjadinya miskomunikasi (Sumber: Pexels)

Miskomunikasi umumnya terjadi karena ketidaksepahaman persepsi antar dua orang atau lebih. Hal ini dapat terjadi karena beberapa hal dan salah satunya adalah adanya hambatan dalam komunikasi interpersonal. Hambatan ini dapat berupa salah paham atau perbedaan persepsi saat berinteraksi. Untuk itu, komunikasi interpersonal perlu dibangun secara perlahan dan tidak dalam satu waktu saja. Hal ini dikarenakan komunikasi interpersonal dapat membentuk keselarasan paham dalam rentang waktu tertentu.

8. Hubungan pribadi

Di suatu perusahaan atau tempat kerja, hubungan pribadi menjadi penting karena setiap orang memerlukan orang lain yang ia dapat percaya dan mempercayainya. Komunikasi interpersonal dapat mendukung terbentuknya suatu hubungan atau relasi pribadi antar individu di tempat kerja. Hubungan pribadi ini berhubungan langsung dengan kepercayaan dan kinerja tim, serta penyampaian informasi yang mungkin berdampak pada operasional perusahaan. 

9. Manajemen dan kepemimpinan yang efektif

Manajemen dan kepemimpinan yang efektif
Pemimpin atau manajer yang baik harus mampu membangun komunikasi interpersonal dengan baik pula (Sumber: Pexels)

Bagi seorang manajer atau pengawas dalam suatu perusahaan, komunikasi interpersonal merupakan salah satu senjata yang harus dimiliki. Komunikasi interpersonal adalah hal utama yang dapat digunakan manajer atau supervisor untuk menegaskan kepemimpinan mereka dan secara efektif dapat mengatur dan mengarahkan kinerja operasional karyawan demi tercapainya tujuan bisnis secara efisien.

Keefektifan komunikasi interpersonal para manajer ini diharapkan juga berperan pada proses penyelesaian konflik dan penanganan solusi atas kinerja para karyawannya. Pemimpin yang efektif akan memberi ruang untuk pendapat bagi karyawannya dan bersifat terbuka atas segala ide, di sinilah kemudian komunikasi interpersonal berperan penting dalam penyampaian dan pemahaman ide.

10. Keberhasilan karyawan

Komunikasi interpersonal akan secara bertahap menunjang keberhasilan karyawan dalam pekerjaannya. Adanya komunikasi interpersonal yang baik akan memastikan seorang karyawan dikenal dan idenya dapat tersalurkan dengan baik. Tanpa adanya komunikasi interpersonal, seorang karyawan hanya akan stagnan pada pekerjaannya dan sulit untuk mengembangkan bakat atau idenya di ruang yang lebih luas.

11. Manajemen konflik

Manajemen konflik
Terjadinya konflik di tempat kerja dapat direkonsiliasi dengan komunikasi interpersonal (Sumber: Pexels)

Seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, komunikasi interpersonal digunakan untuk proses penyelesaian konflik. Proses manajemen konflik dalam suatu departemen atau bagian di suatu perusahaan akan mudah ditangani dengan adanya komunikasi interpersonal. Sebabnya, konflik yang terjadi perlu didiskusikan untuk mengetahui dasar dan perkembangan konflik itu dan kemudian dicarikan jalan tengah atau proses rekonsiliasi tertentu.

12. Pekerjaan jarak jauh (remote working)

Beberapa sektor industri hampir memiliki bagian yang bekerja secara remote atau jarak jauh. Pekerjaan yang jauh dari kantor ini umumnya dilakukan secara daring dan mandiri. Meski begitu, komunikasi interpersonal tetap menjadi hal penting karena seseorang yang bekerja remote perlu menyesuaikan capaian kinerjanya dengan perkembangan bisnis di kantornya. Di masa pandemi seperti saat ini, komunikasi interpersonal untuk pekerja remote amat dibutuhkan agar tidak terjadi miskomunikasi atau ketidaksepahaman persepsi.

13. Pengembangan karier

Pengembangan karier karyawan di suatu perusahaan berbanding lurus dengan kemampuan komunikasi interpersonalnya. Hal ini juga berhubungan dengan keberhasilan karyawan tersebut dalam melakukan interaksi secara simultan mengenai ide dan gagasannya di suatu rapat atau penerapan strategi tertentu di mana ia berperan dan mampu mengutarakan solusi. Karyawan dengan kemampuan komunikasi interpersonal tinggi bukan tidak mungkin akan mendapat perkembangan karier yang cepat pula, tentu saja hal ini dalam artian positif.

14. Manajemen krisis

Manajemen krisis
Setiap krisis dalam tempat kerja dapat ditangani dengan melakukan komunikasi interpersonal secara holistik (Sumber: Pexels)

Dalam setiap perusahaan terdapat masa-masa krisis di mana rasa percaya diri umumnya turun. Keyakinan atas berhasilnya suatu strategi bisnis hingga krisis ekonomi dapat membuat situasi menjadi tidak menentu. Hal ini perlu disikapi dan diatasi dengan tetap melakukan komunikasi interpersonal untuk menangani krisis. Mengelola krisis dalam suatu periode kelam di suatu tempat kerja dapat membuat situasi menjadi lebih tenang dan para karyawan dapat bekerja dengan pikiran lebih jernih.

Proses komunikasi interpersonal dalam manajemen krisis ini menentukan kekuatan perusahaan untuk bertahan dalam himpitan dan berbagai tekanan.

Baca juga: 6 Cara komunikasi yang efektif di tempat kerja

Itulah tadi bagaimana komunikasi interpersonal amat berperan dalam dunia kerja. Keberadaan komunikasi internal begitu penting karena hampir tidak mungkin suatu pekerjaan dilakukan tanpa adanya komunikasi. Setiap pekerjaan pun akan lebih cepat dikerjakan dengan hasil baik apabila terjadi saling tukar-menukar ide atau informasi antar berbagai pihak.

Bagi kamu yang penasaran dengan bagaimana penerapan komunikasi interpersonal di tempat kerja, jangan ragu untuk memulainya lewat EKRUT. Kamu cukup mendaftarkan dirimu lewat tautan di bawah ini dan EKRUT akan mempertemukanmu dengan berbagai perusahaan yang mencari kandidat karyawan sesuai dengan kemampuanmu. Tunggu apa lagi, mari rintis kariermu lewat EKRUT.

sign up EKRUT

Sumber:

  • PERTEMUAN 10 SISTEM KOMUNIKASI INTERPERSONAL
  • What are interpersonal skills and why are they important for the workplace?
  • Interpersonal Communication in the Workplace

Tags

Share