Published on

Careers

Mengetahui marketing 4.0 dan pengaruhnya dalam pemasaran digital

Nur Lella Junaedi

marketing-4.0-EKRUT.jpg

Di era digital seperti ini tak hanya industri yang berubah menjadi 4.0 ternyata bidang pemasaran pun turut berubah dan memasuki era marketing 4.0. 

Apa itu marketing 4.0 dan seperti apa? Langsung saja simak pembahasannya di bawah ini!

Berkenalan dengan marketing 4.0

marketing 4.0 EKRUT 
Dr. Philip Kotler orang yang mengenalkan konsep marketing 4.0-EKRUT

Orang yang pertama kali mencetuskan istilah marketing 4.0 adalah Dr. Philip Kotler seorang penulis buku, konsultan sekaligus pakar pemasaran di Amerika. Lantaran kepiawaiannya dalam bidang marketing, dirinya juga dikenal sebagai the father of modern marketing.

Pada tahun 2017 lalu, dirinya menulis buku berjudul Marketing 4.0 Moving from Traditional to Digital bersama dengan penulis lain yakni Hermawan Kartajaya dan Iwan Setiawan. 

Dua tokoh ini adalah asli orang Indonesia, di mana Hermawan merupakan founder and chairman dari perusahaan Markplusinc.com atau majalah Marketeers sedangkan Iwan setiawan merupakan COO dari perusahaan yang sama juga. 

Baca juga: 8 Tren digital marketing 2020 yang patut pemilik brand ketahui

Lalu apa itu marketing 4.0 dan perbedaannya?

marketing 4.0 EKRUT
 
Selain ada marketing 4.0, ada juga marketing 1.0, marketing 2.0 dan marketing 3.0-EKRUT

Marketing 4.0 adalah pendekatan pemasaran yang menggabungkan interaksi online dan offline antara perusahaan dan pelanggan, yang mana faktanya sentuhan offline ini mewakili diferensiasi yang kuat. 

Marketing 4.0 sendiri berbeda dari jenis marketing 1.0, marketing 2.0 dan marketing 3.0. Hal yang membedakan keempatnya jenis marketing ini adalah tentang fokus pemasarannya. 

Seperti,  marketing 1.0  adalah jenis pemasaran yang lebih difokuskan pada produk atau disebut product centric. Pada masa ini fokus produsen adalah membuat produk yang bagus sehingga dengan sendirinya konsumen akan datang mencari produk tersebut. 

Baca juga: Menyelami peran dan tugas VP of Marketing TaniHub

Marketing 2.0 adalah jenis pemasaran yang fokusnya pada pelanggan atau customer centric. Di era ini produsen mencari pelanggan dan mencoba mempelajari apa yang diinginkan oleh pelanggan. 

Marketing 3.0 adalah jenis marketing yang difokuskan pada kemanusian atau human centric. Jenis marketing ini melakukan pendekatan secara menyeluruh kepada konsumen sebagai manusia multi dimensi, yang berpikir, memiliki akal dan harapan. 

Dalam fase ini perusahaan harus mampu menciptakan produk, budaya, layanan yang dapat mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan. 

Contoh, jika bentuk produknya adalah sekolah maka di era marketing 3.0, sekolah tersebut harus bisa menciptakan lulusan-lulusan terbaik sesuai dengan nilai-nilai sekolah yang diajarkan. 

Sementara marketing 4.0 memanfaatkan konektivitas antara mesin dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas pemasaran sambil meningkatkan konektivitas antar manusia untuk memperkuat keterlibatan pelanggan.

Customer path dalam marketing 4.0

marketing 4.0 EKRUT 
Seiring berubahnya marketing 4.0 maka customer path juga berubah-EKRUT

Perlu kamu tahu bahwa era marketing 4.0 telah merubah customer path. Apa itu customer path? 

Customer path adalah tahapan atau perjalanan yang harus dilewati oleh pelanggan untuk mencapai tujuan akhir berupa pembelian atau layanan pasca beli yang bermanfaat dan bisa kamu atau brand pertimbangkan sebagai sasaran. 

Dulu ketika penjualan tidak dipengaruhi adanya sosial media, customer path pelanggan itu hanya terdiri dari 4A yakni aware, attitude, act dan act again. 

Baca juga: Mengetahui pentingnya influencer marketing dalam suatu brand

Sementara setelah adanya media sosial, para penulis di atas mencetuskan konsep bahwa customer path dalam marketing 4.0 adalah 5A yang mencakup aware, appeal, ask, act, dan advocate. Dari dua bentuk customer path di atas ada perubahan makna tentang loyalitas. 

Bila dulu loyalitas pelanggan itu terlihat dengan tahapan act again yang artinya kembali membeli atau repeat order, maka di era digital ini loyalitas pelanggan bisa pula diartikan sebagai advocate. 

Contohnya dengan turut merekomendasikan produk kepada orang lain melalui ulasan di marketplace, instastory, atau whatsapp story yang memperlihatkan kepuasaan pelanggan terhadap produk tersebut. 

Baca juga: Begini cara menciptakan strategi pemasaran yang efektif

Itulah dia penjelasan singkat terkait marketing 4.0 yang bisa memberimu gambaran tentang tren pemasaran sekarang yang sedang terjadi di sekitar kita. Dengan begitu kamu pun dapat mengembangkan produk sesuai dengan strategi pemasaran yang tepat. 

marketing 4.0 EKRUT

Sumber: 

  • Marketinginsidergroup
  • MarkplusInc
  • Marketeers
  • Nima.today
  • Republikdigital

Tags

Share