Careers

Negosiasi: Pengertian, Tujuan, Manfaat, 3 Jenis Negosiasi, dan Tahapannya

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Mauditalani

Content Writer with 1+ year experience | Interested in Copywriting, Social Media, and Design

Negosiasi_Adalah.jpg

Selama ini, negosiasi adalah suatu hal yang dianggap masyarakat patut dikuasai. Sebab, saat seseorang pandai melakukan negosiasi, maka biasanya keuntungan akan lebih berpihak pada orang tersebut. Tujuan utama dari negosiasi adalah kesepakatan. Negosiasi juga tak hanya dilakukan oleh satu individu dengan individu lainnya, tetapi juga bisa antar kelompok.

Di samping itu semua, tahukah kamu bahwa negosiasi terbagi menjadi beberapa jenis dan mempunyai tahapannya tersendiri? Supaya semakin mengenal pengertian negosiasi, tujuan, manfaat, jenis hingga tahapannya, simak pembahasan berikut ini.

Apa itu negosiasi?


Negosiasi adalah proses kesepakatan untuk mencapai kesepakatan tanpa perselisihan. (sumber: pixabay)

Negosiasi adalah proses di mana kompromi atau kesepakatan dicapai sambil menghindari terjadinya argumen maupun perselisihan. Kata negosiasi berasal dari bahasa Inggris “to negotiate” dan “to be negotiating” yang berarti merundingkan, membicarakan, atau menawarkan. Negosiasi termasuk dalam metode dimana orang membutuhkannya untuk menyelesaikan perbedaan pendapat.

Saat terjadi perbedaan pendapat antara satu pihak dengan pihak lainnya, ini merupakan peristiwa yang wajar. Karena, setiap pihak berusaha untuk mencapai hasil atau kesepakatan terbaik yang dapat menguntungkan pihaknya. Akan tetapi, situasi ini juga berisiko menimbulkan perselisihan. Oleh sebab itu, peran dari negosiasi sangatlah dibutuhkan.

Dalam melakukan negosiasi, umumnya akan ada pihak ketiga yang berperan sebagai penengah, pihak ketiga itu disebut negosiator. Negosiator adalah pihak ketiga dalam negosiasi yang perannya sebagai penengah dan pemandu jalannya proses diskusi. Seorang negosiator dilarang memihak satu sisi, karena hal ini sudah masuk ke dalam etika bisnis.

Negosiasi adalah suatu hal yang sangat umum dilakukan dalam dunia bisnis. Meski begitu, tak menutup kemungkinan bahwa negosiasi juga sering dipakai untuk menyelesaikan suatu masalah di masyarakat.

Baca juga: 10 tips negosiasi gaji yang perlu kamu pertimbangkan

Tujuan negosiasi


Tujuan utama dari negosiasi adalah mencapai kesepakatan. (sumber: pexels)

Tujuan utama negosiasi adalah mencapai kesepakatan tanpa menimbulkan perselisihan. Negosiasi yang masuk kategori berhasil berarti sama-sama menguntungkan dua atau lebih pihak bersangkutan. Apabila hanya satu pihak saja, maka sama saja negosiasi tidak mencapai kesepakatan bersama. Adapun tujuan negosiasi lainnya, yakni:

  • Menyatukan semua pendapat berbagai macam pihak, sehingga keuntungan bersama bisa terealisasikan
  • Menjadi solusi untuk menyelesaikan suatu permasalahan atau perbedaan pendapat tanpa adanya perselisihan
  • Mengurangi terjadinya perbedaan porsi pada setiap pihak yang terlibat

Manfaat negosiasi


Manfaat negosiasi adalah menghindari perselisihan dan memaksimalkan hasil positif. (sumber: pixabay)

Manfaat negosiasi bukan hanya untuk menghindari terjadinya perselisihan saja, tetapi juga memaksimalkan kesepakatan dengan hasil positif. Mengapa positif? Ini dikarenakan kesepakatan yang telah dibuat dari negosiasi adalah mutlak sesuai persetujuan seluruh pihak. Jadi, kecil kemungkinan adanya pihak yang masih belum puas atas kesepakatan tersebut. Masih ada manfaat negosiasi lain yang perlu kamu ketahui, di antaranya:

  • Mencegah konflik dari eskalasi dengan menggunakan diplomasi preventif
  • Berpotensi membuka kepentingan baru yang sama-sama dibutuhkan pihak bersangkutan
  • Memaksimalkan komunikasi positif
  • Tercipta kerja sama antar pihak untuk meraih tujuannya masing-masing
  • Tumbuhnya rasa saling mengerti antara pihak bersangkutan

Baca juga: 10 Cara Berkomunikasi yang Baik dan Manfaatnya untuk Karier

3 Jenis negosiasi


Ada tiga jenis negosiasi, yakni jumlah pihak, situasi, dan keuntungan maupun kerugian. (sumber: pexels)

Pada dasarnya, negosiasi terbagi menjadi tiga jenis, yakni ada negosiasi berdasarkan jumlah pihak yang terlibat, sesuai situasi, dan menurut keuntungan maupun kerugian. Adanya pengelompokkan negosiasi ini memudahkanmu dalam mengenali cara apa yang cocok guna mencapai kesepakatan bersama. Di bawah ini terdapat pembahasannya, simak baik-baik, ya!

1. Jenis negosiasi berdasarkan jumlah pihak terlibat

Jenis negosiasi ini dilakukan dengan memandang berapa banyak pihak yang ikut terlibat dalam proses diskusi. Di dalam jenis negosiasi berdasarkan jumlah pihak terbagi lagi menjadi dua bagian, yaitu negosiasi pihak penengah dan tanpa pihak penengah. Negosiasi pihak penengah adalah negosiasi yang dilaksanakan dengan jumlah pihak lebih dari dua.

Biasanya negosiasi pihak penengah akan membutuhkan negosiator untuk memproses dan membuat keputusan secara netral. Berbeda dengan negosiasi tanpa pihak penengah yang tak membutuhkan negosiator dan terjadi dengan jumlah pihak tidak lebih dari dua.

2. Jenis negosiasi sesuai situasi

Untuk jenis negosiasi sesuai situasi terdiri atas dua bagian, yaitu formal dan non formal. Negosiasi formal adalah proses menuju kesepakatan dengan menggunakan jalur hukum. Contohnya, jika ada seorang pengendara motor yang tak sengaja menggores mobil orang lain.

Nantinya di kantor kepolisian, akan ada sesi negosiasi antara pengendara motor dan pemilik mobil untuk menyelesaikan masalah, entah dengan mengganti rugi atau menempuh jalur hukum. Sedangkan negosiasi non formal adalah jenis negosiasi yang tak memerlukan jalur hukum dalam pelaksanaannya.

Baca juga: Keuntungan dan Kerugian Outsourcing bagi Karyawan Perusahaan

3. Jenis negosiasi menurut keuntungan dan kerugian

Jenis terakhir dari negosiasi adalah menurut keuntungan dan kerugian. Jenis negosiasi kali ini telah memiliki bagian yang lebih banyak dari sebelumnya, yaitu terbagi menjadi empat. Ada negosiasi kolaborasi, dominasi, akomodasi, dan lose-lose.

  • Negosiasi kolaborasi

Negosiasi kolaborasi adalah jenis negosiasi dengan campur tangan dari berbagai pihak. Semua pihak dalam proses negosiasi dapat mengeluarkan pendapatnya masing-masing dan bebas menyuarakan keinginan. Karena hal inilah, kolaborasi antar pihak menjadi baik. Jenis negosiasi ini juga sering kali menghasilkan keputusan terbaik.

  • Negosiasi dominasi

Sesuai dengan namanya, negosiasi dominasi hanya akan memihak dan menguntungkan satu pihak saja. Jenis negosiasi ini memang cukup tidak adil dan bahkan bisa membuat pihak lain tidak mendapatkan keuntungan sedikit pun.

  • Negosiasi akomodasi

Hampir mirip dengan dominasi, negosiasi akomodasi akan membuat seluruh pihak yang terlibat mendapatkan keuntungan sedikit. Di lain sisi, ada pihak lain yang justru memperoleh keuntungan paling banyak.

  • Negosiasi lose-lose

Terakhir, ada negosiasi lose-lose dengan tujuan menghentikan terjadi perselisihan. Singkatnya, negosiasi lose-lose adalah jenis yang dilakukan guna menghentikan sebuah perselisihan antar individu maupun kelompok. Setiap pihak haruslah menyelesaikan masalah dengan baik dan menggunakan kepala dingin.

Baca juga: 6 Tips Menjawab Pertanyaan "Expected Salary" Ketika Melamar Kerja

Tahap-tahap negosiasi


Tahap negosiasi ada lima, yaitu persiapan, aturan, penjelasan, tawar menawar, dan penutupan. (sumber: pexels)

Adanya tahap-tahap negosiasi berguna untuk mempermudah mencapai hasil kesepakatan yang diinginkan. Contohnya saja tahap persiapan. Pada tahap ini, kamu bisa merencanakan terlebih dahulu tempat untuk melakukan diskusi. Dengan begitu, perselisihan tentang pemilihan tempat dapat diminimalisir dengan baik. Tahap-tahap negosiasi lainnya meliputi:

1. Persiapan

Sebelum bernegosiasi, melakukan persiapan dari segi tempat pertemuan dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk diskusi perlu ditentukan sedari awal. Mengapa harus sedari awal? Hal ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya perselisihan atau pun cekcok antar pihak hanya tentang masalah tempat dan waktu.

2. Menentukan aturan

Di tahap ini, semua pihak yang terlibat harus menentukan aturan selama proses diskusi berlangsung. Kegunaan aturan dapat membantu menertibkan pihak lain yang ingin melakukan sesuatu di luar batas, misalnya mengeluarkan pendapat dengan berteriak sambil membentak.

3. Memberikan penjelasan

Tahap selanjutnya dalam negosiasi adalah masing-masing pihak harus memberikan penjelasan mengenai apa keinginannya. Cara memberikan penjelasannya pun harus tepat dan teratur melalui dokumentasi atau pemaparan presentasi. Ini berguna untuk menguatkan posisi pihak masing-masing.

4. Melakukan tawar menawar

Setelah selesai mengutarakan pendapat dan keinginan masing-masing, tahap ini saatnya kamu saling tawar menawar dengan pihak lainnya. Semua pihak yang terlibat diharapkan untuk fokus pada akar masalah dan merawat keinginan pihak lain untuk hasil kesepakatan maksimal.

5. Penutupan

Jika tawar menawar pun selesai dilakukan, maka kesimpulan atas keputusan bersama pun akan dibuat. Pada tahap ini, biasanya negosiator akan merangkum isi negosiasi saat itu. Ketika negosiator melakukannya, kamu bisa memperhatikan beberapa poin penting untuk menghindari terjadi perselisihan.

Poin penting tersebut antara lain dokumen kesepakatan, ketetapan dari negosiasi, perkataan negosiator yang tidak salah pengucapan, dan menandatangani hasil kesepakatan di atas hitam putih. Tahap ini bermanfaat untuk menghindari adanya permasalahan di masa mendatang.

Baca juga: Offering Letter? Ini 10 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan!

Itulah pembahasan mengenai serba-serbi dari negosiasi, mulai dari pengertian, tujuan, manfaat, jenis, dan tahapannya. Dapat disimpulkan, bahwa negosiasi adalah proses diskusi atau kompromi dengan jumlah pihak yang terlibat satu hingga lebih dari dua. Dalam melakukannya, kamu perlu tahu jenis dan tahapannya, agar keinginan bisa tercapai.

Selain melalui artikel dari EKRUT Media, kamu juga bisa memperoleh berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • skillsyouneed.com
  • business.qld.gov.au
  • adrpoint.gr
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1.jpg

    Careers

    5 Contoh Biografi Diri Sendiri untuk Peluang dan Perkembangan Karier

    Alvina Vivian

    13 February 2023
    6 min read
    H1_1._Cara_Menulis_Artikel_yang_Baik_Untuk_Pemula.jpg

    Careers

    10 Cara Menulis Artikel yang Baik dan Benar untuk Pemula

    Anisa Sekarningrum

    19 December 2022
    5 min read
    ucapan_perpisahan_kerja_-_EKRUT.jpg

    Careers

    Tips Menyampaikan Kata-kata Perpisahan Kerja yang Berkesan beserta Contohnya

    Maria Tri Handayani

    19 December 2022
    7 min read

    Video