Careers

Pentingnya Self-Esteem Dalam Dunia Kerja dan Cara Membangunnya dengan Sehat

Published on
Min read
5 min read
time-icon
self_esteem.jpg

Ketika kamu menghadapi tantangan di dunia kerja, bagaimana caramu menyikapinya? Apakah kamu langsung menutup diri dan berkata pada diri sendiri bahwa kamu tidak mampu melakukannya atau kamu justru melihatnya sebagai batu loncatan untuk mengembangkan diri dan percaya bahwa kamu bisa menghadapinya dengan baik?

Cara pandangmu terhadap kapabilitas dan nilai keberhargaan diri biasa disebut dengan istilah self-esteem. Self-esteem yang tinggi dapat membantumu menyelesaikan masalah dengan lebih percaya diri karena kamu yakin dengan kemampuanmu. Sebaliknya, self-esteem yang rendah membuatmu tidak termotivasi dan cenderung mencegah diri untuk mencoba hal-hal baru karena kamu tidak yakin dapat memenuhi ekspektasi, baik dari orang lain maupun dirimu sendiri.

Self-esteem merupakan salah satu komponen yang penting dimiliki ketika kamu memasuki dunia kerja. Hal ini memengaruhi kesehatan mentalmu dan performa yang kamu berikan untuk perusahaan. Oleh sebab itu, supaya kamu dapat lebih memahami seluk-beluk self-esteem termasuk cara meningkatkannya, simak artikel ini hingga tuntas, ya!

Apa itu self-esteem?

Apa itu self-esteem
Singkatnya, self-esteem adalah cara individu memandang dirinya terlepas dari situasi yang melingkupinya (sumber: Freepik)

Mengutip dari laman Pharmeasy, self-esteem adalah takaran yang digunakan oleh individu untuk melihat seberapa berharganya dirinya terlepas dari situasi yang melingkupinya. Orang dengan self-esteem yang baik akan tetap merasa dirinya berharga meskipun ia menghadapi kegagalan atau melakukan kesalahan.

Self-esteem merupakan aspek yang dinilai penting untuk dimiliki oleh setiap manusia. Hal itu disebabkan oleh terpengaruhnya cara seseorang membuat keputusan (baik keputusan personal maupun profesional), motivasi hidup, cara memandang masalah, dan kesejahteraan diri sendiri oleh caranya memandang dan menilai diri sendiri.

Secara garis besar, ada empat kunci utama yang menjadi tanda seseorang mempunyai self-esteem yang tinggi, yaitu pemahamannya terhadap kemampuan yang ia miliki, kemampuannya untuk membina relasi yang sehat dengan orang lain (tanda bahwa relasinya dengan diri sendiri juga sudah terjalin dengan baik), adanya ekspektasi yang tepat dan realistis, dan munculnya pemahaman akan sesuatu yang ia butuhkan. Orang dengan self-esteem yang baik biasanya tidak segan memberi apresiasi diri, mengafirmasi orang lain, dan meminta bantuan jika memang diperlukan.

Dalam hal ini, perlu dipahami bahwa self-esteem membantu individu untuk berbesar hati ketika dihadapkan dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasinya dan bukannya membuat seseorang tidak mau belajar dari kesalahan alias besar kepala. Individu dengan self-esteem yang baik akan memaafkan dirinya sendiri namun tetap mau belajar supaya hasil yang didapatkan di masa depan jauh lebih baik dari yang diterimanya sekarang.

Baca juga: Pentingnya Self Acceptance dan 12 Tips untuk Dapat Melakukannya

Faktor apa saja yang memengaruhi self-esteem?

Faktor apa saja yang memengaruhi self-esteem?
Penilaian orang lain terhadap dirimu dapat memengaruhi self-esteem (sumber: Freepik)

Meskipun self-esteem adalah aspek yang datang dari dalam diri sendiri, ternyata ada beberapa faktor eksternal yang bisa memengaruhi caramu memandang keberhargaan diri. Mengutip dari laman Very Well Mind, berikut beberapa faktor yang memengaruhi self-esteem seseorang.

  • Usia — seseorang biasanya mempunyai self-esteem yang rendah ketika kanak-kanak karena kecilnya lingkup dunianya. Begitu memasuki usia dewasa awal, dengan pengalaman baru yang sudah dihadapinya, seseorang pada umumnya akan mempunyai self-esteem yang lebih tinggi.
  • Disabilitas yang dimilikinya — adanya perundungan dan munculnya rasa berbeda dari orang pada umumnya bisa memengaruhi self-esteem seseorang.
  • Faktor genetik — kepribadian yang diwariskan secara genetik oleh orang tua bisa membentuk cara pandang individu terhadap dirinya.
  • Status sosial — adanya kelas sosial dapat membuat seseorang dengan tingkatan lebih rendah cenderung merasa rendah diri dan tidak percaya diri yang berujung pada rendahnya self-esteem yang dimiliki.
  • Pola pikir — pola pikir yang keliru mengenai diri sendiri bisa membuat seseorang tidak melihat dirinya sebagai sosok yang berharga.
  • Adanya opini merendahkan yang dilontarkan orang lain — komentar orang lain yang melukai harga diri bisa membuat individu mengamininya sehingga ia mulai berpikir bahwa dirinya tidak berharga.
  • Pengalaman traumatis — adanya pengalaman traumatis, seperti perundungan, pelecehan, kekerasan, dan lain-lain boleh jadi membuatnya merasa tidak berharga dan layak diperlakukan demikian. Hal ini membuatnya mempunyai self-esteem yang rendah.

Baca juga: 25+ Kata-kata Motivasi untuk Penyemangat Diri Sendiri!

Pengaruh stres di tempat kerja terhadap self-esteem

Pengaruh stres di tempat kerja terhadap self-esteem
Masalah dan tantangan di tempat kerja dapat memengaruhi self-esteem seseorang (sumber: Pexels)

Stres dan pekerjaan adalah dua kata yang tidak bisa dipisahkan. Tidak peduli senyaman atau seaman apa pun tempat kerja, stressor (hal yang memicu timbulnya stres) yang muncul dari banyaknya pekerjaan atau tingginya tuntutan atasan pasti ada. Stres di tempat kerja tidak bisa dihindari dan sayangnya hal ini turut memengaruhi self-esteem.

Self-esteem di tempat kerja bisa menurun karena tingginya tingkat stres yang diakibatkan oleh perilaku rekan kerja yang tidak kooperatif, tidak puasnya individu terhadap kualitas kerja yang dihasilkannya, kelelahan akibat pekerjaan yang menumpuk, perilaku tidak menyenangkan dari atasan, klien yang punya banyak permintaan, dan tantangan lainnya.

Faktor-faktor tersebut membuat self-esteem individu menurun karena ia merasa takut, cemas, insecure, dan tidak nyaman. Pada akhirnya, pribadi dengan self-esteem yang rendah biasanya menunjukkan perilaku mudah menyerah, malas, tidak semangat, dan mudah tersinggung. Hal ini tentu saja memengaruhi performa kerjanya yang bisa jadi dinilai tidak profesional.

Menurut dr. Laura Morgan Roberts, self-esteem berkaitan erat dengan kebahagiaan dan kebahagiaan bisa memotivasi seseorang untuk percaya pada dirinya serta menunjukkan upaya terbaik untuk hidup sebaik-baiknya. Oleh sebab itu, penting bagi setiap pekerja dan atasan untuk sama-sama menciptakan lingkungan yang nyaman dan tidak terlalu menekan supaya self-esteem yang tinggi bisa dimiliki oleh tiap individu yang berujung pada tingginya kepuasan kerja.

Baca juga: Ini pentingnya kesehatan mental karyawan bagi perusahaan

Cara membangun self-esteem yang sehat

Cara membangun self-esteem yang sehat
Berhenti berpikiran negatif bisa membantumu menjaga self-esteem tetap dalam kondisi baik (sumber: Pexels)

Melansir dari laman Psychology Today, setidaknya ada empat hal yang bisa kamu lakukan untuk membangun self-esteem ketika menggeluti dunia kerja.

1. Lakukan hal yang kamu sukai

Mengerjakan pekerjaan kantor bisa mendatangkan kejenuhan. Hal itu bisa membuatmu merasa hidup tidak lagi menarik yang dapat memengaruhi self-esteem. Oleh sebab itu, jika kamu mempunyai sesuatu yang kamu gemari, entah itu membaca dongeng, menonton video hewan menggemaskan, merajut, atau kegemaran kecil lainnya, kamu sangat boleh melakukannya. Ambil waktu–tidak perlu lama, 10 menit pun cukup–di sela-sela kesibukanmu supaya kepenatan yang menghantui kepala bisa sedikit menghilang untuk sesaat. Tidak peduli sepadat apapun pekerjaanmu, luangkan beberapa menit untuk me-recharge dirimu.

2. Catat pencapaianmu

Mengapresiasi diri sendiri dapat meningkatkan self-esteem seseorang. Oleh sebab itu, setelah kamu melakukan pencapaian atau mengupayakan sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan, apresiasi dirimu dengan mengatakan bahwa dirimu sudah melakukan yang terbaik. Langkah selanjutnya adalah menulis hal apa saja yang kamu sukai dari dirimu. Dengan begitu, ketika sewaktu-waktu self-esteem kamu menurun karena satu dan lain hal, kamu bisa kembali melihat catatanmu yang niscaya bisa mengembalikan lagi pandangan positif terhadap dirimu.

3. Buat papan buletin untuk mencatat tingkat self-esteem kamu

Kamu bisa mencatat perkembangan self-esteem-mu dari hari ke hari dan mengingat apa saja yang membuatmu merasa kurang percaya diri serta apa yang membuatmu terpacu untuk bangkit kembali. Kamu bisa membaginya dengan emoji, seperti emoji sedih, berwajah datar, tersenyum, atau tersenyum lebar. Dengan begitu, kamu bisa semakin memahami dirimu dan kadar self-esteem-mu.

4. Berhenti berpikiran negatif

Berpikiran negatif memang sulit ditahan. Akan tetapi, bukan berarti hal tersebut tidak bisa dilakukan. Ketika pikiran negatif mulai muncul, kamu bisa menarik napas panjang dan memerintahkan kepalamu untuk berhenti melakukannya. Daripada banyak berpikir negatif, kamu lebih baik memfokuskan pikiranmu untuk menyelesaikan masalah.

Baca juga: Mengenal Bad Mood, 5 Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Itu dia penjelasan tentang pentingnya mempunyai self-esteem di tempat kerja. Meskipun tidak selalu mudah, semoga kamu terus bersemangat untuk meningkatkan self-esteem-mu, ya!

Selain artikel tentang self-esteem, kamu bisa mendapatkan informasi menarik lainnya melalui artikel yang dimuat di EKRUT Media. Jangan lupa juga untuk mengunjungi kanal YouTube EKRUT Official untuk mendapatkan tips karier dan pekerjaan, ya! Jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

sign up EKRUT

Sumber:

  • pharmeasy.com
  • psychentral.com
  • verywellmind.com
  • psychologytoday.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    evaluasi_kinerja_EKRUT.jpg

    Careers

    Cara Melakukan Evaluasi Kinerja yang Efektif di Perusahaan

    Tsalis Annisa

    05 December 2022
    5 min read
    H1_contoh_cerpen.jpg

    Careers

    3 Contoh Cerpen Singkat beserta Cara Menulisnya

    Nurina Ulfah

    05 December 2022
    7 min read
    cara-membalas-email-panggilan-interview---EKRUT.jpg

    Careers

    10 Cara Membalas Email Panggilan Interview beserta Contohnya

    Maria Tri Handayani

    05 December 2022
    7 min read

    Video