Published on

Careers

Apa itu rasio keuangan? Berikut manfaat, jenis, dan 4 rumusnya

Sylvia Rheny

Apa_itu_rasio_keuangan__Berikut_manfaat__jenis__dan_4_rumusnya.jpg

Setiap keputusan perusahaan yang berhubungan dengan finansial biasanya melalui pertimbangan rasio keuangan. Rasio keuangan dapat menjadi alat penting bagi pemilik perusahaan untuk mengukur kemajuan mereka dalam mencapai tujuan perusahaan, serta bersaing dengan kompetitor. 

Analisis rasio, bila dilakukan secara teratur dari waktu ke waktu, juga dapat membantu perusahaan mengenali dan beradaptasi dengan tren yang mempengaruhi operasi mereka. Selain itu, rasio keuangan juga memberikan salah satu ukuran utama keberhasilan perusahaan dari perspektif bankir, investor, dan analis bisnis. 

Seringkali, kemampuan perusahaan untuk memperoleh pembiayaan utang atau ekuitas akan bergantung pada rasio keuangan perusahaan.

Lalu, apa sih pengertian rasio keuangan? Yuk, pahami lebih dalam tentang rasio keuangan, manfaat, jenis, dan rumus menghitungnya. 

Baca juga: Memahami pasar modal dan perbedaannya dengan pasar uang

Apa itu rasio keuangan?

Apa itu rasio keuangan?
Rasio keuangan adalah metode analisa keuangan sebagai indikator penilaian perkembangan perusahaan. (Sumber: pexels.com)

Bersumber dari Accurate.id, rasio keuangan adalah salah satu metode analisa keuangan yang digunakan sebagai indikator penilaian perkembangan perusahaan, dengan mengambil data dari laporan keuangan selama periode akuntansi. Sehingga dapat diketahui kinerja maksimum keuangan perusahaan. Rasio keuangan menawarkan cara untuk mengevaluasi kinerja perusahaan mereka dan membandingkannya dengan bisnis serupa lainnya di industri mereka.

Selain itu, rasio ini seringkali digunakan oleh manajemen perusahaan untuk pengambilan keputusan terkait penyelamatan aset perusahaan sehingga tidak salah langkah dalam mengambil keputusan. Rasio keuangan dibuat dengan mengukur hubungan antara dua atau lebih komponen laporan keuangan untuk mendapatkan informasi yang berarti tentang perusahaan. 

Angka-angka dalam laporan keuangan perusahaan seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas, digunakan untuk melakukan analisis kuantitatif dan menilai likuiditas perusahaan, leverage, pertumbuhan, margin, profitabilitas, tingkat pengembalian, penilaian, dan banyak lagi.

Rasio keuangan paling efektif digunakan untuk membandingkan hasil selama beberapa periode. Sehingga memungkinkan untuk melakukan tracking terhadap kinerja perusahaan dari waktu ke waktu dan menemukan apabila terdapat tanda-tanda masalah.

Baca juga: 5 Fungsi manajemen sebagai dasar membangun perusahaan

Manfaat rasio keuangan

Manfaat rasio keuangan
Rasio keuangan bermanfaat untuk melacak kinerja perusahaan. (Sumber: pexels.com)

Dengan melakukan analisis terhadap rasio keuangan akan memberikan dua manfaat utama, di antara lain yaitu: 

1. Melacak kinerja perusahaan

Menentukan rasio keuangan per periode dan melacak perubahan nilainya dari waktu ke waktu dilakukan untuk melihat tren yang mungkin berkembang di perusahaan. Misalnya, rasio utang terhadap aset yang meningkat dapat menunjukkan bahwa perusahaan terbebani dengan utang dan pada akhirnya mungkin menghadapi risiko gagal bayar.

2. Membuat penilaian komparatif mengenai kinerja perusahaan

Membandingkan rasio keuangan dengan kompetitor utama dilakukan untuk mengidentifikasi apakah suatu perusahaan berkinerja lebih baik atau lebih buruk daripada rata-rata industri. Misalnya, membandingkan pengembalian aset antar perusahaan membantu analis atau investor untuk menentukan perusahaan mana yang paling efisien menggunakan asetnya.

Jenis rasio keuangan

Jenis rasio keuangan
Terdapat 4 jenis rasio keuangan. (Sumber: pexels.com)

Rasio keuangan terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Rasio laba (Profitability ratio)
    Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan relatif terhadap pendapatan, aset neraca, biaya operasi, dan ekuitas.
  2. Rasio hutang jangka pendek (Liquidity ratio)
    Rasio likuiditas adalah rasio keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kembali kewajiban jangka pendek dan jangka panjang.
  3. Rasio hutang (Solvency ratio)
    Metode untuk menganalisa kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang jangka panjang, dan jangka pendek. Kemampuan tersebut sangat penting sebagai bahan pertimbangan para investor untuk menanamkan modalnya. 
  4. Rasio aktivitas (Activity ratio)
    Setiap perusahaan tentunya memiliki aktiva yang dapat digunakan dalam proses produksi. Oleh sebab itu, adanya analisis aktivitas untuk menganalisa kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan aktiva yang dimilikinya guna menghasilkan laba. Dengan demikian, dapat mengetahui efektivitas aktiva yang digunakan.

4 Rumus rasio

4 Rumus rasio
Terdapat 4 rumus untuk menghitung rasio keuangan. (Sumber: pexels.com)

Setiap jenis rasio keuangan terdapat rumusnya masing-masing untuk mempermudah proses analisa keuangan dalam pengambilan keputusan. Berikut adalah beberapa rumus rasio keuangan untuk mengukur kesehatan keuangan bisnis kamu dilansir dari Jurnal.id:

1. Rumus rasio laba (Profitability ratio)

Tujuan rasio laba adalah mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan berdasarkan nilai penjualan, aktiva, dan modal.

Beberapa metode dalam perhitungan rasio laba yaitu:

  • Gross profit margin = penjualan neto – HPP / penjualan neto x 100%
    Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba kotor. HPP adalah harga pokok penjualan.
  • Operating income ratio = penjualan neto – HPP – (EBIT) / penjualan netto x 100%
    Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba operasi sebelum bunga dan pajak dari penjualan. EBIT adalah earnings before interest & taxes.
  • Net profit margin = EAT / penjualan neto x 100%
    Untuk menghitung tingkat kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih. EAT adalah earnings after tax atau laba bersih setelah pajak.
  • Earning power of total investment = laba sebelum pajak dan bunga / jumlah aktiva x 100%
    Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola modal yang dimiliki dan diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva. Bisa juga untuk acuan investor atau pemegang saham dalam mengukur tingkat keuntungan investasi yang ditanamkan dalam perusahaan.
  • Return of Investment = EAT / jumlah aktiva x 100%
    Untuk menghitung kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan. 
  • Return on Equity = EAT / jumlah equity x 100%
    Untuk menghitung kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih berdasarkan ekuitas.
  • Return on Net Worth = EAT / jumlah modal sendiri x 100%
    Untuk mengukur kemampuan modal sendiri yang diinvestasikan untuk menghasilkan pendapatan bagi pemegang saham.

Sebagai catatan, bahwa semakin tinggi nilai hasil perhitungan rasio profitabilitas berarti semakin baik nilai keuntungan perusahaan.

Baca juga: 10 Perusahaan sekuritas terbaik Indonesia untuk memulai investasi saham 2021

2. Rumus rasio hutang jangka pendek (Liquidity ratio)

Rasio likuiditas dibedakan menjadi tiga jenis, rasio lancar dan rasio cepat, dan rasio kas. Masing-masing rumus tersebut adalah:

  • Rasio lancar (current ratio) = aktiva lancar / hutang lancar x 100%
    Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo dengan aktiva lancar yang tersedia. Sebagai catatan, semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar maka semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya.
  • Rasio cepat (quick ratio/acid test ratio) = kas + efek + piutang / hutang lancar x 100%
    Untuk mengukur kemampuan usaha dalam membayar utang jangka pendek menggunakan aktiva yang lebih mudah cair (liquid assets). Perhitungan rasio cepat mengabaikan faktor persediaan.
  • Rasio kas (cash ratio) = kas + efek / hutang lancar
    Untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya dengan kas yang tersedia dan juga surat berharga. Maksud kas di sini adalah uang perusahaan yang disimpan baik di kantor maupun bank dalam bentuk rekening koran, sedangkan surat berharga adalah harta setara kas yang dengan mudah diuangkan kembali.

Sebagai catatan, nilai ideal dari ketiga perhitungan di atas adalah sebesar-besarnya 150% yang berarti semakin besar hasil perhitungan rasio likuiditas maka semakin sehat kondisi perusahaan.

3. Rumus rasio hutang (Solvency ratio)

Rumus ini digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan melunasi semua hutangnya dengan dua metode pendekatan, yaitu:

  • Rasio hutang terhadap ekuitas = total kewajiban / ekuitas pemegang saham
    Untuk mengukur berapa banyak hutang yang dibawa bisnis dibandingkan dengan jumlah yang diinvestasikan oleh pemiliknya. Indikator ini diawasi ketat oleh para bankir sebagai ukuran kemampuan bisnis untuk membayar utangnya.
  • Rasio utang terhadap aset = total kewajiban / total aset
    Untuk menunjukkan persentase aset perusahaan yang dibiayai oleh kreditur. Rasio yang tinggi menunjukkan ketergantungan yang besar pada utang dan bisa menjadi tanda kelemahan finansial.

4. Rumus rasio aktivitas (Activity ratio)

Rasio aktivitas berfungsi untuk mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki. Di sini, aktivitas yang rendah pada tingkat penjualan tertentu mengakibatkan semakin besarnya dana lebih yang tertanam pada aktiva. Dana lebih ini yang dimana dampak dari aktivitas rendah menjadi lebih baik jika ditanamkan pada aktivitas yang lebih produktif.

  • Perputaran piutang (receivable turnover) = penjualan / piutang rata-rata x 100%
    Untuk mengukur kualitas dan efisiensi tingkat perputaran piutang perusahaan dalam satu periode dengan membandingkan penjualan dengan rata-rata piutang. Sebagai catatan, semakin tinggi rasionya maka semakin baik kualitas dan efisiensi perputaran piutang perusahaan.
  • Perputaran persediaan (inventory turnover) = penjualan / persediaan x 100%
    Untuk mengukur tingkat kualitas dan efisiensi perputaran persediaan perusahaan terhadap penjualan dalam satu periode tertentu. Sebagai catatan, Semakin tinggi rasionya maka pengelolaan persediaan yang dilakukan oleh perusahaan semakin efisien.
  • Perputaran aktiva tetap (fixed asset turnover) = penjualan / aktiva tetap x 100%
    Untuk mengukur dan mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktiva tetap secara efisien dalam rangka meningkatkan penjualan. Sebagai catatan, semakin besar berarti semakin efektif perusahaan dalam mengelola aktiva tetapnya.
  • Perputaran aktiva total (total asset turnover) = penjualan / total aktiva x 100%
    Rasio ini juga melibatkan aktiva lancar dan aktiva tetap, di mana semakin besar rasionya, maka semakin efektif perusahaan bisa memanfaatkan seluruh aktivanya terhadap konversi penjualan.
  • Perputaran rerata tagihan (average collection turnover) = piutang x 365 / penjualan x 100%
    Untuk mengukur seberapa lama waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk menerima tagihan dari konsumen dalam satu tahun.
  • Perputaran modal kerja (working capital turnover)  = penjualan / (aktiva lancar – hutang lancar) x 100%
    Untuk mengukur tingkat perputaran modal kerja bersih yaitu perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar terhadap penjualan dalam satu periode.

Metode analisis rasio keuangan

Metode analisis rasio keuangan
Metode analisis rasio keuangan common size dan time series. (Sumber: pexels.com)

Selain metode perhitungan rasio yang telah dijelaskan di atas, ada beberapa metode lain yang bisa kamu gunakan, misalnya analisis common size dan time series. Berikut penjelasannya:

1. Analisis common size

Analisis common size adalah alat yang digunakan manajer keuangan untuk menganalisis laporan keuangan, yaitu analisis yang disusun dengan menghitung tiap-tiap rekening dalam laporan laba-rugi dan neraca menjadi proporsi dari total penjualan (untuk laporan laba-rugi) atau dari total aktiva (untuk neraca).

Analisis ini mengevaluasi laporan keuangan dengan mengekspresikan setiap item baris sebagai persentase dari jumlah dasar untuk periode itu. Analisis membantu untuk memahami dampak dari setiap item dalam laporan keuangan dan kontribusinya terhadap angka yang dihasilkan. Teknik analisis ini dapat digunakan untuk menganalisis tiga laporan keuangan utama, yaitu neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. 

2. Analisis time series dan forecasting

Tujuan dari analisis ini adalah untuk membandingkan data keuangan pada periode tertentu terutama sebagai bahan peramalan atau proyeksi kondisi keuangan di masa depan. Terdapat beberapa poin yang perlu diperhatikan yang berpengaruh terhadap perubahan struktur keuangan yaitu; peraturan pemerintah, perubahan kompetisi, perubahan teknologi dan juga akuisisi. Analisis ini bisa dilakukan dengan tiga pendekatan yaitu; ekonomi, statistik, dan visual. 

Baca juga: 6 Manfaat talent mapping bagi perkembangan perusahaan

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai pengertian rasio keuangan, manfaat, jenis, dan rumus menghitungnya. Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan kamu seputar finansial. 

Jika kamu tertarik memperoleh berbagai tips atau insight menarik lainnya seputar pengembangan kariermu, kamu bisa berkunjung ke YouTube EKRUTtv atau jika kamu tertarik berpindah kerja ke perusahaan yang disesuaikan minatmu, kamu bisa mendaftarkan diri melalui EKRUT. 

Di EKRUT, cukup dengan sekali sign up, kamu berkesempatan mendapatkan lebih dari satu tawaran interview kerja di minggu selanjutnya. 

Video embed

sign up EKRUT

Sumber:

  • investopedia
  • the balance mb
  • jurnal.id
  • corporatefinanceinstitute
  • bdc
  • inc

Tags

Share