Published on

Lainnya

Cari Tahu Apa Itu Regresi, dari Manfaat, 3 Rumus, hingga Contohnya

Lita Lia

H1-Yuk!_Cari_Tahu_Apa_Itu_Regresi__dari_Manfaat__Rumus_Hingga_Contohnya.jpg

Dalam dunia ekonomi dan keuangan, ada yang disebut dengan regresi. Pada umumnya, kegunaan regresi adalah untuk memprediksi kondisi ekonomi. Meski demikian, regresi tidak hanya bermanfaat dalam bidang ekonomi saja. Melainkan juga dalam ketenagakerjaan, ilmu lingkungan, dan lain sebagainya. Untuk memahami apa itu regresi, mari simak info selengkapnya di bawah ini!

Baca juga: 6 Tips keuangan untuk bersiap menghadapi resesi

Apa itu regresi?


Regresi adalah metode statistik yang bisa digunakan pada banyak cabang ilmu (Sumber: Pexels)

Regresi adalah sebuah metode statistik yang digunakan dalam ilmu keuangan, investasi, dan bidang lainnya. Tujuannya adalah untuk mengetahui kekuatan, karakter, dan hubungan antara sebuah variabel (yang biasanya disebut sebagai Y) dan variabel lainnya (yang disebut sebagai variabel bebas).

Di bidang investasi dan keuangan, regresi bisa membantu untuk mengetahui nilai aset dan memahami hubungannya dengan beberapa variabel. Misalnya, harga barang komoditi dan saham dari berbagai bisnis yang berhubungan dengan barang komoditi tersebut.

Jenis metode regresi yang paling umum terbagi 2, yaitu regresi linier dan regresi multipel linier atau regresi ganda. Meskipun ada juga metode regresi non linier untuk analisis data yang lebih rumit. Metode regresi bisa membantu memprediksi penjualan berdasarkan cuaca, penjualan sebelumnya, pendapatan per kapita, dan variabel lainnya.

Baca juga: Take home pay: Komponen, cara menghitung, dan 3 contohnya

Manfaat dan fungsi regresi


Manfaat regresi sangat beragam (Sumber: Pexels)

Pentingnya regresi adalah semuanya riil karena harus berdasarkan data. Biasanya, data berupa angka dan faktor lainnya yang berpengaruh dalam sebuah bisnis. Salah satu manfaat utama dari regresi adalah pemilik bisnis bisa tahu betul angka yang berkaitan dengan bisnisnya. Jadi, bisa membuat keputusan yang lebih baik ke depan untuk usaha yang dijalankan.

Metode regresi artinya kamu mempelajari hubungan antara beberapa data. Dengan metode ini, pemilik bisnis jadi terbantu dalam beberapa hal. Di antara kegunaan regresi adalah:

1. Memprediksi penjualan dalam jangka pendek dan panjang

Dari angka penjualan yang sudah lewat, sebuah bisnis bisa memperkirakan jumlah penjualan ke depannya. Dengan begitu, pemilik bisnis bersama dengan tim pemasaran bisa memutuskan apa yang harus dilakukan ke depannya untuk meningkatkan penjualan. Metode ini bisa digunakan untuk memprediksi penjualan dalam jangka pendek. Misalnya, periode 6 bulan atau bahkan yang paling pendek periode 1 bulan. Tetapi, bisa juga digunakan untuk prediksi penjualan jangka panjang, misalnya 1 tahun.

2. Memahami persediaan dan permintaan

Dari data yang ada, metode regresi dilakukan dan pemilik bisnis bisa memahami hubungan antara persediaan barang dan permintaan dari pasar. Ini akan dianalisis untuk perkembangan ke depannya. Misalnya, apakah persediaan bahan baku dengan jumlah yang biasa dibeli sudah cukup untuk memenuhi permintaan pasar atau justru tidak? Jadi, ke depannya bisa diperbaiki lagi agar persediaan tetap cukup.

3. Memahami dampak berbagai variabel terhadap bisnis

Ada banyak variabel yang bisa sangat berpengaruh dalam bisnis. Misalnya, cuaca. Ternyata saat cuaca panas, produk minuman dingin laku keras. Sedangkan di musim hujan, ternyata penjualannya menurun, tetapi tidak terlalu drastis. Variabel lainnya bisa jadi dari faktor promosi. Misalnya, makanan ringan A lebih laku jika dipromosikan di acara sekolah. Sedangkan makanan ringan B lebih baik penjualannya jika dipromosikan di berbagai acara yang diperuntukkan bagi orang dewasa.

Selain itu, masih banyak lagi contoh variabel yang bisa dikaitkan dengan penjualan. Dengan memahami berbagai variabel ini, pemilik bisnis jadi bisa membuat rencana bisnis ke depan yang jauh lebih baik dilihat dari berbagai sisi.

4. Mengamati performa kerja tim pemasaran

Dari metode regresi juga bisa diketahui apakah performa tim pemasaran saat ini sudah baik atau justru kurang maksimal? Kemudian, dari sini bisa diulik lagi penyebabnya. Bukan berarti tim harus dirombak, tetapi bisa saja anggota tim kurang mendapatkan motivasi. Kecuali, ada sebab-sebab lain yang memang mengharuskan tim dirombak agar penjualan ke depan lebih baik.

5. Membuat keputusan perkembangan bisnis

Meski merupakan prediksi, tetapi regresi dibuat berdasarkan data. Jadi, regresi sedikit banyak bisa membantu pemilik bisnis untuk membuat keputusan ke depannya. Apakah produk A harus diperluas pasarnya? Atau perlu dibuat produk baru lagi? Dan berbagai keputusan bisnis lainnya.

Baca juga: Sistem ekonomi campuran: Tujuan, kelebihan-kekurangan, dan 3 contohnya

3 Rumus regresi


Rumus regresi sesuai dengan jenisnya (Sumber: Pexels)

Secara umum, regresi bisa dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan jumlah variabelnya. Ada regresi linear, regresi berganda, dan regresi non linear. Rumus regresi adalah:

1. Rumus regresi linier

Regresi linear dikenal pula sebagai regresi sederhana. Jenis regresi ini terjadi bila variabel bebas dan variabel terikat jumlahnya hanya satu. Rumus regresi linear adalah:

Y = a + bX

Keterangan:

  • Y: variabel kriteria
  • X variabel prediksi
  • a: variabel konstan
  • b: koefisien arah regresi linier

2. Rumus regresi berganda

Rumus regresi berganda digunakan kalau jumlah variabel bebas dan terikatnya lebih dari satu. Karena itu, regresi berganda disebut pula sebagai regresi majemuk. Rumus regresi berganda adalah:

Y = a + ß1 X2 + ß2 X2 + ßn Xn + e

Keterangan:

  • Y: variabel kriteria
  • X: variabel prediksi
  • a: konstanta
  • ß: koefisien estimasi

3. Rumus regresi non linear

Untuk jenis regresi non linear bentuk rumusnya beragam, yaitu:

  • Regresi berbentuk pangkat dengan rumus: Y = aXb
  • Regresi berbentuk eksponensial dengan rumus: Y = aebX
  • Regresi berbentuk polinomial yang punya rumus: Y = a0 + a1X + … +anXn

Baca juga: Mengenal Sociopreneur, Pebisnis yang Memberikan Dampak Kepada Ekonomi Masyarakat

Contoh regresi


Contoh perhitungan regresi bisa sangat sederhana (Sumber: Pexels)

Analisis regresi mungkin terdengar rumit, tetapi sebenarnya cukup simpel. Sebagai contoh regresi adalah dengan melihat pendapatan lalu bandingkan dengan pengeluaran.

Misalnya, sebuah keluarga memiliki pendapatan selama 8 bulan sebanyak 104 juta dengan pengeluaran sebanyak 59. Berapa nilai regresinya jika diketahui pendapatan dikali pengeluaran totalnya 812 dan pendapatan pangkat dua sama dengan 1448.

Jawab:

  • b= {8(812)-(104x59)} dibagi {8(1448)-1042} hasilnya 0,46875
  • a= Y-bX, jadi (59/8) - 0,46875 = 1,128125

Maka, regresi Y= 1,128125 + 0,46875X.

Baca juga: 3 Cara mengukur produktivitas kerja, tips, dan beberapa contohnya

Itulah informasi mengenai regresi dari manfaat, rumus, hingga contohnya. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untukmu, ya!

Selain melalui artikel dari EKRUT Media, berbagai informasi dan tips menarik tersedia pula di YouTube EKRUT Official. Jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • investopedia.com
  • akseleran.co.id
  • modalrakyat.id
  • zipmex.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Biaya_Implisit_Adalah.jpg

    Lainnya

    Mengenal Perbedaan Biaya Implisit dan Biaya Eksplisit beserta Contohnya

    Mauditalani

    20 September 2022
    7 min read
    Mengenal_Apa_Saja_Kelebihan_dan_Kekurangan_Kartu_Debit_dan_Cara_Menjaga_Keamanannya.jpg

    Lainnya

    Debit Adalah : Pengertian, Kelebihan, dan Cara Menjaga Keamanannya

    Sylvia Rheny

    14 September 2022
    5 min read
    H1_fintech_indonesia.jpg

    Technology

    10 Aplikasi Fintech Indonesia Lengkap dengan Ruang Lingkup Bisnisnya

    Alvina Vivian

    12 September 2022
    6 min read

    Video