Published on

Lainnya

Ketahui Teknik Scalping dan Indikator yang Biasa Digunakan Trader Pemula

Chey Yuanita

Scalping_HL.jpeg

Belakangan ini, semakin banyak orang yang mendalami ilmu soal trading. Dibutuhkan pengetahuan yang luas dan pengalaman untuk terjun di dalamnya. Metode yang digunakan pun beragam, salah satunya scalping. Scalping adalah metode trading yang minim risiko namun mampu menghasilkan keuntungan yang lebih cepat. Meski begitu, metode trading satu ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apa sajakah itu? Simak penjelasan berikut ini!

Apa itu scalping?


Scalping merupakan sebuah metode trading (sumber: pixabay)

Sebelum membahas kelebihan dan kekurangannya, mari kenal lebih dalam tentang apa itu scalping? Scalping adalah sebuah metode trading yang berfokus dalam mencari untung dari aksi jual menjual aset secara cepat. Trader yang menggunakan metode scalping biasa disebut sebagai scalper. Para scalper ini mengincar keuntungan dari jual beli saham dan menetapkan target persentase keuntungan tertentu dari suatu saham.

Sebagian dari scalper memiliki rencana jual beli saham (trading plan) setiap harinya. Rencana ini meliputi saham mana yang diincar hingga menentukan target harga minimal yang ingin dicapai. Mereka bisa melakukan banyak transaksi hingga ratusan kali dalam waktu satu hari. Scalping mengharuskan trader untuk memiliki exit strategy dari pasar. Jika tidak, scalper akan mendapatkan kerugian besar dan menjual aset di harga yang tidak tepat.

Scalper harus rajin memantau pergerakan harga dan berkonsentrasi penuh terhadap data-data pasar untuk bisa meraup keuntungan. Beberapa trader menganggap bahwa scalping merupakan strategi trading yang paling utama. Namun, sebagian lainnya menganggap teknik trading satu ini hanyalah pelengkap dari segudang investasi yang diterapkan.

Baca juga: Trading: Pengertian, Cara Kerja, Jenis, Risiko dan Panduan Trading yang Baik

Cara teknik scalping bekerja


Teknik scalping (sumber: pixabay)

Scalper mengincar keuntungan dari jual beli saham dan biasanya telah menetapkan target persentase keuntungan tertentu dari suatu saham. Misalnya, scalper menetapkan target persentase keuntungan sebesar 2% dari tiap saham yang dibeli di hari tersebut. Jika target 2% tercapai dari suatu saham yang dibeli di hari tersebut, maka scalper berhasil mengantongi keuntungan setelah menjualnya.

Sebagian scalper harus memiliki rencana jual beli saham (trading plan) setiap harinya. Trading plan bisa meliputi saham yang diincar, target harga minimal yang ingin dicapai, hingga exit plan untuk scalper melakukan cut loss. Sejauh ini, para trader mengenal tiga jenis strategi scalping, diantaranya:

  • Market making, yaitu scalper mencoba mengkapitalisasi selisih harga sebuah aset dan terus melakukan penawaran (bid) dan penawaran jual (offer). Scalper berusaha menaikkan harga sebuah aset dengan memperbanyak frekuensi aksi bid dan offer.
  • Membeli dan menjual aset dalam volume besar, yang membuat scalper menjual kembali jika menemukan pergerakan harga sedikit pun. Ini dapat dilakukan tanpa harus menerapkan proses market making.
  • Rasio risiko keuntungan, yang membuat scalper akan segera keluar dari pasar jika rasio risiko keuntungannya berada di posisi 1:1.

Baca juga: 5 Aplikasi Trading Terbaik dan Terpercaya untuk Pemula 2022

Kelebihan dan kekurangan teknik scalping


Kelebihan dan kekurangan scalping (sumber: pixabay)

Setiap strategi tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk metode scalping. Jika kamu ingin menjadi scalper, ada baiknya untuk mendalami strategi teknikal yang kamu anggap menjanjikan. Berikut kelebihan dan kekurangannya.

1. Kelebihan

Scalping bisa menjadi metode yang menguntungkan bagi seorang scalper jika menerapkan exit strategy yang benar. Scalper bisa memanfaatkan perubahan kecil pada harga saham yang belum tentu bisa mencerminkan keseluruhan tren harga komoditas pada hari itu.

Trader tidak harus mengerti banyak tentang saham. Risikonya pun terbilang sangat kecil. Metode ini sengaja dirancang untuk membatasi angka kerugian. Kamu bisa mendapatkan keuntungan tanpa harus repot-repot belajar mengenai sisi fundamental sebuah aset. Poin pentingnya, yaitu hanya perlu disiplin dalam melihat pergerakan harga aset secara teratur. Scalper juga terhindar dari risiko pasar, terutama fluktuasi harga aset.

2. Kekurangan

Meski risiko kerugiannya terbilang sangat kecil, scalping tetap memiliki sisi kelemahannya dalam strategi trading. Scalping melibatkan jumlah transaksi besar jika dibandingkan dengan strategi lainnya. Hal ini akan menimbulkan biaya transaksi yang lebih tinggi karena harus membayar komisi di setiap transaksi. Dibutuhkan kalkulasi yang matang dalam melakukan aksi bid dan offer. Tujuannya, agar tidak melewatkan kesempatan trading di aset lain yang ternyata bisa menghasilkan untung lebih banyak. Kamu juga harus berada di depan layar selama melakukan trading karena tekniknya cukup sulit dan perlu ketelitian.

Baca juga: 12 Rekomendasi aplikasi saham online terbaik dan terdaftar OJK

Indikator yang biasa digunakan dalam teknik scalping


Indikator teknik scalping (sumber: pixabay)

Scalping adalah suatu metode trading yang dapat menghindari trader dari kerugian besar. Metode ini memanfaatkan pergerakan-pergerakan kecil dari komoditas tertentu untuk mendapatkan untung. Biasanya, seorang scalper sudah memiliki pola teknikal tersendiri dan menggunakan beberapa indikator, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Moving average

Menjadi salah satu indikator paling mudah. Sebab, kamu tinggal menentukan time frame untuk melakukan trading dan kemudian meletakkan beberapa garis kombinasi moving average. Salah satu kombinasi yang paling direkomendasikan adalah SMA 5-8-13 pada chart 2 menit. Kombinasi ini dapat mengidentifikasi tren kapan kamu harus menjual dan membeli, sekaligus bisa memprediksi kapan tren akan berubah arah.

Setelah dioperasikan, chart akan naik turun. Ketika tren masih kuat, garis akan menempel pada SMA 5 atau 8. Jika sudah mendekati 13, maka waktunya untuk close karena akan terjadi reversal. Kalau ingin membuka posisi lagi, kamu harus menunggu hingga semua garis menyatu.

2. Bollinger bands

Indikator bollinger bands banyak digunakan para trader baik untuk trading saham maupun forex. Kamu bisa menerapkan bollinger bands menggunakan period 12 dan deviation 2. Ketika harganya menyentuh lower band, ambil posisi buy. Jika nilainya menyentuh upper band, coba untuk memasang posisi sell. Hindari untuk memasang stop loss dan TP yang terlalu banyak. Gunakan perbandingan 10 berbanding 5 pip antara stop loss dengan TP. Perlu diketahui, tidak ada strategi yang benar-benar sempurna dalam trading. Kamu bisa saja menggunakan bollinger bands di lingkup pasar ranging atau sideways. Akan tetapi, jika memakainya saat harga trending, kamu bisa mengalami kerugian.

3. Stochastic

Umumnya, stochastic digunakan untuk melengkapi indikator lainnya yang tergabung di dalam suatu sistem. Cara kerjanya pun sedikit berbeda. Para trader lebih menyarankan untuk menggabungkan dua indikator seperti bollinger bands atau moving average.

Baca juga: Memahami pasar modal dan perbedaannya dengan pasar uang

Strategi scalping adalah sebuah metode trading yang cocok jika kamu tidak ingin mengalami risiko kerugian yang besar. Meski begitu, tetap dibutuhkan ketelitian dan kedisiplinan dalam melakukannya. Kamu yang berambisi untuk menjadi scalper dan ingin berdiskusi dengan para profesional mengenai scalping bisa mendapatkan informasi dan tips menariknya di YouTube EKRUT Official. Dapatkan berbagai peluang kerja lain yang sesuai minatmu dengan sign up di EKRUT sekarang!

Sumber: 

  • pintu.co.id
  • bigalpha.id
  • pluang.com
  • akseleran.co.id
  • investopedia.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_GMV.jpg

    Lainnya

    GMV (Gross Merchandise Value): Pengertian dan Cara Menghitungnya

    Algonz D.B. Raharja

    06 July 2022
    5 min read
    H1_(1).jpg

    Lainnya

    Ingin Punya Event Organizer? Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Menjalankannya!

    Gloria Renatha

    05 July 2022
    5 min read
    cover_(11).jpg

    Lainnya

    DP (Down Payment): Definisi, Fungsi, Cara Kerja, dan Keuntungannya

    Detty Risetya

    05 July 2022
    5 min read

    Video