startup

Mengenal margin dalam dunia bisnis dan panduan cara menghitungnya

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Ningtyas Dewanasari Kinasih

A newcomer in content writing who studied tourism. Very keen to learn about this field.

Mengenal_margin_dalam_dunia_bisnis_dan_panduan_cara_menghitungnya.jpg

Berbicara mengenai keuntungan dalam bisnis, maka akan selalu dikaitkan dengan istilah margin. Nah, besaran keuntungan yang didapatkan oleh suatu bisnis atau perusahaan ini bisa diketahui melalui penghitungan margin. Semakin tinggi margin penjualan, keuntungan yang diperoleh juga semakin besar. Melakukan penghitungan margin penjualan, penting untuk mengetahui perkembangan bisnis dalam jangka panjang. Penghitungan margin memiliki cara tersendiri, perhatikan rumus dan jenis margin berikut ini.

Apa itu margin?


Margin adalah selisih harga jual dengan biaya produksi. (Sumber: Pexels)

Dilansir dari Indeed.com, dalam bisnis, margin adalah selisih dari harga jual barang atau jasa dengan modal yang dibutuhkan untuk memproduksinya. Dapat dikatakan pula, margin adalah persentase keuntungan dari sebuah produk atau jasa yang dijual. Margin dapat ditentukan oleh suatu bisnis setelah menjumlahkan seluruh biaya yang digunakan untuk menyediakan suatu produk ke konsumen. Termasuk di dalamnya biaya produksi, bahan baku, promosi, dan gaji karyawan. Margin adalah salah satu komponen penting yang harus ada dalam tiap laporan keuangan, sehingga penghitungannya wajib dilakukan oleh perusahaan. Margin juga sangat penting untuk perusahaan dalam menentukan strategi bisnis.

Baca juga: 4 Contoh Laporan Laba Rugi, Komponen, dan Cara Pembuatannya

Kenapa profit margin harus dihitung?


Salah satu fungsi profit margin adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan bisnis. (Sumber: Pexels)

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, margin berperan penting dalam strategi bisnis. Margin adalah rasio profitabilitas yang banyak digunakan untuk menilai efisiensi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Penghitungan margin yang dilakukan oleh perusahan nirlaba dapat memberikan indikasi yang tepat untuk menjaga pengeluaran bisnis yang relatif rendah. Namun, memiliki penjualan yang tinggi agar dapat memaksimalkan keuntungan.

Margin biasanya akan ditetapkan oleh perusahaan dengan banyak pertimbangan yang mana nantinya akan menentukan bagaimana suatu produk akan dijual. Mulai dari harga barang, pemasaran, jumlah produksi, dan lainnya. Perusahaan yang menurunkan margin cenderung memproduksi barang lebih banyak dengan harga lebih murah. Hal ini dikarenakan perusahaan memilih meningkatkan keuntungan dari naiknya jumlah penjualan. Penjualan akan meningkat saat harga barang diturunkan. 

Dengan kata lain, margin adalah tolak ukur tingkat efisiensi perusahaan dalam memproduksi dan menghasilkan keuntungan, dimana  memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi kesehatan bisnisnya. Selain itu, membandingkan margin secara berkala akan memberikan perkiraan pada perusahaan secara efektif dalam mengidentifikasi tren dan perilaku konsumen yang dapat membantu bisnis untuk melakukan perencanaan jangka panjang secara strategis.

Apabila keuntungan yang didapatkan perusahaan terus naik, maka tidak menutup kemungkinan akan menarik investor. Melakukan penghitungan margin secara berkala bisa menjadi salah satu bukti bahwa perusahaan bertumbuh kepada investor pada saat melakukan presentasi.

3 Jenis margin keuntungan


Jenis margin dapat ditentukan dari komponen pembentuknya. (Sumber: Pexels)

Margin adalah keuntungan atau profit pada perusahaan yang memiliki beberapa jenis dapat dilihat dari komponen pembentuknya. Berikut ini tiga jenis margin tersebut yang penting untuk kamu ketahui.

1. Margin laba kotor

Perhitungan keuntungan dari margin laba kotor termasuk yang paling simpel dikarenakan tidak memasukan biaya-biaya lainnya, seperti sewa. Kamu bisa mengetahui produk mana saja yang memiliki keuntungan lebih dari produk lainnya. Cara penghitungannya adalah dengan Total atau seluruh pendapatan dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP) dan dibagi total pendapatan, dikalikan dengan 100 untuk mendapatkan hasil dalam bentuk persentase.

Margin kotor = ((Total Pendapatan-HPP)/Total Pendapatan) x 100

2. Margin laba bersih


Margin laba bersih memiliki penghitungan yang lebih rumit. (Sumber: Pexels)

Penghitungan margin laba bersih dapat dibilang lebih rumit apabila dibandingkan dengan laba kotor. Hal tersebut karena perhitungan yang dilakukan margin ini dikurangi dengan berbagai biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Adapun biaya tersebut, seperti operasional, utilitas, bunga, pajak, dan lainnya yang dikeluarkan saat proses produksi. Kelebihan dari jenis ini adalah kamu bisa mengetahui keuntungan dengan lebih detail dalam waktu tertentu.

Margin laba bersih = ((Total Pendapatan - HPP - Biaya Operasional - Pajak - Biaya lainnya)/Total pendapatan) x 100

Baca juga: ROE adalah: Pengertian, 2 Faktor Yang Memengaruhi, dan Cara Menghitungnya

3. Margin laba operasi

Penghitungan margin laba operasional tidak memasukkan biaya diluar operasional, seperti bunga, pajak, atau hutang. Margin ini bertujuan untuk mengetahui besaran keuntungan dari pendapatan yang dikurangi biaya operasional. Contoh biaya operasional margin adalah utilitas, administrasi, juga total penjualan.

Margin laba operasional = (Total pendapatan/Pendapatan Operasional) x 100

Cara hitung profit margin


Margin adalah alat untuk mengetahui jumlah keuntungan yang didapatkan oleh suatu bisnis. (Sumber: Pexels)

Margin adalah hal penting yang harus dihitung oleh tiap bisnis untuk mengetahui jumlah uang atau keuntungan yang dihasilkan. Mengetahui cara penghitungan margin digunakan untuk memastikan bahwa bisnis kamu menguntungkan dan kompetitif. Margin dapat dihitung melalui empat tingkatan, yaitu laba kotor, laba operasional, laba sebelum pajak, dan laba bersih. Langkah perhitungan margin adalah.

  1. Menghitung laba kotor dengan mengambil total pendapatan penjualan yang dihasilkan oleh produk dan dikurangi biaya langsung pembuatan, seperti bahan dan tenaga kerja yang digunakan saat proses produksi. Hasil dari penghitungan ini dinamakan margin kotor.
  2. Selanjutnya, kurangi biaya tidak langsung, seperti promosi iklan, penelitian prosuk, dan administrasi. Besaran yang tersisa merupakan margin operasional.
  3. Kurangkan bunga utang dan tambah atau kurangi deposit, yang tersisa adalah margin sebelum pajak.
  4. Langkah terakhir penghitungan margin adalah mengurangi pajak. Nah, jumlah yang tersisa adalah margin bersih yang merupakan garis bawah keuntungan dalam bisnis.

Lebih mudahnya, penghitungan margin adalah dengan pendapatan setiap barang yang dijual, lalu dikurangi dengan total biaya produksi. Sebagai contohnya, sebuah bisnis menjual ponsel dengan harga Rp 5000.000 per item. Apabila setiap ponsel yang dijual membutuhkan total biaya produksi Rp 4000.000 per itemnya, keuntungan yang dapat dihitung:

  1. Laba kotor: Rp5000.000 - Rp4000.000 = Rp1000.000
  2. Bagi laba kotor dengan pendapatan: Rp1000.000/Rp 5000.000 = 0,2
  3. Margin keuntungan dalam bentuk persentase hanya tinggal mengalikan dengan 100: 0,2 x 100 = 20%

Maka, margin keuntungan adalah 20% 

Untuk mendapatkan informasi penting lainnya seputar dunia kerja, kamu bisa mengakses laman dan sign up di EKRUT. Selain itu, kamu juga bisa dihubungkan dengan berbagai perusahaan jika melakukan registrasi, lho.

Baca juga: 5 Contoh Laporan Arus Kas dan Panduan Pembuatannya

Margin adalah suatu metrik yang penting untuk perusahaan dalam memperkirakan penjualan yang efektif. Kamu dapat meninjau harga dan mempertahankan daya saing dengan kompetitor. Selain itu, margin bisa digunakan bersamaan dengan matrik lain untuk mengukur produktivitas.

sign up EKRUT

Rekomendasi Bacaan:

 

Sumber:

  • Indeed.com
  • kompas.com
  • Indeed.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    landingpage.png

    startup

    5 Tips Menciptakan Landing Page yang Efektif

    Widyanto Gunadi

    16 January 2023
    0 min read
    struktur-organisasi-perusahaan---EKRUT.jpg

    startup

    Struktur Organisasi Perusahaan: Fungsi, Manfaat, Contoh, dan 7 Jenisnya

    Maria Tri Handayani

    02 November 2022
    4 min read
    Daftar-perusahaan-yang-menerapkan-wfh-secara-permanen-setelah-pandemi---EKRUT.jpg

    startup

    Daftar Perusahaan yang Menerapkan Sistem WFH

    Maria Tri Handayani

    12 October 2022
    4 min read

    Video