Published on

Careers

Skill adalah: Pengertian, bedanya dengan kompetensi, jenis, dan tips meningkatkannya

Anisa Sekarningrum

H1_1._Skill_adalah_Pengertian__bedanya_dengan_kompetensi__jenis__dan_tips_meningkatkannya.jpg

Skill adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu. Keterampilan bisa merupakan hal yang sederhana seperti merapikan tempat tidur hingga sesuatu yang kompleks seperti memainkan alat musik. Kombinasi skill adalah hal yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Apa itu skill?


Skill adalah sesuatu yang dapat dikembangkan melalui pelatihan secara online atau offline - Pexels

Kamus Merriam Webster mendefinisikan skill adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu yang berasal dari training, pengalaman, dan latihan. Menurut Iverson (2001) skill adalah sesuatu yang membutuhkan pelatihan dan kemampuan dasar yang dimiliki setiap orang agar dapat lebih menghasilkan sesuatu yang lebih bernilai dengan lebih cepat.

Skill adalah istilah yang mencakup pengetahuan, kompetensi, dan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas operasional. Skill dapat dikembangkan melalui kehidupan dan pengalaman kerja atau dipelajari melalui pelatihan.

Ada berbagai jenis skill yang dapat diakses semua orang. Beberapa keterampilan mungkin lebih mudah diaskes oleh sebagian orang dibandingkan yang lainnya contohnya berdasarkan ketangkasan, kemampuan fisik, dan kecerdasan.

Skill adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinilai melalui tes keterampilan. Beberapa profesi membutuhkan keterampilan tertentu yang dapat meningkatkan produktivitas dan hasil dari pekerjaan atau tugas untuk profesi tersebut.

Baca juga: 5 Skill yang dibutuhkan perusahaan pasca pandemi

Apakah skill dan kompetensi itu sama?


Salah satu contoh hard skill adalah kemampuan teknologi - Pexels

Kompetensi dan skill adalah dua hal yang berbeda. Perbedaan kompetensi dan skill adalah sebagai berikut.

Perbedaan Skill Kompetensi
Pengertian Sebuah kemampuan yang dipelajari dan dapat ditingkatkan dengan bakat atau minat. Merupakan salah satu bentuk kompetensi.  Sebuah kemampuan atau kecakapan seseorang dalam melakukan sebuah tugas atau pekerjaan di bidang tertentu, yang dapat dikembangkan dari bakat atau kebiasaan, juga dapat terdiri dari satu atau lebih keterampilan.
Dapat diuji Skill berkaitan dengan kemampuan akal, pikiran, ide dan kreativitas dalam melakukan pekerjaan agar menjadi lebih bermakna. Seperti kompetensi, skill juga dapat ditentukan melalui tes keterampilan. Terkadang dibutuhkan uji atau tes untuk membuktikan kompetensi seseorang. Hasil tes ini dapat digunakan untuk melamar pekerjaan atau mendaftar pendidikan di bidang tertentu. Perusahaan juga menggunakan hasil tes untuk mencari karyawan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Jenis - Hard skill
- Soft skill
- Transferable skill
- Upskilling
- Reskilling
- Kompetensi intelektual
- Kompetensi fisik
- Kompetensi pribadi
- Kompetensi sosial
- Kompetensi spiritual
Indikator - Technical skill
- Management skill
- Entrepreneur skill
- Personal maturity skill
- Aspek pengakuan (recognition)
- Aspek pemahaman (understanding)
- Aspek pengkajian (assessment)
- Aspek umpan balik (feedback)
- Aspek permohonan kerja (job application)
Karakteristik Widyatun (2005), terdapat tiga faktor yang mempengaruhi keterampilan secara langsung, yaitu:
- Motivasi
- Pengalaman
- Keahlian
Spencer & Spencer (1993), kompetensi terbentuk dari 5 karakteristik, yaitu:
- Pengetahuan (knowledge)
- Keterampilan (skill)
- Motif (motive)
- Watak (traits)
- Konsep diri (self concept)

Baca juga: Tips menguasai soft skill yang paling dicari perusahaan di 2020

5 Jenis skill


Salah satu contoh reskilling adalah designer yang mencoba meningkatkan kemampuan marketing - Pexels

Ada berbagai 5 jenis skill sebagai berikut.

1. Hard skill

Hard skill adalah pengetahuan atau pelatihan teknis yang diperoleh melalui pengalaman hidup termasuk karier dan pendidikan yang ditempuh. Hard skill diperlukan untuk berhasil melakukan tugas teknis dalam suatu pekerjaan.

Beberapa contoh hard skill adalah sebagai berikut.

  • Multi-bahasa
  • Manajemen basis data
  • Kemampuan menggunakan Adobe Software Suite
  • Kemampuan network security
  • Kemampuan marketing SEO/SEM
  • Kemampuan analisis statistik 
  • Kemampuan data mining
  • Kemampuan mobile development
  • Kemampuan user interface design
  • Kemampuan manajemen kampanye marketing 
  • Kemampuan storage systems and management
  • Kemampuan programming languages (seperti Perl, Python, Java, and Ruby)

2. Soft skill

Soft skill adalah kebiasaan dan sifat pribadi yang membentuk cara seseorang bekerja baik itu secara individual atau bersama tim. Soft skill diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif dan fungsional.

Beberapa contoh soft skill adalah sebagai berikut.

  • Integritas
  • Dapat diandalkan
  • Komunikasi yang efektif
  • Pikiran yang terbuka
  • Kerja tim
  • Kreativitas
  • Penyelesaian masalah
  • Berpikir kritis
  • Kemampuan beradaptasi
  • Organisasi
  • Kemauan untuk belajar
  • Empati

Baca juga: 10 Contoh soft skill untuk menunjang karier profesional kamu

3. Transferable skill

Transferable skill adalah keterampilan yang dapat ditransfer dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, yang dikenal juga sebagai keterampilan portabel. Transferable skill adalah keterampilan yang berguna dalam berbagai pekerjaan dan industri. Skill ini mungkin menjadi keterampilan yang sangat penting terutama saat kamu sedang melakukan pergantian pekerjaan atau industri.

Ada beberapa keterampilan yang umumnya dicari oleh pemberi pekerjaan, macam-macam transferable skill adalah sebagai berikut.

  • Skill komunikasi yang dapat ditransfer meliputi mendengarkan secara aktif, komunikasi lisan dan tertulis, kepercayaan diri, memberi dan menerima umpan balik, komunikasi nonverbal, daya tanggap, dan berbicara di depan umum.
  • Skill dapat diandalkan yang dapat ditransfer meliputi ketepatan waktu, integritas, etos kerja, berprestasi tinggi, memenuhi tenggat waktu, dan kejujuran.
  • Skill kerja tim yang dapat ditransfer meliputi membangun hubungan, mendengarkan secara aktif, kolaborasi, kesadaran diri, dan resolusi konflik.
  • Skill organisasi yang dapat ditransfer adalah manajemen waktu, perhatian terhadap detail, berpikir analitis, dan prioritas.
  • Skill kemampuan beradaptasi yang portabel adalah kreativitas, sikap positif, fleksibilitas, serta kesabaran.
  • Skill kepemimpinan yang portabel adalah delegasi, kemampuan interpersonal, resolusi konflik, manajemen proyek, membangun tim, mengambil resiko, dan menetapkan tujuan.
  • Skill pengambilan keputusan yang dapat dipindahkan adalah penyelesaian masalah, kreativitas, berpikir kritis, dan analitis.
  • Skill empati keputusan yang bisa transfer adalah keterampilan mendengarkan, mediasi, pengambilan perspektif, serta rasa ingin tahu.
  • Skill inisiatif yang dapat dipindahkan meliputi motivasi diri, berprestasi tinggi, peningkatan proses, keinginan, dan penetapan tujuan.
  • Skill literasi teknologi yang dapat ditransfer meliputi penyelesaian masalah, keterampilan pemrograman, perangkat lunak tempat penjualan, perangkat lunak manajemen hubungan pelanggan, dan perangkat lunak produktivitas.

4. Upskilling

Upskilling adalah proses mempelajari keterampilan profesional baru, baik itu hard skill atau soft skill. Contoh kasus upskilling misalnya Jane seorang marketer media sosial yang luar biasa dan ahli dalam big data. Kebetulan perusahaan tempat dia bekerja sedang mencari ahli strategi big data. Jane yang mendengar berita itu melakukan upskilling pengetahuan dalam big data dan mengambil pelatihan untuk meningkatkan nilai dirinya untuk perusahaan.

Berikut adalah beberapa cara untuk upskilling.

  • Belajar untuk mendapatkan gelar atau sertifikasi
  • Menyelesaikan kursus pengembangan profesional
  • Menghadiri seminar, konferensi, dan acara jejaring lainnya
  • Bekerja dengan mentor
  • Memulai hobi baru
  • Menjadi sukarelawan di komunitas atau organisasi
  • Membaca jurnal dan situs web industri

5. Reskilling

Reskilling adalah penggantian keterampilan lama seseorang dengan keterampilan baru untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah. Karyawan mempelajari keterampilan baru yang berbeda dari posisi di pekerjaan mereka sekarang, biasanya hal ini melibatkan perubahan dalam karier.

Berbeda dengan upskilling, reskilling adalah proses mempelajari keterampilan baru sehingga seseorang dapat melakukan pekerjaan yang berbeda atau melatih seseorang untuk melakukan pekerjaan berbeda. Biasanya untuk melakukan reskilling, perusahaan akan mengirimkan karyawan untuk mendapatkan pelatihan atau menempuh sekolah ke perguruan tinggi untuk mendapatkan gelar atau sertifikasi di bidang yang berbeda.

Reskilling berarti melatih profesionalisme seseorang dalam satu keterampilan akan lebih rendah daripada jika melakukan upskilling. Contoh kasus dari reskilling misalnya Anne seorang manajer pemasaran yang terbaik di bidang pemasaran. Perusahaan tempatnya bekerja ingin meningkatkan daya saing di pasar global. Mengetahui hal tersebut, Anne berusaha untuk reskilling dengan mengambil kursus teknologi dan IT agar dapat meningkatkan nilai diri dan bersaing dengan talenta lain.

Baca juga: Hey wanita karier, berikut 5 soft skills yang akan membuatmu bersinar di tempat kerja

Tips meningkatkan skill


Salah satu cara meningkatkan skill adalah dengan membuat daftar dan perencanaan skill yang ingin ditingkatkan - Pexels

Meningkatkan skill adalah sesuatu yang dapat memberikan manfaat luar biasa baik dalam kehidupan profesional dan kehidupan pribadi seseorang. Meningkatkan skill juga dapat membuka peluang baru yang lebih baik untuk seseorang. 

Tips untuk meningkatkan skill adalah sebagai berikut.

1. Buat daftar skill yang ingin kamu tingkatkan

Dari berbagai skill yang kamu ketahui, pasti ada beberapa skill yang menjadi target untuk kamu gapai. Sebelumnya, buatlah daftar skill yang ingin kamu tingkatkan dan masukkan juga skill yang kamu butuhkan untuk meningkatkan kehidupan dan kariermu dalam pekerjaan.

2. Dedikasikan diri kamu untuk meningkatkan keterampilan dengan melakukan investasi

Saat kamu sudah menetapkan keterampilan-keterampilan apa saja yang ingin kamu kuasai, selanjutnya kamu bisa menanyakan kepada dirimu sendiri dan pahami mengapa kamu ingin meningkatkan skill tersebut. Setelah kamu mengetahui motivasi untuk meningkatkan skill tersebut, kamu dapat lebih mudah menginvestasikan waktumu untuk mengembangkan skill tersebut bahkan menginvestasikan uangmu untuk membeli pelatihan dari keterampilan tersebut.

3. Tetapkan tujuan dan pencapaian yang jujur

Sebelum kamu memulai pelatihan skill tersebut, kamu harus menciptakan tujuan dan target pencapaian dengan jujur. Jujurlah terhadap dirimu sendiri tentang seberapa besar kemampuan yang kamu miliki terhadap skill tersebut sehingga kamu dapat menetapkan target pencapaian yang realistis.

Ingatlah untuk tidak berusaha terlalu keras menetapkan standar pencapaian yang tinggi. Jujur kepada dirimu sendiri dan tetapkan target yang dapat kamu capai, bagaimana cara mencapainya dan berapa lama kamu akan mencapai targetmu tersebut.

4. Dapatkan pelatih atau mentor

Untuk beberapa orang, melakukan pelatihan skill oleh dirinya sendiri terasa lebih sulit sehingga mereka membutuhkan pendamping atau mentor yang dapat membantu mereka meraih skill tersebut. Kamu dapat mencari pelatih atau mentor dari orang terdekatmu atau kamu dapat mencari di platform peningkatan skill yang dapat diakses secara umum. Walaupun kamu memiliki mentor, tapi kamu harus tetap memotivasi dirimu dengan keras agar kamu berhasil.

5. Miliki rencana untuk meningkatkan keterampilan

Setelah menetapkan tujuan dan target pencapaian, kamu membutuhkan rencana yang realistis agar kamu dapat mewujudkan keinginanmu dalam meningkatkan keterampilan-keterampilan tersebut. Kamu dapat membuat rencana tersebut dengan menetapkan skill apa saja yang ingin kamu tingkatkan, jenis pelatihan atau mentor yang dapat membantumu, waktu untuk mempelajari skill tersebut hingga menetapkan latihan, tes dan hasil akhir dari pelatihan tersebut.

6. Dapatkan beberapa dukungan

Memiliki support system adalah pondasi yang kuat yang dapat mendukung kamu untuk mengembangkan skill. Contohnya seperti berpartisipasi dalam kegiatan melalui organisasi dan komunitas atau mengikuti kelas pelatihan secara online atau offline.

7. Pantau kemajuan Anda

Dengan perencanaan yang kamu sudah buat sebelumnya, kamu juga perlu memantau progress atau kemajuan yang telah kamu buat. Ingatlah untuk tetap jujur terhadap pencapaian yang telah kamu buat karena semua hal ini kamu lakukan untuk peningkatan nilai bagi dirimu sendiri.

8. Nikmati prosesnya

Melakukan pelatihan, mengembangkan keterampilan dan mempelahari hal-hal baru bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan. Namun kamu mungkin juga akan menghadapi rasa malas saat melakukan rencanamu tadi, sehingga kamu perlu menikmati proses dari pelatihan ini dan jadikan hal tersebut sebagai pengalaman yang menyenangkan agar kamu lebih mudah mencapai targetmu.

Baca juga: 11 Skill yang dibutuhkan tahun 2022 ini wajib kamu kuasai

Siap membuktikan skill kamu kepada perusahaan incaran kamu? Sambil mencari pekerjaan, coba daftarkan diri kamu untuk menjadi talent di EKRUT juga, ya! Semua proses dan bantuan professional di talent marketplace EKRUT gratis. Kamu – sebagai talent atau employer – bisa langsung direkrut dan merekrut kandidat yang sesuai. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftar sekarang di EKRUT!

Itu tadi informasi mengenai skill, sekarang kamu sudah tahu mengenai skill untuk meningkatkan kemampuan diri dan nilai kamu di mata perusahaan idaman kamu. Tonton juga video berikut ini mengenai skill incaran perusahaan pasca pandemi untuk membantu kamu mengetahui skill apa yang paling dibutuhkan di situasi saat ini.

sign up EKRUT

Rekomendasi Bacaan:

Sumber:

  • career
  • indeed
  • forbes
  • whatistechtarget

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    cara-interview-kerja-yang-baik-EKRUT.jpg

    Careers

    12 Cara Interview Kerja yang Baik Agar Bisa Diterima

    Lita Lia

    06 July 2022
    6 min read
    cover.jpg

    Careers

    12 Contoh Etos Kerja yang Penting Bagi Perkembangan Karier

    Detty Risetya

    06 July 2022
    5 min read
    H1.jpg

    Careers

    5 Contoh Biografi Diri Sendiri untuk Peluang dan Perkembangan Karier

    Alvina Vivian

    06 July 2022
    6 min read

    Video