Published on

Careers

Mengenal Soft Launch dalam Bisnis dan Persiapan yang Perlu Dilakukan

Lita Lia

H1-Mengenal_Soft_Launch_dalam_Bisnis_dan_Persiapan_yang_Perlu_Dilakukan.jpg

Pasti kamu tidak asing dengan istilah soft launching atau soft opening. Kedua istilah tersebut memiliki arti yang sama. Pada berbagai produk, soft opening biasa dilakukan oleh perusahaan sebagai bagian dari pemasaran sebelum dilakukan hard launching atau grand opening. Agar lebih kenal apa itu soft opening, berikut ulasan selengkapnya.

Baca juga: 12 Jenis Strategi Pemasaran yang Paling Efektif Beserta Contohnya

Apa itu soft launch?


Soft launching itu sama dengan soft opening (Sumber: Pexels)

Soft launch atau soft opening merupakan strategi merilis produk, tetapi dilakukan sebelum peluncuran resmi. Bisa dikatakan soft launch sebagai trial yang tujuannya agar perilis tahu apa saja kekurangan produknya sebelum benar-benar rilis ke pasaran. Biasanya jenis peluncuran ini sifatnya terbatas untuk beberapa pengguna. Saat soft launch dilakukan, tugas pengguna yang berpartisipasi sebagai tester produk. Produk yang paling sering melakukan soft launch adalah gawai hingga aplikasi.

Soft opening juga sangat berguna agar biaya pemasaran perilis lebih optimal, karena menjadi tepat sasaran. Selain itu, beberapa perusahaan juga lebih memilih strategi rilis soft launching dengan tujuan menjaga layanan tetap eksklusif, serta menambah pengguna/konsumen secara bertahap.

Baca juga: 10 Strategi promosi penjualan yang efektif dalam bisnis saat ini

Perbedaan soft launch dengan hard launch


Kebalikan dari soft opening adalah hard opening (Sumber: Pexels)

Ada soft launch, tentu ada juga hard launch. Keduanya berbeda. Tetapi diantara dua metode perilisan tersebut, ada keuntungan yang bisa didapat oleh perusahaan. Sebagai bagian dari marketing, perlu paham perbedaan soft opening dan hard opening agar tetap dalam menentukan mana strategi yang tepat.

Soft Launch Hard Launch

Dipakai saat produk/jasa tidak perlu menarik banyak perhatian secara cepat.

Dipakai untuk membuat gebrakan besar. Biasanya untuk produk-produk baru atau yang memiliki terobosan baru.

Perusahaan hanya fokus pada memperbaharui materi pemasaran dan penjualan.

Perusahaan lebih mengarah ke laba yang besar. Penjualan dengan jumlah besar menjadi hal utama yang dituju.

Taktik marketing yang dipakai lebih santai, tetapi tepat sasaran.

Taktik yang digunakan lebih agresif karena hard launch tujuannya untuk mendulang banyak laba.

Soft launch menghasilkan waktu untuk melatih dan mempersiapkan staf dalam menangani konsumen secara lebih santai.

Hard launch mengharuskan karyawan mahir melakukan wawancara, presentasi, hingga demo produk di hadapan pelanggan.

Dalam soft launch, hanya dihadiri beberapa orang yang dijadikan sebagai tester.

Dalam hard launch, orang yang hadir banyak, sifatnya umum, karena orientasinya ke penjualan.

Publikasi soft launch sifatnya terbatas.

Publikasi hard launch lebih luas, bertujuan menghadirkan banyak orang.

Soft launching dilakukan terlebih dahulu sebelum hard launching dilakukan.

Perusahaan bisa langsung melakukan hard launch tanpa perlu soft launch.

Baca juga: Mengenal Product Marketing dan Strateginya untuk Meningkatkan Penjualan

Apakah soft launch sama dengan beta testing?


Beta testing merupakan istilah yang mirip dengan soft opening, tetapi berbeda (Sumber: Pexels)

Setelah paham pengertian soft launching, bahkan perbedaannya dengan hard testing, tentu akan muncul pertanyaan lain. Apakah soft opening itu sama dengan beta testing? Sekilas memang terasa sama, padahal dua istilah tersebut memiliki perbedaan mencolok.

Beta testing merupakan serangkaian uji coba sebuah produk sebelum akhirnya benar-benar dirilis ke pasar dalam bentuk hard atau soft launching. Beta testing ini dilakukan agar tahu kendala saat produk dipakai. Pada akhirnya, perusahaan dapat menemukan cara pemakaian atau solusi lain yang tepat. Produk yang dibuat diharapkan bisa maksimal kualitasnya dengan adanya beta testing ini.

Beta testing ini biasanya dilakukan untuk produk-produk baru. Ada juga yang dilakukan terhadap produk yang sudah dimodifikasi. Memang sekilas sama antara beta testing dan soft launching, tetapi keduanya jelas berbeda.

  • Beta testing dilakukan sebelum produk go live. Pengujian beta dilakukan di tahap penyelesaian akhir. Produk atau aplikasi yang sudah 90-95% jadi, akan dibawa ke tahap beta testing.
  • Sedangkan pada soft launching, produk sudah dikategorikan selesai. Memang yang mencoba saat soft launching sama seperti beta testing, sama-sama terbatas.

Baca juga: Brand awareness: Pengertian, strategi dan 3 contohnya

Hal yang perlu dipersiapkan dalam soft launch


Sebelum melakukan soft opening, beberapa persiapan harus dilakukan (Sumber: Pexels)

Sebagai bagian dari pemasaran, soft opening harus dilakukan secara terstruktur agar tujuan perilisan bisa tercapai. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam soft opening, yaitu sebagai berikut.

1. Siapkan item yang diperlukan

Persiapan pertama untuk soft launch adalah menempatkan berbagai item yang berkaitan dengan kebutuhan rilis. Kamu harus paham apa saja kebutuhan dasar dari acara soft launching. Kebutuhan paling utama adalah versi pertama produk atau layanan. Selain itu, kamu juga harus bisa menampilkan produk/layanan dan memperkenalkannya. Kemampuan menyediakan produk dalam jangka waktu yang hendak ditampilkan juga harus dikuasai.

2. Buat katalog

Agar saat perkenalan item baru saat soft opening lebih efisien, hemat tenaga dan waktu, katalog memegang peranan penting. Kamu mungkin berpikir bahwa menyiapkan brand ambassador adalah hal utama. Padahal, peran katalog sama pentingnya dengan BA karena menjadi daya tarik utama konsumen.

Melalui katalog, konsumen bisa tahu bagaimana kualitas produk. Katalog bisa dijadikan sebagai media ilustrasi. Persiapan untuk katalog ini juga harus matang, bahkan harus ada tim khususnya. Pilih jasa pembuatan katalog yang bagus diajak kerja sama. Pastikan semua produk tampak jelas sehingga tidak ada hal yang seolah terlewat.

3. Mempersiapkan tim marketing

Walau soft opening tidak seheboh hard launching, tetapi dalam hal persiapan tim marketing juga harus matang. Kamu harus menempatkan tim marketing yang andal untuk menampung aneka feedback. Setelah itu, pakai tim tersebut untuk dilatih kembali agar saat hard launching proses pemasaran lebih mudah. Memang soft launch tidak sepenuhnya berorientasi pada profit besar, tetapi marketing yang terdiri atas tim handal sangat diperlukan.

4. Menentukan momen yang tepat

Persiapan secara teknis sudah dilakukan, saatnya menentukan momennya. Soft opening bisa diselenggarakan tepat dengan momen yang berkaitan dengan produk, Misalnya laptop khusus pelajar, tentu cocok dirilis saat mendekati tahun ajaran baru. Momentum yang tepat akan memberikan dukungan minat tinggi terhadap sebuah produk. Setidaknya, 90 hari pasca segala persiapan sudah maksimal untuk melakukan soft launching.

Baca juga: Rencana marketing seperti apa sih, yang paling jitu?

Itulah pembahasan lengkap soal soft launching atau soft opening. Jika dilakukan dengan tepat, soft opening bisa menjadi strategi pemasaran yang sangat ampuh. Temukan juga berbagai artikel pemasaran lainnya di Ekrut Media. Informasi dan tips menarik tersedia pula di YouTube EKRUT Official. Jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • is.com
  • brixx.com
  • livechat.com
  • smallbusiness.chron.com
  • thekingslau.blogspot.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_Merchandise_Pengertian__Benefit__Jenis__Hingga_Strategi_Merchandise_Marketing.jpg

    Careers

    Merchandise: Pengertian, Benefit, Jenis, dan Strategi Merchandise Marketing

    Sartika Nuralifah

    06 October 2022
    5 min read
    H1_1._Mengenal_Lebih_Jauh_Mengenai_Officer_Development_Program_(ODP).jpg

    Careers

    Mengenal Lebih Jauh Mengenai Officer Development Program (ODP) Beserta 5 Tips Suksesnya

    Anisa Sekarningrum

    06 October 2022
    5 min read
    experiential-marketing-adalah---EKRUT.jpg

    jobs

    Kenali experiential marketing untuk tingkatkan brand loyalty

    Maria Tri Handayani

    06 October 2022
    4 min read

    Video