Published on

jobs

Apa itu tes EPPS (Edward Personal Preference Schedule)? Simak informasi selengkapnya di sini!

Luqman Hafidz

H1_.jpg

Setiap perusahaan memiliki budayanya masing-masing, oleh karena itu mencari karyawan yang dapat menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan akan diperlukan. Salah satu cara untuk menyaring karyawan yang sesuai adalah melakukan psikotes pada saat proses pencarian karyawan baru.

Ada banyak macam tes yang bisa diambil dan tentu semuanya perlu disesuaikan dengan budaya perusahaan serta posisi pekerjaan yang diperlukan. EPPS yang merupakan singkatan dari Edward Personal Preference Schedule atau dalam Bahasa Indonesia biasa disebut skala kecenderungan kepribadian bisa menjadi salah satu pilihan.

Baca juga: 10 Jenis psikotes kerja yang sering digunakan dalam proses rekrutmen

Apa itu EPPS


EPPS merupakan salah satu bentuk tes kepribadian yang diambil dari nama penemunya Allen L. Edward (Sumber: Shutterstock)

Edward Personal Preference Schedule merupakan bentuk tes untuk mengukur kepribadian seseorang melalui motif dan kepentingan. Diambil dari nama belakang penemunya, Allen L. Edward, tes ini cocok untuk digunakan karena akan menggambarkan kepribadian orang yang melamar pekerjaan.

Terdiri dari 15 skala motif dan kepentingan yang terukur dengan angka, cocok atau tidaknya seorang pelamar kerja dengan posisi, dan perusahaan yang dilamar akan tersirat dari hasil tes yang dilakukan kurang lebih selama kurang lebih 40 menit.

Proses tes EPPS


Kamu hanya memiliki waktu sekitar sepuluh detik untuk menjawab setiap pertanyaan (Sumber: Shutterstock)

Proses pelaksanaan tes ini cukup dapat dikatakan susah-susah gampang. Orang yang mengambil tes diberikan kertas untuk jawaban dan kertas terpisah berisi 225 soal. Setiap soal berisi dua pernyataan biner, tidak ada satupun pernyataan benar maupun salah. Namun, salah satu harus dipilih dari kecenderungan meskipun kedua pernyataan tersebut ternyata tidak menggambarkan kamu sepenuhnya.

Dengan waktu kurang lebih 40 menit dan total 225 soal, kamu hanya memiliki waktu 10 detik untuk membaca klausa biner tersebut dan memilih yang paling cocok. Apabila kamu tidak selesai mengerjakan soalnya, orang yang memeriksa tahu bahwa kamu berpikir terlalu panjang untuk mencari jawaban yang kamu inginkan. Maka pastikan kamu menjawab dengan jujur, ya.

Baca juga: Ini 3 alasan kenapa psikotes kerja masih dibutuhkan

Teori dasar tes EPPS


Hasil tes EPPS menggambarkan kepribadianmu untuk disesuaikan dengan budaya kantor dan posisi yang kamu lamar. (Sumber: Shutterstock)

Adanya 15 faktor yang mempengaruhi secara minat dan kepentingan, membuat tes ini cukup detail dan menggambarkan kepribadianmu untuk disesuaikan dengan budaya kantor dan posisi yang kamu lamar. Setelah tes usai, penguji akan mendapatkan hasil skor dari setiap faktor dari yang tertinggi sampai yang terendah. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa tidak ada benar maupun salah, hanya cocok atau kurang cocok.

15 faktor tersebut akan dijabarkan di bawah ini.

1. Abasement

Faktor abasement dalam EPPS merupakan penilaian untuk mengukur apakah individu tersebut dapat mengalami keterpurukan atau tidak, seorang yang pesimis akan memiliki nilai abasement yang cukup tinggi.

2. Achievement

Faktor achievement merupakan salah satu aspek yang diinginkan para rekruter untuk memiliki nilai yang tinggi. Sebab, faktor ini penentu apakah kamu orang yang menyukai tantangan, dapat menyelesaikan pekerjaan rumit, serta memiliki kapasitas untuk sukses yang tinggi atau rendah. Semakin tinggi nilai di faktor ini, semakin baik.

3. Affiliation

Beberapa pekerjaan membutuhkan kerjasama yang tinggi namun ada juga yang membutuhkan kerja individual yang tinggi. Faktor affiliation dalam tes EPPS akan menentukan apakah kamu lebih cocok bekerjasama, individual, atau bahkan kamu seorang yang moderat yang dapat baik dalam keduanya. Pastikan kamu tahu betul kebutuhan pekerjaanmu, ya.

Baca juga: 12 Tips membangun kerja sama tim yang wajib diterapkan

4. Aggression

Agresi merupakan hal yang ada dalam setiap diri manusia, hal ini juga dapat dilakukan secara psikis maupun psikologis. Namun sebagai pekerja yang profesional, akan lebih baik bila kamu dapat menyusutkan nilai aggression dibanding 14 faktor lainnya agar kamu dapat bekerja secara profesional. Ingatlah bahwa anger management merupakan salah satu keahlian yang bisa dipelajari.

5. Autonomy

Nilai autonomy yang baik akan baik pula untuk hasil KPI-mu di masa depan. Hal ini karena faktor autonomy memperlihatkan apakah kamu mampu bekerja tanpa pengawasan langsung atau tidak, apalagi di masa remote working yang semakin menjamur saat ini. Memiliki kemampuan untuk bekerja mengikuti aturan yang berlaku dan sesuai dengan timeline yang telah ditentukan akan didambakan perusahaan.

6. Change

Seberapa terbuka kamu dengan perubahan akan terlihat di skor ini. Di dunia digital yang membutuhkan banyak transformasi, poin change yang tinggi akan memudahkanmu untuk memperbaiki diri dan mengikuti perubahan yang ada. Bagi yang bekerja di dunia teknologi mendapatkan urutan change di posisi 3-8 akan memudahkanmu untuk terus bertransformasi.

Baca juga: 9 Perubahan di dunia kerja yang mungkin terjadi setelah pandemi

7. Deference

Nilai deference merupakan faktor yang akan menentukan individu tersebut akan mendengarkan pendapat orang lain secara profesional atau tidak. Deference merupakan salah satu faktor yang dapat disepelekan, namun sangat dibutuhkan untuk saling menghargai satu sama lain.

8. Dominance

Kebalikan dari deference, faktor dominance akan menentukan kemampuan seseorang dalam mempengaruhi atau mengontrol orang lain. Hasil nilai dominance yang cukup tinggi akan baik bagi politisi atau pemimpin, hal ini karena mereka perlu mengakomodir dan mengatur banyak orang.

9. Endurance

Pernah mendengar kata bijak "winners never quit and quitters never win"? Hal ini sangat cocok untuk faktor endurance, apalagi di dunia pekerjaan. Hanya orang-orang yang kuat yang dapat bertahan dan terus naik jabatan.

Namun tidak perlu khawatir, kamu selalu punya pilihan untuk pindah ke perusahaan baru apabila kamu merasa endurance-mu terasa sudah berada di limit tertinggi. Kebutuhan akan karyawan dengan endurance psikologi yang tinggi akan memperkecil skala turnover sebuah perusahaan.

Baca juga: Kenali 6 penyebab turnover karyawan meningkat

10. Exhibition

Ada orang yang senang dipuji dan ada pula yang tidak begitu nyaman dengan pujian. Tes EPPS cukup baik mengakomodir ini sehingga kamu sebagai staf HR tahu cara mengakomodir karyawan secara personal.

11. Heterosexuality

Kebutuhan untuk bersosialisasi dengan lawan jenis ternyata dibutuhkan setiap individu dan tes EPPS ini cukup mengakomodir. Dominasi oleh perempuan atau hanya laki-laki pada satu kantor dipercaya tidak begitu sehat, namun ada orang-orang yang dapat bertahan dengan hal-hal seperti ini dengan nilai heterosexuality yang berada di urutan bawah.

12. Intraception

Faktor intraception penting untuk mengetahui kemampuan seorang individu untuk memposisikan diri di tempat orang lain. Merasakan apa yang orang lain rasakan dan mengerti cara orang lain berpikir. Faktor ini penting untuk beberapa pekerjaan contohnya konselor bahkan staf HR.

13. Nurturance

Sifat kekeluargaan di kantor tidak selalu buruk adanya, seperti halnya dengan tes EPPS dengan nilai nurturance yang tinggi. Hal ini berarti individu tersebut memang suka mengasuh dan mengasihi orang-orang di sekitarnya baik secara emosional maupun hal-hal lain.

14. Order

Kamu orang yang terstruktur dan rapi atau individu yang perlu banyak tempat untuk kreativitas dapat terlihat jelas dari hasil tesmu. Nilai yang tinggi di faktor ini berarti kamu lebih cocok untuk pekerjaan yang terstruktur dan repetitif. Namun apabila nilai order berada di paling bawah, kamu akan lebih cocok bekerja di bidang kreatif.

Baca juga: Kreatif adalah: bentuk, 6 ciri, dan pentingnya dalam dunia kerja

15. Succorance

Faktor yang menjadi kebutuhan terakhir setiap individu adalah succorance. Menurut kamus penerjemahan daring, kata ini berarti bantuan. Namun secara hasil tes EPPS, succorance merupakan kebalikan dari nurturance. Faktor ini memperlihatkan seberapa penting seorang individu membutuhkan asuhan dan support secara emosional.

Fungsi tes EPPS


Tes EPPS sangat bermanfaat bagi pengenalan karakter (Sumber: Shutterstock)

Tes yang dikembangkan oleh Allen L. Edwards dari teori psikologi yang ditemukan oleh Henry A. Murray tentu akan sangat bermanfaat bagi pengenalan karakter seseorang. Cukup sering digunakan dalam proses rekrutmen pekerjaan, tes ini sebenarnya dapat digunakan untuk melihat minat dan bakat seseorang. Contohnya, apabila kamu masih belum tahu jurusan yang cocok dengan passion atau pekerjaan yang cocok denganmu.

Apabila kamu sudah tahu pekerjaan yang cocok, kamu bisa membuat profil di EKRUT untuk mendapatkan interview langsung untuk pekerjaan yang kamu cari. Jadi, kamu tidak perlu lagi melamar pekerjaan karena sistem yang akan membuat perusahaan mencari kamu. Yuk, langsung daftarkan dirimu di EKRUT untuk mendapatkan pekerjaan yang kamu impikan di tahun 2022 ini.

Sumber:

  • psikologimultitalent.com
  • kampuspsikologi.com
  • dictionary.apa.org
  • researchgate.net

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_(1)_(1).jpg

    Careers

    10 Teknik Wawancara yang Efektif dan Tepat untuk Berbagai Keperluan

    Gloria Renatha

    08 June 2022
    5 min read
    H1_-_Apa_Itu_In-Depth_Interview__Berikut_Karakteristik__Tujuan__Kelemahan-Kelebihan__dan_Metodenya_(1)_(1).jpg

    Careers

    Apa Itu In-Depth Interview? Berikut 3 Karakteristik, Tujuan, Kelemahan-Kelebihan, dan Metodenya!

    Gloria Renatha

    08 June 2022
    5 min read
    5.Bagaimana_cara_Anda_untuk_menciptakan_lingkungan_kerja_yang_kondusif__(1).jpg

    Careers

    8 Pertanyaan Tentang Kepemimpinan Saat Interview Kerja beserta Jawaban Terbaiknya

    Gloria Renatha

    08 June 2022
    4 min read

    Video