Published on

Careers

Tone of Voice Adalah: Pengertian, Pentingnya, Tipe, dan Cara Membuatnya

Fakhrizal Muttaqien

pexels-andrea-piacquadio-3783519_(1).jpg

Ketika kamu membaca sebuah kalimat, mungkin kamu juga akan membacanya dengan nada seolah-olah mendengar seseorang mengatakannya. Kamu bisa mendengar nadanya yang riang, antusias, galak, atau tegas, tergantung pada gaya bahasa yang digunakan pada tulisan tersebut. Pada brand, nada yang seolah terdengar itu dinamakan tone of voice.

Tone of voice adalah cara yang digunakan brand untuk mengatakan dan menyampaikan pesan kepada user. Tone of voice dapat membuat user merasakan apa yang disampaikan pada pesan yang diterimanya. Selain itu, tone of voice dapat menjadi ciri khas dari brand itu sendiri, sehingga user dapat mengenali brand dari cara penulisan dan penyampaian pesannya.

Namun, membangun tone of voice adalah tantangan tersendiri bagi sebuah brand, karena tone of voice harus autentik. Maka dari itu, pada artikel kali ini akan dibahas semua hal tentang tone of voice, dari mulai pengertian, pentingnya tone of voice, tipe-tipenya, hingga cara membuatnya. Jadi, langsung saja yuk disimak!

Baca juga: Brand Awareness: Pengertian, Strategi dan 3 Contohnya

Pengertian tone of voice


Tone of voice adalah nada bicara yang digunakan ketika seseorang bicara kepada yang lain. (Sumber: Pexels)

Berdasarkan Merriam-Webster, tone of voice adalah cara seseorang berbicara pada orang lain. Ketika seseorang berbicara, nada bicaranya akan berbeda tergantung pada suasana hatinya. Orang yang sedang bahagia dengan orang yang sedang kecewa pasti akan berbeda saat mereka berbicara.

Pada brand sendiri tone of voice adalah bagaimana cara brand menunjukkan personality dan ekspresinya. Selain itu, tone of voice adalah cara brand untuk berkomunikasi dan terhubung dengan audiensnya. Tone of voice ini yang membuat suatu brand berbeda dengan kompetitornya.

Tone of voice mencakup semua kata yang digunakan brand dalam kontennya, baik itu pada website, email marketing, apps, atau social media post. Tone of voice juga bukan hanya tentang tulisan yang bagus atau tulisan yang kuat, tapi tentang pemilihan dan penggunaan kata yang menjadikan brand autentik.

Baca juga: Content Marketing Adalah: Pengertian, Jenis, dan Strategi Penerapannya di Tahun 2022

Pentingnya tone of voice bagi sebuah brand


Tone of voice sangat penting untuk membangun brand dikenal oleh audiens. (Sumber: Pexels)

Berdasarkan teori Albert Mehrabian, komunikasi yang berjalan baik terdiri dari 3 unsur, yaitu kata-kata yang digunakan (7%), tone of voice yang digunakan (38%), dan bahasa tubuh yang dipakai (55%). Karena brand tidak dapat menunjukkan bahasa tubuh ketika mereka berkomunikasi melalui konten-kontennya, maka tone of voice adalah bagian yang mendapat porsi terbesar untuk ditonjolkan.

Maka dari itu, membangun tone of voice adalah hal yang penting bagi sebuah brand. Selain itu, memiliki tone of voice juga dapat membantu brand dalam hal-hal berikut:

  • Pembeda dengan kompetitor. Tone of voice akan membedakan satu brand dengan kompetitornya, apalagi saat ini kamu hanya memiliki sekitar 15 detik untuk menarik perhatian audiens. Sehingga, yang menarik perhatian terlebih dahulu adalah bagaimana kamu menyampaikan sesuatu, bukan apa yang kamu katakan.
  • Mendapatkan loyalitas dan kepercayaan user. Tone of voice dapat membangun loyalitas dan kepercayaan dari user. Bahkan jika pesan error yang disampaikan di website atau apps dengan tone of voice yang baik, tidak akan membuat user hilang kepercayaan.
  • Untuk penjualan, persuasi, dan bimbingan. Penggunaan tone of voice dapat membantu kamu dalam konten penjualan, sehingga tidak terdengar seperti menjual. Selain itu, tone of voice juga sangat membantu pada microcopy untuk mengajak atau membimbing user saat menggunakan apps.

Baca juga: User Journey Adalah: Pengertian, Tujuan, Bedanya dengan User Flow, dan Panduan Lengkap Membuatnya

Tipe-tipe tone of voice


Ada berbagai tipe tone of voice yang bisa digunakan oleh brand. (Sumber: Pexels)

Ada banyak tipe tone of voice yang dapat digunakan oleh brand di setiap konten, website, atau apps-nya. Tipe tone of voice juga dapat dikombinasikan tergantung pada situasi dan kondisi konten yang disampaikan. Namun, jika dikelompokkan, tipe tone of voice yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

1. Formal vs Casual

Menggunakan tone formal dapat membantu brand tampak lebih berwibawa, tetapi juga akan terasa impersonal. Sedangkan tone yang casual dapat membantu menciptakan rasa yang lebih personal dan lebih ramah. Namun, penggunaan tone yang casual dalam konteks yang tidak tepat dapat membuat brand tampak tidak berpengalaman atau tidak profesional. Sehingga, kamu harus mengetahui saat yang tepat dalam menggunakan tone formal ataupun casual.

2. Funny vs Serious

Saat memilih tone yang funny dan serious, kamu harus ingat bahwa tidak semua brand cocok untuk menggunakannya. Bagi brand yang target audiensnya adalah perusahaan yang formal, kamu tidak dapat menggunakan tone yang funny. Sementara untuk brand yang sifatnya hiburan, maka akan sangat cocok menggunakan tone yang funny.

3. Respectful vs Irreverent

Tentunya penting untuk menghormati audiensmu, tapi kamu juga tidak boleh berlebihan. Jika kamu terlalu berlebihan menggunakan tone yang respectful, mungkin kamu akan terlihat terlalu memanjakan audiens. Sebaliknya, menggunakan tone yang irreverent dapat membuat brand kamu tampak percaya diri dan menyenangkan. Namun, tetap berhati-hatilah, jangan sampai tone irreverent yang digunakan mengintimidasi atau menyinggung audiens.

4. Enthusiastic vs Matter-of-Fact

Nada yang antusias dapat digunakan untuk menunjukkan persona yang ramah dan menyenangkan. Namun, jika digunakan pada saat yang tidak tepat, justru dapat mengganggu audiens. Sedangkan menggunakan tone yang matter-of-fact dapat memberikan kesan apa adanya dan jujur. Namun, tetap saja kamu harus bisa menempatkannya pada saat yang tepat agar tidak terkesan acuh atau tidak to the point.

Apa pun tipe tone of voice yang kamu gunakan pada brand, kamu harus tetap menyeimbangkannya. Misalnya, kamu memilih menggunakan tone of voice yang funny, tetapi tetap diseimbangkan dengan yang serious. Mengetahui waktu dan tempat yang tepat adalah kunci dalam menggunakan tone of voice.

Baca juga: Brand personality: Pengertian, Peran, 3 Cara Menentukan, dan Contohnya

Cara membuat tone of voice


Salah satu cara untuk membuat tone of voice adalah dengan mengenal target audiens. (Sumber: Pexels)

Untuk membangun tone of voice yang otentik dan disukai oleh target audiens, kamu harus benar-benar memikirkannya. Di bawah ini merupakan cara untuk membuat tone of voice yang bisa kamu terapkan.

1. Tentukan core value dari brand-mu

Menentukan core value bisa dimulai dengan merefleksikan kembali apa yang membuat brand-mu unik dan untuk apa tujuan brand-mu berdiri. Untuk mulai mendefinisikan core value, kamu perlu melakukan 2 hal, yaitu membuat mission statement dan membuat brand message.

Kamu bisa membuat mission statement singkat yang menunjukkan kepada audiens tentang siapa kamu, apa yang kamu pedulikan, dan apa yang ingin dituju oleh brand. Mission statement yang kuat dapat menjawab pertanyaan berikut:

  • Apa yang menjadi tujuan brand-mu?
  • Bagaimana kamu bisa mencapai tujuanmu?
  • Siapa target audiensmu?
  • Brand-mu ingin dikenal seperti apa oleh orang-orang?

Selanjutnya, kamu juga bisa membuat arsitektur brand message yang menyelaraskan semua jenis komunikasi brand dan nilai brand di semua konten yang dibuat. Misalnya, arsitektur brand message-mu adalah “friendly and playful” atau “professional and authoritative”.

2. Tentukan tone of voice yang unik

Setelah kamu bisa mendefinisikan apa core value dari brand, kamu bisa untuk membuat tone of voice yang unik. Untuk memulainya, kamu bisa mengumpulkan kata sifat yang menggambarkan tone of voice yang kamu inginkan. Kamu juga bisa memilih tipe tone of voice yang paling sesuai untuk menggambarkan perusahaanmu. 

Kamu bisa menentukan gaya berkomunikasimu dari keempat tipe tone of voice, apakah kamu ingin brand-mu dikenal funny atau serious, formal atau casual, respectful atau irreverent, dan enthusiastic atau matter-of-fact.

3. Observasi audiensmu

Target audiensmu pasti berharap brand-mu dapat memahami apa yang mereka butuhkan dan harapkan. Salah satu cara untuk bisa memahaminya adalah dengan mengenal lebih jauh audiensmu melalui media sosial yang biasa digunakan dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain.

Kamu bisa mencari di mana mereka biasa berinteraksi, misalnya di Instagram, Twitter, Tiktok, atau platform lainnya. Selanjutnya, kamu bisa amati tentang apa yang mereka biasanya, apa yang sedang tren di antara mereka, dan bagaimana cara mereka berinteraksi. Informasi yang kamu dapatkan bisa kamu jadikan landasan untuk membangun tone of voice dari brand-mu.

Jika brand yang kamu miliki baru atau kamu tidak mendapatkan cukup informasi melalui cara di atas, kamu bisa mendapat referensi dari kompetitormu. Setelah kamu mendapatkan referensi, kamu bisa meng-improve untuk menemukan tone of voice yang autentik.

4. Buat dan implementasikan guideline dari tone of voice

Agar tone of voice dapat diimplementasikan dengan baik, mulailah dengan menetapkan brand guideline yang jelas. Tinjau kembali jika ada perubahan pada target audiensmu. Kemudian tulislah brand guideline menggunakan tone of voice yang sudah ditetapkan. Sehingga bisa menjadi panduan untuk menerapkan tone of voice ke semua konten.

Guideline dari tone of voice yang kamu buat harus mencakup:

  • Potret target audiensmu
  • Sikap brand terhadap audiens, seperti seberapa formal atau kasualnya brand terhadap mereka
  • Core value dari brand
  • Mission statement dari brand
  • Message architecture dari brand
  • Kosakata yang digunakan
  • Kosakata yang dihindari
  • Peraturan tata bahasa yang digunakan

Baca juga: Brand Guideline: Pengertian, Manfaat, Elemen, dan 4 Cara Membuatnya

Itulah pembahasan tentang tone of voice, dari mulai pengertian, pentingnya tone of voice, tipe-tipe, dan cara membuatnya. Ketika kamu memiliki brand, kamu harus memikirkan tone of voice seperti apa yang akan kamu gunakan untuk berkomunikasi dengan audiensmu, sehingga audiens merasa dekat dengan brand-mu.

Demikian artikel EKRUT Media kali ini, selain melalui artikel kamu juga bisa memperoleh berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu. 

Sumber:

  • acrolinx.com
  • semrush.com
  • gathercontent.com
  • merriam-webster.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    0-creative-thinking.jpg

    Careers

    7 Cara Meningkatkan Creative Thinking dan Pentingnya dalam Dunia Kerja

    Arin Khurota

    30 September 2022
    6 min read
    efikasi-diri-adalah-EKRUT.jpg

    Careers

    Hubungan efikasi diri dengan tingkat produktivitas kerja

    Nur Lella Junaedi

    30 September 2022
    5 min read
    Harga_Pokok_Penjualan-HPP_Pengertian__3_komponen__dan_cara_menghitungnya.jpg

    Careers

    Harga Pokok Penjualan (HPP): Pengertian, 3 Komponen, dan Cara Menghitungnya

    Ningtyas Dewanasari Kinasih

    30 September 2022
    5 min read

    Video