Register

careers

Mengenal User Generated Content (UGC) dan manfaatnya bagi brand

Maria Tri Handayani

09 May 2020

user-generated-content---EKRUT.jpg

Jika ingin meningkatkan kepercayaan pelanggan dan mendorong angka pembelian konsumen, maka UGC atau User Generated Content merupakan salah satu langkah yang harus kamu perhitungkan dalam strategi pemasaran brand kamu. 

Pasalnya, survei menyebutkan bahwa 85% konsumen mengaku bahwa konten UGC lebih memengaruhi keputusan pembelian mereka dibanding hasil mesin pencari atau promosi iklan brand lainnya. 

Jadi, apa itu UGC dan mengapa perannya begitu efektif dalam pemasaran brand ?

Pengertian user generated content dan perannya bagi brand

user generated content - EKRUT
Review pelanggan di blog atau media sosial adalah contoh UGC - EKRUT

UGC atau User Generated Content adalah jenis konten baik itu teks, gambar atau video tentang suatu brand atau produk yang dibuat dan dibagikan oleh pengguna atau konsumen di media sosial atau platform online lainnya.

Ini bisa berupa komentar, review, podcast, blog, atau unggahan di media sosial lainnya. UGC sendiri gratis, tidak berbayar, dan sepenuhnya bergantung pada pengguna yang mempromosikan konten tersebut. 

Ada beberapa hal yang membuat User Generated Content memiliki peran penting dalam strategi pemasaran sebuah brand atau produk, yaitu: 

1. Sifatnya yang autentik dapat mendorong pembelian konsumen 

Karena dibagikan oleh pengguna yang bukan datang dari kalangan brand, konten UGC dianggap lebih autentik dan jujur sehingga pelanggan lebih mempercayainya dibanding konten dari brand itu sendiri. 

Ini dibuktikan dalam studi yang menyebutkan bahwa 85 persen konsumen mengaku lebih mempercayai UGC dibanding konten dari brand. Rasa percaya ini yang kemudian dapat mendorong pengguna untuk melakukan pembelian atas suatu barang. 

Lagipula ketika memutuskan membeli suatu produk, orang cenderung lebih mempercayai saran dari sesama pembeli  yang memakai barang tersebut, bukan? Ini yang membuat UGC membawa peran penting bagi brand. 

Survei juga membuktikan bahwa pelaku e-commerce bahkan dapat meningkatkan tingkat konversi pembelian hingga 4,6% dengan user generated content

2. Meningkatkan loyalitas dan keterlibatan pelanggan  

UGC dapat mendorong pelanggan untuk terus membicarakan brand, menawarkan feedback dan membuat suara mereka didengar. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan keterlibatan pelanggan akan produk itu sendiri. 

Tidak hanya itu, karena sifatnya yang autentik, UGC juga dapat meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan terhadap brand. Bila dikelola dengan tepat, tidak menutup kemungkinan bila kamu bahkan dapat menciptakan brand community yang tentunya akan bermanfaat bagi strategi pemasaran merek di kemudian hari. 

3. Mengetahui cara pandang pelanggan terhadap brand 

Dengan menganalisa User Generated Contentbrand dapat mengumpulkan insight pelanggan terhadap mereka. 

Ini tentu akan sangat bermanfaat ketika merek harus merancang strategi pemasaran yang tepat sehingga dapat membantu menghasilkan lead dan penjualan. 

4. Menunjang strategi SEO 

 Brand dapat memperoleh backlick dari konten yang dipublikasikan pengguna di blog mereka. Studi menemukan bahwa 20 merek terbesar dunia, 25% dari hasil pencarian mereka adalah tautan ke konten yang dibuat pengguna. 

Ulasan pelanggan yang positif juga dapat meningkatkan peringkat SEO sehingga semakin banyak traffic organic yang masuk ke situs kamu. 

5. Meningkatkan jangkauan dan pertumbuhan media sosial 

Menjalankan kampanye UGC di media sosial juga menjadi strategi yang baik untuk meningkatkan jumlah follower, reach, brand awareness, traffic situs brand dan metrik seperti likes, share, comment, dan retweet

6. Lebih hemat uang dan waktu 

UGC juga dapat menjadi sumber daya yang hemat biaya dan waktu bagi strategi pemasaran brand.  Sebab, secara tidak langsung pelanggan akan membantu pekerjaanmu dalam memasarkan produk. 

Tidak hanya itu, UGC juga membuatmu memiliki sumber konten yang berkualitas dan beragam bagi strategi pemasaran.  

Baca juga: Strategi pemasaran online yang efektif di tahun 2020

Tips menggunakan user generated content dalam strategi pemasaran 

user generated content - EKRUT
Buatlah kontes di media sosial sebagai cara meningkatkan UGC untuk strategi pemasaran - EKRUT

Setelah mengetahui beberapa manfaatnya, lantas bagaimana cara menggunakan UGC ke dalam strategi pemasaran brand? Berikut beberapa tips yang bisa kamu pertimbangkan: 

1. Review dari pengguna 

Doronglah pelanggan untuk meninggalkan ulasan tentang brand kamu di situs brand, halaman facebook, atau situs ulasan pihak ketiga. 

Ulasan pengguna adalah salah satu jenis UGC yang dapat meningkatkan traffic ke situs serta meningkatkan tingkat konversi. Kamu juga dapat memberi insentif seperti pemberian kupon, poin dan kartu hadiah untuk memotivasi mereka. 

Gunakan email marketing untuk mengajak mereka menulis ulasan pelanggan tersebut dan tunjukan sikap sopan dan kepedulian kamu terhadap pandangan dan pengalaman mereka terhadap brand. 

Jangan pula langsung putus asa ketika mendapat ulasan negatif dari pelanggan. Anggap ini adalah peluang untuk memperbaiki diri dan mendapatkan kepercayaan pelanggan kembali. Lagipula, ulasan positif dan baik sama-sama memainkan peran penting dalam membantu brand terlihat autentik di mata pelanggan. 

2. Buat kontes dengan menggunakan tagar khusus

Salah satu ide lain menerapkan user generated content untuk strategi marketing adalah mengadakan kontes di media sosial dengan menggunakan hashtag khusus. 

Doronglah pengguna untuk berbagi konten seperti foto dan video di media sosial dengan disertai tagar khusus untuk memenangkan hadiah tertentu. 

Dengan begini kamu dapat meningkatkan keterlibatan audiens, membangun kesadaran merek dan tidak menutup kemungkinan meningkatkan penjualan.

Jangan lupa agar tagar yang kamu buat adalah tagar yang sederhana, mudah diingat, namun dapat membedakan kamu dari para pesaing lainnya. 

3. Buatlah gamification 

Cara lain membuat User Generated Content dan melibatkan pengguna adalah melalui gamification. Ciptakan gamification dimana pengguna harus menyelesaikan beberapa tugas misalnya untuk mendapatkan reward atas partisipasi mereka. 

Gunakan konsep seperti level, papan peringkat, poin, dan lain-lain untuk membuat pengguna menyelesaikan tugas tertentu dan membagikan pencapaian mereka tersebut di media sosial. 

Contoh sederhana bisa kamu lihat pada brand Nike yang memasukkan unsur gamification dalam aplikasinya dimana pelari dapat melacak aktifitas fisik mereka seperti jarak, kalori yang terbakar, dan sebagainya. 

Hasil gamifikasi ini yang kemudian dapat dibagikan pengguna ke media sosial. Pelanggan mungkin akan membagikan hasilnya karena merasa puas telah menyelesaikan suatu misi.

Di sisi lain brand juga akan diuntungkan karena ketika pelanggan membagikan konten tersebut ke media sosial secara tidak langsung juga membantu meningkatkan kehadiran dan visibilitas brand di media sosial. 

4. Berikan ruang bagi pelanggan 

Jika selama ini pelanggan suka memberi tag atau tagar brand kamu di unggahan instagram mereka, maka gunakanlah ini sebagai peluang dalam strategi pemasaran kamu. 

Posting kembali konten pelanggan tersebut ke platform media sosial kamu, tentunya setelah meminta izin sebelumnya kepada mereka. Cara ini tidak hanya menjadi cara memanfaatkan UGC bagi brand, namun juga sebagai bentuk apresiasi bagi pelanggan yang menaruh minat pada brand kamu. 

Itulah penjelasan mengenai user generated content dan bagaimana perannya dalam strategi pemasaran sebuah brand yang harus kamu simak. 

Jika kamu ingin meningkatkan keterlibatan pengguna maka pastikan kamu memasukkan user generated content dalam strategi content marketing kamu di tahun 2020 ini, ya. 

user generated content

Sumber: 

Tags

Share