Careers

Apa itu aktualisasi diri? Berikut 6 cara menerapkannya di dunia kerja!

Published on
Min read
6 min read
time-icon
Anisa Sekarningrum

Content writer experiences in digital marketing, startup, and writing feature article. 

H1_1._Apa_itu_aktualisasi_diri__Berikut_6_cara_menerapkanya_di_dunia_kerja!.jpg

Aktualisasi diri adalah salah satu kebutuhan hidup manusia. Namun kebutuhan ini ada di posisi tertinggi sehingga manusia cenderung lebih mementingkan untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup lain di bawahnya seperti sandang, pangan dan papan.

Baca juga: 10 Tips mendapatkan first impression yang positif di tempat kerja

Apa itu aktualisasi diri?


Aktualisasi diri adalah kebutuhan untuk memahami diri sendiri dan memanfaatkan potensi diri yang dimiliki - EKRUT

Aktualisasi diri adalah kebutuhan untuk menyadari dan memanfaatkan potensi diri juga pemenuhan diri dan pemahaman akan batasan-batasan serta kekurangan yang ada pada dirinya. Abraham Maslow (1954) menjelaskan bahwa aktualisasi diri adalah kebutuhan seseorang untuk mampu menjadi apa yang diinginkan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Kim Egel, seorang dokter jiwa di San Diego, berpendapat bahwa aktualisasi diri adalah kemampuan untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Namun hal ini bukan berarti kesempurnaan, karena kesulitan dalam menghadapi hidup akan tetap kamu lalui.

Kebutuhan akan aktualisasi diri dapat diraih setelah kebutuhan pada empat tingkat sebelumnya sudah terpenuhi. Sehingga dapat dikatakan juga bahwa aktualisasi diri adalah puncak kematangan dan kedewasaan seseorang. Aktualisasi diri adalah salah satu dari lima tingkatan kebutuhan manusia Maslow (1943), tingkatan tersebut adalah kebutuhan dasar yaitu fisiologis dan rasa aman, kebutuhan psikologis yaitu kebutuhan sosial dan penghargaan, serta kebutuhan aktualisasi diri.

Kebutuhan fisiologis meliputi makanan, air, oksigen, tidur, tempat berlindung, dan lain sebagainya. Sementara kebutuhan keamanan dan keselamatan adalah keamanan fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan, serta bebas dari ancaman (kesehatan, ketakutan, kecemasan, bahaya, dan keadaan).

Tingkat selanjutnya adalah kebutuhan sosial dan kasih sayang seperti persahabatan, memiliki pasangan dan anak, keanggotaan dalam keluarga atau kelompok, dan bertetangga. Sedangkan kebutuhan akan penghargaan adalah pencapaian, rasa hormat, harga diri, kompetensi, dan reputasi.

Pada tingkat teratas yaitu aktualisasi diri adalah pemenuhan diri, realisasi seluruh potensi dan kebutuhan untuk menjadi kreatif. Seseorang yang dapat meraih aktualisasi diri dapat lebih mengekspresikan diri, menjadi lebih manusiawi, serta tidak terpengaruh oleh budaya.

Baca juga: Kata-Kata Motivasi Kerja Saja Tidak Cukup, Terapkanlah 10 Cara Ini

Maslow menjelaskan bahwa mereka yang telah mencapai aktualisasi diri adalah orang yang dapat memberikan penghargaan tinggi terhadap nilai-nilai kebenaran, keindahan, keadilan, dan nilai-nilai sejenis yang disebut oleh Maslow sebagai B-values. Keberadaannya di puncak piramid membuat seseorang yang telah mencapai aktualisasi diri adalah orang yang akan sangat paham terhadap dirinya sendiri, keinginannya, tujuan hidup mereka dan ingin terus mengembangkan potensi mereka.

Seseorang yang pernah melewati suatu pengalaman pahit akan menemukan arti-arti kehidupan yang terlihat jelas dalam perjalanannya sehingga mereka dapat memiliki aktualisasi diri yang baik. Contohnya seperti Mahatma Gandhi yang mempertaruhkan hidupnya untuk memperjuangkan kebebasan.

Namun faktanya, aktualisasi diri masih sulit dicapai, Maslow menyatakan bahwa hanya 1% dari populasi orang dewasa yang memiliki aktualisasi diri. Proses aktualisasi diri merupakan proses unik berdasarkan lingkungan kehidupan, pilihan hidup, juga kesehatan mental sehingga cukup sulit untuk mewujudkan aktualisasi diri yang absolut.

Baca juga: 9 Contoh Etos Kerja Yang Penting Bagi Perkembangan Karier

Kenapa seseorang membutuhkan aktualisasi diri


Semua manusia membutuhkan sesuatu untuk mendorong diri mereka dalam mencapai keberhasilan dalam hidup - Pexels

Berdasarkan hasil riset Maslow, disimpulkan bahwa semua manusia yang lahir memiliki kebutuhan instingtif yang mendorong mereka untuk tumbuh dan berkembang, untuk mengaktualisasi diri, mengembangkan potensi yang ada setinggi dan sebaik mungkin. Selanjutnya, bagaimana potensi untuk tumbuh dan meraih aktualisasi diri adalah sebuah hal yang berdasarkan pada kekuatan individu itu sendiri juga lingkungan sosial yang dapat memajukan atau justru menghambat mereka.

Aktualisasi diri dibutuhkan agar seseorang dapat mengetahui apa hal yang terbaik untuk mereka, daripada memaksakan kemauan akan sesuatu yang tidak dapat dicapai. Hal ini juga termasuk memanfaatkan kemampuan diri dan mengambil langkah terbaik untuk meningkatkan potensi diri mereka tersebut.

Ciri individu yang menerapkan aktualisasi diri


Salah satu ciri seseorang memiliki aktualisasi diri adalah rasa syukur terhadap potensi diri - Pexels

Aktualisasi diri memiliki hubungan erat dengan kesehatan mental yang positif karena orang yang telah mencapai aktualisasi diri akan terlihat mengalami perubahan pola pikir yang lebih matang. Hal ini membuat mereka lebih memilih untuk mengejar kebahagiaan dan prestasi daripada menuruti nafsu dan tekanan sosial yang mengarah kepadanya. Ciri individu yang sudah menerapkan aktualisasi diri adalah sebagai berikut.

  • Dapat menerima kekurangan. Baik itu kekurangan diri sendiri atau orang lain, mereka cenderung lebih terbuka dan menerima kekurangan tersebut. Mereka juga memilih untuk jujur terhadap diri sendiri daripada berpura-pura untuk mengesankan orang lain.
  • Hidup mandiri dan banyak akal. Mereka terbiasa untuk memikirkan hidup mereka sendiri dan tidak membiarkan orang lain mengatur hidup mereka.
  • Memiliki kasih sayang dan empati. Mereka dapat memupuk hubungan baik dengan orang lain dan memberikan kasih sayang mereka.
  • Penuh rasa syukur. Orang yang memiliki aktualisasi diri adalah mereka yang bisa bersyukur dan mempertahankan apresiasi mereka terhadap pencapaian yang telah diraih dalam hidup.
  • Bisa menerka realitas dan kebenaran. Mereka lebih intuitif dan bisa menilai situasi serta mendeteksi kepalsuan orang lain.
  • Memiliki opini untuk mereka sendiri. Mereka cenderung tidak terlalu mendengarkan perkataan orang lain yang dapat menggiring opini tertentu untuk mereka.
  • Menghargai hidup mereka. Mereka melihat hidup sebagai sebuah misi untuk mereka selesaikan baik itu untuk mereka sendiri atau untuk orang lain.
  • Nyaman dengan ketidakpastian. Mereka nyaman dan tidak keberatan tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Sehingga mereka dapat fokus dengan hal yang sedang terjadi di hidup mereka sekarang.
  • Bertanggung jawab. Mereka memiliki etos kerja yang tinggi dan fokus terhadap pemecahan sebuah masalah untuk dirinya sendiri dan juga lingkungan sekitar.
  • Selera humor yang tinggi. Orang yang memiliki aktualisasi diri cenderung membangun suasana positif dan menikmati humor dalam berbagai situasi. Mereka juga menggunakan humor untuk membuat masalah terkesan lebih ringan dan membantu orang lain juga melihat sisi positif dari sebuah masalah tanpa membuat mereka tersinggung.
  • Menikmati proses. Memiliki aktualisasi diri membuat orang menghargai proses dari segala hal yang terjadi dalam hidup. Walaupun tetap memiliki tujuan, namun mereka tidak gegabah dan menikmati proses tersebut tanpa mengeluh.

Baca juga: Yuk, Terapkan 6 Tips Meningkatkan Produktivitas Kerja Berikut!

Cara menerapkan aktualisasi diri di tempat kerja


Salah satu cara menerapkan aktualisasi diri adalah mengenal diri sendiri dan potensi yang dimiliki - Pexels

Ada berbagai cara untuk menerapkan aktualisasi diri di lingkungan kerja agar kamu dapat bekerja lebih maksimal tanpa keterpaksaan.

1. Belajarlah menerima diri

Belajar menerima diri sendiri penting agar kamu dapat menjadi lebih nyaman dalam menerima hal-hal yang terjadi dalam hidup. Contohnya belajar menerima ketika kamu tidak berhasil mendapatkan promosi jabatan. Belajar untuk ikhlas dan menerima kenyataan bahwa diri kamu belum mampu saat ini untuk mendapatkan jabatan tersebut lebih baik daripada bermimpi terlalu dalam terhadap hal tersebut hingga kamu tidak dapat melihat sebuah keadaan dengan lebih realistis.

2. Belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar

Memiliki rasa nyaman dengan lingkungan sekitar seperti keluarga, pertemanan, juga lingkungan dalam pekerjaan sangat penting. Hal ini pun sama pentingnya dengan memelihara hubungan dengan diri sendiri. Ketika kamu bisa mengaktualisasi diri, kamu akan memiliki rasa tenang untuk dirimu sendiri dan juga lingkungan sekitarmu. Sehingga merasa lebih nyaman dengan lingkungan sekitar dan lebih mudah mengekspresikan diri dan potensi yang kamu miliki.

3. Bersikap jujur

Berani untuk bersikap jujur terhadap diri sendiri dan kepada orang lain adalah contoh rasa tanggung jawab dan langkah dari aktualisasi diri. Dengan memiliki kejujuran terhadap diri sendiri, mereka dapat melihat, merasakan dan mengetahui momen dalam hidup di mana mereka harus bertanggung jawab atas hal yang sedang mereka lalui tersebut.

4. Kenali diri sendiri

Cobalah untuk jujur terhadap kebutuhan dan keinginan yang kamu mau, sehingga kamu dapat memaksimalkan potensi diri kamu. Mengenal diri sendiri dengan lebih dalam akan menciptakan keyakinan atas potensi yang kamu miliki. Dengan mengenal diri sendiri, dapat mengurangi kekhawatiran kamu tentang pendapat orang lain terhadap dirimu. Cobalah untuk tidak terlalu mendengarkan perkataan orang lain karena kamu mengenal dirimu sendiri lebih baik daripada siapapun.

Baca juga: 7 Cara Mengembangkan Potensi Diri Demi Kesuksesan Karier

5. Kembangkan rasa empati

Memiliki rasa empati adalah salah satu bentuk aktualisasi diri di mana seseorang dapat memberikan belas kasih terhadap diri sendiri dan juga orang lain. Ketika kamu dapat memahami dan berempati kepada orang lain, kamu dapat melihat bahwa hidup setiap orang berbeda dan hal tersebut harus dihormati. Sehingga kamu dapat lebih objektif dalam menilai sesuatu dan dapat meningkatkan rasa toleransi terhadap orang lain.

6. Memberanikan diri untuk mencoba hal-hal baru

Seseorang yang memiliki aktualisasi diri tidak akan ragu untuk mencoba hal-hal baru, bahkan jika hal tersebut adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Dengan mencoba hal baru, kamu dapat belajar untuk menggali potensi diri sehingga mungkin saja hal yang tadinya kamu hindari tersebut justru dapat menjadi kekuatan kamu karena kamu berani mencoba.

Baca juga: 11 Cara Menggali Potensi Diri Untuk Menunjang Perkembangan Karier

Kamu yakin punya aktualisasi diri yang kuat untuk bekerja, tapi saat ini kamu masih belum memiliki pekerjaan? Coba daftarkan diri kamu untuk menjadi talent di EKRUT. Semua proses dan bantuan professional di talent marketplace EKRUT gratis. Kamu – sebagai talent atau employer – bisa langsung direkrut dan merekrut kandidat yang sesuai. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftar sekarang di EKRUT.

Itu tadi informasi mengenai aktualisasi diri untuk membantu kamu lebih memahami kebutuhan dalam hidup. Aktualisasi diri tidak dicapai secara instan sehingga kamu perlu menikmati proses untuk mencapainya. Semoga dengan mengenal aktualisasi diri, kamu bisa bekerja lebih baik lagi. Namun bukan berarti kamu bekerja terlalu berat hingga akhirnya burnout, ya. Yuk, tonton juga video mengenai cara mengatasi burnout berikut ini.

sign up EKRUT

Sumber:

  • simplypsichology
  • healthline
  • kompas  
  • mercubuana 
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1.jpg

    Careers

    5 Contoh Biografi Diri Sendiri untuk Peluang dan Perkembangan Karier

    Alvina Vivian

    13 February 2023
    6 min read
    H1_1._Cara_Menulis_Artikel_yang_Baik_Untuk_Pemula.jpg

    Careers

    10 Cara Menulis Artikel yang Baik dan Benar untuk Pemula

    Anisa Sekarningrum

    19 December 2022
    5 min read
    ucapan_perpisahan_kerja_-_EKRUT.jpg

    Careers

    Tips Menyampaikan Kata-kata Perpisahan Kerja yang Berkesan beserta Contohnya

    Maria Tri Handayani

    19 December 2022
    7 min read

    Video