Published on

startup

Mengenal B2B (Business-to-Business), Tipe, Bedanya dengan B2C, dan 5 Contoh Perusahaannya

Fakhrizal Muttaqien

pexels-fauxels-3184306_(1).jpg

Untuk menjalankan aktivitas bisnis yang maksimal, terkadang sebuah perusahaan tidak bisa melakukannya sendirian. Mereka butuh barang atau jasa dari perusahaan lain untuk mendukung aktivitas bisnisnya agar mendapat hasil yang terbaik. Hal itu bisa terjadi karena berbagai kemungkinan, seperti skala perusahaan yang terlalu besar atau karena kebutuhan perusahaan yang mendesak. Maka dari itu, muncul model perusahaan B2B atau business-to-business.

B2B atau business-to-business adalah model usaha yang melibatkan sebuah perusahaan dengan perusahaan lain. Berbeda dengan B2C atau business-to-customer yang target market-nya adalah konsumen secara individu, perusahaan B2B menargetkan konsumennya adalah pelaku bisnis juga. Pada artikel kali ini kita akan mengenal lebih dalam tentang apa itu B2B, tipe-tipenya, perbedaan B2B dan B2C, hingga 5 contoh perusahaan B2B. Yuk, langsung simak artikel berikut ini!

Baca juga: Apa Itu Model Bisnis? Berikut Pengertian, Manfaat, dan 10 Jenisnya

Apa itu B2B?


B2B menjual dan memasarkan produknya ke perusahaan lain. (Sumber: Shutterstock)

B2B atau singkatan dari business-to-business adalah sebuah model bisnis yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dengan perusahaan lainnya. Biasanya suatu perusahaan menyediakan produk atau jasa yang akan digunakan oleh perusahaan lain. Secara umum, perusahaan B2B adalah perusahaan yang memasarkan dan menjual produk ke perusahaan lain. Sehingga yang menjadi target konsumen perusahaan B2B adalah pelaku bisnis juga, bukan konsumen secara individu.

Transaksi B2B antara perusahaan penyedia produk dan jasa dengan perusahaan pembeli biasanya berlaku jangka panjang. Hal itu terjadi agar menjaga rantai pasokan atau supply chain dan kontinuitas produksi. Selain itu, transaksi B2B juga biasanya melalui proses negosiasi yang kompleks, tidak seperti transaksi antara perusahaan dengan konsumen individu.

Misalnya, perusahaan perangkat lunak SAP (System Application and Products) yang menyediakan pemrosesan data untuk perusahaan kesehatan, atau perusahaan penyedia bahan baku makanan yang menyuplai restoran-restoran dan rumah makan. Contoh lain, seperti agency yang menyediakan jasa pembuatan iklan untuk sebuah produk dari perusahaan lain. Apapun bentuknya, jika target market-nya adalah pelaku bisnis, maka bisa disebut sebagai B2B.

Dalam konteks komunikasi, ketika seorang karyawan dari suatu perusahaan terhubung dengan karyawan dari perusahaan lain untuk urusan bisnis mereka, itu merupakan bentuk komunikasi B2B. Misalnya seorang karyawan dari perusahaan A berkomunikasi dengan karyawan dari perusahaan B melalui LinkedIn untuk kepentingan perusahaannya, maka telah terjalin komunikasi B2B di antara keduanya.

Baca juga: Kenali Fungsi Komunikasi Bisnis Bagi Kesuksesan Perusahaan

Tipe-tipe perusahaan B2B


Terdapat berbagai tipe perusahaan B2B, salah satunya penyedia jasa consultant. (Sumber: Pexels)

Ada berbagai bentuk produk dan layanan yang ditawarkan sebuah perusahaan B2B untuk target market-nya. Namun, secara umum, tipe-tipe perusahaan B2B bisa dibagi menjadi 3 tipe sebagai berikut.

  • Producer, yaitu perusahaan yang membuat, merancang, dan memproduksi produk atau layanannya untuk dijual ke perusahaan lain. Misalnya, perusahaan yang menyuplai furnitur perkantoran atau perusahaan pembuat aplikasi untuk kepentingan HRD.
  • Reseller, yaitu perusahaan yang menjual produk atau layanan ke perusahaan lain. Namun bedanya, reseller ini tidak memproduksi sendiri produk atau layanannya. Dia hanya berperan sebagai pengecer saja.
  • Agency and consultant, yaitu perusahaan yang menyediakan layanan jasa atau konsultasi untuk perusahaan lain. Misalnya, agency periklanan yang diminta untuk membuat iklan oleh perusahaan F&B atau IT consultant yang diminta untuk menangani jaringan di pabrik-pabrik.

Baca juga: Ingin Bekerja di Agency? Kenali Dulu Seluk Beluk Dunia Kerjanya Berikut Ini!

Perbedaan B2B dengan B2C


Selain B2B, ada juga model bisnis lain, yaitu B2C. (Sumber: Pexels)

Selain model bisnis B2B, model bisnis lainnya yang biasa kita kenal adalah B2C atau business-to-customer. Kedua model bisnis ini jelas berbeda, baik dalam target market, strategi marketing, dan pendekatan terhadap target market-nya. Perbedaan antara B2B dan B2C dapat dilihat di tabel yang ada di bawah ini.

B2B B2C

Berfokus pada konsumen pelaku bisnis

Berfokus pada konsumen individu

Skala pembelian besar dengan harga tinggi

Skala pembelian kecil dengan harga rendah

Banyak yang terlibat dalam proses transaksi dan bisa melibatkan berbagai departemen dalam suatu perusahaan

Transaksi hanya melibatkan individu dan tidak melibatkan banyak orang

Penjualan didorong oleh relasi dan kesepakatan antara produsen dan konsumen

Penjualan hanya didorong oleh ketertarikan terhadap produk atau layanan yang ditawarkan

Keputusan pembelian produk atau layanan sangat diperhitungkan dan rasional

Keputusan pembelian produk atau layanan bisa karena impulsif atau keinginan sesaat

Proses penjualan melalui berbagai tahap yang kompleks 

Proses penjualan melalui tahap yang sederhana

Pembelian didasarkan pada tujuan jangka panjang

Pembelian didasarkan pada kepuasan yang dirasakan secara langsung

Baca juga: B2C: Definisi, Kelebihan, Kekurangan, serta Bedanya dengan B2B dan C2C

5 Contoh perusahaan B2B


Banyak perusahaan B2B yang beroperasi, baik dalam skala nasional maupun multinasional. (Sumber: Shutterstock)

Saat ini banyak perusahaan B2B yang beroperasi, baik dalam skala multinasional ataupun nasional. Begitu pun dengan produk dan layanan yang ditawarkan perusahaan B2B saat ini sangat beragam dan tentunya memberikan kemudahan bagi pelaku bisnis lainnya. Di bawah ini merupakan 5 contoh perusahaan B2B yang bergerak di berbagai bidang.

1. Amazon

Amazon merupakan perusahaan teknologi multinasional yang berbasis di Amerika. Perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos tersebut berfokus pada e-commerce sebagai model bisnis B2C-nya. Namun, selain berfokus pada B2C, Amazon juga punya model bisnis B2B yang bernama Amazon Web Service (AWS).

AWS menyediakan computer power, database storage, cloud computing, dan berbagai fitur yang berkaitan dengan infrastruktur komputasi lainnya. Layanan AWS memungkinkan perusahaan untuk menyimpan data secara permanen dan aman di dalam server internet. Hingga saat ini AWS mencakup 80 availability zone di 25 wilayah geografis secara global.

2. Hashmicro

Hashmicro merupakan sebuah perusahaan B2B penyedia layanan ERP atau Enterprise Resource Planning yang berasal dari Singapura. ERP sendiri merupakan sistem dan software yang memungkinkan sebuah perusahaan untuk mengotomatiskan dan mengintegrasikan aktivitas bisnisnya sehari-hari. Hashmicro mengembangkan software ERP yang bisa membantu aktivitas bisnis di suatu perusahaan lebih efektif. Di antara layanan Hashmicro untuk bisnis B2B-nya adalah pengelolaan data karyawan, data keuangan, data penjualan, dan lain-lain.

3. Tanihub

Tanihub merupakan perusahaan teknologi asal Indonesia yang berfokus di bidang agribisnis. Tanihub menjadi penghubung antara petani dengan konsumennya. Mulanya, Tanihub memiliki model bisnis B2C dan B2B. Namun, di tahun 2022 Tanihub memilih berfokus kepada model bisnis B2B dan menutup layanan B2C. Layanan B2B Tanihub berfokus sebagai pemasok hasil pertanian, seperti sayur dan buah, bagi hotel, restoran, katering, dan kafe.

4. Populix

Populix merupakan perusahaan rintisan yang memiliki model bisnis B2B. Perusahaan yang didirikan tahun 2017 itu menyediakan jasa pengumpulan data dan riset untuk berbagai model bisnis. Pengumpulan data dari berbagai responden dan dataset yang disediakan oleh Populix dapat digunakan oleh perusahaan yang menjadi klien untuk menentukan strategi bisnis kedepannya.

5. EKRUT

EKRUT adalah perusahaan rintisan yang bergerak di bidang layanan perekrutan. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 2016 itu mengusung konsep talent marketplace bagi para pencari kerja dan perusahaan yang mencari talent berkualitas. Dengan konsep talent marketplace tersebut bukan hanya pencari kerja yang mencari lowongan kerja, tetapi perusahaan akan mencari langsung kandidat yang sesuai dengan preferensi mereka.

Selain itu, EKRUT juga berfokus pada layanan B2B dengan menyediakan jasa headhunting untuk berbagai perusahaan. Headhunting adalah penyedia layanan perekrutan tenaga kerja untuk perusahaan. Layanan headhunting EKRUT akan mendampingi proses hiring yang dilakukan. Kemudian, dengan database kandidat yang begitu banyak, EKRUT juga membantu perusahaan menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhannya.

Baca juga: Headhunter: Tanggung Jawab, Skill-set, Peran, dan Proyeksi Karier 2022

Itulah penjelasan tentang B2B, dari mulai pengertian, tipe perusahaan B2B, perbedaannya dengan B2C, hingga contoh perusahaan B2B. Masih banyak perusahaan B2B yang beroperasi secara nasional maupun multinasional di berbagai bidang industri. Jika kamu tertarik untuk mengembangkan karier di perusahaan dengan model bisnis B2B, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • techtarget.com
  • clearvoice.com
  • investopedia.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    pexels-christina-morillo-1181406_(1).jpg

    startup

    8 Tips Membuat Sprint Planning Meeting yang Efektif dan Efisien

    Fakhrizal Muttaqien

    14 September 2022
    7 min read
    pexels-fox-1595385.jpg

    startup

    Mengenal Design Sprint dan Tahapan Membuatnya

    Fakhrizal Muttaqien

    14 September 2022
    7 min read
    H1_Bootstrapping.jpg

    startup

    Bootstrapping Adalah: Tahapan, Keuntungan, dan Kekurangannya

    Algonz D.B. Raharja

    04 August 2022
    6 min read

    Video