Published on

Expert's Corner

Brand extension adalah: Tujuan, cara membuatnya, dan 4 contoh terbaiknya

Sylvia Rheny

brand_extension_adalah.jpg

Brand extension memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan kesadaran merek dan ekuitas mereka untuk menciptakan lebih banyak aliran pendapatan. Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari lebih lanjut tentang apa itu brand extension, cara melakukan brand extension, dan melihat contoh ide brand extension yang dapat menginspirasi.

Baca juga: Brand awareness: Pengertian, strategi, cara mengukur, dan 3 contoh campaign

Apa itu brand extension?

Apa itu brand extension?
Brand extension adalah penggunaan merek yang sudah mapan untuk produk baru. (Sumber: Pexels)

Brand extension atau perluasan merek adalah ketika perusahaan menggunakan salah satu nama merek yang sudah mapan pada produk baru atau kategori produk baru. Ini kadang-kadang dikenal sebagai brand stretching. Strategi di balik brand extension adalah menggunakan ekuitas merek perusahaan yang sudah mapan untuk membantu meluncurkan produk terbarunya. 

Perusahaan mengandalkan loyalitas merek dari pelanggannya saat ini, yang diharapkan akan membuat mereka lebih mudah menerima penawaran baru dari merek yang sama. Jika berhasil, perluasan merek dapat membantu perusahaan mencapai demografi baru, memperluas basis pelanggannya, meningkatkan penjualan, dan meningkatkan margin keuntungan secara keseluruhan.

Baca juga: Mengenal brand marketing dan strategi yang bisa digunakan

Seperti apa brand extension yang efektif?

Seperti apa brand extension yang efektif?
Brand extension yang efektif dapat meningkatkan pangsa pasar. (Sumber: Pexels)

Brand extension memanfaatkan reputasi, popularitas, dan loyalitas merek yang terkait dengan produk terkenal untuk meluncurkan produk baru. Agar berhasil, harus ada hubungan logis atau asosiasi antara produk asli dan item yang baru. Sebuah asosiasi yang lemah atau ketiadaan asosiasi dapat mengakibatkan efek sebaliknya, brand dilution. Hal ini bahkan dapat merugikan parent brand atau merek induk.

Brand extension yang efektif memungkinkan perusahaan untuk mendiversifikasi penawaran mereka, meningkatkan pangsa pasar, memberikan perusahaan keunggulan kompetitif atas para pesaingnya yang tidak menawarkan produk serupa. 

Menurut Steve Harley dalam laman Medium yang ia miliki, Armani adalah salah satu contoh luar biasa tentang bagaimana lifestyle company dapat memanfaatkan brand extension. Armani dimulai sebagai bisnis pakaian dan dengan membangun reputasi sebagai perusahaan yang mengutamakan pengalaman glamor dan elegan, Armani mempersiapkan diri untuk sukses di berbagai bidang bisnis.

Hari ini, Armani menawarkan segalanya mulai dari pakaian bagus, bunga, dan bahkan hotel bermerek. Jajaran hotel Armani memberikan keanggunan dan kemewahan yang sama seperti yang diharapkan dari komponen merek lainnya. Inilah yang membuat Armani sebagai salah satu  contoh sukses brand extension.

Baca juga: 8 Tren digital marketing 2021 yang patut pemilik brand ketahui

Cara melakukan brand extension

Cara melakukan brand extension
Brand extension membantu meningkatkan revenue yang lebih besar. (Sumber: Pexels)

Jika dilakukan dengan benar, maka brand extension dapat membantu kamu mendapatkan revenue yang lebih besar dan peluang pasar yang lebih kuat. Namun, sebelum kamu terjun langsung melakukannya, pastikan bahwa kamu bergerak ke arah yang benar. Pelajari cara melakukan brand extension berikut ini.

1. Penelitian awal

Langkah pertama dalam brand extension yang efektif adalah mengetahui apa yang akan kamu gunakan untuk membangun penawaran baru. Gagasan di balik brand extension adalah memberi kamu kesempatan untuk memanfaatkan nilai yang sudah dimiliki dalam merekmu, untuk memperkenalkan produk, layanan, atau strategi baru. Misalnya, jika audiens kamu menyukai strategi CSR yang kuat milikmu, maka masuk akal untuk menggunakannya saat meluncurkan produk barumu. Cari tahu cara mentransfer nilai merekmu saat ini ke ekstensi baru yang akan kamu bangun.

2. Investigasi penyesuaian

Brand extension membutuhkan konsistensi dan investigasi penyesuaian agar berhasil. Konsistensi tidak hanya membantu membuat brand extension tampak lebih alami, tetapi juga memastikan bahwa klien atau pengguna dapat mengenali keberadaan nilai unik dalam penawaran yang baru. Sebelum meluncurkan sesuatu yang baru, buatlah daftar karakteristik merek inti yang kamu miliki. Misalnya, kamu bisa menggunakan warna, logo merek, dan citra yang sama di seluruh portofolio. Kamu juga bisa mempertahankan kepribadian dan nada suara yang sama dalam pemasaran nantinya.

3. Pilih brand extension

Selanjutnya, kamu bisa memilih brand extension yang memang cocok dengan merek induk atau parent brand. Seperti yang telah dibahas pada poin sebelumnya, agar tingkat keberhasilan dalam brand extension ini tinggil, harus ada hubungan logis atau asosiasi antara produk asli dan item yang baru. 

4. Arahkan brand extension

Terakhir, pastikan bahwa kamu memiliki informasi yang benar untuk memastikan brand extension yang berhasil. Tanyakan pada diri sendiri mengapa kamu bergerak ke arah ini dan pastikan kamu dapat menjelaskan mengapa itu masuk akal. 

Teliti audiens yang ada dan audiens baru yang mungkin dijadikan sasaran. Ingatlah untuk menyelidiki kompetitor dan mencari tahu apakah ada celah di pasar yang mereka lewatkan. Perencanaan yang cermat akan membuat brand extension ini menuju ke arah yang tepat dan menghasilkan manfaat positif bagi bisnis kamu.

Baca juga: Panduan menjalankan brand ambassador marketing 2021

4 Contoh brand extension

4 Contoh brand extension
Contoh brand yang melakukan extension adalah Star wars, Levi’s, Samsonite, dan Samsung. (Sumber: Pexels)

Agar kamu bisa lebih jelas memahami dan belajar dari pengalaman beberapa brand yang telah melakukan brand extension, berikut ini 4 contoh brand extension yang perlu kamu ketahui:

1. Star Wars action figures

Meskipun Star Wars populer di kalangan orang dewasa ketika film tersebut pertama kali dirilis pada tahun 1977, banyak anak-anak yang tidak terlalu menyukainya. Jadi bagaimana franchise mereka menjadi populer saat ini? Jawabannya adalah merek Star Wars ini merambah ke pasar mainan. Dengan tokoh aksi dari karakter dalam film, Star Wars mampu menarik penonton baru, membangun kesadaran merek dan menghasilkan banyak penjualan dalam prosesnya.

2. Levi’s Tailored Classics

Bersumber dari Hubspot, ketika Levi's memperkenalkan Tailored Classics pada awal 1980-an, Levi's telah menguasai sebagian besar target pasarnya, sehingga ingin memasuki beberapa pasar baru untuk mempertahankan tingkat pertumbuhannya yang tinggi. Salah satu pasar ini adalah pakaian pria, tetapi karena mereknya sangat terkait dengan gaya hidup kasual, kasar, dan di luar ruangan, lini produk baru Levi bertentangan dengan identitas intinya dan sehingga akhirnya brand extension tersebut pun gagal.

Konsumen mempercayai Levi's untuk memproduksi pakaian tahan lama yang dapat digunakan di alam terbuka, sehingga ketika Levi’s melakukan brand extension yang bertentangan dengan identitas intinya yaitu merancang pakaian khusus untuk kelas atas, konsumen tidak mempercayai mereka.

3. Samsonite’s outerwear

Samsonite’s outerwear mengalami masalah yang sama dengan lini produk Levi yang gagal yaitu perluasan merek yang tidak selaras dengan identitas intinya. Samsonite dikenal sebagai pembuat koper dan tas bisnis kelas atas. Jadi, meskipun sifat elegannya ditransfer ke lini produk yang baru, namun produk tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan sebelumnya Hal ini berisiko mengurangi ekuitas mereknya dan ini kemungkinan besar alasan Samsonite tidak lagi mencantumkan outerwear di situsnya.

4. Samsung’s Galaxy Series

Galaxy adalah perpanjangan merek dari merek ponsel Samsung. Samsung ingin membangun ekuitas merek dengan membedakan lini Galaxy mereka dari produsen merek lain. Ketika konsumen memikirkan Samsung, Samsung ingin mereka memikirkan kualitas dan spesifikasi. Sehingga karenanya, mereka membangun merek sesuai dengan gaya hidup dan fitur konsumen. Samsung menggabungkan elemen grafis galaksi ke logo merek visual mereka sehingga dapat lebih mudah diingat oleh pelanggan.

Baca juga: 4 Cara membuat brand identity yang efektif

Kesimpulannya, dalam menentukan brand extension, kamu perlu mempertimbangkan elemen penting seperti relevansi yang kuat pada brand inti dan kredibilitas brand. Meskipun brand extension memiliki banyak manfaat, jika tidak dilakukan dengan benar brand extension justru bisa membawa tantangan. Jadi sebelum menerapkan strategi brand extension apa pun untuk bisnis kamu, pastikan itu sejalan dengan apa yang diinginkan konsumen idealmu.

Nah, selanjutnya, jika kamu sedang mencari kerja, daftarkan diri kamu melalui EKRUT sekarang, terdapat berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu. Kunjungi juga YouTube EKRUTtv untuk mendapatkan tips-tips bermanfaat untuk pengembangan kariermu. Semoga membantu, ya!

sign up EKRUT

Sumber:

  • investopedia
  • hubspot
  • medium

Tags

Share