Published on

jobs

6 Cara membuat brand storytelling yang menarik dan autentik

Nur Lella Junaedi

brand-storytelling-adalah-EKRUT.jpg

Menurut sebuah riset hampir 80 persen orang dewasa menyukai konsep pemasaran bercerita atau dikenal juga brand storytelling. Namun, kebanyakan ingin berupa cerita orang biasa bukan dari selebriti atau kesuksesan seorang CEO. 

Nah, dalam artikel ini akan dijelaskan tentang apa itu brand storytelling serta bagaimana cara membuat brand storytelling yang bagus dan autentik. 

Apa yang dimaksud brand storytelling?

brand storytelling adalah EKRUT 
Brand storytelling merupakan penggunaan cerita yang emosional untuk menarik perhatian konsumen - EKRUT

Brand storytelling adalah salah satu strategi penggunaan cerita autentik dan emosional yang digunakan oleh sebuah perusahaan atau brand untuk mendorong pertumbuhan dan loyalitas pelanggan.  

Lewat brand storytelling ini perusahaan ingin memberi pelanggan alasan kenapa calon pelanggan harus membeli produk atau layanan usaha mereka. 

Di samping itu, ini juga menjadi upaya perusahaan untuk menceritakan tentang merek, kenapa merek itu ada, kenapa ini penting dan harus dikomunikasikan. 

Seiring perkembangan zaman kamu bisa membuat kisah pemasaran yang menyentuh lewat konsep video atau cerita yang bisa ditautkan dalam berbagai platform seperti TV, YouTube, hingga media sosial lainnya. 

Baca juga: Catat, ini 6 cara optimalkan media sosial untuk pemasaran

Cara membuat brand storytelling yang autentik

brand storytelling adalah EKRUT
 
Untuk membuat brand storytelling yang autentik dan menarik ada baiknya pahami dulu produk atau layananmu - EKRUT

Dalam membuat brand storytelling yang menarik, marketers perlu memikirkan keaslian cerita yang dikemas secara unik. Berikut ini akan dipaparkan beberapa cara membuat brand storytelling yang autentik yaitu: 

1. Pahami produk

Langkah pertama yang perlu diperhatikan dalam membuat brand storytelling adalah  memahami produk. Bagaimana kamu akan mengemas cerita yang menarik, sementara kamu tidak tahu tujuan dari cerita itu akan mengarah ke mana. 

Oleh karena itu untuk mengemas brand storytelling tersebut, kamu harus memahami produk seperti yang cocok dengan kisah itu. 

Pasalnya jika kamu membuat cerita merek yang tidak ada kaitannya dengan produk, ini dapat menjadi kesalahan yang berujung mendatangkan sedikit penjualan. 

Lantas bagaimana mengetahui brand storytelling yang cocok dengan suatu produk? Coba jawab pertanyaan ini. 

  • Apakah produk kamu memecahkan masalah atau haruskah itu membuat konsumen merasakan hal tertentu?
  • Bagaimana kualitas dan harga dari produk kamu?
  • Bagaimana produk kamu berbeda dari pesaing? 

2. Pikirkan ide cerita menarik 

Terlepas dari apapun produk, layanan atau merek, dibalik itu semua kamu memiliki kisah yang menarik untuk tetap ada hingga hari ini. 

Bila kamu tidak menyadari cerita menarik itu, mungkin kamu perlu melakukan kilas balik dan mempelajari bisnis sehari-hari. Sebab, tidak jarang banyak brand tidak menyadari kisah-kisah hebat yang mereka miliki.

Lewat beberapa pertanyaan di bawah ini, kamu bisa melakukan brainstorming serta menemukan jawaban untuk menciptakan kisah yang menarik.

  • Siapa perusahaanmu? Ini adalah caramu untuk menunjukkan merek, contoh konsepnya seperti, “Untuk perayaan 10 tahun perusahaan kami, kami akan menceritakan kisah asal usul merek kami dan menuliskan pelajaran terbesar dari perjalanan kami”.
  • Apa yang perusahaan atau brand kamu lakukan? Cara menjawab pertanyaan ini adalah dengan memikirkan produk  atau layanan yang telah diberikan. 
  • Adakah fitur unik dari produk tersebut, atau adakah hal berkesan yang didapatkan pelanggan dari layananmu? Umumnya, cerita ini akan bermula dari masalah yang terjadi, kemudian berbuah solusi lewat produk atau layanan itu. 
  • Bagaimana kamu membuat produk atau layanan itu? Tidak semua orang mengetahui bagaimana pembuatan produk dan seberapa sulitnya prosesnya. Ini dapat menjadi sebuah kisah yang menarik untuk diketahui pelanggan.

3. Uji coba ide yang kamu temukan

Setelah kamu menemukan ide brand storytelling yang menarik cobalah untuk menguji ide tersebut agar sesuai untuk dibuat. Penting untuk menguji ide-ide itu melalui beberapa pertanyaan berikut. 

  • Apa sudut pandang yang unik dalam kisah ini?
  • Mengapa saya perlu menceritakan kisah ini?
  • Nilai apa yang akan bisa diberikan bagi persona saya?
  • Apa yang mereka (pelanggan) ambil dari kisan ini?

Bila dari jawaban-jawaban pertanyaan tersebut kamu semakin yakin bisa membuat konsep cerita yang menarik dan autentik, maka kamu bisa berlanjut ke tahap selanjutnya. 

4. Memilih format yang tepat 

Bila ide telah dirancang dengan baik maka langkah selanjutnya yakni memilih platform yang tepat untuk mengomunikasikan ide tersebut. 

Kamu bisa menyesuaikan format brand storytelling dengan ide ceritamu seperti, artikel, studi kasus, infografis, microcontent, video, animasi, e-book, visualisasi data, white paper dan sebagainya. 

Baca juga: 8 Tools gratis untuk membuat infografis

5. Buat narasi 

Jika kamu telah yakin dengan format yang dipilih, kini tahapan yang tak kalah penting dalam membuat brand storytelling adalah membuat cerita narasi. 

Di tahap ini kamu perlu mengasah sudut pandang dan membangun narasi yang membuat orang lain penasaran. 

Biasanya struktur dari narasi itu akan mengacu pada piramida Gustav Freytag yang berisi eksposisi, komplikasi, klimaks, resolusi dan konklusi. 

Terlepas dari alur itu kamu juga dapat membawa brand storytelling ini dalam bentuk: tutorial, before after, cerita pribadi, kompetisi dan lain-lain. 

6. Tambahkan ciri khas merek 

Penting untuk diingat bahwa dalam setiap konten cerita yang kamu buat, keberadaan atau ciri khas merek tetap harus kamu bawa. Seperti logo, jargon, visual, produk meski bentuknya tak perlu mencolok.

Dengan begitu pelanggan akan tahu bahwa konten cerita itu datang dari brand kamu. 

Untuk mendapat gambaran seperti apa bentuk brand storytelling yang menarik, kamu bisa melihat contoh brand storytelling karya Dimas Djayadiningrat. 

Salah satu konsep iklannya yaitu Indoeskrim Nusantara yang mengangkat tema tentang kolosal perebutan es krim kakak beradik di zaman kerajaan. Iklan ini sempat viral di media sosial karena memiliki alur cerita yang lucu dan unik. 

Baca juga: Cara membuat iklan kreatif yang efektif untuk meningkatkan konversi

Dengan memperhatikan bagaimana brand tersebut menciptakan konsep brand storytelling yang menarik, kamu bisa mengangkat itu menjadi inspirasi untuk membuat cerita merek yang menarik juga. 

brand storytelling adalah EKRUT

Sumber: 

  • thedrum.com
  • filteredmedia.com.au
  • shopify.com
  • columnfivemedia.com

Tags

Share