Published on

Careers

Campaign Adalah: Manfaat, Jenis, Cara Membuat, dan 4 Contoh Marketing Campaign

Fakhrizal Muttaqien

shutterstock_131587952_(1).jpg

Ketika kamu memiliki bisnis, kamu pasti ingin produk atau layanan bisnismu mendapat perhatian dari orang-orang. Makin banyak orang yang memperhatikan produk atau layanan bisnismu, makin besar juga peluangmu mendapatkan pelanggan. Campaign adalah salah satu cara untuk mendapatkan perhatian atau awareness dari orang-orang.

Mungkin kamu tidak asing dengan slogan “Berapa lapis? Ratusaaan…” atau “Yang asli, ada badaknya!” Saat kamu membaca atau mendengar kedua slogan tersebut, pasti kamu sudah tahu produk apa yang dimaksud. Bahkan, kamu juga terbayang bagaimana nada dari slogan tersebut. Melekatnya orang-orang dengan kedua slogan dari brand itu adalah hasil dari campaign yang dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan campaign? Pada dasarnya, campaign adalah serangkaian strategi pemasaran agar sebuah produk atau layanan makin dikenal oleh orang-orang. Nah, pada artikel kali ini akan dibahas lebih dalam tentang apa itu campaign, manfaat, jenis, cara membuat, hingga contoh marketing campaign.

Baca juga: Guerilla Marketing: Strategi Pemasaran Unik untuk Brand

Apa itu campaign?


Campaign adalah sebuah cara untuk meningkatkan promosi produk atau layanan bisnismu. (Sumber: Pexels)

Campaign adalah serangkaian aktivitas strategis yang bertujuan untuk mempromosikan sebuah produk atau layanan. Selain itu, campaign juga bertujuan untuk mencapai tujuan bisnis lainnya yang lebih spesifik, seperti membangun brand image, mendapatkan awareness atau kesadaran konsumen terhadap produk baru, atau untuk mendapatkan feedback dari konsumen.

Sebuah campaign harus benar-benar direncanakan sebaik mungkin dengan kegiatan yang bervariasi agar mendapat hasil yang lebih efektif. Campaign juga harus memaksimalkan berbagai platform, channel, dan media yang dimiliki oleh perusahaan untuk hasil yang lebih optimal.

Baca juga: 4 Tips meningkatkan engagement media sosial dan cara mengukurnya

Manfaat menjalankan campaign


Di antara manfaat campaign adalah meningkatkan jumlah penjualan. (Sumber: Pexels)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa campaign adalah cara untuk mempromosikan produk atau layanan bisnis, maka peran menjalankan sebuah campaign menjadi sangat penting. Ada berbagai manfaat yang bisa diambil ketika kamu menjalankan campaign untuk bisnismu. Di antara manfaat campaign adalah sebagai berikut.

  • Dapat meningkatkan brand awareness, terutama bagi perusahaan yang baru berdiri dan belum banyak diketahui oleh khalayak. Melalui campaign, perusahaan tersebut dapat membuat kesan yang tak terlupakan kepada calon konsumennya. Sehingga peluang mendapatkan konsumen pun makin besar.
  • Mempromosikan produk dan layanan. Bagi produk dan layanan yang baru, promosi sangat dibutuhkan untuk memberi tahu dan mendapatkan konsumen, sedangkan bagi produk atau layanan yang sudah lama, promosi tetap dibutuhkan untuk menjaga konsumen dan bahkan untuk mendapatkan konsumen baru. Melalui campaign, kamu bisa menginformasikan tentang produk dan layanan kepada konsumen, baik itu tentang fitur yang dimiliki produk, kelebihan dari produk, atau harga dan diskon yang kamu tawarkan.
  • Meningkatkan jumlah penjualan. Manfaat lainnya dari campaign adalah meningkatkan jumlah penjualan. Ketika brand awareness-mu makin meningkat dan orang-orang lebih banyak tahu tentang produk dan layananmu, maka jumlah penjualanmu juga akan berpotensi untuk meningkat juga.

Baca juga: Brand Awareness: Pengertian, Strategi, dan 3 Contohnya

Jenis-jenis campaign


Jenis campaign harus disesuaikan dengan tujuan campaign. (Sumber: Pexels)

Ada banyak jenis campaign yang bisa dilakukan untuk mempromosikan produk atau layanan. Di antara jenis campaign adalah sebagai berikut.

  • Paid campaign, yaitu campaign melalui media yang berbayar, seperti pay per click, influencer, sponsor, atau menayangkan iklan di televisi dan radio.
  • Seasonal push campaign, yaitu campaign yang diadakan secara musiman, contohnya promo hari raya Idulfitri, promo hari raya Natal dan tahun baru, atau promo 10.10, 11.11, dan lain-lain.
  • Product launch campaign, yaitu campaign yang dilakukan saat mengeluarkan produk baru untuk mempromosikan fitur-fiturnya dan kelebihan yang dimiliki produk tersebut.
  • Brand awareness campaign, yaitu campaign yang dilakukan untuk mendapatkan atau mempertahankan popularitas brand kepada khalayak. Biasanya dalam campaign ini brand mempromosikan visi, misi, atau brand image-nya.
  • Rebranding campaign, yaitu campaign yang dilakukan suatu brand ketika melakukan perubahan nama, logo, atau telah merger dengan brand lain.
  • Social media campaign, yaitu campaign yang dilakukan dengan memaksimalkan sosial media yang dimiliki oleh brand. Misalnya, konsumen harus men-tag tiga orang teman di posting akun brand untuk mendapatkan harga promo atau giveaway dari brand tersebut.
  • Email marketing campaign, yaitu campaign yang dilakukan untuk menjaga kontak dengan konsumen dengan cara memberi tahu tentang produk terbaru, promo, atau event melalui email konsumen yang sudah didaftarkan.

Baca juga: Kenali Metode SMART untuk Bantu Tetapkan Target

Cara membuat campaign


Membuat dan merencanakan campaign adalah bagian yang cukup sulit dan penting. (Sumber: Pexels)

Begitu pentingnya campaign bagi sebuah brand, membuatnya harus terencana dan terukur agar campaign yang dibuat berhasil. Membuat campaign adalah tugas yang besar, tim yang terlibat punya tanggung jawab yang cukup berat untuk bisa mencapai tujuan campaign.

Namun, membuat campaign tidak serumit itu asalkan kamu mengetahui step by step-nya dari mulai merencanakan campaign, mengeksekusi, hingga menilai keberhasilan campaign-mu. Cara membuat campaign adalah sebagai berikut.

1. Tentukan tujuan dan goal dari campaign

Langkah pertama dalam membuat campaign adalah tentukan dulu tujuan dan goal dari campaign yang akan dibuat. Kamu bisa mendefinisikan tujuan campaign dengan menjawab pertanyaan, “Kenapa kamu menjalankan campaign ini?” atau “Apa yang ingin kamu capai dengan campaign ini?

Agar tujuan campaign-mu lebih jelas, tujuanmu harus memenuhi prinsip SMART goal. SMART goal dalam campaign adalah singkatan dari Specific, Measurable atau terukur, Attainable atau dapat dicapai, Relevant, dan Time-bound atau dibatasi waktu. Ketika tujuanmu sudah memenuhi SMART goal ini, maka akan mudah mengukur keberhasilannya.

2. Tentukan bagaimana cara kamu mengukur keberhasilan campaign

Tingkat keberhasilan setiap campaign akan berbeda, tergantung pada channel, platform, dan tujuan campaign-mu di awal. Jika tujuan campaign adalah promosi produk atau layanan baru, kamu bisa melihat keberhasilan campaign dari banyaknya pre-order yang dipesan, atau jika tujuan campaign-nya untuk meningkatkan awareness, bisa dilihat dari seberapa banyak orang yang share campaign-mu di media sosial.

Perlu diingat jika setiap channel atau media memiliki matriks yang berbeda. Jadi, jika kamu akan melakukan campaign di beberapa channel, kamu harus sesuaikan matriksnya. Misalnya, kamu akan menjalankan campaign user-generated content (UGC) di media sosial, blog, dan email. Matriks yang bisa kamu gunakan untuk media sosial adalah jumlah like, comment, dan followers. Untuk blog, matriks yang bisa digunakan adalah jumlah pengunjung atau share. Sedangkan untuk email adalah open rate.

3. Tentukan target audiens

Sebelum menjalankan campaign, kamu juga harus menentukan target audiens. Pentingnya mengetahui target audiens dari campaign adalah menentukan campaign seperti apa yang tepat. Sehingga konten yang dibuat pun dapat sesuai atau relate dengan calon konsumen yang kamu targetkan.

Kamu bisa lihat target audiens berdasarkan umur, gender, atau kebiasaan mereka dalam menggunakan media sosial. Kamu juga bisa melakukan riset tentang konten seperti apa yang lebih mereka sukai, tren apa yang sedang hits di kalangan mereka, atau masalah apa yang bisa diselesaikan oleh produk yang kamu tawarkan dalam campaign.

Jika campaign-mu tepat sasaran, maka peluang keberhasilannya pun makin besar. Maka dari itu, memahami target audiens menjadi faktor yang penting dalam membuat campaign.

4. Buat konsep campaign dan bentuk tim yang tepat

Langkah selanjutnya untuk menjalankan campaign adalah membuat konsep. Konsep campaign yang baik adalah yang membawa misi, visi, dan identitas visual brand yang kuat. Bagaimana pun bentuk campaign-nya, tetap harus konsisten membawa identitas brand yang sudah dibentuk.

Bagi beberapa perusahaan, membuat aset visual untuk campaign, seperti desain ilustrasi dan iklan, menggunakan jasa agency dari pihak luar. Jika melakukannya, maka brief yang diberikan kepada pihak ketiga harus benar-benar clear agar tujuan campaign bisa tercapai, sehingga memiliki tim yang tepat untuk menjalankan campaign adalah faktor yang harus diperhatikan juga.

5. Pilih channel untuk menjalankan campaign

Jika tahapan perencanaannya sudah dilakukan, langkah selanjutnya dalam pembuatan campaign adalah menjalankannya. Untuk menjalankan campaign ini kamu bisa memilih berbagai channel sesuai kebutuhan. Pilihan ini bergantung pada preferensi audiens, anggaran, dan tingkat brand engagement. Kamu bisa lihat kembali semua channel yang kamu miliki saat ini, channel mana yang punya performance terbaik? Channel mana yang memungkinkan untuk dipasang iklan berbayar? Dan yang terpenting, di channel mana audiensmu sering beraktivitas?

6. Buat timeline yang jelas saat menjalankan campaign

Menetapkan timeline yang jelas saat menjalankan campaign adalah cara untuk menentukan kapan, bagaimana, dan seberapa sering kamu menaikkan konten campaign di channel yang sudah ditentukan. Kamu bisa membuat jadwal upload konten campaign yang disesuaikan dengan kesiapan aset yang dimiliki. Dengan memetakan dan menetapkan timeline yang jelas, akan membantumu dalam mempublikasikan campaign secara merata di setiap channel. Kamu juga akan lebih mudah menilai keefektifan campaign yang kamu jalankan.

7. Pastikan campaign-mu membuat audiens melakukan tindakan yang diinginkan

Salah satu hal yang penting saat membuat campaign adalah memastikan agar audiens melakukan tindakan yang diharapkan. Misalnya, campaign yang dijalankan adalah untuk mempromosikan aplikasi terbaru yang bisa diunduh di telepon genggam audiens. Meskipun campaign-mu banyak mendapat like atau comment, hal itu tidak dikatakan berhasil jika tidak ada satu pun yang mengunduh aplikasi terbarumu. Maka dari itu, pastikan ada sesuatu yang memancing audiens untuk melakukan suatu tindakan. Kamu bisa mencobanya dengan menggunakan call to action (CTA), landing page, atau lead form.

8. Terus monitor campaign-mu

Langkah selanjutnya yang tidak boleh dilewatkan saat menjalankan campaign adalah terus memonitornya agar tahu apakah campaign itu sudah berjalan efektif atau belum. Efektivitas campaign dilihat dari matriks yang sudah ditentukan berdasarkan jenis campaign dan channel yang sudah ditentukan sebelumnya.

Jika campaign yang kamu jalankan untuk mengkonversi audiens menjadi pembeli, maka jangan terkecoh dengan matriks lain, seperti traffic di website atau CTR dan impression di media sosial yang tinggi. Ingat, matriks ini bergantung pada tujuan campaign yang sudah ditentukan di awal.

9. Analisis campaign yang sudah berjalan

Tahapan terakhir dari campaign adalah menganalisis hasil campaign yang sudah berjalan. Dengan menganalisis hasil ini, kamu bisa menentukan apakah campaign yang dijalankan sudah sukses atau belum. Arti “sukses” ini juga bervariasi, tergantung pada SMART goal yang ditentukan di awal.

Selain itu, yang tidak kalah penting juga setelah menjalankan campaign adalah data-data yang kamu dapatkan. Data-data tersebut bisa kamu manfaatkan, dari mulai untuk mengukur tingkat kesuksesan campaign, mengenal audiens lebih jauh, dan menilai metode marketing yang dijalankan, serta mengevaluasi metode marketing untuk kedepannya.

Baca juga: Mengenal Apa itu CTA dan 5 Tips Membuatnya

4 Contoh marketing campaign yang berhasil


Banyak strategi marketing campaign yang sukses dijalankan oleh brand. (Sumber: Shutterstock) 

Setelah mengetahui cara membuat campaign, kita akan melihat 4 contoh marketing campaign tersukses yang pernah dilakukan oleh brand luar negeri. Campaign yang mereka lakukan dikatakan sukses karena berhasil melakukan tindakan yang diinginkan. Berikut 4 contoh marketing campaign tersukses.

1. American Apparel: to-the-point messaging

American Apparel adalah sebuah perusahaan retail yang berbasis di Los Angeles, California. Perusahaan yang sudah didirikan sejak tahun 1989 itu melakukan strategi marketing campaign yang simpel tetapi efektif, yaitu dengan metode to-the-point messaging.

Strategi marketing campaign itu bisa dilihat dari email ketika kamu men-subscribe newsletter American Apparel. Kamu akan menemukan kode diskon di awal email, berbeda dengan newsletter pada umumnya yang biasa menyimpan promosi di akhir email. Dengan cara yang tidak biasa itu, American Apparel berhasil menarik perhatian audiens untuk melakukan tindakan yang mereka harapkan, yaitu menggunakan kode diskonnya.

2. Domino’s: rewarding customers

Siapa yang tidak mengenal Domino’s? Salah satu restoran pizza asal Amerika yang sudah mendunia itu pernah melakukan strategi campaign yang sangat menarik. Strategi campaign tersebut adalah dengan memberikan reward atau penghargaan kepada konsumennya melalui inovasi teknologi yang dikembangkannya.

Domino’s pernah menjalankan campaign bernama “Points for Pies”. Campaign tersebut  memungkinkan konsumen men-scan pizza Domino’s yang dibelinya melalui aplikasi seluler mereka, dan mendapatkan point yang bisa ditukarkan jika sudah mencapai target. Selain itu, campaign lain yang pernah dijalankan Domino’s adalah dengan memberi reward ketika konsumen memilih untuk mengambil sendiri pizza yang dipesannya.

Campaign yang memberikan reward kepada konsumen melalui berbagai channel yang dimiliki, seperti mobile apps, terbukti dapat menarik perhatian konsumen. Sehingga konsumen dapat melakukan apa yang diharapkan pada campaign.

3. Kellogg’s: data-backend branding

Kellogg’s, sebuah brand sereal yang terkenal di dunia pernah melakukan campaign yang menarik. Kellogg’s melakukan rebranding dengan mengubah bentuk kemasannya menjadi box seperti saat ini, karena dengan kemasan berbentuk box dianggap lebih simpel, lebih konsisten, dan lebih mudah dikenali.

Ternyata hal itu bukan hanya asumsi dari tim desainernya saja, tetapi berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Kellogg’s menemukan bahwa 70 persen konsumen dapat lebih mudah menemukan Kellogg’s dengan kemasan baru di rak-rak supermarket. Selain itu, desain sederhana yang berfokus menunjukan biji-bijian pada box meningkatkan pembelian hingga 50 persen.

Hal itu menunjukkan bahwa riset mendalam sangat penting dalam merancang sebuah campaign. Maka dari itu, jangan ragu untuk me-reach out konsumen dan meminta feedback dari konsumen sebagai dasar merencanakan campaign.

4. Wendy’s: use humor

Banyak orang hari ini yang lebih menyukai humor daripada hal-hal yang serius. Apalagi jika humor yang dilakukan suatu brand kepada brand lain di media sosial mereka. Seperti yang pernah dilakukan Wendy’s, sebuah restoran hamburger di Twitter saat National Roast Day.

Dengan menggunakan tagar #RoastMe, Wendy’s menantang brand lain untuk di-roasting oleh dirinya. Hal itu ternyata berhasil, karena banyak brand yang ingin di-roasting oleh Wendy’s. Hasilnya, berbagai brand saling sahut-sahutan di Twitter dan mencuri perhatian warganet.

Baca juga: Cara Membuat Iklan Kreatif yang Efektif untuk Meningkatkan Konversi

Itulah berbagai hal tentang campaign yang harus kamu ketahui sebelum membuatnya. Dengan memahami apa itu campaign, manfaat, jenis-jenis, cara membuatnya, hingga contoh campaign, kamu bisa merencanakan dan menjalankan campaign dengan sukses. Karena campaign adalah salah satu cara yang membuat bisnismu makin dikenal banyak orang dan meningkatkan pendapatan.

Selain melalui artikel dari EKRUT Media, kamu juga bisa memperoleh berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • indeed.com
  • hubspot.com
  • investopedia.com
  • bigcommerce.com
  • marketinginsidergroup.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    shutterstock_1682336344.jpg

    Careers

    9 Tips Menghadapi Interview Kerja Setelah Terkena Layoff

    Fakhrizal Muttaqien

    23 September 2022
    7 min read
    cara-membalas-email-panggilan-interview---EKRUT.jpg

    Careers

    Cara Membalas Email Panggilan Interview beserta Contohnya

    Maria Tri Handayani

    23 September 2022
    7 min read
    H1_1._10__Rekomendasi_Kursus_Digital_Marketing.jpg

    Careers

    10+ Rekomendasi Kursus Digital Marketing

    Anisa Sekarningrum

    21 September 2022
    8 min read

    Video