Lainnya

6 Cara Membuat Abstrak berdasarkan Penulisan Ilmiah beserta Contohnya

Published on
Min read
5 min read
time-icon
H1_Cara_Membuat_Abstrak_berdasarkan_Penulisan_Ilmiah_beserta_Contohnya_(1).jpg

Dalam lingkup karya literatur, kita mengenal sinopsis sebagai bagian yang pertama kali kita baca dan menjadi bahan pertimbangan untuk lanjut membaca. Sama halnya dalam ranah akademik dan profesional, abstrak adalah bagian yang akan menarik perhatian calon pembaca. Ketahui caranya untuk dapat menulis abstrak yang baik di bawah ini!

Apa itu abstrak?


Abstrak adalah bagian tulisan  yang akan selalu dihadapi mahasiswa dan akademisi. (Sumber: Unsplash)

Untuk beberapa, istilah abstrak berarti tidak berbentuk dan aneh. Namun, bagi kamu yang sedang atau sudah berkuliah memiliki pengertian yang berbeda. Abstrak merupakan satu paragraf pendek dari karya tulis akademik seperti skripsi dan artikel ilmiah. Jika dibaca sebagai dokumen individu, bagian ini harus dapat mewakili tulisanmu.

Sederhananya, abstrak adalah versi singkat dari karya tulis ilmiahmu. Kamu yang sedang mencari sumber referensi atau panitia dan akademisi yang sedang menilai kualitas risetmu, dimudahkan dengan adanya abstrak dari segi waktu serta tenaga. Jika penelitianmu menarik namun memiliki abstrak yang buruk, ada kemungkinan orang menjadi sungkan untuk membacanya.

Meskipun pada prosesnya, abstrak berfungsi sebagai bahan review termudah, bagian ini merupakan tulisan asli dan bukan hasil comotan isi karya saja. Abstrak riset ilmu sains dan sosial berisi cakupan, tujuan, hasil, dan konten lainnya. Sementara, abstrak riset ilmu sastra terdiri atas latar belakang, hipotesis, dan kesimpulan riset.

Baca juga: Kuliah S2 Meningkatkan Karier? Kenali 7 Jurusan Menjanjikan!

Fungsi abstrak


Besarnya ketertarikan dan minat untuk membaca ditentukan oleh abstrak. (Sumber: Pexels)

Dalam proses penulisan abstrak, banyak yang menganggapnya mudah sehingga isinya berupa pecahan-pecahan dari karya tulis ilmiah. Konsep poin-poin penting riset ditaruh di abstrak memang tidak salah. Namun, abstrak tidak bisa dianggap remeh karena punya fungsi yang signifikan.

Tulisan apapun–bahkan karya tulis ilmiah–yang nantinya akan diterbitkan dan dibaca secara masif perlu memerhatikan perspektif pembaca. Seperti yang telah disinggung, abstrak sangat membantu mahasiswa, dosen pembimbing, akademisi, dan lainnya untuk memutuskan kelanjutan bacaan mereka dan mengevaluasi tulisanmu lebih efektif.

Sehubungan dengan hal itu, tingkat kesulitan riset dan karya tulis ilmiahmu dapat dilihat dari abstrak. Tidak hanya orang-orang yang telah disebutkan di atas, penerima naskah untuk konferensi dan penerbit dapat lebih mudah memutuskan untuk menerima tulisanmu atau tidak.

Saat sebuah karya tulis ilmiah digunakan sebagai referensi, abstrak memudahkan peneliti untuk memahami poin-poin penting serta area yang belum tercakup dari riset tersebut. Dengan memanfaatkan indeks dan perpustakaan daring, abstrak membuat tulisanmu gampang ditemukan.

Baca juga: Keren, ini 5 perkembangan teknologi di Indonesia karya anak bangsa

Jenis-jenis abstrak


Isi abstrak dapat disesuaikan dengan tujuan penulisannya. (Sumber: Pexels)

Bagi kamu yang sedang atau sudah berkuliah, abstrak artikel pernah menjadi makanan sehari-harimu. Namun, apakah kamu menyadari bahwa setiap abstrak ada karakteristiknya masing-masing? Terdapat beberapa jenis abstrak, di antaranya:

1. Abstrak informatif (informative abstract)

Jenis ini merupakan yang paling sering digunakan oleh mahasiswa karena strukturnya yang mudah untuk dibuat dan dipahami. Abstrak informasi berisi latar belakang, poin utama, metode, hasil, kesimpulan, serta saran untuk riset berikutnya. Namun, konten ini dapat kamu sesuaikan selama tidak melebihi batas 250 kata.

2. Abstrak deskriptif (descriptive abstract)

Pembeda antara abstrak deskriptif dan informatif terletak di jumlah kata dan hal-hal yang dimasukkan ke dalam abstrak. Abstrak ini berkisar 100 kata berisi poin-poin penting dan metode penelitian tanpa hasil, kesimpulan, dan rekomendasi. Karena karakteristiknya, abstrak deskriptif tidak dapat secara maksimal digunakan untuk menemukan relevansi riset satu dengan yang lainnya.

3. Abstrak kritis (critical abstract)

Abstrak kritis dibuat untuk memberikan analisis gambaran umum serta hasil riset. Selain itu, jenis ini juga dapat memasukkan data dari luar penelitian untuk dijadikan pembanding. Maka dari itu, abstrak ini cenderung lebih panjang dengan jumlah kata berkisar 400-500 kata.

4. Abstrak sorot (highlight abstract)

Kamu mungkin jarang menemukan abstrak jenis ini selama perkuliahan. Abstrak sorot dibuat untuk menarik perhatian pembaca daripada memberikan informasi yang signifikan seperti abstrak lainnya. Maka dari itu, pembaca mungkin akan kehilangan poin-poin yang sebenarnya dapat ditemukan di sebuah abstrak.

Baca juga: 6 macam-macam metode analisis data yang penting & perlu diketahui

Aturan dalam menulis abstrak


Walaupun pendek, abstrak tidak bisa dibuat sembarangan. (Sumber: Unsplash)

Membuat abstrak tidak boleh sembarang. Kamu perlu tahu kebutuhanmu agar abstrak yang kamu tulis dapat berfungsi sesuai keinginanmu. Selain mengetahui jenis abstrak yang akan digunakan, ada aturan-aturan yang harus kamu ikuti.

  • Sesuaikan jumlah kata dengan jenis abstrak yang dibuat. Biasanya, mahasiswa akan menggunakan abstrak informatif dengan 200-250 kata. Jangan sampai kekurangan atau kelebihan, ya.
  • Meskipun kamu hanya menulis abstrak dalam satu bahasa, jarak spasi yang digunakan adalah spasi 1 (single space). Jika kamu membuat abstrak dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, single space berguna untuk memadatkan paragrafnya agar muat dalam satu halaman.
  • Kamu bisa menuliskan abstrak dalam satu paragraf atau 3 paragraf yang terbagi seperti berikut ini: i) latar belakang dan tujuan penelitian; ii) metode penelitian,  teknik analisis data, dan landasan teori; iii) hasil, kesimpulan, dan saran. 
  • Cetak miring istilah ilmiah asing (italicize) jika abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia.
  • Jika abstrak berbahasa Inggris, gunakan present tense untuk fakta umum dan penelitian yang telah dibuktikan di waktu lampau serta past tense untuk aktivitas risetmu yang telah selesai.
  • Informasi yang ada di dalam abstrak harus ditulis dengan detail dan obyektif. Hasil yang dimasukkan tidak hanya kesesuaian hipotesis, tetapi juga penemuan yang berbanding terbalik yang worth mentioning.

Baca juga: 7 tips menjadi freelance writer dengan banyak proyek

6 Cara membuat abstrak


Abstrak harus mewadahi segala informasi penting dengan jelas dan padat. (Sumber: Pexels)

Sudah siap menulis abstrak yang baik? Ada beberapa informasi yang perlu dimasukkan ke dalam abstrak. Ingat, ada batas jumlah kata dalam penulisannya. Untuk memudahkanmu, satu kalimat dapat menampung satu jenis informasi. Perhatikan jenis-jenisnya di bawah ini, yuk!

1. Latar belakang

Kamu dapat memulai abstrak dengan latar belakang isu atau topik yang kamu bahas di karya tulis ilmiahmu. Fungsinya adalah untuk memberikan konteks dan solusi terkait risetmu. Tidak hanya secara umum, latar belakang juga dapat berupa masalah yang kamu hadapi sebagai peneliti.

2. Pernyataan masalah

Bagian ini merupakan kelanjutan dari latar belakang yang kamu jabarkan. Pernyataan masalah merupakan tantangan yang ingin kamu cari solusinya dengan penelitian yang kamu lakukan.

3. Tujuan

Tujuan melakukan riset lebih dari sekedar menjawab isu atau topik yang dihadapi. Tujuan penelitian dapat berupa melengkapi gap penelitian sebelumnya, topiknya baru dan mempengaruhi kelompok masyarakat, dan sebagainya.

4. Metode dan landasan teori penelitian

Penjelasan metode dan landasan teori memberikan gambaran kepada pembaca mengenai langkah yang kamu ambil dalam melaksanakan penelitian. Pembaca juga dapat membandingkan hasil dari topik yang sama dengan metode dan teori yang berbeda.

5. Hasil penelitian

Hasil penelitian merupakan jawaban dari pernyataan masalahmu sebelumnya. Bagian ini yang biasanya paling sering digunakan oleh peneliti sebagai rujukan pelaksanaan dan menulis laporannya. Meskipun risetmu menghasilkan banyak temuan, usahakan rangkum dengan ringkas dan jelas untuk ukuran abstrak.

6. Kesimpulan dan pertimbangan lain

Dalam kesimpulan, kamu dapat menyatakan interpretasimu terkait keseluruhan proses riset–apakah sudah berjalan dengan baik, sesuai dengan hipotesis, atau memerlukan penelitian lebih lanjut untuk melengkapinya.

Baca juga: 11 Cara menjadi Content Writer andal di perusahaan startup

Contoh abstrak


Pastikan untuk selalu meninjau ulang abstrak agar absen kesalahan dan semakin sempurna. (Sumber: Pexels)

Ayo mulai menulis abstrakmu! Pastikan penelitian serta draft skripsi atau artikel ilmiahmu telah selesai sehingga kamu tidak kebingungan ingin memasukkan informasi apa. Terapkan hal-hal di atas dan kamu siap untuk memberikan abstrak terbaikmu. Contoh di bawah ini dapat kamu jadikan acuan dan dibandingkan dengan penjelasan di atas.

ABSTRAK

Semenjak pandemi berlangsung, penjualan susu merek beruang meningkat 200%. Permintaan stok membludak karena produk ini dipercaya dapat menyembuhkan dan meringankan potensi tertular COVID-19. Hal ini dilatarbelakangi oleh berbagai penyebab yang memengaruhi minat konsumen. Melalui penelitian ini, faktor penentu minat konsumen akan dianalisis melalui kondisi pandemi, persepsi kualitas, dan sikap konsumen terhadap pembelian produk tersebut. Dampak dari mass buying produk ini juga akan diteliti. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif yang datanya dikumpulkan dengan kuesioner dan wawancara. Responden dan partisipan berjumlah 150 orang yang berasal dari berbagai kalangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi pandemi, persepsi kualitas, dan sikap konsumen berpengaruh besar terhadap minat dan daya beli masyarakat untuk susu merek beruang ini. Selain itu, sensasi kemujaraban produk tersebut memengaruhi dinamika produksi dan penjualan.

Baca juga: Fresh Grads, ayo buat CV pertama Anda!

Abstrak bak kecil-kecil cabe rawit. Meskipun isinya terbilang pendek, bagian ini harus dibuat sama seriusnya dengan isi karya tulis ilmiah. Setelah selesai menyusunnya, jangan lupa untuk selalu mengoreksi dan menyempurnakan abstrakmu, ya! Dijamin, skripsimu akan lebih enak dibaca dan artikel ilmiahmu lebih mudah diterima.

Seusai penerbitan karya tulis ilmiah dan kelulusan, kamu perlu mendapatkan pekerjaan untuk menerapkan apa yang sudah kamu pelajari, baik selama perkuliahan maupun saat melakukan riset. Di EKRUT, kamu bisa menemukan banyak lowongan pekerjaan yang sesuai denganmu. Yukdaftar di EKRUT sekarang!

Sumber:

  • ncbi.nlm.nih.gov
  • research.com
  • astate.edu
  • lifepal.co.id
  • writing.wisc.edu
  • penerbitbukudeepublish.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    resesi-ekonomi---EKRUT.jpg

    Careers

    Pengertian Resesi Ekonomi beserta Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Maria Tri Handayani

    11 November 2022
    5 min read
    H1_1._Massive_Online_Open_Course_(MOOC)_Belajar_ilmu_dari_universitas_top_dunia.jpg

    Lainnya

    Belajar Ilmu dari Universitas Top Dunia Dengan Metode MOOC

    Anisa Sekarningrum

    31 October 2022
    5 min read
    Sejarah_Revolusi_Industri_dan_Dampaknya_Bagi_Kehidupan_Manusia.png

    Lainnya

    Sejarah Revolusi Industri dan Dampaknya Bagi Kehidupan Manusia

    Sartika Nuralifah

    11 October 2022
    7 min read

    Video