Published on

Lainnya

Fidusia adalah: Cari Tahu Dasar Hukum, Perbedaannya dengan Gadai, dan Contohnya Di Sini!

Anissa Trisdianty

H1.jpg

Istilah fidusia mungkin masih asing bagi sebagian orang. Namun, jika kamu menjadi nasabah sebuah lembaga keuangan, baik perbankan atau perusahaan pembiayaan lainnya, istilah fidusia pasti sudah sangat familiar. Nah, berikut ini adalah pengertian, dasar hukum, dan contoh fidusia yang perlu kamu ketahui.

Baca juga: 5 Cara mengatur keuangan agar bisa beli rumah

Apa itu fidusia?


Fidusia merupakan perjanjian penyerahan kepemilikan aset (sumber: google)

Fidusia diambil dari bahasa belanda Fiduciaire Eigendom Overdracht dan Bahasa Inggris Fiduciary Transfer of Ownership yang berarti penyerahan hak milik berdasarkan kepercayaan.

Fidusia di Indonesia secara resmi tertuang dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999, yaitu pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut dalam penguasaan pemilik benda.

Baca juga: Cara jitu mengatur keuangan rumah tangga di tengah pandemi

Dasar hukum fidusia


Melihat risiko yang cukup serius, praktek fidusia dilindungi oleh undang-undang (sumber: google)

Di Indonesia, pengaplikasian fidusia diatur dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa jaminan fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak, baik yang berwujud maupun tidak berwujud, dan benda tidak bergerak khususnya bangunan yang tidak dapat dibebani hak tanggungan.

Selain itu, fidusia juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan pemberi fidusia sebagai agunan bagi pelunasan utang tertentu, yang memberi kedudukan diutamakan kepada penerima fidusia terhadap kreditur lainnya. Aturan hukum ini dibuat untuk melindungi dan memudahkan para pihak terkait perjanjian ini, khususnya pemberi pinjaman.

Baca juga: Apa itu rasio keuangan? Berikut manfaat, jenis, dan 4 rumusnya

Perbedaan fidusia dengan gadai


Terlihat sama, namun gadai dan fidusia memiliki perbedaan yang mencolok (sumber: google)

Meskipun sama-sama menitipkan aset, ada perbedaan mencolok antara fidusia dan gadai, berikut perbedaan utamanya.

  • Jaminan fidusia harus dibuat dengan akta notaris dan didaftarkan ke kantor pendaftaran fidusia, sedangkan gadai tidak perlu ada proses pendaftaran.
  • Hak milik fidusia diberikan kepada kreditur, sementara pada gadai pengendalinya adalah pemegang gadai meski hak suaranya ada pada pemberi gadai.
  • Jaminan fidusia baru bisa dieksekusi ketika debitur mencatatkan wanprestasi pada perjanjian pokok. Objek jaminan fidusia dapat dijual dengan kekuasaan penerima. Eksekusinya dilakukan dengan dua cara, yakni dengan lelang atau negosiasi. Sedangkan pada gadai, ada dua jenis eksekusi, objek gadai dapat dijual tanpa persetujuan ketua pengadilan dan juga dapat dilakukan dengan izin hakim pengadilan.

Baca juga: 18 Aplikasi pengatur keuangan terbaik untuk Android dan iOS

Sertifikat jaminan fidusia


Sertifikat fidusia penting sebagai landasan kekuatan hukum (sumber: google)

Sebagai bentuk keamanan, jaminan fidusia dapat ditetapkan dalam sebuah sertifikat yang diresmikan oleh seorang notaris. Dikutip dari prospeku.com, dengan sertifikat ini, maka baik debitur maupun kreditur akan mendapatkan perlindungan dan tidak ada yang dirugikan.

Bagi kreditur, sertifikat fidusia menjadi landasan serta kekuatan hukum untuk menahan aset jika pihak debitur tidak dapat melunasi pinjaman. Bahkan debitur juga mendapatkan keuntungan berupa dukungan legal dari aparat hukum atas eksekusi yang dilakukan.
Di sisi lain, sertifikat juga melindungi debitur. Karena dengan adanya sertifikat ini, maka pihak debitur akan terlindung dari adanya kemungkinan tindakan berlebihan yang dilakukan oleh kreditur.

Pada sertifikat fidusia, syarat serta kondisi terkait proses eksekusi atau penyitaan ini sudah diatur sesuai dengan perhitungan yang tepat. Seperti contohnya, terkait dengan jumlah utang minimal yang harus dibayarkan agar status kepemilikan benda dapat menjadi milik peminjam kembali.

Baca juga: 6 Cara menjadi konsultan keuangan yang hebat!

Hak eksekusi fidusia


Penerima fidusia memiliki hak untuk melakukan eksekusi terhadap objek jaminan (sumber: pexels)

Sebagai jaminan khusus, fidusia memiliki kemudahan dalam hal eksekusi yang menjadi kelebihan jika dibandingkan dengan jaminan umum. Adapun bentuk kemudahan tersebut adalah adanya hak yang diberikan oleh undang-undang bagi kreditur untuk menjual objek fidusia dengan kekuasaan sendiri.

Walaupun terdengar mudah karena kreditur bisa mengeksekusi sendiri, namun pada kenyataannya pelaksanaan eksekusi ini tidaklah mudah. Pada praktiknya seringkali ditemukan adanya masalah-masalah seperti debitur yang tidak mau menyerahkan objek jaminan, adanya penarikan secara paksa oleh kreditur, dan bahkan tak jarang objek jaminan sudah beralih penguasaannya pada pihak ketiga.

Dalam Pasal 15 ayat (2) UU fidusia terdapat kata “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa”, mempunyai kekuatan eksekutorial yang sama dengan putusan pengadilan dengan berkekuatan hukum tetap. Atas dasar tersebut, maka kreditur/penerima jaminan fidusia mempunyai hak untuk melakukan eksekusi, yaitu menjual benda yang menjadi objek jaminan fidusia atas kekuasaannya sendiri. Penjualan benda oleh kreditur tersebut dapat dilakukan melalui pelelangan umum atau di bawah tangan dengan kesepakatan debitur.

Baca juga: Jenis-jenis asuransi yang perlu milenial tahu

Tugas pemegang fidusia


Pemegang fidusia diatur undang-undang dan memiliki tugas penting (sumber: pexels)

Sebagai pihak yang bertanggung jawab memegang fidusia, pemegang fidusia memiliki tanggung jawab dan tugas yang bersifat etis serta legal. Berikut beberapa tugas pihak pemegang fidusia:

  • Sebagai pihak yang menerima kewajiban fidusia atas nama pihak lainnya, maka wajib bertanggung jawab untuk bertindak dan mengelola aset sesuai dengan kepentingan pemilik.
  • Memastikan tidak ada masalah atau konflik kepentingan yang muncul di antara pemegang fidusia dan pemilik aset.
  • Sesuai dengan aturan hukumnya, pemegang fidusia wajib memberitahu kondisi asli dari aset yang dijual kepada calon pembeli, serta tidak akan mendapatkan keuntungan dari penjualan aset tersebut.
  • Akta fidusia tetap berguna meskipun pemilik aset meninggal dunia, terutama apabila asetnya merupakan bagian dari perkebunan atau hal lainnya yang membutuhkan pengelolaan serta pengawasan.

Baca juga: Apa itu Asuransi? Simak Pengertian, 5 Elemen, Cara Kerja, Fungsi, dan Jenisnya

Contoh jaminan fidusia


Ada banyak contoh praktik jaminan fidusia, salah satunya adalah KPR (sumber: pexels)

Salah satu contoh jaminan fidusia adalah ketika kamu membeli rumah dengan sistem KPR. Pemberi pinjaman atau bank membeli rumah yang ingin ditinggali oleh pengembang. Selanjutnya, pembeli diizinkan untuk menempati dan menggunakan rumah itu seolah-olah itu milik sah. Namun, rumah tetap sepenuhnya di tangan pemberi pinjaman sampai jaminan dilunasi.

Di pihak peminjam, akta perwalian adalah bukti perlindungan, sehingga pemberi pinjaman tidak dapat segera menyita rumah jika terjadi wanprestasi mendadak dalam pembayaran angsuran. Sertifikat adalah dasar dan kekuatan hukum suatu aset atau penyitaan aset jika peminjam tidak dapat membayar kembali pinjamannya.

Baca juga: Mau ambil rumah? Berikut 4 jenis KPR dan persyaratannya!

Demikian penjelasan mengenai fidusia. Fidusia merupakan pertimbangan penting saat mengajukan pinjaman atau kredit. Garansi ini melindungi kedua belah pihak secara setara dan tidak merugikan mereka.

Selain di EKRUT Media, kamu bisa mendapatkan informasi serta tips menarik dari EKRUT di YouTube EKRUT Official. Yuk, kembangkan kariermu bersama EKRUT! Sign up EKRUT sekarang juga, agar kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang sesuai dengan minat kamu.

Sumber:

  • wartaekonomi.co.id
  • merdeka.com
  • prospeku.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_Motif_Ekonomi.jpg

    Lainnya

    Sebutkan 4 Macam Motif Ekonomi? Berikut Informasi Selengkapnya!

    Lita Lia

    06 July 2022
    6 min read
    H1_GMV.jpg

    Lainnya

    GMV (Gross Merchandise Value): Pengertian dan Cara Menghitungnya

    Algonz D.B. Raharja

    06 July 2022
    5 min read
    cover_(11).jpg

    Lainnya

    DP (Down Payment): Definisi, Fungsi, Cara Kerja, dan Keuntungannya

    Detty Risetya

    05 July 2022
    5 min read

    Video