Published on

Lainnya

Frugal Living, Gaya Hidup yang Cocok Diterapkan Anak Muda

Felixitas Yolanda

H1_(1).jpg

Kamu mungkin pernah mendengar gaya hidup minimalis. Bagaimana dengan frugal living? Gaya hidup berhemat yang beberapa tahun belakangan ini sedang naik daun. Frugal secara harfiah memang berarti hemat atau sederhana, tapi bukan berarti pelit atau murahan. Meskipun erat kaitannya dengan hidup berhemat, justru banyak miliarder, CEO serta orang-orang kaya dan berpengaruh di dunia yang menerapkan gaya hidup ini. Meskipun memiliki pendapatan yang tinggi, mereka tidak berfoya-foya dan justru memilih hidup sederhana dengan menerapkan frugal living. Tren gaya hidup ini mungkin cocok juga untuk kamu.

Apa itu frugal living


Frugal living mendorong seseorang untuk mengubah cara mengelola keuangan. (Sumber: Pexels)

Frugal living berarti mengalihkan fokus pada prioritas keuangan yang lebih penting. Gaya hidup hemat bukan melulu soal mengejar diskon atau membeli barang bekas tapi secara sadar memilih untuk mengeluarkan biaya untuk hal-hal yang memang dibutuhkan dan diinginkan. Frugal living mendorong seseorang untuk memikirkan tujuan utama mereka dan mengubah cara mereka mengelola keuangan.

Misalnya, seorang pegawai swasta muda yang bercita-cita memiliki rumah sendiri sebelum usia 30 akan berfokus pada tabungan atau cicilan rumah ketimbang membeli mobil atau barang-barang mewah. Seorang dokter dengan penghasilan tinggi yang ingin pensiun dini akan memilih gaya hidup sederhana dan berinvestasi ketimbang membeli rumah milyaran rupiah.

Baca Juga: Mudah, Ini 6 Cara Dapatkan Penghasilan Tambahan

Manfaat frugal living


Hidup secara frugal ternyata juga membantu mengurangi stres. (Sumber: Pexels)

Selain manfaat ekonomi secara pribadi, ternyata menerapkan frugal living memiliki manfaat lain juga. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Baik untuk lingkungan. Salah satu cara hidup frugal adalah dengan menerapkan reuse, reduce, recycle yang tentunya akan membawa dampak positif bagi lingkungan. Menghemat pengeluaran berarti mengurangi kepemilikan barang-barang pula, yang dalam skala besar dan jangka panjang akan membantu mengurangi demand produk dan pada akhirnya akan mengurangi penggunaan energi dan produksi limbah juga.
  • Mengurangi stres. Keuangan adalah salah satu penyebab stres yang paling umum. Memiliki kehidupan mewah tidak menjamin hidup yang nyaman dan bahagia. Dengan frugal living, kamu menemukan cara-cara berhemat, menambah pundi-pundi tabungan, dan tidak perlu mengejar pendapatan yang lebih tinggi karena apa yang kamu miliki sudah mencukupi.
  • Merealisasikan impian jangka panjang. Frugal living bisa diterapkan jika kamu membutuhkan dana darurat, seperti membayar utang, melunasi kredit, dsb. Tapi menjadikan frugal living sebagai kebiasaan juga akan membantumu meraih impian yang mungkin terlihat sulit seperti membeli rumah, jalan-jalan ke luar negeri, bahkan pensiun dini. Dengan menerapkan frugal living sejak usia 20-an, bukan tidak mungkin kamu bisa pensiun lebih awal dengan jumlah tabungan yang lebih banyak.
  • Menyisihkan dana untuk hal yang lebih berarti. Dengan menyisihkan pendapatan, kamu jadi punya lebih banyak dana untuk hal-hal yang memang lebih penting dan berdampak besar. Daripada belanja baju atau sepatu baru, kamu bisa menggunakan uangmu untuk berdonasi atau berbuat amal. Atau untuk hal-hal yang lebih simpel seperti mengajak keluargamu jalan-jalan, membelikan kado untuk orang tersayang atau menghabiskan lebih banyak waktu bersama orang-orang terdekat.

Baca Juga: 12 Cara Mewujudkan Financial Freedom Dengan Realistis Dan Tepat Guna

Cara menerapkan frugal living dalam kehidupan sehari-hari


Salah satu tips menerapkan frugal living adalah membeli barang second-hand. (Sumber: Pexels)

Nah, sekarang kamu sudah paham tentang manfaat frugal living dan tertarik untuk mencobanya. Lantas bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? Berikut ini beberapa cara mudah mengaplikasikan frugal living.

  • Beralih ke secondhand. Tidak perlu malu membeli barang bekas. Barang-barang bermerek bisa dimiliki tanpa perlu membayar mahal. Beli baju di thrift store atau beli mobil di dealer secondhand.
  • Menyewa, daripada membeli. Jika ada barang yang hanya kamu butuhkan selama beberapa waktu, pertimbangkan untuk menyewa, bukan membeli. Mulai dari baju, peralatan elektronik, perhiasan, mainan anak kini bisa disewa dengan mudah dan lebih murah.
  • Kurangi subscription bulanan. Kamu berlangganan Netflix padahal jarang menonton? Sebaiknya, batalkan langganan atau cari paket sharing yang lebih murah.
  • Cari tahu saat paling tepat untuk belanja. Sebelum membeli sesuatu, cari tahu kapan bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Misalnya, banyak diskon bisa ditemukan menjelang hari raya atau pergantian tahun ajaran sekolah.
  • Beli barang berkualitas tinggi. Pilih barang berkualitas tinggi yang tahan lama atau memiliki nilai investasi. Meskipun harganya lebih mahal, namun jika kamu tahu kamu akan sering menggunakannya dan dalam waktu lama, langkah ini justru lebih bijak daripada membeli barang yang lebih murah namun cepat rusak.
  • Liburan saat off-season. Harga tiket dan akomodasi akan lebih murah di luar musim liburan. Hindari liburan menjelang hari raya besar atau libur kenaikan kelas. Selain itu cari tujuan wisata yang tidak menguras kantong. Piknik, naik gunung, atau museum bisa jadi salah satu pilihan destinasi yang menarik dan tetap hemat.
  • Do it Yourself. Beralih ke DIY untuk hal-hal seperti dekorasi rumah yang cenderung cukup mahal. Selain hemat, DIY juga bisa jadi waktu produktif yang bisa dihabiskan bersama keluarga atau orang-orang terdekat di rumah.

Baca Juga: 10 Cara Mengatur Keuangan Yang Mudah Dan Efektif

Bedanya hidup minimalis dengan frugal living


Frugal living dan minimalis memiliki konsep dan tujuan yang berbeda. (Sumber: Pexels)

Frugal living dan gaya hidup minimalis memang memiliki banyak persamaan dalam penerapannya. Tapi keduanya memiliki konsep dan tujuan yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, berikut ini perbedaan frugal living dan minimalis.

Frugal living Minimalis
Tujuan utama frugal living adalah menghemat pengeluaran Minimalis menekankan gaya hidup yang simpel, stress-free, dan lebih produktif
Frugal living biasanya merupakan reaksi atas masalah keuangan, bukan semata-mata karena kesengajaan Minimalis adalah gaya hidup yang dipilih secara sadar dan proaktif untuk suatu tujuan tertentu
Frugal living bisa dicapai dalam waktu relatif singkat Ada banyak aspek dalam gaya hidup minimalis yang biasanya membutuhkan waktu cukup panjang untuk dapat diterapkan sepenuhnya
Frugal living berfokus memangkas dana dan beralih ke pilihan yang lebih murah

Minimalis tidak berfokus pada penghematan, mereka dapat menghabiskan lebih banyak uang untuk benda yang memiliki nilai pribadi

Itu dia ulasan lengkap seputar frugal living. Apakah gaya hidup ini cocok untuk kamu? Jika kamu sedang memiliki masalah keuangan atau hendak menabung untuk masa depan, siapa tahu frugal living bisa menjadi solusinya!

Penasaran dengan tips dan trik pencarian kerja lainnya? Kamu bisa cari informasi selengkapnya di EKRUT! Daftarkan diri di EKRUT untuk mendapatkan info menarik dan lowongan kerja yang sesuai dengan kemampuan dan minat kamu. Buat para milenial yang sedang mempertimbangkan beli rumah, yuk, simak video menarik berikut ini.

sign up EKRUT

Rekomendasi Bacaan:

Sumber:

  • Wealthsimple
  • USNews
  • The Simple Dollar
  • Minimalis Focus

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_1._Cek_Informasi_Gaji_UMR_Jogja_(Yogyakarta)_dan_Sekitarnya_Tahun_2022.jpg

    Lainnya

    Cek Informasi Gaji UMR Jogja (Yogyakarta) dan Sekitarnya Tahun 2022

    Anisa Sekarningrum

    12 August 2022
    7 min read
    cover_heading_(1).jpg

    Lainnya

    Exchange Traded Fund (ETF): Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan, serta Contohnya

    Chey Yuanita

    10 August 2022
    7 min read
    H1_Pinjaman.jpg

    Lainnya

    9 Pinjaman Online yang Terpercaya dengan Bunga Rendah

    Tio Derma

    01 August 2022
    7 min read

    Video