Published on

startup

Fulfillment: Pengertian, fungsi, alur, dan 5 modelnya dalam e-commerce

Sylvia Rheny

fulfillment_adalah.jpg

Fulfillment berkembang seiring dengan minat para pelaku usaha untuk membuka toko online. Jasa fulfillment adalah pilihan yang bisa dipertimbangkan untuk membantu melakukan operasional mereka dengan tujuan untuk mengoptimalkan penjualan online.

Yuk, ketahui lebih mendalam mengenai pengertian, fungsi, perbedaan, alur, dan model fulfillment dalam e-commerce berikut ini.

Apa itu fulfillment?

Apa itu fulfillment?
Fulfillment adalah jasa pengelolaan back-office operation oleh pihak ketiga. (Sumber: Pexels)

Memenuhi permintaan orderan yang masuk bukan hal yang mudah terlebih pada saat angka orderan melonjak tinggi pada musim tertentu, sehingga dalam beberapa kondisi pemilik usaha atau perusahaan akan kewalahan dalam melakukan pemenuhan orderan dan memilih jasa fulfillment ini, dengan tujuan penghematan budget sewa gudang dan upah karyawan.

Bersumber dari Ginee, fulfillment adalah tempat penyimpanan barang atau produk sementara untuk dikelola oleh pihak gudang fulfillment. Perlu diketahui juga bahwa, fulfillment adalah istilah baru dalam dunia logistik di sektor Business to Business (B2B) atau bisa juga untuk Business to Consumer (B2C).

Sedangkan menurut laman Lodi, proses fulfillment adalah proses transaksi jual-beli online, mulai dari pembelian yang dilakukan oleh pelanggan hingga pengiriman pesanan oleh fulfillment center. Sehingga fulfillment dapat diartikan juga sebagai jasa yang mencakup serangkaian proses pemenuhan pesanan produk dari para pelanggan.

Order fulfillment lebih sering disebut sebagai back-office operation, hal tersebut karena berbagai kegiatan yang berlangsung lebih sering terjadi di belakang atau pergudangan. Proses dari fulfillment adalah dimulai dari masuknya orderan, pengemasan, hingga pengiriman oleh pihak ketiga fulfillment center tersebut. 

Baca juga: Pentingnya Customer Relationship Management bagi bisnis

Fungsi fulfillment

Fungsi fulfillment
Fulfillment adalah salah satu opsi untuk menekan biaya oleh perusahaan. (Sumber: Pexels)

Dalam pengelolaan bisnis online dan terlebih lagi untuk e-commerce dengan model Make-To-Stock (MTS), pelaku bisnis perlu melakukan aktivitas penerimaan, penyimpanan, pengambilan, pengepakan, hingga pengiriman ke pelanggan dan proses tersebut perlu mempekerjakan banyak staf. 

Mempekerjakan banyak staf untuk melakukan operasional di atas tentunya akan memakan banyak biaya. Oleh karena itu, tujuan didirikannya jasa fulfillment adalah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Beberapa fungsi fulfillment adalah sebagai berikut:

  1. Menawarkan biaya yang lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan. 
  2. Menyediakan sumber daya manusia untuk melakukan keseluruhan proses back-office operation. 
  3. Membantu perusahaan atau pemilik bisnis mengatasi fluktuasi musiman karena jasa fulfillment akan melakukan penyesuaian untuk mengatur semuanya.
  4. Membantu bisnis berjalan lebih efektif karena pemilik bisnis bisa berfokus menjalankan bisnis.
  5. Membantu perusahaan menghemat biaya, tenaga, dan pikiran dalam jangka panjang.

Baca juga: 7 Cara berani untuk meminta kenaikan gaji

Perbedaan fulfillment dengan warehouse 

Perbedaan fulfillment dengan warehouse
Perbedaan warehouse dengan fulfillment adalah pada jasa yang ditawarkan. (Sumber: Pexels)

Mungkin sebagian dari kamu masih kesulitan dalam membedakan fulfillment dengan warehouse. Untuk lebih memudahkan kamu memahami perbedaan keduanya, kamu bisa menyimak tabel berikut ini:

Fulfillment Warehouse
Menyediakan manajemen inventaris termasuk penyimpanan barang. Umumnya menyediakan tempat penyimpanan barang saja.
Menyediakan pengemasan barang pesanan dan pengiriman barang. Perlu mengambil barang dan mengirimkannya sendiri ke tempat tujuan.

Baca juga: Customer service dan perannya dalam perusahaan

Alur fulfillment dalam bisnis

Alur fulfillment dalam bisnis
Alur dari fulfillment adalah mulai dari picking hingga shipping. (Sumber: Pexels)

Setelah memahami perbedaan di atas, selanjutnya kamu perlu memahami alur fulfillment dalam bisnis agar kamu dapat mendapatkan gambaran bagaimana jasa fulfillment ini bekerja. Alur fulfillment adalah sebagai berikut:

1. Pengambilan barang (Picking)

Alur pertama dalam fulfillment adalah picking. Adapun yang dilakukan oleh jasa fulfillment adalah menuju ke tempatmu untuk melakukan pick-up terhadap barang-barang yang kamu jual yang siap untuk dikirimkan kepada pelanggan. Kamu perlu mempersiapkan stok cadangan untuk mengantisipasi kehabisan stok barang. 

2. Pengelolaan barang (Inventory Management)

Alur selanjutnya dari fulfillment adalah pengelolaan barang atau inventaris perusahaan. Ini merupakan salah satu proses yang penting dalam bisnis untuk mengatur, menjaga, dan merawat stok barang yang ada. Dengan stock management yang baik, maka akan tercatat dan terhitung juga semuanya dengan jelas. Pada akhirnya, kalkulasi produk mana yang akan menjadi prioritas dan membutuhkan restock hingga produk mana yang kurang menjadi begitu prioritas akan diketahui dengan jelas juga.

3. Pengemasan barang (Packing)

Alur ketiga dari fulfillment adalah packing. Pengemasan barang dilakukan ketika ada pesanan datang, kemudian yang selanjutnya dilakukan oleh pihak jasa fulfillment adalah mulai melakukan pengemasan barang sesuai dengan protokol agar barang dapat sampai ke tangan pelanggan dengan aman. Kamu sebagai pemilik bisnis tidak perlu melakukan apapun terkait pengemasan barang ini karena sudah dilakukan oleh pihak penyedia jasa, namun kamu tetap bisa melakukan monitoring pergerakan. 

4. Pengiriman barang (Shipping)

Alur selanjutnya dari fulfillment adalah shipping. Penyedia jasa fulfillment biasanya sudah memiliki relasi atau kerjasama dengan perusahaan ekspedisi atau logistik untuk menangani proses ini. Sehingga kamu tidak perlu khawatir dan hanya perlu memastikan bahwa order dari pelanggan dikirim sesuai dengan estimasi waktunya. Selain itu, dari fulfillment center juga akan memilah setiap pesanan sesuai dengan logistik yang dipilih pelanggan serta juga dapat membantu proses pengembalian pesanan produk oleh pelanggan.

Baca juga: Pakai teknologi ini untuk bangun kepercayaan pelanggan

5 Model fulfillment dalam e-commerce

5 Model fulfillment dalam e-commerce
Terdapat lima model fulfillment dalam e-commerce. (Sumber: Pexels)

Di dalam e-commerce, terdapat lima model dari fulfillment. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai model-model fulfillment dalam e-commerce, kamu dapat membaca penjelasan singkatnya berikut ini. 

1. Engineer-to-order (ETO)

Dalam model engineer-to-order (ETO) ini, pemenuhan produk dirancang sesuai spesifikasi yang diminta atau diinginkan oleh pelanggan. Jenis bisnis yang sering menggunakan model ini adalah produk-produk perhiasan. Sebagai informasi tambahan, ETO ini juga biasa disebut design to order.

2. Make-to-order (MTO)

Dalam model make-to-order (MTO), perusahaan atau pemilik bisnis hanya akan memulai proses produksi setelah menerima konfirmasi pesanan dari pelanggan untuk suatu produk tertentu. Di sini, berarti pelanggan telah menyetujui bahwa mereka bersedia untuk menunggu produsen atau perusahaan manufaktur untuk menyelesaikan proses produksinya. Intinya, dalam model ini, setelah ada permintaan atau pesanan dari pelanggan, produk baru akan diproduksi.

3. Assemble-to-order (ATO)

Assembly-to-order (ATO) adalah sistem produksi yang menjalankan proses produksi komponen untuk menjamin ketersediaannya dalam stok, dan baru memulai perakitan setelah pesanan permintaan yang diterima. Pembuatan produk berdasarkan modul dan dirangkai dari berbagai komponen yang tersedia. Intinya, pengadaan bahan baku dan proses produksinya menunggu diterimanya pesanan permintaan dari konsumen. 

4. Make-to-stock (MTS)

Make-to-stock (MTS) adalah strategi produksi di mana produk dibuat dan disimpan sebelum order dari pelanggan masuk/diterima. Produk-produk biasanya diproduksi untuk mengisi stok pada inventory.

5. Digital copy (DC)

Dalam Digital copy (DC), salinan digital produk didapatkan dengan cara mengunduh produk dalam bentuk digitalnya, di mana inventory dihasilkan dari digital master.

Baca juga: Begini 5 cara mengoptimalkan social listening

Kesimpulannya, sebagai pemilik bisnis kamu bisa mempertimbangkan jasa fulfillment untuk menjadikan back-office operation menjadi lebih efisien, selain itu kamu juga bisa lebih berfokus untuk mengembangkan bisnismu, seperti mengembangkan produk atau memikirkan strategi pemasaran yang lebih efektif. 

Atau jika kamu ingin mengembangkan karier dalam dunia profesional, kamu bisa mendaftarkan diri melalui EKRUT, karena terdapat berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu. Dapatkan juga tips bermanfaat seputar karier melalui YouTube EKRUTtv. 

sign up EKRUT

Sumber:

  • Shopify
  • Ecommerce-Platforms
  • Red Stag Fulfillment
  • Ginee
  • Lodi

Tags

Share