Published on

Careers

Generasi sandwich: Definisi, ciri, 5 masalah, dan tips manajemen keuangannya

Nur Lella Junaedi

generasi-sandwich-EKRUT.jpg

Apa kamu seorang karyawan yang sudah berkeluarga tetapi harus turut membiayai orang tua? Bila benar kamu termasuk generasi sandwich nih! Lantas apa itu generasi sandwich?

Apa itu generasi sandwich?

generasi sandwich EKRUT 
Generasi sandwich pertama kali dicetus kan oleh Dorothy Miller pada 1981-EKRUT

Generasi sandwich adalah istilah yang pertama kali dicetuskan oleh Dorothy Miller pada 1981. Istilah ini merujuk pada keadaan di mana generasi paruh baya dihadapkan pada tuntutan untuk mendukung orang tuanya sekaligus membesarkan anak-anak mereka, namun tidak menerima dukungan timbal balik sebagai gantinya. Itu sebabnya istilah ini diberikan Miller untuk menggambarkan generasi yang “terjepit” di antara dua keadaan layaknya sandwich

Mereka harus berbakti kepada orang tuanya dengan merawat dan memberi dukungan finansial di samping harus menanggung beban keluarga sendiri berupa pemenuhan kebutuhan finansial, fisik dan emosional anak-anak mereka. Meski Miller sudah mengungkapkan istilah ini sejak lama, akan tetapi setelah hampir 40 tahun berlalu nampaknya istilah ini menggambarkan keadaan yang tengah dialami oleh generasi milenial saat ini.

Sayangnya di masyarakat keadaan ini sering dianggap sebagai kultur, sebab sudah menjadi kewajiban seorang anak untuk berbakti kepada orang tuanya. Padahal awal dari munculnya generasi sandwich ini mana kala orang tua tidak cukup mampu untuk mempersiapkan kehidupannya menjelang tua. Tak jarang generasi sandwich ini sering mengalami kelelahan fisik dan psikis yang membuat mereka mudah stres hingga sakit karena memiliki beban pikiran yang banyak, terutama keuangan. 

Akan lebih sulit lagi bila peran generasi sandwich ini dipikul oleh kaum hawa yang bekerja. Pasalnya mereka jadi punya dua peran besar sekaligus, yakni harus mengurus keluarganya, di samping mereka juga harus mengasuh orang tua yang telah sepuh. 

Baca juga: 7 Tips mengasuh anak bagi orang tua bekerja

Statistik generasi sandwich

Statistik generasi sandwich
Sebagian besar sumber pembiayaan rumah tangga lansia ditopang oleh ART yang bekerja. (Gambar: pexels.com)

Berdasarkan survei Pew Research Center pada 2013 terdapat hampir 47% orang berusia 40-50 tahun memiliki orang tua berusia 65 tahun atau lebih dan di saat yang sama juga sedang membesarkan anak yang berusia 18 tahun atau lebih, 15% diantaranya menanggung kebutuhan finansial keduanya.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Meskipun belum ada data pasti tentang generasi sandwich, namun gambaran besarnya bisa dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Penduduk Lanjut Usia 2017. Beberapa sumber pembiayaan rumah tangga lansia adalah sebagai berikut:

  • 77,82% ditopang oleh anggota rumah tangga (ART) yang bekerja.
  • 14,97% berasal dari kiriman uang atau barang.
  • 6,46% berasal dari dana pensiun.
  • 0,76% dari investasi.

Sedangkan dilihat dari tempat tinggal penduduk lansia adalah sebagai berikut:

  • 36,73% dari penduduk lansia tinggal bersama tiga generasi, seperti misalnya tinggal bersama anak/menantu dan cucu, atau bersama anak/menantu dan orang tua/mertua dalam satu rumah tangga. 
  • 26,91% warga lansia yang tinggal bersama anak atau mantu, atau bersama orang tua atau mertua di satu rumah tangga. 
  • 18,89% lansia tinggal bersama pasangan.
  • 9,80% lansia tinggal sendirian.
  • Dari data yang disajikan oleh BPS di atas, paling tidak bisa didapatkan gambaran mengenai banyaknya generasi sandwich di Indonesia.

3 Ciri generasi sandwich berdasarkan peran yang dimiliki

generasi sandwich EKRUT 
Ada 3 peran yang diemban generasi sandwich salah satunya generasi sandwich tradisional-EKRUT

Menurut Carol Abaya selaku ahli Aging and Elder Care dari Amerika, mengungkapkan ada sekitar tiga peran yang diemban oleh generasi sandwich yakni, 

  • Generasi sandwich traditional
    Generasi sandwich ini adalah orang dewasa berusia sekitar 40- 50 tahunan yang berada di antara orang tua mereka yang telah lanjut usia, dan anak-anak mereka yang membutuhkan dukungan keuangan dan sebagainya

  • The club sandwich generation
    Tipe generasi sandwich ini ditujukan bagi orang dewasa yang lebih tua berusia sekitar 50 hingga 60 tahunan terjepit di antara orang tua mereka yang telah lanjut usia, anak-anak mereka yang mulai dewasa dan kehadiran cucu. Istilah ini bisa juga disebutkan bagi generasi sandwich yang berusia sekitar 30-40 tahunan terjepit di antara anak yang lebih muda, orang tua yang lanjut usia dan kehadiran kakek nenek

  • The open face sandwich generation
    Mereka adalah siapa saja yang secara profesional terlibat dalam perawatan lansia

Baca juga: Sudah tahu plus minus BPJS Kesehatan?

Siapa saja yang termasuk generasi sandwich?

Siapa saja yang termasuk generasi sandwich?
Generasi sandwich adalah generasi yang terlibat tanggung jawab finansial untuk dua generasi. (Gambar: pexels.com)

Jika kamu berada di middle age dan merasa terhimpit (sandwiched) karena mau tidak mau kamu harus menghidupi dua generasi dari sisi finansial seperti kebutuhan sehari-hari hingga kebutuhan layanan kesehatan, maka kamu tergolong sebagai generasi sandwich. Pada intinya, bagi kamu yang sedang terlibat mengurus finansial dua generasi (baik generasi di atas dan di bawah kamu), itu berarti kamu sudah terjebak dalam generasi sandwich.

5 Masalah yang dialami generasi sandwich

generasi sandwich EKRUT 
Tak jarang generasi sandwich mengalami berbagai macam masalah dalam hidupnya-EKRUT

Beban untuk mengurus kebutuhan orang tua dan keluarga sendiri menjadi tantangan yang besar bagi generasi sandwich. Tak heran bila mereka sering menemukan berbagai macam masalah yang dihadapi mulai. Beberapa masalah umum tersebut, di antara lain: 

1. Tingkat kebahagian menurun

Ketika para generasi sandwich ini dihadapkan pada kewajiban untuk mengurus dan menghidupi anak serta orang tuanya, tak jarang mereka akan merasa kewalahan dan merasakan beban yang lebih berat daripada rekannya yang bukan tergolong generasi sandwich. Hal ini berdampak pada tingkat kebahagiaan mereka yang menurun. 

2. Kesulitan dalam membagi waktu untuk keluarga

Begitu banyak hal yang dipikirkan dan harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan finansial dua generasi, menyebabkan mereka jadi kesulitan untuk membagi waktu dengan baik bersama pasangan, orang tua dan anak mereka. 

3. Sulit mengatur waktu untuk diri sendiri 

Terkadang, mereka merasa tidak memiliki waktu untuk diri sendiri karena waktu mereka sudah dihabiskan untuk mencari nafkah dan merawat anak serta orang tua mereka.

4. Rentan merasa tertekan

Masalah psikologi ini juga rentan menghampiri mereka karena adanya tuntutan dari dua arah. Mereka harus memikirkan masalah anak dan orang tua secara bersamaan. Tidak jarang pula tekanan yang mereka rasakan datang dalam waktu yang bersamaan.

5. Kesulitan secara finansial

Tidak sedikit orang yang hidup dengan penghasilan yang pas-pasan dan terjebak dalam generasi sandwich ini. Untuk itu, mereka dituntut agar bisa merencanakan keuangan dengan sebaik mungkin agar tetap dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga, orang tua dan juga anaknya.

Millennial sebagai new sandwich generation

Millennial sebagai new sandwich generation
Generasi milenial mendapatkan tantangan yang lebih berat sebagai generasi sandwich yang baru. (Gambar: pexels.com)

Generasi milenial, atau orang yang lahir pada tahun 1980 sampai 2000, adalah salah satu yang terdampak oleh pandemi COVID-19. Generasi milenial bahkan bisa mendapat tantangan yang lebih berat mengingat status mereka sebagai generasi sandwich yang baru. Untuk itu manajemen keuangan yang baik diperlukan oleh generasi milenial agar tidak semakin terjebak dan hidup dalam himpitan. Beberapa langkah berikut ini bisa dilakukan oleh milenial untuk memotong rantai generasi sandwich:

Menghitung dengan cermat biaya hidup sehari-hari. Gunakan metode Elizabeth Warren untuk menghitung pengeluaran bulanan yaitu 50% untuk needs (kebutuhan), 20% untuk savings (tabungan), dan 30% untuk wants (keinginan). Menyiapkan generasi bawah (anak-anak) untuk hidup hemat/sederhana dan tidak memprioritaskan kebutuhan sekunder dan tersier.
Menabung untuk menyiapkan dana darurat. Hal ini bisa diperoleh dengan cara mengasah kreativitas dan hobi yang dimiliki untuk diubah menjadi penghasilan. 

Cara menghilangkan stres bagi generasi sandwich

generasi sandwich EKRUT 
Ajak orang tua untuk mau tinggal bersama agar bisa mengurangi beban keuangan-EKRUT

Agar bisa menghadapi berbagai permasalah di atas, ada baiknya generasi sandwich menerapkan berbagai solusi seperti: 

  • Pertimbangkan untuk meminta orang tua agar mau tinggal bersama dengan kamu dalam satu rumah sehingga bisa lebih menghemat keuangan sehari-hari
  • Mempertimbangkan untuk mengambil asuransi kesehatan bagi seluruh anggota keluarga, tak terkecuali orang tua
  • Membangun komunikasi yang terbuka tentang harapan dan perasaan anggota keluarga untuk menekan masalah yang timbul
  • Membeli alat bantu dengar bagi orang tuamu bila mulai mengalami kekurangan indra pendengar, agar mereka tetap waspada terhadap lingkungan dan mempermudah komunikasi
  • Dukung anak-anak untuk bisa dewasa secara finansial dengan mengajarkan mereka sebagai generasi produktif sehingga bisa mandiri
  • Memberikan kebebasan bagi pemegang keuangan di rumah, untuk menetapkan batasan masing-masing pihak mendapat dukungan secara finansial setiap bulannya

Adapun solusi yang paling berpengaruh dari semua hal di atas yakni memberi dukungan satu sama lain. Sehingga apabila beban dirasa semakin berat salah satu motivasi yang tetap dipegang teguh adalah semangat kebersamaan antar keluarga. 

Baca juga: 6 Cara menghilangkan stres dengan cepat dan ampuh

Tips mengelola keuangan untuk generasi sandwich

generasi sandwich EKRUT 
Ajarkan anak sedini mungkin tentang arti uang dan cara menabung-EKRUT

Minim disinggung namun masalah yang paling rentan dihadapi oleh generasi sandwich yaitu tentang keuangan. Beberapa tips di bawah ini bisa membantumu untuk meringkankan beban keuangan di keluarga, 

  1. Ajak orang tua berkomunikasi, terkait aset harta yang dimiliki. Diskusikan dengan baik berapa persen kebutuhan yang harus ditanggung olehmu dan kira-kira aset harta apa saja yang bisa dimaksimalkan untuk menambah keuangannya
  2. Ajak anak berdiskusi tentang keuangan, perihal bagaimana uang itu didapatkan dan cara menggunakannya dengan benar. Bila perlu kamu bisa memberikan mereka tabungan pribadi serta memberitahu perbedaan mendasar dari kebutuhan dan keinginan
  3. Tekan pengeluaran rumah tangga yang sekiranya bisa dikurangi untuk membuat anggaran keluarga tetap aman
  4. Terus menabung untuk kebutuhan jangka panjang, terutama mempersiapkan dana darurat bila suatu hari nanti terjadi peristiwa yang urgen menimpa keluargamu 
  5. Jangan ragu untuk meminta bantuan kepada saudara kandung mengenai biaya perawatan dari orang tua. Bagaimanapun juga beban ini tidak dapat kamu tanggung sendiri

Tingkat kebahagian generasi sandwich

generasi sandwich EKRUT
31 persen generasi sandwich mengatakan bila mereka sangat bahagia dengan hidup mereka-EKRUT

Meski beberapa narasi di atas menunjukan bila generasi sandwich bukanlah generasi yang cukup bahagia karena masalah yang dihadapi, namun dalam riset yang dilakukan Pew Research Center menunjukan bahwa, sekitar 31 persen generasi sandwich mengatakan mereka sangat bahagia dengan hidup mereka, dan sekitar 52 persen mengatakan bila mereka cukup bahagia.  Hasil riset ini tidak jauh berbeda dengan yang dirasakan oleh orang dewasa yang bukan generasi sandwich, dimana sekitar 28 persennya merasa sangat bahagia dan sekitar 51 persen merasa sangat senang. 

Baca juga: Ini pentingnya kebahagiaan karyawan bagi perusahaan

Bila melihat dari hasil riset di atas, cukup membuktikan bahwa merawat anak dan orang tua di rumah dapat menumbuhkan ikatan keluarga yang lebih dekat antar generasi. Meski begitu tidak dipungkiri generasi sandwich ini memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Namun, apalah artinya kita tanpa keluarga bukankah mereka adalah harta terbesar di dunia ini?

generasi sandwich EKRUT
Last update: 5 September 2021

Sumber:

  • aplaceformam
  • seniorliving.org
  • investopedia.com
  • family.jrank.org
  • discover.com

Tags

Share