Lainnya

Mengenal Gestun (Gesek Tunai) dan 3 Alasan Mengapa Metode Ini Dilarang

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Detty Risetya

Writing articles, review product, copywriter, digital marketing, SEO writing and web content writer.

cover_(3).jpg

Dalam praktik transaksi modern, gestun adalah salah satu metode pengambilan uang dengan kartu kredit. Bila kamu butuh uang tunai dan ingin menarik uang tunai di merchant, maka gestun adalah alternatif mengambil uang yang praktis. Meskipun cepat dan mudah, ternyata praktik gestun merupakan jenis transaksi yang berisiko. Bahkan, dilarang oleh Bank Indonesia.

Pasalnya, terkadang sejumlah oknum tidak bertanggung jawab menyalahgunakan data kartu kredit untuk penipuan. Tanpa disadari pemilik kartu kredit, oknum tersebut menyalin data kartu kredit ketika dipakai gestun, sehingga dapat menarik uang si pemilik kartu kredit tanpa diketahui.

Pihak Bank Indonesia merekomendasikan pemilik kartu kredit agar tidak melakukan gesek tunai. Kartu kredit hanya disarankan untuk transaksi pembayaran saja, seperti membayar tagihan bulanan, membayar belanja, membayar premi asuransi, atau lainnya. 

Apa itu gestun (gesek tunai)?


Pemilik kartu kredit melakukan pembayaran transaksi dengan gesek tunai. (Sumber: Freepik)

Gestun adalah aktivitas menggesek kartu kredit pada mesin EDC (Electronic Data Capture) yang seakan-akan sedang berbelanja. Padahal, metode ini dilakukan untuk memperoleh uang tunai dari merchant tersebut. Walaupun pemilik kartu kredit bisa melakukan pembayaran transaksi dengan gesek kartu kredit, namun Bank Indonesia tidak mengizinkan gesek tunai.

Praktik gesek tunai atau gestun adalah tindakan kecurangan. Seolah-olah pemilik kartu kredit sedang berbelanja sesuatu di merchant tersebut, padahal ia tidak sedang membeli apapun. Jadi, pada dasarnya praktik gestun adalah berpura-pura membeli sesuatu di merchant tertentu dengan menggesek kartu kredit agar bisa mengambil uang tunai dari merchant tersebut.

Baca juga: Kenali CVV dan CVV di Kartu Kredit agar Kartu Kredit Aman!

Alasan banyak orang memilih gestun


Gestun adalah transaksi tarik tunai lewat mesin EDC di merchant. (Sumber: Freepik)

Ada banyak alasan mengapa pemilik kartu kredit senang melakukan proses gestun. Meskipun tujuannya sama untuk menarik uang tunai, tetapi gestun adalah kegiatan menarik uang tunai yang tidak terkena biaya administrasi bank.

Perlu diingat, gestun sangat berbeda bila dibandingkan tarik tunai. Metode tarik tunai dicatat sebagai transaksi tarik tunai lewat kartu kredit di mesin ATM. Sedangkan gestun adalah transaksi tarik tunai lewat mesin EDC di merchant. Mirip seperti pada saat sedang berbelanja atau membayar barang belanjaan, sehingga tidak akan dicatat sebagai transaksi tarik tunai.

Dengan kata lain, metode gestun adalah praktik kecurangan karena telah mengelabui pihak bank. Berikut ini alasan banyak orang memilih gestun.

1. Suku bunga rendah

Jika dibandingkan transaksi tarik tunai di ATM, maka suku bunga gestun lebih rendah. Sejumlah bank membebankan suku bunga tarik tunai lewat ATM 2.95%. Sementara, bunga transaksi ritel saat berbelanja sebesar 2.25%, termasuk ketika gestun. Karena perbedaan bunga inilah, banyak orang yang akhirnya memilih gestun.

2. Tidak ada batasan nominal

Ini adalah salah satu alasan banyak orang memilih gestun. Sebab, dapat mengambil uang tunai dalam jumlah besar sekalipun. Bila tarik tunai kartu kredit di ATM dibatasi hanya sekitar 50-60%, maka tidak ada batasan untuk gestun alias bebas penarikan uang. Jadi, jika ada pemilik kartu kredit yang butuh uang tunai dalam jumlah besar, maka tidak perlu mempermasalahkan soal limit kartu kredit.

3. Biaya lebih murah

Biaya tarik tunai lewat mesin EDC untuk gestun adalah sebesar 3%. Sementara, jika tarik tunai kartu kredit lewat ATM biayanya sebesar 4%. Karena biaya yang lebih murah, banyak orang memilih gestun untuk mengambil uang. Contoh, jika kamu mengambil uang sebesar Rp1 juta lewat gestun, maka kamu akan mendapatkan Rp970 ribu, sebab Rp30 ribu diserahkan kepada pihak merchant sebagai imbalan jasa penarikan uang.

Baca juga: Mengenal kejahatan skimming ATM dan 7 cara menghindari kejahatan skimming

3 Alasan kenapa gestun dilarang?


Gestun adalah salah satu tindak kecurangan karena mengelabui pihak bank. (Sumber: Freepik)

Adapun beberapa alasan pelarangan gestun adalah sebagai berikut.

1. Terjerat hutang

Jumlah penarikan uang tanpa batasan membuat pemilik kartu kredit sulit mengontrol pengeluaran, termasuk ketika penghasilan tak mampu melunasi hutang. Pada gilirannya, gestun akan membuat nasabah terjerat hutang menumpuk.

2. Rentan tindak kecurangan

Melakukan tindakan gestun adalah salah satu tindak kecurangan karena mengelabui pihak bank.

3. Merugikan bank dan negara

Selanjutnya, alasan pelarangan gestun adalah dapat merugikan bank dan negara. Pada dasarnya, pihak nasabah juga akan dirugikan karena menarik uang melampaui batasan atau limit kartu kredit yang ditetapkan.

Baca juga: Mengenal Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Kartu Debit

Ciri-ciri praktik gestun


Korban penipuan gestun terkadang diiming-imingi cashback besar oleh oknum tertentu. (Sumber: Freepik)

Perlu diketahui ciri-ciri praktik gestun adalah sebagai berikut.

1. Ada oknum yang menanyakan data pribadi

Dalam praktik perbankan, menanyakan data pribadi sangat mencurigakan. Terlebih seperti nama ibu kandung, alamat, nomor telepon, dan lainnya. Jadi, jika sampai ada pihak atau oknum yang menelepon dan menanyakan data-data pribadimu, sebaiknya kamu curiga praktik gestun.

2. Menawarkan uang tunai tanpa limit

Sejumlah oknum tak bertanggung jawab mengiming-imingi korban gestun dengan penarikan dana nominal besar tanpa limit. Syaratnya juga sangat mudah dan cepat. Bila ada orang yang menawarkan hal ini, kamu patut waspada praktik gestun.

3. Cashback jasa paylater yang besar

Korban penipuan gestun terkadang diiming-imingi cashback besar oleh oknum tertentu. Misalnya, modus gestun dari jasa paylater atau agen travel wisata. Sementara itu, platform resmi manapun tidak ada yang menawarkan cashback besar atau cicilan online yang terlampau murah.

Baca juga: Pilihan cara pembayaran di zaman digital, sudah coba semua?

Tips agar tidak terjebak penipuan gestun


Lebih waspada jika ada promo atau tawaran yang mengiming-imingi hadiah menggiurkan. (Sumber: Freepik)

Bagaimana agar bisa waspada dan tidak terkena jebakan gestun? Simak tips-tipsnya berikut ini.

1. Cerdas menjadi konsumen

Sebagai konsumen, kamu juga perlu mempertimbangkan kemampuan keuangan. Jika kondisi keuanganmu masih terbatas, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk berbelanja secara impulsif. Apalagi, barang-barang mewah yang terlalu mahal. Hal ini penting untuk melindungi keuangan di masa kini dan nanti.

2. Lebih waspada jika ada promo tertentu

Seringkali penipuan gestun mengatasnamakan pihak perbankan atau merchant tertentu. Karena itu, kamu harus lebih waspada jika ada promo atau tawaran yang mengiming-imingi hadiah menggiurkan. Sebaiknya baca teliti persyaratan dan jangan langsung percaya.

3. Cari informasi

Jangan ragu untuk melakukan cross-check atau menggali informasi lebih dalam tentang promosi atau tawaran dari pihak-pihak tertentu. Hal ini penting untuk mengonfirmasi kebenaran promosi yang disampaikan. Kamu bisa menghubungi call center, customer service, atau pihak resmi yang terkait.

Baca juga: Ketahui kelebihan dan kekurangan cashless agar lebih cermat

Demikianlah pembahasan mengenai gestun atau gesek tunai. Semoga informasi di atas dapat membantumu, ya!

Selain dari artikel EKRUT Media ini, kamu masih bisa memperoleh informasi dan berbagai tips bermanfaat lainnya melalui YouTube EKRUT Official. Nah, jika ingin mengembangkan karier dan mencari pekerjaan baru, kamu cukup sekali sign up di EKRUT untuk mendapatkan lebih dari satu kali undangan interview oleh berbagai perusahaan ternama!

Sumber:

  • lifepal.co.id
  • akseleran.co.id
  • simulasikredit.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_1._Cost_Structure_Definisi__Fungsi__Jenis__Elemen_dan_Contohnya.jpg

    Expert's Corner

    Cost Structure: Definisi, Fungsi, Jenis, Elemen dan Contohnya

    Anisa Sekarningrum

    18 November 2022
    5 min read
    pexels-thibault-luycx-3975062.jpg

    Lainnya

    Economies of Scale: Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Keuntungan Melakukannya

    Fakhrizal Muttaqien

    17 November 2022
    5 min read
    H1_Laporan_Keuangan.jpg

    Lainnya

    6 Contoh Laporan Keuangan Beserta Panduan dalam Penyusunannya

    Algonz D.B. Raharja

    17 November 2022
    5 min read

    Video