Careers

Grit Adalah: Pengertian, Pentingnya, Karakteristik, dan Cara Menumbuhkannya

Published on
Min read
6 min read
time-icon
pexels-monstera-6282012_(1).jpg

Ketika kamu melamar pekerjaan, tentunya bukan hanya technical skills saja yang dilihat oleh recruiter. Softskill yang kamu miliki juga akan menjadi pertimbangan bagi seorang recruiter ketika memilih kandidat. Salah satu softskill yang akan membuatmu disukai oleh recruiter atau atasanmu adalah grit.

Secara umum, grit adalah tingkat kegigihan dan ketekunan seseorang dalam bekerja. Bagi sebagian orang, mungkin istilah grit masih cukup asing, karena memang belum lama diperkenalkan di dunia profesional. Maka dari itu, pada artikel kali ini akan dibahas tentang grit, dari mulai pengertian, pentingnya grit dalam karier, karakteristik, hingga cara menumbuhkannya. Jadi, langsung saja simak pembahasannya di bawah ini!

Baca juga: Tips menguasai soft skill yang paling dicari perusahaan di 2022

Pengertian grit


Grit adalah sikap gigih dan tekun ketika mengerjakan sesuatu (sumber: pexels)

Grit adalah istilah yang dipopulerkan oleh Angela Duckworth, seorang psikolog dan peneliti asal Amerika. Dalam bukunya Grit: Passion, Perseverance, and the Science of Success, Angela mengatakan bahwa grit adalah tentang mengerjakan sesuatu yang sangat kamu pedulikan, sehingga kamu menjadi loyal pada pekerjaan tersebut.

Lebih jauh lagi, grit diartikan sebagai semangat dan ketekunan untuk tujuan yang bermakna dalam  jangka panjang. Grit adalah kemampuan untuk bertahan pada sesuatu yang kamu minati dan bersabar ketika menghadapi rintangannya. Grit bukan hanya tentang bergairah dalam melakukan suatu pekerjaan, tetapi juga tentang komitmen. Ketika kamu memiliki level grit yang tinggi, kamu bisa tetap berkomitmen pada pekerjaanmu, meskipun menghadapi rintangan yang sulit atau membosankan.

Grit juga bermakna ketekunan. Artinya, kamu berpegang teguh untuk bekerja keras, bahkan setelah mengalami kesulitan atau kegagalan. Linda Kaplan Thayer dan Robin Koval, dalam bukunya berjudul Grit to Great menjabarkan grit sebagai singkatan dari guts (keberanian), resilience (ketangguhan), initiative (inisiatif), dan tenacity (kegigihan).

Baca juga: 5 Manfaat memiliki kemampuan inisiatif dalam dunia kerja beserta cara meningkatkannya

Pentingnya grit dalam membangun karier


Grit dapat menjadi pendorong kesuksesan dalam karier (sumber: pexels)

Grit adalah pendorong untuk mencapai kesuksesan. Kesuksesan ini bersifat umum, tergantung dari apa yang ingin kamu capai, misalnya dalam karier, kesuksesan yang kamu harapkan adalah kenaikan jabatan. Namun, bukan berarti kecerdasan, keterampilan, atau bakat, tidak mempengaruhi kesuksesan. Mungkin kamu bisa melakukan sesuatu lebih mudah jika memiliki kecerdasan, keterampilan, dan bakat, tetapi untuk bisa melakukannya dengan baik dan terus berkembang, kamu membutuhkan grit. Tanpa grit, itu semua hanya akan jadi potensi yang tidak keluar dengan maksimal.

Antusias ketika mengerjakan sesuatu itu penting, tetapi mempunyai ketekunan dan daya tahan untuk mengerjakan hal yang sama dalam jangka panjang tidak kalah penting. Misalnya, pertama kali kamu berkarier sebagai programmer mungkin kamu sangat antusias karena itu pekerjaan yang sesuai passion-mu. Namun, untuk melakukan pekerjaan yang sama hingga terus berkembang, membutuhkan ketekunan dan tekad yang kuat. Tingkat ketekunan itulah yang dinamakan grit.

Baca juga: Pengertian Passion dan 15 Alasan Pentingnya Passion dalam Dunia Kerja

Karakteristik seseorang yang memiliki grit


Salah satu karakteristik grit adalah tangguh dalam menghadapi kesulitan (sumber: pexels)

Seseorang yang memiliki level grit yang tinggi tercermin pada karakteristiknya sehari-hari. Di antara karakteristik seseorang yang memiliki grit adalah sebagai berikut.

1. Berani

Berani di sini bukan berarti keberanian secara fisik, tetapi keberanian dari segi mental. Seperti berani mengambil kesempatan yang baik meskipun berisiko, berpegang teguh pada visimu, berani mengambil sikap, meskipun itu tidak populer, atau melakukan hal yang menurutmu benar, meskipun ada pilihan lain yang lebih mudah. Memiliki keberanian bukan berarti tidak punya rasa takut, tetapi orang yang berani adalah orang berhasil mengalahkan rasa takutnya. Keberanian di sini meliputi kesabaran, menerima dengan lapang dada jika salah, berani memaafkan, dan berani untuk berkata “tidak”.

2. Kesadaran

Kesadaran didefinisikan sebagai kepribadian yang teliti, hati-hati, dan waspada. Seseorang yang memiliki sikap ini akan melakukan tugasnya sebaik mungkin, teliti, efisien, dan terorganisir. Orang memiliki kesadaran pada pekerjaannya memiliki hasrat untuk melakukan hal yang benar dan tidak pernah menganggap enteng tugasnya.

Baca juga: Bisa Jadi Penentu Masa Depan, Simak Tujuan, Manfaat Pohon Karier, dan Contohnya Di Sini!

3. Tekun

Ketekunan adalah sikap untuk tetap berpegang teguh pada tujuan, meskipun sulit dan banyak rintangan yang harus dihadapi. Ketekunan mungkin identik dengan rasa sakit dan penderitaan, tetapi orang yang memiliki level grit yang tinggi dapat melihatnya dari perspektif lain. Bagi orang yang tangguh dan tabah, ketekunan adalah perjuangan yang bisa menuntun mereka menuju kebahagiaan. Misalnya, kamu ingin menjadi seorang ahli komputasi, untuk mencapai tujuan itu kamu rela untuk mengambil berbagai course, rajin latihan, belajar sambil bekerja, dan lain-lain. Kamu melakukannya dengan tekun karena punya tujuan yang ingin dicapai.

4. Tangguh

Seseorang yang tangguh adalah ia yang punya daya tahan kuat dan bisa pulih dengan cepat dari kesulitan yang dialami. Biasanya, orang yang tangguh memiliki prinsip dan keyakinan kuat yang tidak bisa dihancurkan. Jika kamu memiliki ketangguhan, kamu akan melihat kesulitan sebagai batu loncatan untuk menjadi yang lebih baik. Sehingga, kamu pun tidak berusaha mengendalikan apa yang ada di luar dirimu, tetapi kamu akan berfokus pada yang bisa kamu kendalikan. Kamu tidak akan mudah menyalahkan kehidupan, sebaliknya, kamu akan selalu mencari jalan keluar dari kesulitan yang dialami.

5. Bersemangat

Seseorang bisa bersemangat saat melakukan sesuatu memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya. Mereka memiliki nilai-nilai dan kepercayaan dalam dirinya, serta hidup dengan membawa kepercayaannya itu. Mereka juga menyadari bahwa dirinya tidak sempurna dan terus berkembang, serta melihat kehidupan sebagai serangkaian kesempatan dan pilihan. Orang yang bersemangat didorong oleh tujuan dan berorientasi pada hasil. Mereka tidak akan membiarkan apa pun menghentikan mereka dan selalu antusias untuk mencapai tujuannya.

Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Creative Thinking dan Pentingnya dalam Dunia Kerja

Cara menumbuhkan grit di dalam diri


Grit dapat dilatih dan ditumbuhkan (sumber: pexels)

Setelah kamu mengetahui karakteristik seseorang yang memiliki sikap grit, mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana cara menumbuhkan grit di dalam diri. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa tips untuk menumbuhkan grit di dalam diri.

1. Tentukan tujuanmu

Untuk menumbuhkan grit di dalam dirimu, hal yang penting dan mendasar adalah tujuan. Kamu harus punya tujuan ketika mengerjakan sesuatu, misalnya ingin mendapat penghargaan atau naik jabatan. Tujuan ini yang akan menjaga semangatmu agar tidak kehilangan arah. Tujuan ini juga yang akan membangkitkan semangatmu saat kamu mulai lelah.

2. Enjoy dengan apa yang kamu kerjakan

Setelah memiliki tujuan, cobalah untuk enjoy dengan apa yang kamu kerjakan. Jika kamu tidak enjoy, tidak mungkin akan mendapatkan hasil yang maksimal. Sikap grit dalam dirimu bisa muncul jika diawali dengan melakukan sesuatu sesuai dengan passion. Jika kamu sudah mengerjakan sesuatu sesuai dengan passion, kamu akan enjoy dengan apa yang kamu lakukan. Jika sudah enjoy, sikap grit pun akan muncul dari dalam dirimu.

3. Mau terus belajar dan berlatih

Selain passion, dalam melakukan sesuatu juga kamu harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan berlatih. Misalnya dalam berkarier, jika kamu hanya bekerja karena sesuai passion saja, mungkin kamu akan bosan dan tidak akan mendapat pencapaian apapun. Keinginan untuk terus belajar dan berlatih ini akan membuatmu terus berkembang.

4. Memiliki mindset optimis

Dalam perjalanan hidup, manusia pasti mengalami ups-and-downs, baik itu dalam karier, kehidupan, pertemanan, bahkan asmara. Memiliki mindset yang optimis terhadap apa yang dialami dapat membuatmu terus berjalan dan tidak menyerah, bahkan setelah mengalami hal buruk sekalipun. Mungkin selalu berpikir optimis tidak mudah, karena ada kalanya kamu merasa sangat terpuruk dengan apa yang terjadi. Jadi, tidak ada salahnya untuk bersedih dan rehat sejenak dari apa yang membuatmu kecewa. Namun, kamu juga harus memberikan kesempatan dirimu untuk bangkit. Mindset optimis yang kuat akan membawamu menjadi pribadi yang grit.

Baca juga: Growth Mindset atau Fixed Mindset untuk Kesuksesan Karier?

Itulah pembahasan tentang grit, dari mulai pengertian, pentingnya grit di dalam karier, karakteristik, hingga cara menumbuhkan grit dalam diri. Memiliki sikap grit tentunya akan membantumu untuk mencapai tujuan hidupmu, terutama di dalam karier. Jadi, sudahkah kamu memiliki karakteristik grit?

Demikian artikel EKRUT Media,  dapatkan juga berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • forbes.com
  • sacap.edu.za
  • newharbinger.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    BEP_(Break_Event_Point)_Pengertian__konsep__tujuan__3_komponen_dan_cara_perhitunganya.jpg

    startup

    BEP (Break Event Point): Pengertian, Tujuan, dan 3 Komponennya

    Sylvia Rheny

    06 December 2022
    5 min read
    tipe-tipe-kepemimpinan-EKRUT.jpg

    Careers

    10 Tipe Kepemimpinan Dalam Tim, Kamu Termasuk yang Mana?

    Tsalis Annisa

    06 December 2022
    5 min read
    cara-membuat-grafik-di-excel---EKRUT.jpg

    Technology

    Cara Membuat Grafik di Excel dengan Mudah Beserta Contohnya

    Maria Tri Handayani

    05 December 2022
    6 min read

    Video