Careers

Harga Pokok Penjualan (HPP): Pengertian, 3 Komponen, dan Cara Menghitungnya

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Ningtyas Dewanasari Kinasih

A newcomer in content writing who studied tourism. Very keen to learn about this field.

Harga_Pokok_Penjualan-HPP_Pengertian__3_komponen__dan_cara_menghitungnya.jpg

Setiap perusahaan yang hampir menjual habis produknya dan produksi telah dilakukan secara maksimal, pastinya mengharapkan keuntungan yang tinggi. Namun, terkadang keuntungan yang diraih rendah atau tidak sesuai dengan ekspektasi. Nah, hal tersebut bisa saja karena harga jual yang kamu tentukan belum tepat.

Sehingga penting untuk kamu mengetahui cara menghitung HPP (harga pokok penjualan) terlebih dahulu. Saat suatu bisnis mengetahui cara menghitung HPP, maka dapat menentukan seberapa efisien proses produksi produk. Untuk mengetahui lebih jauh seputar HPP, perhatikan pengertian, komponen, dan penghitungannya berikut ini.

Apa itu Harga Pokok Penjualan (HPP)?


HPP adalah biaya langsung yang dikeluarkan saat proses produksi. (Sumber: Pexels)

Melansir dari investopedia.com, harga pokok penjualan (HPP) atau cost of goods sold (COGS) mengacu pada biaya yang langsung dikeluarkan untuk memproduksi barang. Termasuk didalamnya biaya bahan mentah dan tenaga kerja yang digunakan untuk membuat produk. Sedangkan biaya distribusi dan pemasaran tidak termasuk dalam HPP.

HPP akan dipotong dari revenue (penjualan) untuk menghitung laba kotor dan margin kotor. Harga pokok penjualan yang lebih tinggi, akan menghasilkan margin yang lebih rendah. Harga pokok penjualan merupakan biaya untuk memperoleh atau memproduksi yang dijual oleh perusahaan selama satu periode. Sehingga biaya yang termasuk dalam penghitungan HPP hanyalah yang terkait langsung dengan proses produksi.

Baca juga: 5 Faktor produksi yang berpengaruh pada pengembangan bisnis

Cost of goods sold terdapat pada laporan laba rugi sebagai elemen utama dari operational cost atau biaya operasi, yang mana HPP kerap pula disebut dengan biaya penjualan. HPP sendiri harus dihitung dengan baik dan tepat oleh setiap usaha.

Pentingnya menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)


Menghitung HPP dapat digunakan untuk memprediksi laba yang diperoleh suatu bisnis. (Sumber: Pexels)

Mengetahui harga penjualan pokok penting untuk setiap usaha. Hal itu karena harga pokok penjualan merupakan suatu metrik penting pada laporan keuangan karena akan dikurangkan dari pendapatan perusahaan yang digunakan untuk menentukan laba kotor.

Laba kotor tersebut akan menjadi ukuran profitabilitas yang akan mengevaluasi efisiensi perusahaan dalam mengelola tenaga kerja dan bahan-bahan selama produksi.

Harga pokok penjualan bertujuan untuk mengukur biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan selama keseluruhan proses produksi, menentukan harga jual, dan mengendalikan biaya pembelian juga tenaga kerja. Harga pokok penjualan akan diatur oleh setiap perusahaan agar sesuai dengan target market dan diterima oleh konsumen dengan baik.

Selain itu, memahami HPP membantu analis, investor, dan manajer dalam memperkirakan laba perusahaan. Apabila harga pokok penjualan meningkat, berarti pemasukan bersih akan menurun. Biasanya setiap bisnis akan berusaha untuk menjaga agar HPP tetap dalam kondisi yang rendah, sehingga laba bersih akan meningkat.

3 Komponen dalam Harga Pokok Penjualan (HPP)


Persediaan akhir barang dalam akhir periode menjadi salah satu komponen HPP. (Sumber: Pexels)

Nah, sebelum melakukan penghitungan HPP, kamu perlu mengetahui komponen yang harus ada. Adapun tiga komponen perhitungannya, antara lain:

1. Persediaan akhir barang

Komponen pertama harga pokok penjualan adalah persediaan akhir barang atau produk yang berarti produk yang tersedia pada akhir periode. Akhir periode yang dimaksud tergantung dari tiap-tiap bisnis, bisa di akhir bulan atau akhir tahun. Dengan kata lain, persedian akhir barang adalah persediaan atau stok produk yang ada di akhir periode tahun berjalan.

2. Persediaan awal barang


Mengetahui stok awal barang adalah komponen utama untuk melakukan penghitungan. (Sumber: Pexels)

Perlu kamu pahami bahwa persediaan awal produk adalah komponen utama yang harus ada dalam perhitungan harga pokok penjualan. Ketersediaan atau stok barang merupakan hal penting dalam sebuah bisnis dagang. Perusahaan harus memastikan bahawa stok yang dimiliki sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan meminimalisir risiko kekurangan barang.

Kurangnya stok barang akan berdampak buruk pada pendapatan perusahaan yang akan berkurang. Persediaan awal barang merupakan stok yang ada pada awal periode, awal bulan atau tahun. Kamu bisa melakukan pengecekan di neraca saldo periode berjalan.

Baca juga: 8 Peluang karier lulusan manajemen keuangan dalam dunia kerja saat ini

3. Pembelian bersih

Menurut kompas.com, pembelian bersih adalah penjumlahan hasil pembelian barang atau jasa yang dilakukan oleh perusahaan, baik yang dijual secara tunai maupun kredit. Kemudian total dari pembelian tersebut ditambahkan dengan pengeluaran untuk transportasi, setelahnya dikurangi dengan diskon dan retur pembelian.

Apabila komponen diskon dan retur tidak ada, pembelian bersih hanya akan  mencakup pembelian barang saja. Adapun rumus dari pembelian bersih, yaitu:

Pembelian bersih = (Total pembayaran + biaya transportasi) - (diskon + retur pembelian)

Cara menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)


Setelah mengetahui ketiga komponen kamu bisa melakukan penghitungan harga pokok penjualan. (Sumber: Pexels)

Setelah memahami tiga komponen dalam harga pokok penjualan, kamu bisa melakukan penghitungan, dengan rumus:

HPP = Pembelian Bersih + Persediaan Awal - Persediaan Akhir

Sebagai referensi cara penghitungan harga pokok penjualan, perhatikan contoh berikut ini:

PT ABCDEFG sedalang dalam penyelesaian laporan keuangan di akhir bulan Januari 2022 dan akan menghitung jumlah stok yang ada dalam perusahaan. Komponen penghitungan dalam PT ABCDEFG, yaitu:

  • Persediaan akhir bulan Januari = Rp 50.000.000
  • Persediaan awal bulan Januari = Rp 40.000.000
  • Pembelian baru bulan Januari = Rp 70.000.000

Dari data di atas, cara menghitung harga pokok penjualan adalah sebagai berikut:

HPP = 70.000.000 + 40.000.000 - 50.000.000 = 60.000.000

Maka, HPP dari PT ABCDEFG pada akhir bulan Januari 2022 adalah sebesar Rp 60.000.000.

Baca juga: 9 Skill yang diperlukan oleh Product Manager

Harga pokok penjualan merupakan penghitungan yang harus dilakukan untuk perusahaan dagang. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui profit yang didapatkan oleh perusahaan, dengan begitu risiko kerugian pun akan menurun.

Selain dari artikel EKRUT Media ini, kamu masih bisa memperoleh informasi dan berbagai tips bermanfaat lainnya melalui YouTube EKRUT Official. Nah, kalau kamu ingin mengembangkan karier dan mencari pekerjaan baru, yuk sign up di EKRUT sekarang juga karena banyak peluang kerja dari perusahaan dan startup ternama menantimu!

Sumber:

  • investopedia.com
  • kompas.com
  • indeed.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1.jpg

    Careers

    Contoh Proposal Usaha Pengajuan Dana Investor Beserta Panduan Menyusunnya

    Felixitas Yolanda

    28 November 2022
    6 min read
    H1_Surat_Dinas.jpg

    Careers

    10 Contoh Surat Dinas dari Berbagai Instansi Beserta Struktur Penulisannya

    Algonz D.B. Raharja

    25 November 2022
    5 min read
    Cover_(1).jpg

    Careers

    Serba-Serbi Virtual Assistant yang Perlu Kamu Ketahui

    Yohanna Valerie Immanuella

    14 November 2022
    6 min read

    Video