Published on

Lainnya

Harga Pokok Penjualan (HPP): Definisi, Komponen, Rumus, dan 3 Cara Menghitungnya

Sartika Nuralifah

H1_Harga_Pokok_Penjualan_(HPP)_Definisi__Komponen__Rumus_dan_3_Cara_Menghitungnya.jpg

Perhitungan Harga Pokok Penjualan atau HPP adalah salah satu hal yang penting untuk dilakukan sebuah perusahaan untuk mencapai keuntungan yang maksimal. Dengan melakukan perhitungan HPP kamu dapat mengetahui waktu yang tepat untuk melakukan kenaikan harga dari produk-produk yang dibuat perusahaan.

Baca juga: Mengenal Apa Itu ROE? Serta Faktor dan Cara Menghitungnya

Definisi Harga Pokok Penjualan


Harga Pokok Penjualan atau HPP adalah jumlah pengeluaran dan beban yang dikeluarkan untuk memproduksi produk atau jasa. Sumber: Pexels

Harga Pokok Penjualan atau HPP adalah jumlah keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah perusahaan untuk melakukan produksi barang atau jasa yang dijajakan. HPP adalah sebuah biaya dasar yang wajib untuk diperhitungkan oleh suatu perusahaan khususnya pada saat memproduksi barang dan jasa.

Baca juga: Harga Pokok Penjualan (HPP): Pengertian, 3 Komponen, dan Cara Menghitungnya

Komponen HPP


Salah satu komponen untuk menghitung HPP adalah persediaan barang. Sumber: Pexels

Harga Pokok Penjualan atau HPP memiliki 3 komponen. Komponen-komponen HPP adalah sebagai berikut.

1. Persediaan barang

Komponen pertama HPP adalah persediaan barang. Jumlah ketersediaan barang sebelum melakukan penjualan kepada konsumen harus jelas, baik persediaan barang saat awal ataupun persediaan akhir. Pada komponen HPP ini, pelaku usaha harus memastikan bahwa stok yang tersedia cukup untuk dijual hingga mencapai target.

2. Pembelian bersih

Komponen kedua HPP adalah pembelian bersih. Biasanya perusahaan tidak akan ragu untuk melakukan pembelian bersih untuk menjaga ketersediaan stok. Pembelian bersih umumnya dilakukan jika perusahaan tidak mampu melakukan produksi dengan waktu yang cepat, sementara stok sangat dibutuhkan pada saat itu juga.

3. Persediaan akhir barang dagang

Komponen ketiga HPP adalah persediaan akhir barang dagang. Persediaan akhir barang dagang adalah persediaan barang yang tersedia pada akhir periode akuntansi perusahaan atau akhir tahun buku berjalan. Jika suatu perusahaan memiliki stok yang tidak laku, maka stok tersebut masih dapat dijual di periode penjualan tahun selanjutnya.

Baca juga: Apa itu rasio keuangan? Berikut manfaat, jenis, dan 4 rumusnya

Rumus HPP


Harga Pokok Penjualan dapat dihitung dengan mengetahui persediaan barang awal dan akhir. Sumber: Pexels

Rumus menghitung Harga Pokok Penjualan atau HPP adalah sebagai berikut.

1. Rumus Harga Pokok Penjualan (HPP)

Rumus yang biasanya digunakan untuk menghitung Harga Pokok Penjualan atau HPP adalah sebagai berikut.

HPP + (Persediaan Stok Awal + Pembelian Bersih) - Persediaan Stok Akhir

Baca juga: Mengenal margin dalam dunia bisnis dan panduan cara menghitungnya

Cara menghitung HPP


Yang harus dilakukan sebelum menghitung HPP adalah menghitung penjualan dan pembelian bersih. Sumber: Pexels

Cara menghitung HPP adalah dengan mengetahui terlebih dahulu penjualan bersih serta pembelian bersih. Berikut cara untuk menghitung penjualan bersih, pembelian bersih dan cara untuk menghitung HPP.

1. Menghitung penjualan bersih

Beberapa hal yang perlu kamu ketahui untuk menghitung penjualan bersih adalah unsur-unsur yang terdapat dalam penjualan bersih. Penjualan bersih memiliki unsur-unsur diantaranya adalah retur pembelian, pembelian kotor dan potongan harga. Penjualan bersih dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.

Penjualan Bersih = Penjualan - (Retur Penjualan + Potongan Penjualan)

2. Menghitung pembelian bersih

Setelah menghitung penjualan bersih, hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah menghitung pembelian bersih. Unsur-unsur yang terdapat pada pembelian bersih adalah pembelian kotor, potongan harga, retur pembelian dan potongan pembelian. Berikut rumus yang dapat kamu gunakan untuk menghitung pembelian bersih.

Pembelian Bersih = (Pembelian + Ongkos Angkut Pembelian) - (Retur Pembelian + Potongan Pembelian)

3. Menghitung Harga Pokok Penjualan

Jika kamu sudah menghitung nilai penjualan dan pembelian bersih, kamu bisa mulai untuk menghitung harga pokok penjualan. Rumus yang perlu kamu gunakan untuk menghitung HPP adalah sebagai berikut.

HPP = Persediaan Barang - Persediaan Akhir

Baca juga: Cost of Goods Sold (COGS): Pengertian, Tujuan, dan 3 Langkah untuk Menghitungnya

Demikianlah informasi mengenai Harga Pokok Penjualan (HPP) serta komponen, rumus dan cara menghitungnya. Bagi kamu yang sedang mencari pekerjaan, saat ini melamar pekerjaan sangat mudah karena kamu bisa langsung melamar dari rumah dengan menggunakan platform EKRUT. EKRUT punya banyak informasi tentang dunia pekerjaan, lho! Kamu bisa mencari informasi seputar lowongan pekerjaan, diskusi tentang pekerjaan, dan berbagai kebutuhan lainnya terkait dengan pekerjaan.

Selain di EKRUT Media, kamu bisa mendapatkan informasi serta tips menarik dari EKRUT di YouTube EKRUT Official. Yuk, kembangkan kariermu bersama EKRUT! Sign up EKRUT sekarang juga, agar kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang sesuai dengan minat kamu.

Sumber:

  • modalrakyat.id
  • hashmicro.id
  • cermati.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    pexels-pixabay-53621.jpg

    Lainnya

    Cost Accounting (Akuntansi Biaya) adalah: Pengertian, Jenis, dan 5 Fungsinya

    Chrissila Jessica

    30 September 2022
    4 min read
    paypal_adalah.jpg

    Technology

    Paypal Adalah: Pengertian, Fungsi dan 3 Cara Membuat Akun

    Sylvia Rheny

    30 September 2022
    6 min read
    stoke_take_adalah.jpg

    Careers

    Stock take adalah: Pengertian, manfaat, dan 6 tips melakukannya dengan efektif

    Anisa Sekarningrum

    30 September 2022
    6 min read

    Video