Published on

Careers

Mengenal apa itu HRD beserta 4 perbedaanya di startup dan korporat

Ningtyas Dewanasari Kinasih

Mengenal_apa_itu_HRD_dan_perbedaanya_antara_HRD_di_startup_dan_korporat.jpg

Ada anggapan bahwa pekerjaan HR di startup lebih santai karena perusahaan cenderung belum matang. Sedangkan HR di korporat cenderung kaku dan penuh birokrasi. Benarkah peran HR di startup berbeda dengan HR di korporat? Seberapa besar peranan HR pada perusahaan startup yang belum memiliki banyak karyawan?

Apa itu HRD


HRD adalah divisi dalam perusahaan yang bertugas untuk melakukan rekrutmen. (Sumber: Pexels)

HRD atau biasa di juga disebut dengan personalia merupakan sebuah divisi dalam perusahaan yang bertugas untuk menyaring, merekrut, dan melatih para pelamar kerja. Selain itu, HRD adalah divisi yang bertugas dalam mengelola administrasi karyawan.  HRD memainkan peranan penting untuk membantu perusahaan dalam menghadapi perubahan dunia bisnis yang memerlukan lebih banyak karyawan yang berkualitas. Divisi HRD adalah komponen penting dalam bidang bisnis apapun, terlepas dari ukuran perusahaannya.

Tugas penting lain dari HRD adalah untuk memaksimalkan produktivitas setiap karyawan dan menjaga lingkungan perusahaan agar terhindar dari masalah yang mungkin timbul dalam workforce. Dengan kata lain HRD adalah suatu kerangka kerja untuk membantu karyawan dalam mengembangkan kemampuan, pengetahuan, dan skill, yang dapat meningkatkan efektivitas perusahaan.

Melihat esensi peran HR di perusahaan startup dan korporat


Peran HRD adalah untuk mendapatkan kandidat terbaik. (Sumber: Pexels)

Dalam strategi perekrutan dan membantu para manajer peran HRD adalah untuk mendapatkan kandidat terbaik untuk perusahaan. Lantas apa saja perbedaan kerja antara HR di startup dan korporat? Bisa dikatakan bahwa perbedaan terdalam di dalam skala pekerjaan. HR di sebuah perusahaan dengan 50 orang dan 1.000 orang tentu berbeda skala pekerjaanya, namun secara fundamental mereka melakukan pekerjaan yang serupa.

1. Rekrutmen

Sama seperti di semua perusahaan, salah satu pekerjaan utama HRD adalah rekrutmen. Di startup yang masih berusia satu hingga dua tahun, terkadang founder dan manajer juga melakukan rekrutmen. Alasan utamanya adalah kecepatan dan lebih bisa mengakomodir hal-hal teknis pekerjaan. Sebaliknya, rekrutmen di korporat hampir pasti akan dilakukan oleh HR. Flow dan step rekrutmen juga sudah terbentuk, misalnya seorang kandidat harus lolos tes psikologi, tes kesehatan, dan tes teknis lainnya.

Adapun untuk mempercepat proses rekrutmen, baik HR, manajer, founder, maupun rekruter bisa memanfaatkan teknologi yang tentunya akan mempermudah proses rekrutmen. Rata-rata seorang HR membutuhkan waktu hingga dua bulan untuk bisa mendapatkan kandidat yang dirasa terbaik untuk perusahaan.

Guna menyiasati lamanya rekrutmen, HR bisa menggunakan platform talent marketplace yang pastinya akan mempercepat proses hiring. Kenapa? Karena dalam platform talent marketplace sudah tersedia banyak kandidat berkualitas yang sudah dikurasi, dan engagement dengan kandidat juga berlangsung sangat cepat. Menurut data, talent marketplace bisa mempercepat proses rekrutmen hingga 9x lebih cepat.

2. Performance management


Peran lainnya dari  HRD adalah sebagai strategi dalam manajemen kinerja.. (Sumber: Pexels)

Peran lain HRD adalah sebagai  strategi atau sistem dalam performance management adalah suatu keharusan, baik di startup maupun korporat. Bedanya, peran founders dan manajer sangat terasa dalam hal performance management ini di startup. Ada kalanya sebuah startup tidak memiliki sistem performance management yang baku sehingga appraisal atas suatu performance menjadi tidak sepadan antar karyawan.

3. Employee engagement

Seperti dikatakan oleh Shalaka, budaya perusahaan, untuk HRD adalah segalanya. HR, baik di startup maupun korporat, akan menjaga budaya perusahaan untuk dimiliki oleh semua karyawan perusahaan tersebut, termasuk para eksekutif. Lagi-lagi perbedaan utama antara HR startup dan korporat adalah di skala kerja. Membuat 1.000 orang memiliki budaya yang sama tentu lebih sulit dibanding "hanya" mengurusi 50 orang.

4. Employer branding


Employer branding merupakan peran penting dari HRD. (Sumber: Pexels)

HR memiliki peran yang sangat penting pada bagian employer branding. Pernahkah kamu menemukan banyak orang, fresh graduates dan yang sudah berpengalaman, berbondong-bondong ingin masuk ke perusahaan A karena terdengar atau terasa keren? Atau karena merasa suasana dan budaya kerja yang kekinian? Itulah peranan dari HR dalam melakukan employer branding.

Dengan branding perusahaan yang baik tentu akan memudahkan proses rekrutmen dalam mendapatkan kandidat yang berkualitas. Namun sayangnya, employer branding acap kali dilakukan belakangan oleh HR startup. Mereka menyadari kalau employer branding itu penting, tapi belum banyak startup yang melakukannya karena dirasa mahal dan tidak membawa berdampak langsung ke company metrics.

Baca juga: 8 Skill people management ini penting diketahui oleh manajer

Tantangan untuk HRD di startup


Salah satu tantangan HRD adalah mengatur etika kerja di perusahaan..  (Sumber: Pexels)

Jika dulu pekerjaan HR cenderung administratif seperti mengurusi payroll karyawan, saat ini HR juga sudah mulai memperhatikan budaya kerja di perusahaannya. Menurut Sartain, kini banyak anak muda generasi milenial yang tidak mengerti pentingnya memiliki etika di tempat kerja. "Menurut saya, banyak anak muda ini tidak mempelajari perilaku seperti apa yang dapat diterima dan tidak dapat diterima di tempat kerja."

Venture capitalist dan pengajar perilaku berorganisasi di Stanford Graduate School of Business, Robert Siegel, mengatakan bahwa semua perusahaan pasti memiliki budaya tersendiri, baik disengaja ataupun tidak. "Untuk itulah perusahaan-perusahaan besar memiliki posisi eksekutif untuk HR karena perusahaan-perusahaan tersebut memahami kalau karyawan adalah aset paling penting yang harus dijaga."

Lanjut Robert, setidaknya ada lima hal yang acap kali dilewatkan oleh HR startup dan salah satunya adalah gagal dalam melakukan onboarding. Padahal onboarding adalah momen dimana karyawan baru akan merasa sangat diterima oleh perusahaan dan merasakan, untuk pertama kalinya, nilai-nilai dan budaya perusahaan.

Kualifikasi untuk berkarier di bidang HR


Salah satu kualifikasi HRD adalah memiliki kemampuan administrasi yang baik. (Sumber: Pexels)

Kualifikasi untuk setiap pelamar yang ingin bekerja dalam bidang HR bisa saja berbeda-beda tergantung dari perusahaan. Akan tetapi, terdapat beberapa kualifikasi umum yang biasanya diterapkan oleh perusahaan untuk merekrut karyawan HR. Biasanya minimal pendidikan karyawan HRD adalah D3 dengan program studi manajemen atau psikologi.

Namun, saat ini rata-rata perusahaan merekrut staff HR lulusan S1 atau S2 dari psikologi. Hal tersebut karena dalam proses perekrutan karyawan baru terdapat psikotes yang mana hanya bisa dilakukan oleh seseorang dengan latar belakang pendidikan psikologi. Nah, untuk kamu yang bukan berasal dari jurusan psikologi, jangan berkecil hati karena beberapa perusahaan menerima pelamar dari semua jurusan, seperti hukum atau manajemen.

HRD adalah divisi dengan tanggung jawab yang cukup besar, maka beberapa jurusan diperlukan untuk dapat mengurusnya dengan baik. Tidak hanya pendidikan saja, untuk jadi pegawai HR kamu memerlukan skill lain seperti komunikasi, administrasi, dan lainnya.

Baca juga: Manfaat dan pentingnya talent management bagi perusahaan dan karyawan

Berapa gaji seorang HRD


Faktor besarnya gaji HRD adalah skala  perusahaan dan jabatan. (Sumber: Pexels)

Tentunya kamu sudah mengetahui bahwa gaji yang didapat oleh setiap karyawan bisa berbeda-beda, tergantung dari tugas, tanggung jawab, pengalaman, dan level. Semakin besar tanggung jawab atau tinggi jabatanmu, maka gaji yang kamu terima bisa lebih besar.  Skala atau ukuran perusahaan juga bisa menjadi salah satu faktor penentu besarnya gaji HRD. Umumnya, dalam perusahaan level HRD adalah karyawan, supervisor, dan manajer.

Gaji untuk level karyawan sekitar Rp3 juta sampai Rp5 juta. Sedangkan untuk level supervisor berkisar antara Rp5 juta hingga Rp 8 juta. Nah, untuk level manager, pastinya memiliki gaji tertinggi jika dibandingkan dua level bawahnya, yaitu Rp8 juta sampai Rp15 juta. Namun, perlu kamu ingat bahwa bilangan gaji tersebut hanya perkiraan saja, setiap perusahaan memiliki standar gaji yang berbeda.

Tips menjadi HRD yang baik


Salah satu tips untuk menjadi  HRD adalah memiliki communication skill yang baik. (Sumber: Pexels)

HRD adalah salah satu posisi yang memiliki tanggung jawab besar dengan karier yang menjanjikan. Agar dapat menjadi HRD yang baik, simak tips berikut ini.

  • Mengasah kemampuan komunikasi

Komunikasi biasanya menjadi salah satu kriteria perusahaan saat merekrut karyawan untuk HRD. HRD adalah divisi yang menjadi penjembatan antara karyawan dengan perusahaan. Tidak hanya itu, kamu akan menjadi representasi perusahaan, besar kemungkinan kamu akan berkomunikasi dengan pemangku kepentingan yang berpengaruh pada perusahaan. Oleh karena itu, memiliki kemampuan komunikasi yang baik merupakan suatu keharusan.

  • Keahlian administratif

Salah satu tugas HRD adalah mengelola administrasi perusahaan, seperti turnover karyawan, payroll, absensi, cuti, insentif, dan lainnya. Sehingga, kamu perlu menguasai hal-hal yang mendukungmu dalam membuat tugas administrasi.

  • Proaktif

Proaktif lebih sering dikatakan sebagai personality daripada skill. Seiring berjalannya waktu kamu dapat mengembangkannya. Proaktif akan membantu kamu menemukan masalah potensial lebih awal dan mencegahnya.

  • Coaching

Satu dari sekian tanggung jawab HRD adalah melatih karyawan. Memiliki skill coaching yang baik akan membantu kamu selama proses pelatihan atau pengembangan. Kamu juga bisa membantu manajer dari divisi lain yang memiliki masalah yang berkaitan dengan karyawan.

Apabila kamu berminat menjadi bagian dari HRD, segera bergabung di talent marketplace EKRUT, kamu akan dihubungkan dengan banyak perusahaan yang membutuhkanmu.

Baca juga: 10 Contoh soft skill untuk menunjang karier profesional kamu

HRD adalah suatu divisi penting yang harus ada dalam setiap perusahaan. Tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh HRD cukup besar dan luas. Kamu memerlukan kualifikasi tertentu yang sudah ditentukan oleh perusahaan jika ingin menjadi karyawan HRD. HRD adalah posisi yang menjanjikan dan dapat memberikanmu banyak pengalaman.

Sumber:

  • fastcompany.com 
  • investopedia.com
  • aihr.com

Tags

Share