Published on

Technology

Induk perusahaan TikTok raup laba bersih USD 3 miliar

Nur Lella Junaedi

Induk-perusahaan-TikTok-raup-laba-bersih-USD-3-miliar-EKRUT.jpg

Induk dari perusahaan TikTok yakni Bytedance dikabarkan meraup laba bersih sebanyak USD 3 miliar pada tahun 2019 lalu.

Total pendapatan mereka selama tahun 2019 mencapai sekitar USD 17 miliar, naik sekitar USD 7.4 miliar dari tahun 2018. 

Hebatnya lagi, mereka memiliki sekitar USD 6 miliar dalam bentuk tunai yang bisa digunakan dalam investasi dan inisiatif pertumbuhan perusahaan. 

Sayangnya perusahaan tidak merinci laporan keuangannya dengan jelas, dan belum memberikan klarifikasi terhadap kabar tersebut. 

Baru-baru ini rumor juga mengatakan, bila perusahaan memiliki nilai valuasi yang melejit yakni sekitar USD 100 miliar hingga USD 108 miliar. 

Baca juga: Bytedance segera luncurkan aplikasi musik di Indonesia

Bagaimana perusahaan bisa mengalami peningkatkan yang fantastis seperti ini? 

Salah satunya penyebabnya karena perusahaan memiliki banyak produk yang memiliki potensi yang besar. Berikut beberapa produk dari Bytedance, antara lain: 

  • TikTok atau Douyin versi mandarinnya, merupakan aplikasi yang dipakai untuk merekam, mengedit, mengunggah video dan lagu ke sosial media disertai dengan berbagai macam fitur yang menarik.
  • Toutiao, adalah platform aggregator berita yang ada di negeri tirai bambu.
  • Xigua Video, adalah platform yang menyediakan berbagai macam bentuk video seperti layaknya YouTube, khusus untuk penggunanya di China.
  • Helo, yaitu platform media sosial yang ada di India dengan 15 bahasa. Digunakan untuk berkomunikasi, berbagi konten, dan terhubung dengan komunitas yang lebih besar 

Baca juga: Apa tugas Head of Content Operations Bytedance? Cari tahu di sini!

  • Vigo Video, hampir sama seperti TikTok. Aplikasi video pendek yang memungkinkan pengguna untuk berbagai cerita menarik dan memamerkan bakat mereka. Namun bila melihat dari situsnya, sepertinya aplikasi ini dikhususkan bagi pengguna di India
  • Lark, aplikasi yang baru tersedia di Jepang dan Singapura. Dibuat bagi kalangan pekerja untuk memudahkan mengatur perangkat kerja seperti Doc & sheet, kalender, video conference dan sebagainya.
  • Babe. Tentunya kamu sudah tidak asing dengan nama ini. Babe adalah salah satu aplikasi agregator berita yang ada di Indonesia dengan 1.000 mitra media disertai 20 kategori berita. 

Tidak heran bila dari semua aplikasi tersebut, kabarnya perusahaan sudah mengumpulkan sekitar 1.5 miliar pengguna aktif setiap bulannya. 

Sebelumnya, pekan lalu salah satu aplikasi terbesar Bytedance yakni TikTok, memiliki CEO baru yakni Kevin Mayer mantan anggota C-Level dari Disney, yang diharapkan mampu membawa perubahan besar pada TikTok.

April lalu, Bytedance juga mengumumkan tengah membuka kesempatan sebanyak 10.000 posisi untuk perusahaannya.

Baca juga: Bytedance buka rekrutmen 10 ribu karyawan di tengah Corona

Ini menjadi salah satu upaya perusahaan untuk meningkatkan jumlah pekerja menjadi 100.000 karyawan pada 2020 ini, menyaingi Alibaba Group.  

Induk perusahaan TikTok raup laba bersih USD 3 miliar EKRUT

Sumber: 

  • Forbes
  • TechinAsia
  • Bytedance.com
 

Tags

Share