Technology

Induk perusahaan TikTok raup laba bersih USD 3 miliar

Published on
Min read
3 min read
time-icon
Nur Lella Junaedi

Enthusiastic to be part of the creative world especially as a content writer.

Induk-perusahaan-TikTok-raup-laba-bersih-USD-3-miliar-EKRUT.jpg

Induk dari perusahaan TikTok yakni Bytedance dikabarkan meraup laba bersih sebanyak USD 3 miliar pada tahun 2019 lalu.

Total pendapatan mereka selama tahun 2019 mencapai sekitar USD 17 miliar, naik sekitar USD 7.4 miliar dari tahun 2018. 

Hebatnya lagi, mereka memiliki sekitar USD 6 miliar dalam bentuk tunai yang bisa digunakan dalam investasi dan inisiatif pertumbuhan perusahaan. 

Sayangnya perusahaan tidak merinci laporan keuangannya dengan jelas, dan belum memberikan klarifikasi terhadap kabar tersebut. 

Baru-baru ini rumor juga mengatakan, bila perusahaan memiliki nilai valuasi yang melejit yakni sekitar USD 100 miliar hingga USD 108 miliar. 

Baca juga: Bytedance segera luncurkan aplikasi musik di Indonesia

Bagaimana perusahaan bisa mengalami peningkatkan yang fantastis seperti ini? 

Salah satunya penyebabnya karena perusahaan memiliki banyak produk yang memiliki potensi yang besar. Berikut beberapa produk dari Bytedance, antara lain: 

  • TikTok atau Douyin versi mandarinnya, merupakan aplikasi yang dipakai untuk merekam, mengedit, mengunggah video dan lagu ke sosial media disertai dengan berbagai macam fitur yang menarik.
  • Toutiao, adalah platform aggregator berita yang ada di negeri tirai bambu.
  • Xigua Video, adalah platform yang menyediakan berbagai macam bentuk video seperti layaknya YouTube, khusus untuk penggunanya di China.
  • Helo, yaitu platform media sosial yang ada di India dengan 15 bahasa. Digunakan untuk berkomunikasi, berbagi konten, dan terhubung dengan komunitas yang lebih besar 

Baca juga: Apa tugas Head of Content Operations Bytedance? Cari tahu di sini!

  • Vigo Video, hampir sama seperti TikTok. Aplikasi video pendek yang memungkinkan pengguna untuk berbagai cerita menarik dan memamerkan bakat mereka. Namun bila melihat dari situsnya, sepertinya aplikasi ini dikhususkan bagi pengguna di India
  • Lark, aplikasi yang baru tersedia di Jepang dan Singapura. Dibuat bagi kalangan pekerja untuk memudahkan mengatur perangkat kerja seperti Doc & sheet, kalender, video conference dan sebagainya.
  • Babe. Tentunya kamu sudah tidak asing dengan nama ini. Babe adalah salah satu aplikasi agregator berita yang ada di Indonesia dengan 1.000 mitra media disertai 20 kategori berita. 

Tidak heran bila dari semua aplikasi tersebut, kabarnya perusahaan sudah mengumpulkan sekitar 1.5 miliar pengguna aktif setiap bulannya. 

Sebelumnya, pekan lalu salah satu aplikasi terbesar Bytedance yakni TikTok, memiliki CEO baru yakni Kevin Mayer mantan anggota C-Level dari Disney, yang diharapkan mampu membawa perubahan besar pada TikTok.

April lalu, Bytedance juga mengumumkan tengah membuka kesempatan sebanyak 10.000 posisi untuk perusahaannya.

Baca juga: Bytedance buka rekrutmen 10 ribu karyawan di tengah Corona

Ini menjadi salah satu upaya perusahaan untuk meningkatkan jumlah pekerja menjadi 100.000 karyawan pada 2020 ini, menyaingi Alibaba Group.  

Induk perusahaan TikTok raup laba bersih USD 3 miliar EKRUT

Sumber: 

  • Forbes
  • TechinAsia
  • Bytedance.com
 
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_jadwal_fyp_tiktok.jpg

    Technology

    Jadwal FYP TikTok 2022: Jam Terbaik untuk Upload Video

    Nurina Ulfah

    16 January 2023
    5 min read
    Ssstiktok_Download_Video_TikTok_tanpa_Watermark_Secara_Online_2022.jpg

    Technology

    SSSTikTok

    Sylvia Rheny

    19 December 2022
    5 min read
    H1_tiktok_affiliate.jpg

    Technology

    Cara Daftar TikTok Affiliate Terbaru 2022 untuk Menambah Penghasilan

    Alvina Vivian

    05 December 2022
    6 min read

    Video