Published on

Careers

Jenis-jenis motivasi ini mendorong kamu untuk produktif

Nur Lella Junaedi

jenis-jenis-motivasi-EKRUT.jpg

Motivasi setiap orang saat mulai bekerja pasti berbeda. Walaupun begitu, jenis-jenis motivasi tersebut tetap harus dipelihara agar kamu tetap produktif dan tidak kehilangan semangat dalam bekerja. 

Ulasan berikut akan mengajak kamu memahami pentingnya motivasi dan mengenali jenis-jenis motivasi kerja tersebut.    

Kenapa motivasi kerja karyawan begitu penting? 

jenis jenis motivasi EKRUT 
Salah satu alasan kenapa motivasi kerja begitu penting yakni untuk meningkatkan keinginan untuk berkembang dalam karier - EKRUT

Karyawan yang selalu memiliki motivasi dalam bekerja akan menguntungkan dirinya dan juga perusahaan. 

Pasalnya, motivasi yang berasal dari internal ataupun eksternal ini, akan mendorong keinginan atau energi kamu untuk lebih baik dalam bekerja. 

Kamu akan lebih semangat dan mampu memberikan performance yang terus meningkat bagi perusahaan. Selain itu, ada beberapa alasan lain mengapa motivasi begitu penting untuk individu dalam bekerja, yaitu:

  • Meningkatkan keinginan untuk tumbuh dan berkembang terutama dalam hal jenjang karir dan pengetahuan
  • Kebutuhan akan penghargaan dan pengakuan juga menjadi motivasi, dimana karyawan ingin dihargai untuk pekerjaan yang dilakukan dengan baik oleh orang yang menjadi atasan mereka. 
  • Ingin menjadi bagian dari orang-orang yang menciptakan inovasi di perusahaan, agar inovasi tersebut bisa bermanfaat bagi pelanggan. 
  • Kebutuhan akan finansial. Hampir semua orang bekerja untuk mendapatkan kemandirian finansial serta mendapatkan benefit lain seperti tunjangan, kompensasi dan sebagainya. 

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa karyawan yang merasa senang dan termotivasi dalam bekerja akan mengalami peningkatan produktivitas hingga 31 persen. 

Tidak berlebihan bila pada akhirnya perusahaan lebih memperhatikan bagaimana membentuk motivasi kerja yang lebih baik ini. Adapun manfaat motivasi kerja karyawan bagi perusahaan yakni:  

  • Menekan angka ketidakhadiran, sebab karyawan mengambil lebih sedikit cuti karena sakit atau yang lainnya. 
  • Menjalin hubungan baik antara manajemen dan karyawan. Ini biasanya terjadi dimana karyawan lebih cenderung menerima perubahan tanpa adanya perselisihan. 
  • Menekan angka retensi dengan sedikitnya staf yang melakukan resign dan lebih memilih untuk bertahan bekerja di perusahaan. 
  • Meningkatkan kualitas dan pelayanan pelanggan. Biasanya karyawan yang memiliki motivasi kerja yang tinggi akan cenderung bekerja dengan baik dan menciptakan produk-produk yang berkualitas.

Baca juga: 6 Cara untuk memotivasi karyawan agar rajin bekerja

Jenis-jenis motivasi kerja 

jenis jenis motivasi EKRUT 
Secara umum ada sekitar dua jenis motivasi yakni intrinsik dan esktrinsik - EKRUT

Secara garis besar ada dua jenis motivasi kerja, yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Berikut penjelasannya.

Motivasi intrinsik

Motivasi intrinsik adalah motivasi yang datang dari kemauan diri sendiri untuk melakukan sesuatu tanpa adanya imbalan eksternal yang jelas seperti mendapat hadiah atau bonus.  

Contoh motivasi intrinsik adalah ketika kamu mengerjakan pekerjaan yang baru dan merasa yakin jika pekerjaan tersebut akan bermanfaat bagi kamu secara pribadi. 

Dengan keyakinan itu, maka kamu akan menikmati prosesnya dan sukarela mengerjakannya. 

Jenis motivasi intrinsik seperti ini sangat bagus dimiliki dan terus dijaga, sebab kamu tidak membutuhkan orang lain untuk menginspirasi atau mendorong kamu. 

Selain itu, bentuk motivasi seperti ini juga lebih lama bertahan karena itu berasal dari keyakinan diri sendiri.   

Motivasi ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik merupakan jenis motivasi yang mengacu pada perilaku yang didorong oleh penghargaan eksternal seperti gaji, pengakuan, pujian, nilai, ketenaran dan sebagainya.

Jenis motivasi ini berasal dari luar individu berbeda halnya dengan motivasi intrinsik yang berasal dari dalam keyakinan diri sendiri. 

Salah satu contoh motivasi ekstrinsik adalah saat seseorang developer tetap mengerjakan pekerjaan rutin setiap hari yang tidak menyenangkan karena alasan untuk mendapatkan uang.

Meski motivasi ekstrinsik bisa bermanfaat untuk beberapa kasus tertentu, akan tetapi ini bisa menyebabkan kelelahan atau kehilangan efektivitas seiring waktu. 

Baca juga: Kata-kata motivasi kerja saja tidak cukup, terapkanlah 10 cara ini

Nah, dari dua bentuk motivasi di atas umumnya ada sekitar empat jenis motivasi yang kerap ditemukan di tempat kerja yakni: 

Motivasi kompetensi 

Bentuk motivasi kompetensi ini berhubungan dengan kebutuhan individu untuk merasa mampu atau kompeten. 

Biasanya karyawan yang memiliki motivasi ini akan lebih banyak meningkatkan kemampuan dirinya dengan mengikuti kursus online, pelatihan hingga mengambil pendidikan lanjut.

Contoh memiliki dorongan kompetensi adalah ketika kamu ingin mendapatkan sertifikasi di tempat kerja atau pelatihan program perangkat baru untuk mempermudah pekerjaan. 

Beberapa perusahaan sering kali mendukung karyawannya  untuk bisa mengembangkan kompetensi dengan mengizinkan mengambil pendidikan lanjut, menyediakan tunjangan pendidikan hingga mengadakan pelatihan kerja.

Motivasi prestasi 

Jenis-jenis motivasi kerja lainnya yang perlu kamu tahu yakni kebutuhan untuk merasa puas ketika bisa mencapai suatu tujuan. Biasanya tujuan ini melibatkan keinginan untuk mendapat pengakuan atas sebuah prestasi. 

Model motivasi semacam ini masuk ke dalam jenis motivasi ekstrinsik, karena sumber dorongannya berasal dari orang lain saat suatu pekerjaan bisa berhasil dan diakui. 

Dorongan semacam ini termasuk jenis motivasi yang positif karena dapat mendorong individu untuk mencapai tujuan dalam pekerjaannya. Beberapa contoh dari motivasi prestasi di tempat kerja yakni: 

  • Pengakuan publik atas karyawan yang berprestasi.
  • Adanya program employee of the month.
  • Penghargaan atau sertifikat untuk pekerjaan yang dilakukan dengan baik. 

Motivasi afiliasi 

Motivasi afiliasi adalah suatu kebutuhan untuk menjadi bagian dari sekelompok orang atau organisasi tertentu. Bentuk motivasi ini juga masuk ke dalam jenis motivasi ekstrinsik.

Umumnya mereka yang memiliki motivasi afiliasi ini akan merasakan manfaatnya saat bisa berkontribusi pada tim atau ketika dianggap sebagai anggota yang berharga dalam tim. 

Orang yang memiliki motivasi afiliasi ini akan unggul secara komunikasi interpersonal, bisa bekerja sama dengan tim dan klien hingga memiliki kecakapan dalam bernegosiasi. 

Beberapa contoh motivasi afiliasi seperti mendorong karyawan untuk terhubung di luar pekerjaan, mendorong kolaborasi dan kerja sama antar tim yang berbeda, memberi peluang untuk melakukan acara yang membangun keakraban tim seperti makan bersama dan sebagainya. 

Motivasi insentif 

Jenis motivasi ini mendorong kamu untuk mendapatkan imbalan berupa kompensasi saat kamu bisa melakukan pekerjaan di atas rata-rata. 

Dengan adanya motivasi insentif ini kamu bekerja untuk mendapatkan bonus atau hadiah dari pekerjaan yang kamu lakukan. Tentunya bila melihat maksud tersebut, ini masuk ke dalam jenis motivasi ekstrinsik.

Di tempat kerja dorongan seperti ini umum diberikan oleh manajer untuk memotivasi karyawannya supaya lebih berorientasi.  

Tak hanya untuk mendapatkan insentif, alasan untuk memperoleh penghasilan berupa gaji juga termasuk dorongan dari motivasi insentif.

Baca juga: Pahami perbedaan insentif dan bonus bagi karyawan

Dengan mengetahui jenis-jenis motivasi di atas, kini kamu bisa memetakan kira-kira motivasi mana yang lebih condong ada dalam dirimu. 

Tentunya setiap motivasi tersebut perlu dijaga agar kamu pun lebih bersemangat untuk memberikan yang terbaik dalam pekerjaan. 

 

 

https://www.ekrut.com/signup?utm_source=blog&utm_medium=media&utm_campaign=artikel

Sumber: 

  • indeed
  • verywellmind
  • healthline
  • bbc
  • thebalancecareers
  • smarp

Tags

Share