Published on

Careers

Leaderless Group Discussion: Definisi, Kompetensi, hingga Tips Menjalaninya

Algonz D.B. Raharja

H1_Leaderless_Group_Discussion.jpg

Dalam dunia riset akademis maupun proses penemuan solusi dari suatu masalah di suatu masyarakat umumnya dikenal berbagai jenis diskusi. FGD atau focus group discussion merupakan salah satu yang umum dikenal dalam hal ini. Namun, belakangan muncul apa yang disebut dengan leaderless group discussion (LGD). Berbeda dengan FGD yang umumnya memiliki moderator maupun pengkomarah diskusi, dalam LGD tidak didapati adanya pemimpin diskusi.

Bahkan, beberapa tahun lalu teknik leaderless group discussion ini digunakan untuk proses seleksi beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Nah, pasti kamu penasaran tentang apa dan bagaimana leaderless group discussion ini dijalani? Simak ulasan berikut ini.

Baca juga: Moderator: Pengertian, Manfaat, Tugas, dan Tips Menjadi Moderator yang Baik

Apa itu leaderless group discussion?


Leaderless group discussion merupakan diskusi kelompok tanpa moderator atau pemimpin (Sumbe: Pexels)

Menurut American Psychological Association, leaderless group discussion diartikan sebagai proses pertukaran pendapat, ide, dan informasi tentang beberapa topik oleh anggota kelompok tanpa pemimpin yang diidentifikasi. Leaderless group discussion digunakan dalam studi produktivitas kelompok dan munculnya kepemimpinan untuk mengevaluasi keterampilan interpersonal dan leadership.

Meski terkesan tidak ada pemimpin dalam leaderless group discussion, tetapi sesungguhnya diskusi jenis ini justru diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kepemimpinan individu untuk berani memimpin dirinya sendiri.

Leaderless group discussion juga dapat didefinisikan sebagai diskusi yang melibatkan anggota kelompok dengan saling terkait tanpa adanya perintah eksekutif atau peran pemimpin secara definitif. Tidak adanya pemimpin dalam leaderless group discussion umumnya akan membuka proses diskusi yang egaliter dan mengalir terkait suatu topik bahasan.

Secara umum, leaderless group discussion digunakan untuk merujuk pada kegiatan diskusi dalam kelompok yang tidak memiliki moderator. Diskusi jenis ini digunakan sebagai cara untuk mengidentifikasi atribut kepemimpinan dalam anggota kelompok dan umumnya jiwa leadership dari para anggota kelompok akan muncul secara organik.

Baca juga: Focus Group Discussion: Pengertian, Tujuan, serta 6 Proses

Kompetensi yang dinilai dari leaderless group discussion


Leaderless group discussion dilakukan untuk mencari kompetensi individu terhadap proses penyampaian pendapat (Sumber: Pexels)

Dalam artikelnya ilmiahnya berjudul Leadership as Medium: A Leaderless Group Discussion Model, J. Kevin Barge menjelaskan bahwa dalam LGD setidaknya terdapat tiga kompetensi yang ingin dicapai. Ketiga hal itu antara lain meliputi sebagai berikut.

1. Munculnya pemimpin

Dalam leaderless group discussion secara teknis akan disajikan satu pertanyaan atau topik yang dilempar ke anggota untuk didiskusikan. Setelah itu tiap anggota kelompok akan mendiskusikan topik atau pertanyaan tersebut secara egaliter. Meski demikian, dalam prosesnya akan muncul beberapa anggota tim yang aktif dan pasif, demikian pula akan diamati siapa sosok dengan dominasi tinggi.

Meski demikian, jiwa kepemimpinan belum tentu dimiliki oleh sosok yang mendominasi diskusi. Pada dasarnya, leadership adalah menyoal mengelola atau menjadi manajer dari berjalannya proses diskusi. Sosok yang bisa memberi ruang dan waktu bagi anggota lain dalam berpendapat akan lebih relevan dengan jiwa leadership.

2. Perilaku kepemimpinan

Perilaku kepemimpinan individu menjadi salah satu aspek yang dinilai dari proses leaderless group discussion. Pada dasarnya, perilaku kepemimpinan ini akan berkaitan dengan beberapa faktor yang meliputi:

  • Orientasi tugas
  • Keharmonisan sosial
  • Dinamika

Sedangkan, orientasi tugas sendiri akan meliputi beberapa aspek penting seperti pencarian informasi, perumusan tujuan, proses mengarahkan orang lain, dan merangkum. Di sisi lain, faktor keharmonisan mencakup beberapa aspek seperti kooperatif, kerukunan, dan upaya saling mendukung. Untuk faktor dinamika, aspek perilaku yang dinilai adalah bagaimana seseorang bisa mendukung keceriaan, antusiasme, tingkat kebosanan, dan menarik atau tidaknya pembawaan diri dalam diskusi.

3. Produktivitas kelompok

Hal terakhir yang dinilai dari leaderless group discussion adalah produktivitas kelompok itu sendiri secara umum. Diskusi tanpa pemimpin menuntut adanya diskusi yang terarah dan menghasilkan beberapa poin luaran tanpa ditengahi oleh moderator. Oleh karena itu, beberapa aspek yang perlu dilihat dari proses leaderless group discussion adalah potensi menghasilkan dampak, kemampuan manajemen diri, dan solvabilitas terhadap topik.

Baca juga: 10 Rapat yang EFektif dan Tips Mewujudkan

Hal yang boleh dilakukan saat leaderless group discussion


Leaderless group discussion dapat dilakukan dengan baik lewat penyampaian pendapat yang etis (Sumber: Pexels)

Adapun beberapa hal yang boleh dilakukan saat dilaksanakan leaderless group discussion adalah sebagai berikut.

1. Mengutarakan pendapat

Hal utama dan pertama yang boleh dilakukan dalam leaderless group discussion adalah mengutarakan pendapat. Tentu saja, hal ini adalah motor utama penggerak diskusi. Namun, tidak jarang orang memiliki rasa sungkan atau rendah diri untuk sekadar menyampaikan pendapat dari sudut pandang pribadinya kepada anggota lainnya.

2. Menanggapi asumsi orang lain

Proses diskusi akan lebih menyala jika ada tanggapan dari anggota lain terhadap asumsi atau pendapat seseorang. Tanggapan ini bisa berupa tanggapan yang menyetujui atau sanggahan. Tidak perlu takut untuk memberi sanggahan atau pendapat dari sudut pandang lain, karena diskusi adalah menyoal mencari titik tengah dari suatu persoalan atau topik tertentu yang tengah dibahas.

3. Memberi kesempatan anggota lain untuk berbicara

Dalam suatu diskusi yang sudah menyala dan berlangsung saling tanggap, umumnya akan ada beberapa anggota pasif. Kepasifan ini bisa disebabkan karena ketidakberanian untuk mengutarakan pendapat atau mereka sungkan untuk memotong proses diskusi yang tengah berlangsung dengan tensi tertentu. Oleh karena itu, diperlukan seseorang yang bisa mengerem atau menahan laju diskusi untuk mempersilakan anggota lain untuk bersuara.

Baca juga: 8 Tips Menciptakan Rapat Online yang Sukses

Hal yang tidak boleh dilakukan saat leaderless group discussion


Pengelolaan emosi dan menjunjung etika egalitarian menjadi cara kontrol diri dalam menjalani leaderless group discussion (Sumber: Pexels) 

Setelah mengetahui beberapa hal yang boleh dilakukan saat berlangsung LGD, berikut ini adalah beberapa hal yang patut dihindari.

1. Memotong pembicaraan

Salah satu hal yang patut dihindari saat berlangsungnya leaderless group discussion adalah memotong pembicaraan saat orang lain tengah mengutarakan pendapat. Memang, secara teknis menyanggah diperbolehkan namun dengan etika seperti meminta izin, memohon maaf, atau mengangkat tangan dan kode tubuh lainnya. Memotong pembicaraan saat LGD umum terjadi karena memang tidak ada moderator dalam prosesnya. Meski begitu, setiap anggota diharapkan tetap menghormati anggota lain secara egaliter atau setara.

2. Menyanggah dengan ad hominem

Dalam suatu leaderless group discussion, terdapat potensi saling sanggah yang tidak terkendali. Salah satunya adalah ketika seseorang menjadi emosi dan lantas menyerang pihak lain dengan sanggahan yang menyasar sifat negatif lawan bicaranya atau disebut argumentum ad hominem. Hal semacam ini tidak boleh dilakukan dalam leaderless group discussion, karena secara etika tidak sesuai dengan tujuan diskusi dan juga pembawaan emosional bisa mengubah alur diskusi menjadi debat.

Baca juga: 5 Cara Menyusun Agenda Rapat yang Efektif dan Contohnya

Tips menjalani leaderless group discussion


Kita bisa menjalani leaderless group discussion secara setara dan harmonis dengan kontrol individu (Sumber: Pexels)

Agar dapat menjalani leaderless group discussion dengan baik dan tetap mengedepankan etika, kita harus selalu mawas diri dan memandang anggota kelompok diskusi dengan setara. Hal utama dalam leaderless group discussion adalah menyoal egalitarian atau kesetaraan satu sama lain, sehingga semua berhak berpendapat dan memberi tanggapan.

Selain itu, usahakan kita menyampaikan pendapat dan tanggapan atau bahkan sanggahan dengan tata kelola emosi yang baik. Tidak semua hal yang kita utarakan bisa diterima oleh orang lain, jadi bagaimanapun leaderless group discussion bukanlah ruang untuk memaksakan kehendak kita pada orang lain.

Kembali kepada kompetensi yang dinilai dari leaderless group discussion, bahwa keharmonisan adalah satu hal utama untuk aspek penilaian. Selain itu, terjadinya diskusi yang menyala dan menghasilkan solvabilitas terhadap suatu topik juga merupakan tujuan utama dari sebuah kelompok diskusi tersebut.

Baca juga: Pengertian, Tujuan, Unsur, Ciri-ciri, Hingga 11 Jenis Diskusi

Nah, itulah tadi berbagai hal yang perlu kamu tahu dan pahami mengenai leaderless group discussion. Selanjutnya, kamu perlu menyiapkan diri untuk belajar berbicara di depan orang banyak untuk mengutarakan pendapat serta memberi tanggapan dengan penuh etika. Di dunia kerja, hal-hal semacam ini akan sangat diperlukan.

Bagi kamu yang tengah menyiapkan diri untuk meniti karier, hal-hal seperti leaderless group discussion ini penting untuk kamu ketahui. Terlebih bagi kamu yang ingin melanjutkan studi dengan beasiswa tertentu, sebab beberapa seleksi beasiswa mengadakan leaderless group discussion sebagai syarat yang harus ditempuh.

Namun, jika kini kamu telah bulat hati ingin mencari pekerjaan yang cocok untuk rencana kariermu, maka EKRUT bisa membantu kamu. EKRUT hadir sebagai rekan profesional bagi siapa saja yang tengah gamang menentukan arah kariernya. Dengan mendaftar lewat EKRUT, kamu akan mendapatkan berbagai informasi mengenai karier dan juga potensi rekrutmen dari berbagai perusahaan di Indonesia. Kamu hanya perlu menyiapkan CV dan portofolio terbaik yang kamu punya lantas klik tautan di bawah ini untuk langsung mendaftar lewat EKRUT.

Sumber:

  • study.com
  • tandfonline.com
  • dictionary.apa.org

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_Merchandise_Pengertian__Benefit__Jenis__Hingga_Strategi_Merchandise_Marketing.jpg

    Careers

    Merchandise: Pengertian, Benefit, Jenis, dan Strategi Merchandise Marketing

    Sartika Nuralifah

    06 October 2022
    5 min read
    H1_1._Mengenal_Lebih_Jauh_Mengenai_Officer_Development_Program_(ODP).jpg

    Careers

    Mengenal Lebih Jauh Mengenai Officer Development Program (ODP) Beserta 5 Tips Suksesnya

    Anisa Sekarningrum

    06 October 2022
    5 min read
    Workshop_adalah_Pengertian__manfaat__3_jenis__dan_perbedaanya_dengan_training.jpg

    Careers

    Definisi Workshop, Manfaat, Jenis, Bedaanya dengan Training

    Sylvia Rheny

    06 October 2022
    7 min read

    Video