Published on

Careers

4 Contoh laporan laba rugi, komponen, dan cara pembuatannya

Natasya Primatyassari

H1_Contoh_laporan_laba_rugi.jpg

Selain neraca dan laporan arus kas, laporan laba rugi adalah salah satu dari tiga laporan keuangan penting yang digunakan untuk melaporkan kinerja keuangan perusahaan selama periode tertentu. Berikut informasi lengkapnya hingga contoh laporan laba rugi yang penting untuk diketahui!

Baca juga: Mudah, ini 6 cara dapatkan penghasilan tambahan

Apa itu laporan laba rugi?

Apa itu laporan laba rugi?
Laporan laba rugi adalah laporan yang menunjukkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan - Pexels

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Laporan ini juga dapat memperlihatkan apakah perusahaan menghasilkan laba atau rugi dalam periode tertentu. Laporan laba rugi ditentukan dengan menjumlahkan semua pendapatan dan mengurangi semua biaya dari aktivitas operasional dan non-operasional perusahaan.

Baca juga: 5 Cara mengatur keuangan untuk menikah bagi karyawan

Tujuan membuat laporan laba rugi

Tujuan membuat laporan laba rugi
Laporan laba rugi dibuat dengan tujuan untuk mengontrol kesehatan keuangan perusahaan - Pexels

Dikutip dari zoho.com, pembuatan laporan laba rugi, bersama dengan neraca dan laporan arus kas, bertujuan untuk membantu pemilik bisnis memahami kesehatan keuangan perusahaan. Laporan laba rugi juga berfungsi sebagai landasan pengambilan keputusan untuk periode berikutnya; apakah perusahaan dapat menghasilkan laba dengan meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya, atau kombinasi keduanya. Selain itu, laporan laba rugi dapat menunjukkan efektivitas strategi yang ditetapkan bisnis pada awal periode keuangan. Pemilik bisnis dapat merujuk ke dokumen ini untuk melihat apakah strategi telah membuahkan hasil. Berdasarkan data keuangan, pemilik bisnis dapat menganalisis dan menemukan solusi terbaik untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan.

Baca juga: 5 Cara mengatur keuangan agar bisa beli rumah

Komponen laporan laba rugi

Komponen laporan laba rugi
Laporan laba rugi mencakup berbagai komponen penting sesuai dengan kebutuhan bisnis - Pexels

Format laporan laba rugi dapat bervariasi antar perusahaan. Hal tersebut disebabkan karena komponen pengeluaran dan pendapatan yang berbeda menyesuaikan dengan persyaratan peraturan, kebutuhan bisnis yang beragam, dan aktivitas operasional terkait. Namun, dikutip dari corporatefinanceinstitute.com, komponen yang terdapat dalam laporan laba rugi secara umum meliputi sebagai berikut.

  1. Pendapatan/penjualan
    Pendapatan adalah pemasukan yang diperoleh perusahaan dari penjualan atau pemberian jasa. Nilai yang tercantum berupa pendapatan kotor karena komponen ini masih mengandung biaya yang terkait dengan penjualan atau pemberian jasa.
  2. Harga Pokok Penjualan (HPP)
    Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah komponen yang menggabungkan semua biaya yang terkait dengan penjualan produk. Komponen ini juga dapat disebut “biaya penjualan” jika perusahaan tersebut bergerak dalam bidang jasa.
  3. Pendapatan kotor
    Pendapatan atau laba kotor dihitung dengan mengurangkan komponen Harga Pokok Penjualan (HPP) dari pendapatan/penjualan.
  4. Biaya pemasaran, periklanan, dan promosi
    Sebagian besar bisnis memiliki beberapa pengeluaran terkait dengan penjualan barang dan/atau jasa. Biaya pemasaran, periklanan, dan promosi sering dikelompokkan bersama karena merupakan biaya yang serupa, semuanya terkait dengan penjualan.
  5. Biaya umum dan administrasi
    Komponen ini mencakup semua biaya tidak langsung yang terkait dengan operasional bisnis, misalnya, gaji dan upah, biaya sewa dan kantor, asuransi, biaya perjalanan, dan terkadang biaya penyusutan. Namun, perusahaan dapat memilih untuk memisahkan biaya penyusutan menjadi komponen tersendiri.
  6. Depresiasi/biaya penyusutan
    Depresiasi adalah biaya non-tunai yang dibuat oleh akuntan untuk memperkirakan penyusutan yang terjadi pada aset modal seperti properti, pabrik, dan peralatan.
  7. Bunga
    Dalam laporan laba rugi perusahaan, komponen bunga dapat terbagi sebagai biaya bunga dan pendapatan bunga. Keduanya diletakkan secara terpisah dalam komponen yang berbeda.
  8. Biaya lainnya
    Perusahaan sering memiliki pengeluaran lain sesuai dengan bidang industri yang digeluti. Komponen ini mencakup biaya penggunaan teknologi, penelitian dan pengembangan, biaya penurunan nilai, keuntungan/kerugian dari penjualan investasi, dampak nilai tukar mata uang asing, dan pengeluaran lainnya yang khusus untuk industri atau perusahaan.
  9. Pajak penghasilan
    Pajak penghasilan mengacu pada pajak relevan yang dibebankan atas penghasilan sebelum pajak. Total beban pajak dapat terdiri dari pajak saat ini dan pajak masa depan.
  10. Pendapatan bersih
    Pendapatan atau laba bersih perusahaan dihitung dengan mengurangi pajak penghasilan dari penghasilan sebelum pajak. Komponen ini yang nantinya akan dipindahkan ke bagian laba ditahan dalam neraca, setelah dikurangi dividen.

Baca juga: EBITDA: Pengertian, fungsi, 4 faktor, dan rumus perhitungannya

4 Contoh laporan laba rugi

4 Contoh laporan laba rugi
Laporan laba rugi terdiri dari dua jenis, single-step dan multiple-step - Pexels

Laporan laba rugi terdiri dari dua jenis yaitu laporan laba rugi single-step dan laporan laba rugi multiple-step. Agar lebih memahami perbedaan keduanya, kamu dapat melihat contoh laporan laba rugi yang dikutip dari zoho.com dan investopedia.com.

1. Laporan laba rugi single-step

Laporan laba rugi single-step
Contoh di atas adalah salah satu jenis laporan laba rugi yang paling sederhana, di mana kamu dapat menerapkan nilai pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian dalam persamaan untuk mengetahui jumlah laba bersih. Karena didasarkan pada perhitungan sederhana, metode ini disebut dengan laporan laba rugi single-step.

2. Laporan laba rugi multiple-step

Laporan laba rugi multiple-step

Laporan laba rugi multiple-step
Perusahaan yang beroperasi di tingkat global menyediakan berbagai macam produk dan layanan serta melibatkan perusahaan dalam merger dan kemitraan. Karena kegiatan tersebut, perusahaan memiliki daftar kegiatan dan pengeluaran yang kompleks untuk dicatat. Perusahaan-perusahaan ini juga harus mematuhi peraturan pelaporan khusus. Oleh karena itu, perusahaan besar lebih cocok menggunakan laporan laba rugi multiple-step. Dalam sistem ini, pendapatan operasional, beban operasional, dan keuntungan, dipisahkan dari beban non-operasional, pendapatan non-operasional, dan kerugian.

Cara membuat laporan laba rugi

Cara membuat laporan laba rugi
Membuat laporan neraca saldo merupakan salah satu langkah sebelum menyusun laporan laba rugi - Pexels

Untuk membuat laporan laba rugi dan melaporkan keuntungan yang dihasilkan perusahaan, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut seperti dikutip dari gocardless.com.  

  1. Pilih periode pelaporan
    Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu menentukan periode pelaporan yang ingin dicakup dalam laporan laba rugi. Sebagian besar, laporan laba rugi dicatat per tahun, per kuartal, atau per bulan. Membuat laporan bulanan dapat membantu kamu mengidentifikasi tren dan meningkatkan keuntungan.
  2. Buat laporan neraca saldo
    Selanjutnya, kamu harus mendata laporan neraca saldo dengan mencantumkan semua saldo akun yang ada di buku besar perusahaan.
  3. Hitung pendapatan perusahaan
    Sekarang, saatnya menghitung pendapatan bisnismu. Untuk melakukannya, tambahkan pendapatan dari laporan neraca saldo kemudian masukkan jumlah akhirnya dalam baris pendapatan.
  4. Tentukan Harga Pokok Penjualan (HPP)
    Komponen ini penting dicatat untuk menentukan harga pokok penjualan yang mencakup bahan, tenaga kerja langsung, dan sebagainya. Tambahkan semua jumlah dari laporan neraca saldo dan masukkan dalam baris HPP.
  5. Hitung margin kotor
    Langkah selanjutnya menghitung margin kotor dengan mengurangi harga pokok penjualan dari pendapatan.
  6. Tambahkan biaya operasional
    Kamu juga harus menjumlahkan semua biaya operasional yang termasuk dalam laporan neraca saldo. Komponen ini biasanya terbagi menjadi beban penjualan dan operasional serta beban umum dan administrasi.
  7. Hitung penghasilan perusahaan
    Setelah itu, hitung penghasilan perusahaan dengan mengurangi biaya operasional dari margin kotor.
  8. Tambahkan pajak pendapatan
    Untuk menghitung pajak pendapatan, kalikan tarif pajak negara yang berlaku dengan angka pendapatan sebelum pajak. Tambahkan ini ke dalam laporan laba rugi, di bawah angka penghasilan sebelum pajak.
  9. Tentukan penghasilan bersih
    Untuk menentukan pendapatan bersih bisnis, kamu dapat mengurangkan pajak pendapatan dari angka pendapatan sebelum pajak. Masukkan angka tersebut ke dalam baris terakhir laporan laba rugi.

Baca juga: 10 Rekomendasi aplikasi pengatur keuangan terbaik

Nah, itu tadi contoh laporan laba rugi beserta proses pembuatannya. Jika kamu tertarik dengan bidang akuntansi dan ingin mendalaminya secara profesional, kamu bisa daftarkan dirimu melalui EKRUT. Namun, sebelumnya simak dulu video di bawah ini agar kamu dapat menghindari kegagalan dalam wawancara kerja dan mendapatkan karier impianmu.

sign up EKRUT

Sumber: 

  • zoho.com
  • corporatefinanceinstitute.com
  • investopedia.com
  • gocardless.com

Tags

Share