Published on

Expert's Corner

Marketing plan: Tujuan, panduan membuat, dan 3 contoh terbaiknya

Maria Tri Handayani

marketing_plan_untuk_startup_-_EKRUT.jpg

Produk yang hebat tanpa rencana pemasaran yang kuat akan mengalami kesulitan untuk menjangkau target pasar. Oleh karena itu, sangat penting bagi perusahaan untuk memiliki marketing plan yang solid. Hampir setiap perusahaan terutama startup membutuhkan marketing plan untuk memastikan pertumbuhannya dari waktu ke waktu. 

Baca juga: Mengenal growth hack marketing dan cara menyusun strateginya

Apa itu marketing plan?

Apa itu marketing plan?
Marketing plan adalah peta strategis yang digunakan sebagai panduan oleh perusahaan - Pexels

Menurut blog.hubspot.com, marketing plan adalah peta strategis yang digunakan bisnis untuk mengatur, melaksanakan, dan melacak strategi pemasaran mereka selama periode waktu tertentu. Marketing plan dapat memuat berbagai strategi pemasaran yang diperuntukkan secara terpisah bagi masing-masing tim pemasaran.

Tujuan marketing plan

Tujuan marketing plan
Tujuan marketing plan adalah menuliskan strategi perusahaan secara terorganisir - Unsplash

Tujuan dari marketing plan adalah untuk menuliskan taktik dan strategi perusahaan secara terorganisir. Marketing plan akan membantumu tetap konsisten dalam mencapai target serta mengukur keberhasilan kampanye yang dilakukan. Dengan semua informasi yang terkandung di dalamnya, seperti tujuan kampanye, persona pembeli, anggaran, dan taktik, akan memudahkan kamu menilai apa yang berhasil dan apa yang tidak.

Baca juga: Ini perbedaan social media marketing vs content marketing

5 Cara membuat marketing plan yang efektif

marketing plan untuk startup - EKRUT
Menentukan brand message dari awal akan membantumu dalam strategi pemasaran selanjutnya - EKRUT

Meski begitu bila kamu berada di perusahaan rintisan mungkin kamu akan merasa bingung ketika awal mula membuat strategi pemasaran tersebut. Agar tidak salah arah, perhatikan beberapa cara dalam membuat marketing plan untuk startup yang efektif berikut. 

1. Tentukan pesan brand dan perusahaan kamu 

Hal pertama yang harus kamu perhatikan dalam membuat perencanaan strategi pemasaran di sebuah startup adalah dengan memahami apa yang menjadi pesan dari brand kamu. Jelaskan identitas brand kamu dengan menentukan beberapa hal berikut: 

  • Apa visi brand atau perusahaanmu? 

Untuk mengetahuinya kamu bisa melihat produk dan layanan seperti apa yang kamu tawarkan. Selain itu juga dengan menganalisis keunikan dari bisnismu serta mendefinisikan bagaimana perusahaanmu ingin dilihat oleh pelanggan. 

  • Apa misi yang kamu bawa? 

Tentukanlah kebutuhan market yang ingin perusahaanmu sasar dan alasannya. Pendekatan perusahaan seperti apa yang kamu miliki? Cari juga alasan kenapa pembeli harus memilihmu dan bukan yang lain. 

  • Esensi brand dan perusahaan 

Tentukan pula esensi dari brand atau perusahaanmu. Ketika pelanggan menggunakan produk atau layananmu, emosi seperti apa yang tercipta? Jika brand kamu adalah manusia, bagaimana kamu dapat menggambarkan kepribadiannya?

  • Personality brand seperti apa yang kamu inginkan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kepribadian seperti apa yang kamu inginkan pada brand atau perusahaanmu? Apakah kamu menginginkan brand kamu dipersepsi dengan keperibadian yang menyenangkan atau serius dan serba bisnis?

2. Tentukan target audiens kamu 

marketing plan untuk startup - EKRUT
Membuat kategori buyer persona membantumu dalam memahami pelanggan ideal yang kamu sasar - EKRUT

Tidak hanya pesan yang harus ditentukan di awal marketing plan, kamu juga harus menentukan siapa target audiens. Mulailah menentukan orang atau perusahaan yang menjadi pelangganmu. Bagilah ke dalam beberapa kategori untuk memahami berbagai buyer persona yang ada. 

Buyer persona adalah representasi dari pelanggan idealmu. Dengan mengetahui buyer persona, kamu akan lebih mudah dalam memahami baik pelanggan dan calon pelangganmu dengan baik. Dengan begitu kamu akan lebih mudah menyesuaikan konten dengan kebutuhan, perilaku dan masalah dari berbagai tipe pembeli yang berbeda.

3. Tentukan tujuan akhir dari strategi pemasaran 

marketing plan untuk startup - EKRUT
Tanpa adanya tujuan yang jelas, strategi pemasaranmu akan mudah kehilangan arah - EKRUT

Pada saat membuat marketing plan untuk startup, kamu harus menentukan tujuan pemasaran dan bisnis seperti apa yang ingin kamu capai, misalnya dalam dua atau lima tahun. Dengan menentukan tujuan sedari awal, kamu bisa menentukan strategi pemasaran seperti apa yang dibutuhkan.  

Baca juga: 7 Jenis strategi pemasaran yang paling efektif

4. Pilih saluran pemasaran yang tepat 

marketing plan untuk startup - EKRUT
Memanfaatkan saluran yang tepat akan memaksimalkan strategi pemasaran startup - EKRUT

Penting bagi startup untuk memahami pentingnya menggunakan saluran yang tepat dalam strategi pemasarannya. Ada beberapa saluran pemasaran yang bisa kamu pertimbangkan, di antaranya: 

  • Media sosial

Media sosial adalah salah satu saluran pemasaran modern di masa sekarang. Dengan menggunakan media sosial kamu dapat menargetkan audiens yang lebih luas sehingga bisa menambah pelanggan potensial. Meski begitu penting bagi startup untuk dapat memperhatikan pendekatan dan strategi yang tepat dalam memanfaatkan media sosial untuk strategi pemasarannya. 

Uji semua media sosial yang ada untuk melihat manakah saluran yang paling efektif dalam strategi pemasaranmu. Pastikan konten yang kamu unggah di media sosial menarik dan bermanfaat untuk menunjang brand awareness kamu. Bila perlu jaga komunikasi dengan pelanggan melalui media sosial tersebut.

  • Influencer marketing 

Pemasaran yang memanfaatkan peran influencer adalah cara lain untuk menciptakan kesan pertama yang hype untuk startup kamu. Kamu dapat menggunakan jasa influencer di media sosial untuk mempromosikan brand atau pesan yang kamu inginkan di dalam lingkaran mereka. Meskipun saluran yang satu ini tidak menjamin selalu memberikan pengaruh pada peningkatan penjualan, namun tetap efektif untuk menyebarkan brand awareness terhadap brand atau perusahaanmu. 

  • Email marketing

Pemasaran email adalah salah satu saluran pemasaran yang sering digunakan dalam banyak rencana pemasaran startup. Kamu dapat menggunakan teknik email marketing untuk memperkuat jangkauan bisnis. Selain itu email marketing juga digunakan untuk membawa pengunjung dari tahap awareness ke tahap konversi dan loyalitas dengan menyediakan materi pemasaran yang relevan bagi pelanggan. 

  • Affiliates dan referral

Saluran pemasaran lainnya yang bisa kamu pertimbangkan adalah affiliates dan referral marketing. Pada saluran affiliates marketing, konsumen akan berperan layaknya promotor produk atau brand di mana nantinya mereka akan mendapatkan keuntungan dari penawaran produk yang berhasil dilakukan. Sementara referral marketing adalah metode mempromosikan produk atau layanan kepada pelanggan baru melalui rujukan, biasanya dari mulut ke mulut. 

  • Blog

Blog selama ini juga dianggap sebagai salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kesadaran tentang produk. Itu sebabnya bila kamu masih dalam tahap mengembangkan startup, penting untuk memasukan strategi pemasaran konten sebagai salah satu fokus rencana pemasaran. Bila kamu ingin menggunakan blog sebagai salah satu saluran pemasaran, jangan lupa juga untuk menerapkan strategi SEO pada pengembangan blog kamu. 

Pasalnya, dengan menerapkan strategi SEO yang tepat kamu dapat memaksimalkan traffic organik jangka panjang ke situs kamu. Gunakan kata kunci yang dapat mendatangkan kunjungan ke situs kamu. 

  • Pemasaran berbayar 

Iklan adalah saluran pemasaran lainnya yang bisa kamu pertimbangkan. Sebagai startup, kamu harus membuat orang-orang khususnya yang menjadi target audiens terbiasa terhadap brand kamu. Kamu dapat menargetkan audiens dan memasang iklan yang sesuai untuk mereka. Salah satu saluran pemasaran berbayar yang dapat kamu pilih seperti iklan berbayar di Facebook. 

  • Pemasaran offline 

Beberapa startup juga membutuhkan saluran pemasaran offline untuk meraih kesuksesan dalam strategi pemasaran. Salah satunya seperti startup berbasis Internet of Things. Startup berbasis IoT membutuhkan metode pemasaran offline karena pelanggan potensial tersebar dan bukan pengguna internet biasanya. Pemasaran offline di sini seperti media cetak, TV, iklan banner, maupun event dan sponsorship.

5. Menerapkan rencana pemasaran 

marketing plan untuk startup - EKRUT
Terapkan strategi sekaligus evaluasi untuk melihat faktor-faktor apa saja yang dapat menunjang kesuksesan - EKRUT

Setelah mengetahui beberapa hal penting seperti tujuan, identitas brand hingga saluran marketing mana yang terbaik, maka langkah selanjutnya adalah mulai menjalankan rencana pemasaran bertarget yang dapat membuat startup kamu semakin terlihat. Gunakan kreatifitas kamu dalam menjalan kampanye pemasaran di saluran-saluran tadi. 

Pastikan pula kamu sudah membuat metrik untuk mengukur kesuksesan kampanye pemasaran tersebut sehingga kamu dapat mengetahui apakah kesuksesan rencana pemasaran yang kamu buat sebelumnya dapat diulang di kemudian hari atau tidak.

Baca juga: Begini cara menentukan niche market dengan mudah

3 Contoh marketing plan

3 Contoh marketing plan
Temukan marketing plan yang paling sesuai dengan perusahaanmu - Unsplash

Untuk membantu kamu merumuskan sendiri marketing plan yang sesuai, berikut beberapa contoh marketing plan yang dapat dijadikan sebagai referensi.

1. HubSpot

Bergerak dalam bisnis yang menyediakan platform pemasaran bagi perusahaan, HubSpot telah mendapat banyak pelajaran yang membentuk strategi pemasaran konten mereka saat ini. Oleh karena itu, HubSpot membagikan format marketing plan dalam situsnya agar para marketer dapat mengembangkan strategi pemasaran konten secara efektif.

Dalam panduan komprehensif ini, kamu akan mempelajari beberapa hal sebagai berikut.

  • Apa sebenarnya pemasaran konten itu.
  • Mengapa bisnis membutuhkan strategi pemasaran konten.
  • Siapa yang harus memimpin upaya pemasaran konten.
  • Bagaimana menyusun tim pemasaran konten, berdasarkan indikator perusahaanmu.
  • Cara mempekerjakan orang yang tepat untuk setiap peran di tim pemasaran.
  • Alat dan teknologi pemasaran apa yang diperlukan.
  • Jenis konten apa yang harus dibuat oleh tim pemasaran, dan staf mana yang harus bertanggung jawab untuk membuatnya.
  • Pentingnya mendistribusikan konten melalui mesin pencari, media sosial, surel, dan iklan berbayar.
  • Metrik yang harus diukur dan dilaporkan oleh masing-masing tim untuk mengoptimalkan program pemasaran konten.

2. Venngage

Dikutip dari venngage.com, ruang lingkup marketing plan dapat bervariasi tergantung pada tujuannya atau jenis perusahaannya. Sebagai contoh, kamu dapat membuat marketing plan yang memberikan gambaran umum tentang seluruh strategi pemasaran perusahaan atau hanya berfokus pada saluran tertentu seperti SEO, pemasaran media sosial, atau pemasaran konten. Selengkapnya, kamu dapat mempelajari dan mengakses format marketing plan ini melalui tautan berikut.

3. Chief Outsiders

Ketika kamu mencari marketing plan untuk meluncurkan sebuah produk baru, format dari Chief Outsiders adalah salah satu yang dapat digunakan. Rencana pemasaran untuk produk baru akan lebih spesifik karena ditargetkan pada satu produk tertentu. Setelah membaca perencanaan ini, kamu akan belajar bagaimana cara:

  • Memvalidasi produk
  • Menulis tujuan strategis
  • Mengidentifikasi target pasar
  • Membuat proposisi nilai untuk produk baru
  • Mempertimbangkan aspek penjualan dan pelayanan dalam rencana pemasaran

Baca juga: 6 Tahapan marketing plan ini efektif bantu kembangkan bisnis

Selain lima cara membuat marketing plan beserta contoh pengaplikasiannya, kamu juga harus menyediakan waktu, tenaga, dan kreativitas agar dapat menjalankan seluruh rencana pemasaran dengan efektif. Jangan takut melakukan perubahan untuk menemukan strategi pemasaran yang sukses untuk bisnismu. Terkadang perusahaan harus berubah arah agar sesuai dengan kebutuhan pasar. 

Untuk memudahkan perusahaan mencari talent dalam bidang pemasaran, daftarkan bisnismu di startup talent marketplace seperti EKRUT agar dapat menemukan tim yang terbaik sesuai dengan keinginanmu. Simak video di bawah ini untuk mengetahui info lengkapnya.

bye bye apply
Last update: 17 September 2021

Sumber: 

  • forbes.com
  • hubspot.com
  • cloudways.com
  • bussiness.com
  • venngage.com

Tags

Share