Published on

Careers

Tertarik Jadi Marshaller? Berikut Gaji Si Juru Parkir Pesawat Terbaru Tahun 2022!

Algonz D.B. Raharja

H1_Marshaller.jpg

Jika kamu pernah berada di ruang tunggu bandara dan memperhatikan ke landasan pacu pesawat, kamu pasti melihat ada beberapa orang yang bertugas memarkir pesawat. Sosok ini umumnya memakai rompi warna cerah seperti kuning atau oranye. Tak hanya itu, sosok ini juga membawa dua lampu berbentuk stik atau dua bet berbentuk seperti raket tenis meja.

Nah, jika kamu memahami sosok yang dimaksud, maka sosok tersebut dinamakan marshaller atau petugas aircraft marshalling. Mau tahu lebih lanjut tentang profesi marshaller tersebut? Mari kita simak ulasannya berikut ini.

Apa itu marshaller?


Marshaller merupakan juru parkir pesawat di bandara (Sumber: Pexels)

Dilansir dari situs Aviation Services, marshaller merupakan seseorang yang dilatih untuk mengarahkan pesawat dengan cara visual untuk tiba di darat, masuk landasan, dan keluar dari titik pendaratan, hingga parkir.

Marshaller merupakan orang yang mengarahkan pesawat pada posisi tepat di landasan parkir bandara. Marshaller melakukan tugasnya dengan menerapkan sinyal marshalling. Sinyal itu berbentuk gerakan tubuh untuk berkomunikasi dengan pilot secara visual tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Pedoman utama marshaller adalah berdiri di area yang tidak membahayakan pesawat dan terlihat oleh pilot.

Secara umum, marshaller atau petugas aircraft marshalling mengacu pada komunikasi antara personel darat dan pilot untuk mengarahkan pesawat ke posisi parkir yang benar di bandara. Marshaller berperan penting dalam proses parkir pesawat hingga berhenti dengan sempurna sebab beberapa pilot memiliki keterbatasan penglihatan karena hambatan darat lainnya. Proses pemanduan pesawat oleh marshaller ini juga dilakukan untuk mempersiapkan pesawat sebelum lepas landas.

Baca juga: 7 Pekerjaan dengan Gaji Tinggi di Bidang Teknologi

Tugas dan fungsi marshaller


Marshaller bertugas untuk memastikan pesawat terparkir dengan sempurna dan menjaga keselamatan bandara (Sumber: Pexels)

Seperti yang telah dijelaskan di atas, marshaller memiliki tugas utama untuk mengarahkan pesawat saat mendarat maupun hendak lepas landas. Marshaller memiliki beberapa tugas utama yang meliputi beberapa hal sebagai berikut:

  • Memberi pedoman kepada pilot lewat gerakan tangan atau lengan
  • Menjadi pedoman sinyal bagi pesawat untuk masuk dan keluar dari apron bandara
  • Menjadi alternatif komunikasi radio oleh pilot saat hendak parkir atau keluar dari apron bandara
  • Menjadi pedoman pilot saat pandangan terhambat oleh kondisi cuaca atau bandara

Marshaller umumnya berada mendekat ke arah pesawat yang baru tiba di landasan menuju jalan penghubung ke tempat parkir.

Dilansir dari cuitan akun resmi Twitter Kementerian Perhubungan, marshaller memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Menghindari kecelakaan penerbangan dengan memastikan apron telah steril sebelum pesawat datang
  • Memastikan agar pesawat terparkir sempurna
  • Menjaga kerapian dan ketertiban landasan pacu

Baca juga: 8 Pekerjaan dengan Gaji Tinggi untuk Perempuan Tahun 2022

Syarat menjadi marshaller


Untuk menjadi marshaller, seseorang perlu mengikuti pendidikan dan pelatihan aviasi (Sumber: Pexels)

Dilansir dari situs AVIA Kampus Penerbangan Bali ada beberapa syarat khusus yang harus dimiliki seseorang jika ingin menjadi marshaller. Salah satunya adalah mendapat pendidikan dan pelatihan resmi sebagai aircraft marshaller. Adapun beberapa syarat pendaftaran yang umum bagi calon marshaller adalah sebagai berikut:

  • Usia minimal 18 tahun saat mendaftar pendidikan
  • Minimal lulusan SMA/sederajat
  • Tinggi Pria minimal 165 cm
  • Tinggi Perempuan minimal 160 cm
  • Tidak buta warna
  • Memiliki tinggi dan berat badan ideal

Selain itu, menurut Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Budiarto di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Tangerang, calon marshaller umumnya dilakukan oleh petugas Apron Movement Control (AMC) dan taruna/taruni sekolah penerbangan. Hal itu berarti, untuk menjadi seorang marshaller diharuskan mengikuti pendidikan dan pelatihan khusus terkait aviasi.

Adanya keharusan tersebut mengacu pada latihan marshaller secara praktik dengan pesawat tertentu dan juga menerapkan beberapa sistem parkir pesawat seperti parkir sejajar dengan penyesuaian luas apron bandara.

Baca juga: 4 Pertimbangan Saat Ingin mendapatkan Gaji yang Tinggi

Isyarat marshaller kepada pilot


Contoh beberapa gerakan isyarat marshaller (Sumber: planesense.com)

Selain memenuhi syarat sebagai calon marshaller dan mengenyam pendidikan aviasi, seorang marshaller juga diharuskan memahami isyarat atau sinyal marshalling kepada pilot. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, marshaller bertugas memberi sinyal berupa gerakan lengan dan menjadi alternatif komunikasi bagi pilot.

Oleh karena itu, terdapat beberapa gerakan isyarat yang perlu dipahami untuk menjadi seorang marshaller. Gerakan isyarat marshaller itu antara lain adalah sebagai berikut:

1. Say hello


Isyarat Say Hello oleh marshaller (Sumber: upbubudiarto.id)

Istilah isyarat ini berarti aba-aba yang diberikan marshaller kepada pilot bahwa ia berdiri di satu titik tertentu. Isyarat ini juga digunakan marshaller untuk menunjukkan posisi tempat parkir yang akan digunakan.

2. This bay


Isyarat This Bay oleh marshaller (Sumber: upbubudiarto.id)

Isyarat ini merupakan aba-aba yang diberikan marshaller untuk menunjukkan informasi tempat parkir kepada pilot. Gerakan tangan yang digunakan dalam isyarat ini adalah meluruskan tangan kanan ke atas kepala, sedangkan tangan kiri ke depan sejajar dengan bahu.

3. Move ahead


Isyarat Move Ahead oleh marshaller (Sumber: upbubudiarto.id)

Isyarat ini dilakukan marshaller untuk memberi informasi kepada pilot untuk terus menjalankan pesawat udara dalam keadaan lurus dengan garis apron.

Gerakan yang digunakan marshaller adalah dengan merentangkan tangan sejajar bahu dan menggerakan bagian tangan dari siku hingga telapak tangan yang memegang marshalling bat/flashlight (bet/tongkat lampu) ke atas dan ke bawah secara konstan di atas bahu.

4. Turn right/turn left


Isyarat Turn Left oleh marshaller (Sumber: upbubudiarto.id)

Tanda isyarat ini diberikan oleh marshaller kepada pilot untuk membelokkan pesawat ke kiri atau ke kanan agar sejajar dengan garis apron atau posisi marshaller tersebut.

Gerakan isyarat ini dilakukan dengan merentangkan kedua tangan sejajar bahu dan menggerakan bagian tangan dari siku hingga telapak tangan yang memegang marshalling bat/flashlight (bet/tongkat lampu) ke atas dan ke bawah secara perlahan. Jika instruksi belok ke kanan, maka tangan kanan marshaller bergerak, dan sebaliknya.

5. Slow down


Isyarat Slow Down oleh marshaller (Sumber: upbubudiarto.id)

Isyarat ini dilakukan marshaller untuk memberi aba-aba pada pilot dan memberitahunya di mana letak garis berhenti (stop line). Jika stop line sudah dekat dengan roda depan pesawat, maka isyarat ini dilakukan agar pilot mengurangi kecepatan.

Gerakan yang digunakan untuk isyarat ini adalah marshaller merentangkan tangan sejajar dengan bahu dan menggerakan bagian bagian tangan dari siku hingga telapak tangan yang memegang marshalling bat/flashlight (bet/tongkat lampu) ke atas dan ke bawah secara perlahan di bawah bahu.

Baca juga: Jangan Nilai Kesuksesan Hanya dari Gaji, Mengapa?

6. Stop


Isyarat Stop oleh marshaller (Sumber: upbubudiarto)

Isyarat berhenti dilakukan marshaller untuk memberi tahu pilot bahwa roda depan pesawat telah berada di stop line. Gerakan yang dilakukan adalah dengan mengangkat kedua tangan dan menyilangkan marshalling bat/flashlight (bet/tongkat lampu) ke atas kepala.

7. Hand brake


Gerakan isyarat Hand Brake oleh marshaller (Sumber: upbubudiarto.id)

Isyarat ini dilakukan oleh marshaller untuk memberi tahu pilot agar melakukan pengereman pada pesawat. Setelah itu, umumnya petugas ground handling akan memasang wheel chock untuk mengganjal roda pesawat agar pesawat tidak bergerak. Gerakan yang dipakai adalah dengan cara mengangkat dan mengepalkan tangan kanan ke atas.

8. Insert wheel chock


Gerakan Insert Wheel Chock oleh marshaller (Sumber: upbubudiarto.id)

Isyarat ini merupakan aba-aba bagi pilot yang dilakukan oleh marshaller bahwa sedang dilakukan pemasangan wheel chock pada roda pesawat. Gerakan yang digunakan marshaller dalam proses ini adalah mengangkat kedua tangan ke atas kepala dan menempelkan marshalling bat/flashlight sejajar.

9. Release brake


Gerakan Release Brake oleh marshaller (Sumber: upbubudiarto.id)

Isyarat ini dilakukan oleh marshaller untuk memberi tahu pilot agar melepaskan rem pesawat karena wheel chock sudah terpasang pada roda pesawat. Gerakan yang dilakukan adalah dengan cara mengangkat dan membuka kepalan tangan kanan ke atas.

10. Cut engine


Gerakan marshaller untuk Cut Engine (Sumber: upbubudiarto.co)

Isyarat ini dilakukan marshaller sebagai instruksi kepada pilot agar mematikan mesin pesawat. Gerakan yang dilakukan marshaller untuk instruksi ini adalah dengan cara mengangkat tangan kanan ke depan leher dan menggerakan telapak tangan ke samping.

11. All clear


Gerakan All Clear oleh marshaller (Sumber: upbubudiarto.id)

Isyarat ini dilakukan oleh marshaller untuk memberi tahu pilot bahwa kegiatan pemarkiran pesawat telah selesai dilakukan. Gerakan yang digunakan adalah dengan melambaikan tangan atau mengacungkan ibu jari kepada pilot.

Baca juga: Prospek Kerja Ekonomi Pembangunan dengan Gaji Tertinggi

Berapa gaji seorang marshaller?


Marshaller merupakan salah satu profesi di bidang penerbangan yang menarik (Sumber: 

Menjadi seorang marshaller tentu memiliki risiko dan tantangannya sendiri. Peranannya yang vital dalam proses parkir pesawat membuatnya harus fokus pada keselamatan pesawat dan bandara. Oleh karena itu, umumnya marshaller memiliki gaji dengan besaran tertentu untuk mendukung kinerjanya.

Menurut Media Indonesia, gaji marshaller di dunia rata-rata mencapai USD21 per jam atau setara dengan Rp302.500 per jam dengan kurs Rp14.400. Namun demikian, di Indonesia sendiri gaji marshaller berkisar antara Rp4.000.000 hingga Rp7.000.000 per bulan.

Menurut situs Ziprecruiter, per 9 Januari 2022 rata-rata gaji marshaller di Amerika Serikat mencapai USD43.861 per tahun atau USD3.655 per bulan. Besaran gaji ini berkisar pada Rp627.850.477 per tahun atau sekitar Rp52.319.680 per bulan.

Menarik, bukan? Itulah tadi seluk-beluk pekerjaan sebagai seorang marshaller di dunia penerbangan. Bagi kamu yang tertarik untuk bekerja di bidang penerbangan, mungkin marshaller bisa menjadi salah satu pilihan tepat buatmu.

Selain itu, jika kamu masih ingin meniti karier dengan melamar pekerjaan setelah lulus kuliah, EKRUT bisa menjadi jawabanmu. Kamu bisa mendaftar lewat EKRUT untuk menemukan berbagai kesempatan kerja di perusahaan-perusahaan bonafide. Kamu hanya perlu menyiapkan CV terbaikmu dan lamar pekerjaan impianmu lewat EKRUT.

Kamu hanya perlu klik tautan di bawah ini untuk mendaftar lewat EKRUT.

Sumber:

  • an.aero
  • aviationknowledge.wikidot.com
  • upbubudiarto.id

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    cara-interview-kerja-yang-baik-EKRUT.jpg

    Careers

    12 Cara Interview Kerja yang Baik Agar Bisa Diterima

    Lita Lia

    06 July 2022
    6 min read
    cover.jpg

    Careers

    12 Contoh Etos Kerja yang Penting Bagi Perkembangan Karier

    Detty Risetya

    06 July 2022
    5 min read
    H1.jpg

    Careers

    5 Contoh Biografi Diri Sendiri untuk Peluang dan Perkembangan Karier

    Alvina Vivian

    06 July 2022
    6 min read

    Video