Published on

Careers

Full Stack Developer: Tugas, kualifikasi, dan proyeksi karier 2021

Tsalis Annisa

full-stack-developer-EKRUT.jpg

Namun, sebelum membahas apa saja skills yang dibutuhkan oleh seorang Full Stack Developer, mari bahas apa saja tanggung jawabnya. Seorang Full Stack Developer adalah seorang ahli teknologi yang harus mampu memperbaiki front-end maupun back-end dari sebuah aplikasi. Oleh karena itu, orang yang bekerja pada posisi ini perlu paham dan familiar dengan hal seperti tampilan utama yang berkaitan dengan user interface, tampilan dapur aplikasi yang berkaitan dengan validasi data, dan tampilan database.

Seorang Full Stack Developer memang tidak perlu menguasai segala jenis teknologi, namun setidaknya mampu memenuhi keinginan klien dan mengembangkan aplikasi sesuai permintaan.  Selain itu, profesi ini juga memerlukan beberapa skills pendukung lainnya seperti di bawah ini.

Mengenal Profesi Full Stack Developer

full stack developer EKRUT
Sebagai seorang Full Stack Developer kamu dituntut untuk memiliki pengetahuan terhadap database. (Sumber: Pexels)

Seperti yang telah disinggung di atas, kita mungkin pernah mendengar tentang pengembang back-end yang bekerja di belakang layar maupun pengembang front-end yang bekerja dengan proses coding dalam pembuatan situs laman dan aplikasi yang dilihat pengguna sebagai produk akhir. Secara ringkas, full stack developer adalah seorang pemrogram terampil yang dapat melakukan dua hal tersebut.

Seorang full stack developer adalah pengembang perangkat lunak yang memiliki kemampuan di berbagai pokok keahlian untuk membuat produk perangkat lunak. Umumnya, seorang full stack developer diminta untuk menulis kode back-end, mengintegrasikan database, dan menulis HTML/CSS di bagian front-end yang terintegrasi dengan kode back-end tadi. Sebagai teknisi profesional, seorang full stack developer tentunya diharuskan memiliki kemampuan yang beragam dalam bahasa pemrogaman. 

Hal itu membuat pekerjaan ini merupakan aset yang amat bernilai bagi banyak perusahaan. Sebabnya, seorang full stack developer terlibat dalam seluruh proses untuk menerapkan fitur-fitur digital ke dalam produksi. Di samping itu, seorang full stack developer amat diharapkan untuk dapat menggunakan pengetahuan mereka untuk membuat, mengembangkan, dan memecahkan permasalahan dalam berbagai proyek perusahaan, baik untuk karyawan internal maupun untuk klien.

Baca Juga: 5 Cara menjadi Full Stack Developer yang andal

Perbedaan Full Stack Developer dan Full Stack Engineer

Perbedaan Full Stack Developer dan Full Stack Engineer
Full Stack Developer menggunakan pendekatan holistik dalam membangun sebuah produk. (Sumber: Pexels)

Meski secara umum dianggap sama, namun terdapat beberapa perbedaan khusus antara full stack developer dan full stack engineer. Keduanya seringkali dirangkap menjadi satu perkerjaan yang sama, meski sejatinya seorang pengembang dan teknisi full-stack dapat dibedakan. Berikut adalah beberapa perbedaan tersebut.

Full Stack Developer Full Stack Engineer
Bekerja untuk pengembangan di sisi server (internal) dan klien. Secara umum lebih terikat pada coding aplikasi internal.
Menulis application programming interface (API) untuk desain situs web. Membangun aplikasi yang bekerja di personal computer.
Dapat mengakses seluruh aspek dari aplikasi web dan membantu pemecahan masalah di bagian front-end maupun back-end. Hanya bertanggung jawab pada aspek tertentu dan tidak aksesibilitas.
Membuat prototip dalam waktu cepat untuk desain produk, pendekatan holistik. Membangun sebuah langkah untuk sebuah aplikasi, harus memastikan tidak ada error, pendekatan parsial (khusus).
Harus mengetahui bahasa pengembangan front-end, termasuk HTML, CSS, dan JavaScript, bersama dengan bahasa back-end seperti Python dan PHP. Fokus pada bahasa pemrogaman tertentu dalam pembuatan aplikasi pada operating system (OS) seperti C#, Java, dan Swift. Memahami konsep dasar ilmu komputer.
Umumnya adalah ketua dari sebuah tim dengan anggota dari kedua aspek pengembangan (front-end dan back-end) Umumnya adalah bagian dari sebuah tim yang bekerja di area tertentu dan bekerja dengan anggota lainnya untuk membangun langkah-langkah berbeda untuk sebuah aplikasi
Bekerja pada aplikasi web yang produknya dapat diakses siapa saja lewat laman internet. Contoh: SEMRush dan Grammarly. Bekerja untuk membangun aplikasi asli pada PC. Contoh: Adobe dan Desktop’s Skype.

Jika dilihat secara umum, tugas seorang pengembang dan teknisi memang serupa, tapi peran utama mereka dalam sebuah tim amat berbeda. Begitu pula akses yang dapat dilakukan dalam proses kerja hingga cakupan produk aplikasinya juga berbeda.

8 Kualifikasi menjadi Full Stack Developer

full stack developer - EKRUT
Seorang full stack developer harus memiliki pengetahuan database yang mumpuni - EKRUT

Berikut ini adalah beberapa kemampuan teknis yang sebaiknya kamu miliki jika ingin menjadi seorang Full Stack Developer yang handal.

1. Menguasai teknologi front-end

Seseorang yang berkecimpung dengan profesi Full Stack Developer perlu menguasai beberapa teknologi esensial yang berkaitan dengan front-end seperti HTML5, CSS3, dan JavaScript. HTML dan CSS adalah salah satu ilmu dasar yang tidak dapat digantikan untuk profesi satu ini. HTML5 dan CSS3 merupakan dua skill yang dibutuhkan untuk memodifikasi konten dan bagian aplikasi yang dekat dengan pengguna.

Begitu pula dengan JavaScript yang merupakan bahasa terpopuler di internet dan tidak hanya digunakan pada front-end namun juga back-end. Bahasa pemrograman satu ini dapat dikatakan sangat penting untuk seorang Developer.

Baca juga: Begini cara menjadi front end developer handal

2. Ahli dalam bahasa pemrograman untuk back-end

Tidak hanya tampilan depan saja yang memerlukan optimasi agar tetap benar-benar berfungsi. Oleh karena itu, dibutuhkan juga kesinambungan antara back-end dan integrasi user interfere.Terdapat beberapa jenis bahasa pemrograman yang biasa digunakan untuk Back-end, seperti Node.js, Python, Ruby, dan lain-lain.  Node.Js pada dasarnya menggunakan JavaScript, jadi penggunanya harus mengetahui dan menguasai dasarnya terlebih dahulu.

Ada lagi Python yang merupakan bahasa pemrograman yang juga populer dan mendapat banyak permintaan dari beragam perusahaan. Sebab, pemrograman satu ini sejatinya merupakan bahasa sintaks yang sangat sederhana.

3. Pengetahuan database yang mumpuni

Kemampuanmu menguasai data adalah kunci sukses lainnya sebelum menjadi seorang Full Stack Developer. Ketika terjadi suatu kesalahan pada situs saat menarik data dari database, seorang Developer yang dapat memperbaiki kode tanpa memberikan dampak negatif pada database akan sangat berharga.

Skill satu ini turut melibatkan hal lain, yaitu kemampuan menyelesaikan masalah. Bagaimana seorang Developer mengatasi masalah akan memberikan dampak besar tidak hanya untuk karirnya namun juga untuk perusahaan tempatnya bekerja. Jadi, seorang Developer harus mampu melihat secara objektif ketika dihadapkan pada masalah.

Cara ini akan membuatmu lebih mudah mengetahui apa akar dan penyebab masalah sebelum pada akhirnya lebih mudah menuntunmu menemukan solusi yang tepat.

4. Familiar dengan web architecture 

Seorang Full Stack Developer juga harus familiar dengan cara menstrukturkan kode, memisahkan dan menyimpan file tertentu, metode penyimpanan file besar, menyusun basis data dan menentukan di mana setiap tugas komputasi harus ditempatkan. 

5. Menguasai Versi Control System (VCS) 

Skill lain yang dibutuhkan full stack developer adalah menguasai keterampilan Versi Control System (VCS), dimana VCS ini memungkinkan Full Stack Developer untuk dapat melacak semua perubahan yang dibuat dalam basis kode. Pengetahuan tentang Git membantu pengembang untuk memahami cara mendapatkan kode terbaru, membuat perubahan terhadap kode hingga memperbaharui bagian kode. Dengan menunjukkan semua keterampilan di atas, kamu bisa menjadi full stack developer yang andal. 

Baca juga: 10 Bahasa pemrograman yang paling banyak dicari tahun 2020

6. Menggunakan development frameworks dan third-party libraries

Dalam proses pekerjaannya, seorang full stack developer memerlukan frameworks untuk pengembangan aplikasi web. Pada dasarnya, frameworks adalah sekumpulan kode yang berperan sebagai kerangka bagi full stack developer. Frameworks ini menjadi bagian penting dari pengembangan web karena standar aplikasi web selalu meningkat, begitu pula kompleksitas teknologi juga dibutuhkan. Membuat aplikasi web yang kaya dan interaktif tentunya memerlukan frameworks ini. 

Pembuatan aplikasi web akan lebih cepat jika menggunakan frameworks karena tak perlu menuliskan kode dari nol. Terlebih, penggunaan frameworks dapat membuat penulisan kode menjadi rapi dan terstruktur. Beberapa contoh frameworks yang populer adalah Express, Django, Laravel, dan sebagainya.

Tak hanya membutuhkan frameworks yang menjadi kerangka bagi pengodean, seorang full stack developer juga memerlukan dukungan third-party library (TPL). Secara umum, TPL merupakan alat analitis pada aplikasi berbasis web yang amat populer. Para full stack developer dapat menggunakan TPL sebagai penyingkat waktu dalam proses pengembangan aplikasi. Cara kerja TPL adalah kemampuan merujuk pada versi kode terbaru di berbagai tempat, sehingga proses pengodean akan mendapat bantuan dari pihak ketiga. Manfaat paling penting dari penggunaan third-party libraries adalah pengembang dapat menghemat waktu karena ia tak perlu mengembangkan fungsionalitas tetapi langsung pada logika bisnis dari aplikasi yang akan dibuat.

7. Kemampuan dasar mendesain

Proses pengembangan aplikasi berbasis web oleh seorang full stack developer juga membutuhkan kemampuan mendesain. Tak hanya mendesain tampilan aplikasi supaya menarik user tetapi juga bagaimana grafis aplikasi dapat mendukung penggunanya. 

Dalam pengembanagn aplikasi web ini, setidaknya ada dua komponen teknologi desain yang harus dimiliki seorang full stack developer. Pertama adalah komponen user interface (UI) dan user experience (UX). Komponen ini berfungsi untuk membuat desain aplikasi dari segi tampilan menarik dan mendapat impresi baik saat diakses pengguna. Kedua adalah desain laman yang lebih bersifat praktikal dalam menjalankan aplikasi. 

Baca Juga: Panduan Lengkap Berpikir Kritis di Tempat Kerja

8. Soft Skills yang dibutuhkan oleh seorang Full Stack Developer

full stack developer - EKRUT
Selain mengerti beberapa bahasa pemrograman, seorang Full Stack Developer juga perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik - EKRUT

Selain kemampuan teknis (hard skills) yang telah dijelaskan di atas, seorang full-stack developer juga membutuhkan soft skills untuk mendukung kariernya. Berikut ini adalah lima soft skills tersebut.

a) Kemampuan komunikasi yang baik

Seorang Developer akan dituntut untuk menjembatani beragam ilmu dan disiplin yang berbeda dengan dunia digital. Sehingga, kemampuan komunikasi yang baik dan efektif dengan berbagai macam audiens berbeda organisasi sangat diperlukan.

Selain itu, seorang Developer juga akan dituntut untuk mampu berbicara ketika ada pertemuan dengan divisi lain atau customer. Bahasa pemrograman dan dunia digital merupakan suatu hal yang rumit, oleh karena itu kemampuan menyampaikannya dengan baik dan mudah dimengerti sangat diperlukan oleh seorang Developer.

Baca juga: 12 Alasan pentingnya komunikasi dalam dunia kerja

b) Keinginan belajar teknologi baru

Sebagai Full Stack Developer, pekerjaanmu pasti erat kaitannya dengan teknologi. Oleh karena itu, penting bagimu untuk tidak cepat puas dengan ilmu yang dimiliki saat ini, dan selalu memiliki keinginan untuk belajar teknologi baru.

c) Kemampuan berpikir kritis

Kemampuan berpikir kritis dan memiliki inisiatif yang baik merupakan hal yang diperlukan bagi seorang Full Stack Developer. Pasalnya, seseorang yang memiliki pemikiran yang kritis mampu mengevaluasi situasi dengan menggunakan logika dan memberikan solusi terbaik.

d) Manajemen waktu 

Seorang Full Stack Developer diharapkan dapat mengatur waktunya dengan baik dalam bekerja. Sebab, mengelola waktu dengan efisien dapat membuat kamu fokus dengan hal yang paling penting saat kamu menyelesaikan tugas. Beberapa upaya yang bisa kamu lakukan yakni dalam satu periode tertentu fokus pada satu tugas kemudian istirahat kemudian kembali lagi mengerjakan tugas itu hingga selesai. Atau bila tugasmu cukup banyak kamu bisa terlebih dahulu memvisualisasikan tugas itu dan memilih mana yang lebih mudah lalu berlanjut ke mana yang lebih sulit.

e) Kemampuan menyelesaikan masalah

Sebagai seorang Full Stack Developer perusahaan akan mengharapkan kamu dapat menyelesaikan masalah yang saling berhubungan selama siklus pengembangan. Sehingga dengan begini, kamu dapat memberikan kualitas yang konsisten baik untuk seluruh proyek. Jadi, untuk menjadi Full Stack Developer kamu perlu memiliki pikiran yang terbuka, mau belajar, dan tidak gagap terhadap teknologi baru. Setidaknya, kuasailah beberapa teknologi yang telah disebutkan sebelumnya.

Tetapi, jangan lupa kuasai juga soft skill seperti komunikasi dan kerja sama tim untuk semakin mendukung pekerjaan Developer. Kemampuan tersebut juga mampu membantu kamu menjadi seorang Developer yang baik. Sekarang sudah tahukan, apa saja yang perlu kamu miliki sebelum menjadi Full Stack Developer?

Proyeksi karier Full Stack Developer tahun 2021

full stack developer EKRUT
 Full Stack Developer masih menjadi salah satu posisi pekerjaan yang paling banyak dicari di beberapa tahun mendatang. (Sumber: Pexels)

Dilansir dari Liputan6.com, menurut Startup Ranking ada sekitar 2.000-an startup di Indonesia terhitung sampai Agustus 2020. Proyeksi ke depan adalah Indonesia membutuhkan setidaknya 17 juta pekerja di bidang ekonomi digital hingga tahun 2030. Proyeksi ini tentu saja berdampak pada tingginya permintaan akan kebutuhan full stack developer untuk mengerjakan front end dan back end developer. Bahkan saking banyaknya permintaan, banyak talenta di bidang IT yang bekerja di startup bahkan sebelum mereka lulus kuliah. Tentu saja, besaran permintaan ini menjadi peluang bagi para calon-calon full stack developer di tahun 2021 untuk bersaing merebut posisi di berbagai perusahaan berbasis digital.

Jadi, untuk menjadi seorang full stack developer diperlukan pikiran terbuka untuk belajar dan tidak gagap terhadap perkembangan teknologi terbaru. Begitu pula, penguasaan teknis dan soft skills juga dibutuhkan untuk menunjang karier dan kualitas hasil kerja. Nah, kalau begitu, mari segera kuasai dan jadi salah satunya, yuk! Selain itu, untuk mengembangkan kariermu, cobalah untuk mendaftarkan diri di situs talent marketplace. Cara ini akan memudahkan kamu mendapatkan pekerjaan sebagai Full Stack Developer.

Pasalnya, kamu hanya perlu mendaftarkan dirimu dengan menggunakan akun LinkedIn, lalu pekerjaan yang cocok akan datang kepadamu. Menarik, bukan? Agar semakin paham, cari tahu informasi selengkapnya mengenai cara baru cari kerja yang lebih efektif.

full stack developer - EKRUT
Last update: 15 Juni 2021

Sumber

  • https://www.rasmussen.edu/degrees/technology/blog/what-is-full-stack-developer/
  • https://www.upgrad.com/blog/full-stack-vs-software-engineer-which-one-should-you-choose/
  • https://hackr.io/blog/web-development-frameworks
  • https://ieeexplore.ieee.org/document/7965410
  • https://www.scalablepath.com/blog/third-party-libraries/
  • https://www.liputan6.com/tekno/read/4181753/permintaan-akan-full-stack-developer-di-indonesia-tinggi

Tags

Share