Media

Mengenal Docker dan penggunaannya, seperti apa sih?
By Widyanto Gunadi - 24 October 2018
3062 Views

Bagi Anda yang bekerja di dunia IT dan software, tentu tak asing dengan istilah Docker, bukan? Fungsi utama Docker adalah menyederhanakan konfigurasi. Salah satu keuntungan besar dari mesin virtual adalah kemampuan untuk menjalankan platform apa pun dengan konfigurasi sendiri, pada infrastruktur IT Anda. 

Docker itu sendiri merupakan salah satu platform yang dibangun berdasarkan teknologi container. Docker adalah project open source yang menyediakan platform terbuka untuk developer maupun sysadmin, agar dapat membangun serta mengemas dan menjalankan aplikasi di berbagai lokasi sebagai sebuah container yang ringan. Berikut adalah beberapa penggunaannya, yang menyediakan lingkungan konsisten dengan overhead rendah.

 

Penyederhanaan konfigurasi

Docker menyediakan kemampuan yang sama dari mesin virtual, tapi tanpa overhead. Ini memungkinkan Anda menempatkan lingkungan dan konfigurasi ke dalam kode serta menyebarkannya. Konfigurasi Docker yang sama juga dapat digunakan dalam berbagai lingkungan. Ini akan memisahkan kebutuhan infrastruktur dari lingkungan aplikasi.

Docker memungkinkan Anda bebas menjalankan aplikasi di beberapa IaaS / PaaS tanpa tweak tambahan. Sekarang ini, setiap penyedia IaaS/PaaS dari Amazon hingga Google sudah mendukung Docker. Nah, ini saatnya Anda mencoba Docker.

 

Manajemen pipeline kode

Apakah Anda sekarang sedang mencari cara yang pas dalam mengelola code pipeline? Memang, sebagaimana kode melintas dari mesin pengembang untuk diproduksi, ada banyak tahapan yang harus dilalui. Anda pun mungkin menemukan perbedaan di setiap tahapannya.

Docker menyediakan lingkungan yang konsisten untuk aplikasi dari pengembangan hingga produksi. Sehingga, Anda pun mendapat kemudahan dalam mengembangkan kode dan pipeline.

 

Produktivitas pengembang

Pada akhirnya, Docker memberikan beberapa keuntungan tambahan untuk pengembangan. Dalam lingkungan developer, ada dua tujuan yang bertentangan satu sama lain. Pertama, untuk bisa sedekat mungkin dengan proses produksi. Kedua, untuk mendapatkan pengembangan secepat mungkin, agar bisa digunakan secara interaktif.

Idealnya, untuk mencapai gol pertama, Anda perlu memiliki setiap layanan yang berjalan sendiri pada VM. Tujuannya, untuk melihat proses produksi. Namun, ternyata Anda tidak selalu membutuhkan koneksi Internet dan menambah overhead terhadap pekerjaan yang dilakukan dari jarak jauh, setiap kali memerlukan kompilasi.

Di sinilah gunanya Docker dengan overhead yang rendah. Sebuah lingkungan pengembangan biasanya memiliki kapasitas memori yang rendah, tanpa menambah jejak memori yang biasa dilakukan ketika menggunakan VM. Docker secara mudah memungkinkan sejumlah layanan untuk dijalankan.

Nah, menarik bukan penggunaan Docker ini? Apakah Anda tertarik untuk mengulik dan mengaplikasikannya?

 

Rekomendasi bacaan:
Microsoft resmi akuisisi GitHub Rp 104 triliun
RabbitMQ, si message broker alias kantor pos
Apa itu machine learning?

 

Sumber:
tutsplus.com
linkedin.com
hostinger.co.id
codepolitan.com
 

Tags: IT, developer, open source, software, Docker

Share Group 1 Group 3 Group 4
Bergabung dengan EKRUT

Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
Daftar Sekarang