Published on

Technology

Mengenal Microsoft Azure, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Algonz D.B. Raharja

H1_Microsoft_Azure.jpg

Apakah kamu pernah mendengar tentang apa itu Microsoft Azure? Jika kamu masih asing dengan produk Microsoft yang satu ini, maka kamu perlu baca ulasan berikut ini.

Baca juga: Semakin Berkembang, Ini Tren Data Science Tahun 2022

Apa itu Microsoft Azure?


Microsoft Azure merupakan layanan berbasis cloud yang diproduksi oleh Microsoft (Sumber: mii.co.id)

Melansir situsnya, Microsoft Azure merupakan layanan cloud dengan lebih dari dua ratus produk yang dirancang untuk membantu pengguna dalam memecahkan dan mewujudkan solusi berbasis data informasi. Microsoft Azure dapat menunjang proses pembangunan, pengembangan, pengujian, dan pengelolaan aplikasi di berbagai tempat dengan alat serta kerangka kerja pilihan pengguna.

Secara teknis, Microsoft Azure merupakan teknologi yang menyediakan akses ke berbagai sumber daya komputasi melalui internet. Microsoft Azure merupakan salah satu cloud computing yang umum digunakan pengguna. Pada dasarnya, Microsoft Azure memiliki pusat data besar dengan ratusan server, sistem penyimpanan, dan komponen-komponen tertentu untuk berbagai jenis organisasi.

Microsoft Azure dirilis pada 1 Februari 2010 yang ditujukan sebagai platform cloud computing untuk memudahkan pengguna dalam mengakses serta mengelola layanan dari sumber daya cloud. Layanan Microsoft Azure yang paling utama adalah penyimpanan data dan proses pengelolaannya. Meskipun dapat dinikmati secara gratis, namun Microsoft Azure memiliki model pembayaran untuk berbagai layanan premiumnya.

Secara teknis, Microsoft Azure mendukung beberapa bahasa pemrograman seperti Java, Node Js, dan C#. Seperti pada umumnya cloud computing, Microsoft Azure memiliki 42 pusat data besar di seluruh dunia dan terus mengembangkan pusat data ini untuk memudahkan pengelolaan data pengguna.

Baca juga: Apa Itu Data Scientist? Berikut Komponen dan Cakupan Kerjanya

Manfaat Microsoft Azure


Microsoft Azure dapat diterapkan di berbagai sistem operasi dan mendukung pengembangan aplikasi berbasis web maupun seluler (Sumber: Pexels)

Microsoft Azure memiliki berbagai manfaat yang jika disimpulkan adalah meliputi hal-hal sebagai berikut.

  • Pengembangan aplikasi, Microsoft Azure memang secara khusus diperuntukkan bagi mereka yang memiliki bisnis di bidang pengembangan perangkat lunak dan aplikasi berbasis web maupun berbasis Azure itu sendiri.
  • Pengujian, sebagai kelanjutan dari pengembangan aplikasi, maka Microsoft Azure pun bermanfaat untuk proses pengujian aplikasi atau perangkat lunak berbasis platform dan juga nantinya Microsoft Azure bisa melakukan hosting pada aplikasi tersebut.
  • Virtual Machine, Microsoft Azure menyediakan mesin virtual untuk konfigurasi terkait aplikasi dan perangkat lunak.
  • Integrasi dan Sinkronisasi, Microsoft Azure juga bermanfaat untuk mengintegrasikan dan menyinkronkan fitur perangkat dengan direktori virtual.
  • Menyimpan metrik, proses pengumpulan dan penyimpanan metrik juga dapat dibantu oleh Microsoft Azure sehingga lebih efektif.
  • Virtual Hard Drive, keberadaan virtual machine berbasis Microsoft Azure tentu memerlukan ekstensi, maka virtual hard drive menjadi ekstensi untuk menyimpan sejumlah besar data.

Baca juga: Data Scientist: Tanggung Jawab, Keahlian, dan Kisaran Gaji 2022

Cara kerja Microsoft Azure


Microsoft Azure memiliki cara kerja berbasis ratusan layanan sesuai kategori untuk mendukung proses bisnis berbasis data (Sumber: Pexels)

Microsoft Azure menyediakan lebih dari 200 layanan yang terbagi dalam 18 kategori. Kategori-kategori ini meliputi komputasi, penyimpanan, jaringan, internet of things, migrasi, seluler, analitik, kontainer, kecerdasan buatan, dan machine learning. Tak hanya itu, Microsoft Azure juga menyediakan alat manajemen, pengembang, keamanan data, basis data, layanan web, dan DevOps.

Secara umum, Microsoft Azure adalah sebuah platform yang lengkap, cepat, fleksibel, dan terjangkau. Sebagai layanan cloud publik, Microsoft Azure lebih mudah diakses dengan penawaran harga variatif. Namun, berikut ini adalah cara kerja Microsoft Azure yang bisa kamu ketahui untuk lantas dipertimbangkan.

1. Menunjang pencadangan dan pemulihan data

Microsoft Azure dapat menjadi basis data pencadangan sekaligus pemulihan data dari kesalahan. Hal ini disebabkan adanya fitur pemulihan situs dan integrasi berbasis cloud. Tak hanya itu, fleksibilitas Microsoft Azure juga mendukung pencadangan data di hampir semua bahasa pemrograman, di sistem operasi mana pun, dan dari lokasi mana saja.

Oleh karena itu, pengguna Microsoft Azure dapat melakukan jadwal pencadangan atau backup dengan waktu maksimal 99 tahun. Tak cuma itu, platform ini juga menyimpan salinan data di tiga lokasi berbeda sesuai basis data mereka, sehingga pengguna tidak perlu takut kehilangan data.

2. Hosting dan pengembangan aplikasi

Microsoft Azure dapat digunakan untuk hosting dan mengembangkan aplikasi, baik berbasis web maupun seluler. Microsoft Azure akan membantu pengguna untuk mengelola aplikasi web atau seluler secara otonom dan adaptif dengan manajemen patch tertentu, berikut pula AutoScale dan pengintegrasian dengan aplikasi lokal.

Keberadaan manajemen patch otomatis untuk virtual machine membuat pengguna bisa mengirit waktu untuk pengelolaan infrastruktur dan lebih fokus pada peningkatan aplikasi. Sedangkan, AutoScale dapat membuat pengguna dapat menyesuaikan sumber daya secara otomatis berdasarkan lalu lintas web pelanggan (traffic).

3. Mendistribusikan direktori

Active Directory yang digunakan oleh pengembang atau pengguna dapat terintegrasi secara baik dengan Microsoft Azure. Hal ini nantinya secara langsung dapat memberi jangkauan global, manajemen terpusat, dan keamanan kepada domain name system (DNS) yang dimiliki pengembang atau pengguna.

Microsoft Azure dapat mengaktifkan koneksi langsung dengan Active Directory dan mempermudah pengelolaan serta pemeliharaan akses ke semua tools yang ada. Hal ini juga nantinya akan relevan dengan pemanfaatan otentikasi multi-faktor saat menambahkan lapisan keamanan baru ke aplikasi atau data. Pengguna juga bisa menerapkan Microsoft Azure di sistem terbuka maupun aplikasi berbasis Windows, Mac, Android, dan iOS.

4. Mendukung industri internet of things (IoT)

Microsoft Azure memiliki skalabilitas, fleksibilitas, dan keamanan sebagai sumber daya yang sempurna bagi perusahaan berbasis IoT. Kemampuan ini membuat pengguna atau organisasi dapat menghubungkan perangkat ke cloud secara terintegrasi dengan infrastruktur dan mengumpulkan data baru mengenai organisasi tersebut.

Semua hal di atas masuk dalam Azure IoT Hub yang memantau dan mengelola miliaran perangkat serta mendapatkan wawasan untuk membantu pengguna dalam menentukan keputusan bisnis. Azure IoT Hub memungkinkan suatu perusahaan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, mengurangi kompleksitas operasional atau produk, menurunkan biaya, dan mempercepat pengembangan.

Baca juga: Memahami Big Data Mulai dari Kegunaan Hingga Tipenya

Apa itu Azure Data Factory?


Azure Data Factory merupakan layanan cloud untuk proyek ETL dan integrasi data kompleks (Sumber: Pexels)

Dilansir dari Microsoft, dijelaskan bahwa Azure Data Factory merupakan layanan cloud terkelola yang dibuat untuk proyek ETL (Extract-Load-Transform) dan integrasi data kompleks. Dalam dunia big data, data mentah yang tidak terorganisasi dengan baik sering disimpan dalam sistem penyimpanan relasional, non-relasional, dan lain-lain. Namun, nantinya data mentah akan perlahan kehilangan konteks dan makna untuk memberikan wawasan bagi analis, Data Scientist, maupun pembuat keputusan bisnis.

Big Data membutuhkan suatu layanan yang dapat mengatur dan mengoperasionalkan proses penyempurnaan aktivitas penyimpanan data mentah ini untuk menjadi wawasan bisnis. Untuk itulah Azure Data Factory digunakan dalam proses pengelolaan data. Azure Data Factory bertugas melakukan integrasi data tanpa server dan transformasi data skala besar. 

Layanan ini menawarkan tampilan pengguna (UI) bebas kode untuk penulisan intuitif dengan pemantauan serta manajemen panel tunggal. Pengguna juga dapat mengangkat dan memindahkan paket proyek SSIS (SQL Server Integration Services) yang ada ke dalam Microsoft Azure dan menjalankannya dengan kompatibilitas penuh di Azure Data Factory. Layanan ini didukung oleh fitur SSIS Integration Runtime.

Baca juga: Big Data Analytics: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Nah, kini kamu telah memahami beberapa hal mendasar mengenai apa itu Microsoft Azure beserta manfaat dan fitur-fiturnya. Ada lebih dari dua ratus fitur di Microsoft Azure yang bisa digunakan sesuai kepentingan organisasi atau pengguna. Oleh karena itu, kamu bisa menyesuaikan kebutuhan kerjamu dengan dukungan Microsoft Azure ini.

Bagi kamu yang sedang kebingungan membangun karier dan mencari pekerjaan, EKRUT hadir sebagai rekan profesional buat kamu. Kamu bisa mendaftar lewat EKRUT dan mendapatkan berbagai informasi mengenai karier dan juga kesempatan rekrutmen dari berbagai perusahaan bonafide di Indonesia. Kamu hanya perlu menyiapkan CV terbaikmu lalu klik tautan di bawah ini untuk langsung mendaftar lewat EKRUT.

Sumber:

  • simplilearn.com
  • docs.microsoft.com
  • azure.microsoft.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    pexels-steve-johnson-13078553.jpg

    Technology

    Animasi: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Contohnya

    Tio Derma

    21 September 2022
    8 min read
    0-youtube-dashboard.jpg

    Technology

    Apa Itu YouTube Dashboard? Berikut Penjelasan dan Cara Menggunakannya

    Arin Khurota

    21 September 2022
    5 min read
    H1.PNG

    Technology

    Apa Itu Twibbonize? Berikut Fungsi dan Panduan Membuatnya 2022

    Mentari Nurmalia

    20 September 2022
    5 min read

    Video