Published on

Lainnya

Massive Online Open Course (MOOC): Belajar Ilmu dari Universitas Top Dunia!

Anisa Sekarningrum

H1_1._Massive_Online_Open_Course_(MOOC)_Belajar_ilmu_dari_universitas_top_dunia.jpg

Kamu punya mimpi kuliah di Universitas top dunia seperti Harvard atau Stanford? Sekarang ada cara yang lebih mudah untuk mewujudkan mimpi kamu itu, lho! Yaitu, dengan Massive Online Open Course atau MOOC. Simak penjelasan selengkapnya mengenai MOOC berikut ini.

Apa itu Massive Online Open Course (MOOC)?


MOOC adalah Massive Online Open Course yang dapat diakses sebesar-besarnya oleh siswa di seluruh dunia - Pexels

Massive Online Open Course atau MOOC adalah kuliah singkat online yang tersedia secara gratis. MOOC adalah Massive Online Open Course, yaitu kelas online dengan pendaftaran sebesar-besarnya dan tidak terbatas, yang terbuka untuk siapa pun di seluruh dunia. Kuliah singkat secara online atau MOOC ini biasanya disampaikan dalam bentuk video penjelasan singkat yang dapat ditonton kapan saja, teks bacaan, forum diskusi serta tes, dan penilaian secara online.

Baca juga: Pengertian dan Fungsi Learning Management System (LMS)

Program MOOC dibuat oleh universitas-universitas top dunia seperti Harvard, Cambridge, Stanford, Yale University, Australian National University, King’s College London, Monash University, hingga perusahaan besar seperti Google, Microsoft, dan Samsung.

Namun, universitas-universitas tersebut tidak mendistribusikan kuliah singkat ini sendiri, melainkan dengan bantuan platform penyedia MOOC seperti edX, Future Learn, Coursera, dan Udacity

Kamu dapat mengunjungi situs penyedia MOOC tersebut untuk memilih course yang ingin kamu ikuti. Beberapa program dan kelas MOOC dapat kamu ikuti kapan saja, namun ada juga kelas yang ditawarkan hanya pada waktu tertentu. Semua materi silabus di dalam kelas ada yang disediakan semuanya secara langsung, namun ada juga materi yang dirilis dalam fragmen mingguan. Untuk tes dan penilaian kelas sendiri biasanya memiliki tenggat waktu untuk mencegah peserta didik tertinggal.

Sebagian besar kuliah singkat atau kursus di platform MOOC ini tersedia gratis. Namun ada juga beberapa program berbayar dengan durasi belajar lebih panjang. Durasi belajar di program MOOC adalah 1-16 minggu, namun waktu ini bervariasi tergantung komitmen masing-masing peserta. Contohnya, seperti kelas mengenai Machine Learning oleh Stanford University yang disediakan di Coursera berikut ini. Kamu bisa mulai mengikuti kelas ini kapan pun dan mengatur jadwal kamu sendiri.

Umumnya, kelas tersebut diselesaikan dalam waktu 61 jam. Kemudian setelah selesai mengikuti kelas, kamu akan mendapatkan sertifikat penyelesaian dari Coursera yang dapat kamu sertakan di profil Linkedin kamu.

Baca juga: 9 Website kursus online bersertifikat gratis dan tips memilih yang tepat

Sejarah Massive Online Open Course (MOOC)


Istilah MOOC pertama kali diperkenalkan pada tahun 2008 oleh Stephen Downes dan George Siemens - Pexels

Istilah MOOC adalah kelas yang pertama kali dikembangkan oleh Stephen Downes dan George Siemens berjudul Connectivism and Connectivity Knowledge pada tahun 2008.

Tujuan dari program MOOC adalah untuk menyediakan kelas secara online yang dapat diikuti oleh peserta dari mana pun dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kaya daripada kuliah secara tradisional. Saat itu, ada 25 siswa yang hadir di Universitas Manitoba dan 2.300 peserta lain yang berpartisipasi secara online dari seluruh dunia.

Kemudian pada musim gugur 2011, Peter Norvig dan Sebastien Thrun dari Stanford menawarkan 3 kursus online gratis mengenai Pengenalan Kecerdasan Buatan yang diikuti oleh 160.000 siswa dari seluruh dunia dengan 20.000 berhasil menyelesaikan kursus tersebut.

Sayangnya, program xMOOCs ini kurang berfokus pada interaksi antar siswa dan lebih mementingkan target untuk menjangkau audiens yang lebih besar.

Pada Februari 2012, Sebastien Thrun mendirikan perusahaan bernama Udacity dengan tujuan mengembangkan dan menawarkan MOOCs secara gratis. Kemudian pada April 2012, dua profesor Stanford yaitu Andrew Ng dan Daphne Koller memulai sebuah perusahaan bernama Coursera yang bermitra dengan universitas untuk mempersiapkan dan menawarkan MOOCs.

Pada tahun 2011, Anant Agarwal seorang profesor teknik elektro dan ilmu komputer dari MIT juga mengembangkan platform bernama MITx yang menawarkan program MOOC, namun kemudian nama platform ini diubah menjadi edX dengan kemitraan bersama Harvard.

Ada saat ketika percobaan seperti di San Jose State kurang berhasil dengan tingkat kelulusan di beberapa course secara signifikan lebih rendah daripada kursus campuran dan hasilnya masih di bawah kelas tradisional. Selain itu, kemungkinan drop out melebihi 90% di sebagian besar platform MOOC.

Pada November 2013, Sebastien Thrun menyatakan bahwa Udacity memiliki produk yang buruk sehingga mereka akan lebih memfokuskan pada pendidikan kejuruan. Sebaliknya Anant Agarwal, presiden edX menegaskan bahwa MOOC tetap memberikan manfaat untuk siswa.

Sekarang, edX memiliki lebih dari 160 mitra universitas termasuk MIT, Harvard, dan Australian National University. Saat ini, ada lebih dari 602,517 peserta yang belajar lebih dari 3.000 courses di platform edX.

Ada lebih dari 200 mitra universitas dan perusahaan yang berkolaborasi di Coursera yang menyediakan lebih dari 4.000 topik courses dengan lebih dari 87 juta orang belajar di Coursera.

Baca juga: Memilih kursus online yang tepat bagi pekerja

Kelebihan Massive Online Open Course (MOOC)


Kelebihan dari MOOC adalah programnya yang dapat diakses dari mana saja sehingga siswa dapat belajar dari rumah senyaman mungkin - Pexels

Walaupun MOOC masih dinilai kontroversial, namun banyak peserta yang merasakan kelebihan dari program ini. Beberapa kelebihan dari MOOC adalah sebagai berikut.

1. Gratis / murah

Sebagian besar kelas online yang tersedia di situs program MOOC adalah kelas gratis yang dapat diakses kapan saja dan oleh siapa saja. Sedangkan beberapa kelas lainnya tersedia dengan harga yang terjangkau, sangat jauh dari harga kuliah umum. Dengan biaya yang sangat terjangkau ini tentunya membuka kesempatan bagi siapa pun yang punya keinginan untuk belajar dari universitas top dunia.

2. Bisa belajar dimana saja

MOOC adalah program belajar online yang dapat diakses kapan pun dan dari mana pun, sehingga semua orang di seluruh dunia dapat memulai belajar secepat mungkin tanpa memerlukan proses pendaftaran yang terkadang bisa menyulitkan.

3. Sarana networking

MOOC adalah sarana networking karena peserta datang dari belahan dunia mana pun. Para peserta dapat saling memberikan komentar antara satu sama lain dalam course yang mereka ikuti. Ada juga sesi diskusi yang membantu siswa dapat berkenalan satu sama lain.

4. Memberikan solusi untuk overcrowding

Nathan Heller seorang jurnalis The New Yorker menulis bahwa ada 85% community college di California memiliki daftar tunggu khusus. Sehingga adanya MOOC adalah peluang untuk siswa bisa memulai proses belajar mereka kapan pun.

Sebuah RUU di Senat California juga berusaha untuk meminta universitas negeri negara bagian untuk memberikan kredit kepada beberapa course online yang telah disetujui.

5. Memaksa profesor meningkatkan kualitas kuliah

Kelas yang disediakan di MOOC adalah program jangka pendek yang biasanya paling lama adalah satu jam untuk membahas satu topik. Sehingga profesor dipaksa untuk membuat materi kuliah yang berkualitas dan memeriksa setiap bagian dari materi dan metode pengajaran mereka.

6. Membantu siswa tetap semangat

MOOC adalah courses nyata yang disediakan universitas yang dilengkapi dengan tes dan penilaian. Tes yang tersedia dalam bentuk pertanyaan pilihan ganda dan diskusi yang menguji pemahaman siswa. Tes yang disajikan ini juga berguna untuk membantu siswa tetap semangat dan fokus dalam memahami materi pembelajaran yang disediakan.

Baca juga: 6 Tips sukses kuliah sambil kerja

Kekurangan Massive Online Open Course (MOOC)


Kekurangan dari MOOC adalah siswa hanya dapat berinteraksi secara online dan minim interaksi tatap muka secara langsung - Pexels

Kontroversi seputar MOOC masih mencakup beberapa kekhawatiran yang cukup kuat tentang bagaimana program ini akan membentuk pola pendidikan tingkat tinggi di masa depan. Beberapa kekurangan MOOC adalah sebagai berikut.

1. Drop out rate tinggi

Program MOOC yang dikerjakan secara online ini membuat drop out rate menjadi sangat tinggi karena tidak adanya kontrol yang cukup disiplin untuk setiap siswa yang telah bergabung. Mudahnya kelas online ini untuk diakses juga berbanding lurus dengan mudahnya kemungkinan peserta berhenti mengikuti kelas di tengah jalan, sehingga angka dari peserta yang mendaftar dan peserta yang benar-benar mengikuti kelas sampai selesai dapat berbeda sangat jauh.

2. Minim interaksi

Pasti akan sulit sekali untuk memfasilitasi forum diskusi untuk ribuan siswa. Walaupun ada fasilitas seperti papan komentar, forum diskusi, dan ruang obrolan namun keintiman dari bentuk komunikasi ini tetap tidak dapat menandingi interaksi tatap muka secara langsung.

3. Penilaian makalah yang cukup sulit

Dengan ribuan peserta program MOOC yang ada, penilaian tugas seperti esai atau makalah penelitian akan menjadi sulit. Walaupun profesor atau dosen sudah dibantu oleh mahasiswa mereka di kampus, tapi proses ini pasti tetap sulit. Jika pun ada mesin yang dapat membantu membuat proses ini menjadi lebih mudah, namun beberapa profesor tetap lebih memilih proses penilaian secara manual untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal untuk masing-masing siswa.

4. Masalah kekayaan intelektual

Sampai saat ini kursus online masih dirasa tidak stabil karena sewaktu-waktu bisa saja ada profesor yang mengundurkan diri atau pindah ke universitas lain. Akhirnya, kelas yang diajar harus ditutup dan ditiadakan.

5. Membahayakan program kuliah tradisional

MOOC masih dilihat sebagai perusak pendidikan tinggi tradisional oleh beberapa pengajar. Hal ini dikarenakan pengajar MOOC tidak harus memiliki gelar profesor, yang kemudian ditakutkan akan mengurangi keinginan mahasiswa yang ingin mengambil pendidikan lebih tinggi menjadi Ph.D atau Profesor. Dengan menurunnya angka pendaftar program pascasarjana, ditakutkan juga akan menghilangkan beberapa jurusan bahkan fakultas di perguruan tinggi.

Baca juga: 5 Tips kerja sambil kuliah yang bisa kamu terapkan

Kamu seorang fresh graduate yang sedang mencari pekerjaan? Yuk, coba daftarkan diri kamu untuk menjadi talent di EKRUT!
Semua proses dan bantuan professional di talent marketplace EKRUT gratis. Kamu – sebagai talent atau employer – bisa langsung direkrut dan merekrut kandidat yang sesuai. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftar sekarang di EKRUT!

Itu tadi informasi mengenai Massive Online Open Course untuk membantu kamu memahami kelebihan dan kekurangan belajar di kuliah singkat secara online yang disediakan oleh universitas-universitas top dunia. Untuk kamu yang penasaran ingin belajar online tapi merasa masih malas-malasan, kamu harus banget tonton tips menjadi produktif berikut ini!

Sumber:

  • classcentral
  • mcgill
  • toughtco

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_1._Pilihan_Pekerjaan_yang_Sesuai_untuk_Seorang_INTJ.jpg

    Careers

    10 Pilihan Pekerjaan yang Sesuai untuk Seorang INTJ

    Anisa Sekarningrum

    30 June 2022
    5 min read
    H1_infp_adalah.jpg

    Careers

    INFP Adalah: Karakteristik, Kelebihan dan Kekurangan, beserta Rekomendasi Pekerjaannya

    Alvina Vivian

    30 June 2022
    5 min read
    pexels-cottonbro-4861355.jpg

    Careers

    8 Pekerjaan yang Cocok untuk ISFJ, Kamu yang Mana?

    Chrissila Jessica

    30 June 2022
    5 min read

    Video