Published on

Careers

Panduan kerja 100 hari pertama sebagai Social Media Manager

Tsalis Annisa

shutterstock_1110935708.jpg

Posisi baru tentu beriringan dengan tantangan baru. Terlebih lagi jika baru menjabat sebagai seorang Pemimpin. Agar kamu bisa melalui tantangan dengan baik, berikut kamu perlu panduan kerja yang tepat. 

Nah, jika kamu sekarang adalah seorang Social Media Manager, berikut ini adalah beberapa panduan kerja 100 hari pertama sebagai seorang Social Media Manager. Simak baik-baik, ya!

1. Memahami kompetitor dengan baik

Pernah dengar pepatah “Keep your friends close and your enemies closer?”. Sebagai Social Media Manager, kamu harus memahami preferensi dan cara kerja kompetitor dengan baik. 

Sebagai seorang manajer, expert dalam media sosial saja tidak cukup. Kamu harus tahu apa yang dilakukan pesaing di media sosial. Pelajari campaign apa yang biasa dipakai oleh para pesaing. Pelajari juga apa yang membuat mereka sukses.

Jangan hanya fokus pada perusahaan sendiri, kamu juga harus melihat apa yang dilakukan oleh orang-orang di luar sana. Bagaimanapun, kompetitor adalah sumber informasi yang sangat baik. Belajarlah dari keberhasilan dan kegagalan mereka.

Baca juga: Mengenal sentiment analysis dan perannya dalam data media sosial

2. Memahami target audiens dan karakternya

Dalam 100 Hari pertama sebagai Social Media Manager, pelajarilah siapa target pasar di kantor baru kamu. Analisis juga, apakah data target audiens masih relevan dengan masa kini? Untuk mengetahuinya, kamu wajib melakukan riset.

Ketahui bagaimana karakter pengguna, mulai dari usia, demografi, pendapatan, hingga jabatannya. Dari data-data tersebut, kamu bisa menargetkan pemasaran yang lebih efektif.

Saat perusahaan dan target market berubah, kamu dapat meneliti apa respon pengguna di media sosial. Apakah mereka meresponnya dengan baik atau tidak. Di sini, kamu bisa melakukan A/B testing untuk menguji pendapat mereka.

3. Jadilah expert dalam bidang media sosial 

Sebagai seorang Social Media Manager, kamu harus menjadi yang paling expert dengan semua yang berhubungan dengan media sosial. Sebab, sepanjang hari kamu harus bergelut dalam dunia tersebut.

Ada banyak platform media sosial di dunia ini. Setiap perusahaan pun pasti punya channel media sosial unggulannya masing-masing. Sebut saja Instagram, Facebook, Twitter, Youtube, dan lain-lain.

Mulailah 100 Hari pertama sebagai Social Media Manager dengan melakukan peninjauan terhadap semua media sosial yang dimiliki perusahaan secara terpisah. Pelajari mengapa tim memposting sesuatu dan alasan di baliknya.

Dari sana, tinjau riwayat masing-masing channel yang digunakan perusahaan serta efektivitasnya. Jangan ragu untuk meminta report social media untuk melihat perkembangan setiap channel. 

4. Tetapkan anggaran

Kamu pasti akan diberikan dana atau anggaran dengan nominal tertentu sebagai Social Media Manager. Untuk hasil terbaik, kamu harus menampilkan ROI pada alokasi anggaran itu. 

Berdasarkan target market yang sudah kamu analisis sebelumnya, sekarang saatnya menetapkan anggaran untuk mencapai goal yang kamu inginkan.

Atur target dan alokasi anggaran tersebut agar sesuai dengan tujuan keseluruhan perusahaan. Pikirkan baik-baik, karena jika sampai salah strategi, kamu hanya akan membuang-buang pundi rupiah saja.

5. Membuat kalender media sosial

Supaya lebih terorganisir dan efisien, buatlah social media calendar untuk membantumu bekerja. Membuat kalender editorial media sosial dapat membantu memastikan setiap konten yang dibuat sesuai dengan target perusahaan.

Baca juga: Begini 5 cara mengoptimalkan social listening

Itulah beberapa cara agar panduan kerja 100 Hari pertama sebagai Social Media Manager lancar. Menjadi seorang pemimpin memang bukanlah hal yang mudah. Tapi dengan tidak berhenti belajar, mau mendengar, dan melakukan beberapa cara di atas dapat membantumu menjadi pemimpin yang lebih baik. 

Rekomendasi bacaan: 

Sumber: 

Tags

Share