Published on

Expert's Corner

Kisah inspiratif di balik pemilik Amazon Jeff Bezos

Nur Lella Junaedi

pemilik-amazon-EKRUT.jpg

Pemilik Amazon, Jeff Bezos, kini menjadi orang kaya nomor satu di dunia dengan total kekayaan mencapai 202 miliar dolar AS.

Tapi, tahukah kamu bagaimana sebenarnya perjalanan Jeff Bezos dalam mendirikan perusahaan e-commerce terbesar di dunia tersebut sebelum mencapai kesuksesan seperti sekarang?

Bila kamu tertarik ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kisah inspiratif di balik kesuksesan pendiri Amazon tersebut, ulasan berikut menarik untuk kamu perhatikan.

Mengenal kehidupan Jeff Bezos 

pemilik amazon EKRUT 
Jeff Bezos lahir di New Mexico 1964 silam - EKRUT

Jeff Bezos lahir di Albuquerque, New Mexico, pada tanggal 12 Januari 1964 dari pasangan Jacklyn Gise Jorgensen dan Ted Jorgensen.

Pernikahan ini tidak berjalan harmonis hingga akhirnya 17 bulan setelah Jeff lahir, sang ibu menggugat cerai ayahnya. 

Berselang setelah usia Jeff menginjak 4 tahun, sang ibu menikah lagi dengan seorang imigran Kuba bernama Mike Bezos. Dari sana mereka membesarkan Jeff Bezos bersama-sama. 

Ketertarikan Jeff Bezos terhadap teknologi dan minatnya tentang wirausaha memang sudah terlihat sejak kecil. Hal ini mulai muncul setelah keluarganya pindah ke Miami. Saat itu Jeff Bezos yang masih berusia remaja begitu mencintai komputer. 

Lalu ketika menginjak usia SMA dirinya juga sempat mendirikan bisnis kecil yang diberi nama Dream Institute, sebuah bisnis perkemahan musim panas yang disediakan bagi siswa kelas empat, lima dan enam.

Jeff Bezos kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Princeton dengan mengambil jurusan ilmu komputer dan teknik listrik. Dia lulus pada tahun 1986 dengan predikat Summa Cum laude. 

Baca juga: Ini 5 daftar marketplace paling unggul 2020 di Indonesia

Perjalanan karier pemilik Amazon Jeff Bezos

pemilik amazon EKRUT 
Jauh sebelum menjadi pendiri Amazon dirinya sempat bekerja di berbagai perusahaan - EKRUT

Sebenarnya sebelum lulus kuliah pun sudah ada beberapa perusahaan yang memberi Jeff tawaran kerja, termasuk perusahaan Intel dan Bell. Sayangnya tawaran itu ditolak olehnya.  

Baru kemudian setelah lulus, ia memilih bekerja di perusahaan startup bernama FITEL. 

Lewat perusahaan startup ini Jeff banyak belajar tentang bagaimana menjalankan sebuah perusahaan. Dari sini juga ia sempat diangkat menjadi Direktur Customer Service. 

Selepas dari perusahaan FITEL, Jeff Bezos melanjutkan kariernya sebagai Product Manager di Banker Trust selama dua tahun. Ia juga mengerjakan peluang bisnis yang mendukung internet di firma investasi De Shaw & Co. 

Sekitar tahun 1994 dirinya diangkat menjadi Vice President termuda pada usia 30 tahun di perusahaan bankir investasi Wall Street - De Shaw & Co. 

Dari sini, sebenarnya karier Jeff dalam perusahaan keuangan telah melambung. Akan tetapi, ia malah memutuskan untuk resign dan membangun perusahaan Amazon.

Proses pendirian Amazon

pemilik amazon EKRUT
 Di bantu oleh istrinya Mackenzie Tuttle, Jeff Bezos mendirikan Amazon di Seattle - EKRUT

Jeff Bezos mulai merintis perusahaan Amazon sejak 1994, setelah dirinya mencapai kesuksesan karier di usianya yang masih muda. 

Inspirasi itu datang saat ia menjelajahi internet untuk mencari ide usaha baru di perusahaan De Shaw & Co tempatnya bekerja kala itu. 

Saat itu, Jeff baru mengetahui bila pengguna World Wide Web (WWW) tumbuh sekitar 2.300 persen per tahun. Ia pun melihat peluang bahwa sejauh ini belum ada yang menggunakan internet untuk menjual barang. 

Jeff Bezos kemudian mempelajari bisnis pemesanan lewat pos yang paling menguntungkan dan memutuskan untuk menjual buku di web. 

Demi mendirikan perusahaan e-commerce ini, Jeff Bezos memutuskan untuk pindah ke Seattle bersama dengan istrinya Mackenzie Tuttle, seorang analis dan novelis yang merupakan stafnya di perusahaan De Shaw & Co. 

Dia kemudian merintis Amazon dari sebuah garasi sederhana seperti kebanyakan pendiri perusahaan teknologi lainnya. Modal membangun perusahaan yang digunakan saat itu mencapai 1 juta USD, hasil investasi dari keluarga dan teman-temannya.

Awalnya Jeff Bezos menamai usahanya tersebut dengan nama Cadabra seperti yang selalu diucapkan oleh pesulap. Namun, Jeff akhirnya mengubah nama tersebut  menjadi Amazon.com, seperti sungai besar yang ada di Amerika Serikat. 

Pada tahun-tahun awal mendirikan perusahaan itu, Jeff dibantu oleh lima karyawannya  mempelajari cara mencari buku dan menyiapkan sistem komputer agar Amazon.com mudah dinavigasikan. 

Usaha mereka pun tidak sia-sia. Pada Juli 1995 Amazon.com sudah memiliki daftar buku yang mencapai sekitar 1 juta judul di situsnya dan dengan sangat yakin menamakan dirinya sebagai Toko Buku Terbesar di Dunia. 

Sejak diluncurkan pada 5 Juli 1994, kesuksesan Amazon terbilang instan. Tanpa promosi pers, Amazon berhasil menjual buku di seluruh Amerika Serikat dan 45 negara lainnya hanya dalam waktu sekitar 30 hari. 

Selang dua bulan dari peluncuran tersebut, Amazon.com berhasil mengumpulkan penjualan hingga 20 ribu dollar AS dalam seminggu. Jumlah yang besar dan tidak pernah dipikirkan oleh tim dan pemilik Amazon Jeff Bezos sebelumnya. 

Tantangan dan jenis layanan Amazon

pemilik amazon EKRUT
 
Pada awal pembentukan perusahaan, Amazon sempat merugi 30 juta USD  - EKRUT

Meski perusahaan terlihat baik-baik saja sejak diluncurkan dan mengalami peningkatan hingga 3000 persen per tahun dari sekarang. Akan tetapi, saat itu Amazon belum bisa menghasilkan uang sepenuhnya. 

Faktanya, pada tahun 1997 perusahaan mengalami kerugian sebesar 30 juta USD dan diikuti 1,25 juta USD pada tahun selanjutnya. Meski begitu, pemilik Amazon Jeff Bozes memiliki pemikiran berbeda.

Saat itu, dia tidak mengejar profit dari perusahaannya. Melainkan membangun strategi untuk memperkenalkan Amazon melalui kegiatan promosi dan pemasaran. 

Dia pun memperluas cakupan bisnis Amazon dari yang tadinya hanya menjual buku kemudian melengkapinya dengan berbagai pilihan produk retail seperti pakaian, perangkat lunak, makanan, minuman, produk kecantikan, DVD dan sebagainya.  
Tidak hanya itu, saat ini bisnis Amazon pun telah berkembang dari yang hanya menyediakan produk retail merambah ke produk lainnya seperti: 

  • Amazon instant video, layanan video on demand yang diluncurkan pada tahun 2006. 
  • Amazon studio, layanan yang bergerak dalam pembuatan film yang diluncurkan pada tahun 2013. Beberapa film yang sukses diproduksi dan dirilis Amazon studio seperti Chi-Raq dan Spike Lee 
  • Amazon drone atau Amazon prime air, servis pengiriman menggunakan drone kepada pelanggan. 
  • Amazon Web Service, layanan cloud computing yang diluncurkan pada tahun 2002. 
  • Amazon Appstore, layanan pengunduh perangkat lunak bagi android dari Amazon. 

Baca juga: Amazon EMR dan 6 keunggulan yang dimilikinya

Itulah beberapa jenis model bisnis Amazon yang menggurita dan cuplikan kisah inspiratif  dari Jeff Bezos. 

Di luar perannya sebagai founder dan CEO Amazon, ia juga mendirikan perusahaan investasi yang dinamakan Bezos Expedition yang telah mendanai banyak perusahaan seperti AirBnB, Business Insider, Twitter, Uber bahkan Google. 

Dirinya juga menjadi pemilik dari surat kabar Washington Post serta membangun perusahaan yang bergerak dalam bidang antariksa Blue Origin. Tidak heran bila dari usahanya tersebut Jeff Bezos menjadi orang kaya nomor satu di dunia.  

Melalui kisah ini kita bisa belajar bahwa dengan pintar melihat peluang dan kerja keras, maka akan mendatangkan hasil yang begitu besar seperti dialami oleh Jeff Bezos.

pemilik Amazon EKRUT

Sumber: 

  • biography
  • yosuccess
  • seowebfirm

Tags

Share