Published on

Careers

Product Classification: Pengertian, Manfaat, dan Jenisnya

Detty Risetya

cover.jpg

Sejak bertahun-tahun, klasifikasi produk atau product classification adalah istilah pemasaran produk yang sudah populer. Sesuai namanya, product classification merupakan pengelompokan produk berdasarkan kategori tertentu. Kategori ini bisa mengubah cara perusahaan memasarkan produk dan menetapkan harga, serta metode distribusinya. Bagi kamu yang berkecimpung di dunia marketing atau penjualan, sangat penting memahami apa itu product classification. Jangan khawatir, artikel kali ini akan mengupas pengertian, jenis-jenis, serta manfaat product classification!

Baca juga: Kuasai hal ini untuk jadi product manager

Apa itu product classification?


Product classification adalah mengelompokkan produk dalam beberapa kategori. (sumber: pexels)

Pengertian dari product classification adalah pengelompokan berbagai jenis produk yang dibeli konsumen. Dengan product classification, perusahaan bisa membuat iklan untuk produk atau jasa yang ditawarkan. Product classification juga membantu menentukan permintaan produk, harga, dan demografi, atau perilaku konsumen yang sesuai audiens target pemasaran.

Baca juga: Mengenal Produk Bundling dan strateginya

Kenapa perlu melakukan product classification?


Product classification dibutuhkan perusahaan untuk merencanakan pemasaran. (sumber: pexels)

Sebenarnya, ada banyak alasan mengapa perusahaan perlu product classification. Sebab, product classification dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam siklus hidup suatu produk atau jasa. Misalnya, bagaimana produk akan dipasarkan, berapa harganya, siapa konsumen yang akan membeli, dan seberapa tinggi permintaan masyarakat. Yang terpenting lagi, dengan product classification maka perusahaan bisa merancang strategi marketing yang efektif. Kenapa begitu? Product classification memberi tahu pola pikir dan perilaku konsumen saat berinteraksi dengan produk tertentu.

Sebagai contoh, produk seperti asuransi jiwa termasuk dalam klasifikasi ‘unsought goods’ atau barang yang belum dibeli. Maka, kamu perlu membuat pemasaran yang lebih agresif untuk menjangkau konsumen yang mungkin tidak mempertimbangkan produk atau jasamu.

Baca juga: Brand awareness: Pengertian, strategi dan 3 contohnya

Manfaat product classification


Tim marketing akan merancang kampanye iklan sesuai product classification. (sumber: pexels)

Adapun sejumlah manfaat dari product classification adalah sebagai berikut.

1. Pemasaran

Manfaat product classification yang pertama adalah pemasaran. Seringkali, tim marketing merancang iklan produk sesuai jenis klasifikasinya. Product classification akan mempengaruhi anggaran dan fokus kampanye.

2. Harga

Selanjutnya, manfaat product classification adalah dari segi harga yang ditentukan distributor dan ritel. Barang kebutuhan sehari-hari cenderung lebih murah ketimbang produk lainnya.

3. Permintaan

Product classification dapat memberikan manfaat dalam hal permintaan pasar. Umumnya, konsumen akan lebih sering membeli produk kebutuhan sehari-hari ketimbang produk khusus. Sehingga, perusahaan harus menambah jumlah produksinya dan tim marketing juga harus lebih giat mengiklankan.

4. Pengembangan dan riset produk

Ketika memutuskan produk mana yang akan dikembangkan atau diproduksi, perusahaan akan melihat dulu product classification. Karena setiap jenis produk memiliki strategi pemasaran berbeda. Permintaan produk akan berperan dalam bagaimana perusahaan membuat product classification, serta pengembangan dan riset suatu produk.

Baca juga: 12 Jenis Strategi Pemasaran yang Paling Efektif

Jenis-jenis product classification


Produk bisa dikategorikan berdasarkan kriteria tertentu. (sumber: pexels)

Terdapat beberapa jenis product classification menurut harga, perilaku konsumen, dan karakteristik produk sebagai berikut.

1. Barang sehari-hari (convenience goods)

Seperti contoh pasta gigi, sabun mandi, sampo, dan barang kebutuhan sehari-hari adalah produk yang dibeli konsumen berulang kali dan tanpa banyak berpikir. Begitu cocok, biasanya konsumen akan loyal pada satu merek. Kecuali, ada promo atau alasan menarik untuk beralih merek.

2. Barang toko (shopping goods)

Barang toko adalah jenis komoditas product classification yang biasanya dibeli konsumen dengan banyak pertimbangan dan perbandingan terlebih dulu. Contohnya adalah pakaian, dekorasi rumah, hingga barang-barang kelas atas seperti mobil dan rumah.

3. Barang khusus (specialty goods)

Barang khusus adalah satu-satunya produk dari jenisnya di pasar. Ini artinya, konsumen tidak perlu lagi membandingkan atau mempertimbangkan jika ingin memperolehnya. Contohnya adalah iPhone. Selama bertahun-tahun, pecinta gadget selalu menantikan rilis terbaru produk-produk Apple dengan fitur-fitur yang semakin canggih.

4. Barang yang belum dibeli (unsought goods)

Terakhir, produk yang belum dibeli adalah jenis klasifikasi produk yang biasanya tidak ingin dibeli orang. Contohnya adalah alat pemadam kebakaran, asuransi jiwa, jasa rumah duka, dan sebagainya. Produk tersebut dibeli hanya karena mencegah potensi berbahaya atau karena kondisi tertentu yang memaksa.

Baca juga: Product Life Cycle: Pengertian, dan 4 Konsepnya

Itulah bahasan topik mengenai product classification atau klasifikasi produk. Mengingat pentingnya klasifikasi produk dalam pengembangan bisnis, kamu perlu belajar lebih jauh jika ingin memasarkan atau memproduksi barang-barang tertentu.

Bagi kamu yang ingin belajar lebih jauh tentang strategi pemasaran produk dan topik-topik menarik lainnya seputar industri bisnis dan dunia kerja, terus ikuti laman EKRUT Media dan YouTube Official EKRUT, ya!

Tersedia juga berbagai info peluang kerja, tips karier dari para mentor, hingga informasi berharga dari para profesional di berbagai industri. Segera sign up EKRUT sekarang dan unggah CV-mu untuk buktikan mudahnya mengembangkan karier dalam hitungan minggu!

Sumber:

  • indeed.com
  • hubspot.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    shutterstock_1682336344.jpg

    Careers

    9 Tips Menghadapi Interview Kerja Setelah Terkena Layoff

    Fakhrizal Muttaqien

    23 September 2022
    7 min read
    cara-membalas-email-panggilan-interview---EKRUT.jpg

    Careers

    Cara Membalas Email Panggilan Interview beserta Contohnya

    Maria Tri Handayani

    23 September 2022
    7 min read
    H1_1._10__Rekomendasi_Kursus_Digital_Marketing.jpg

    Careers

    10+ Rekomendasi Kursus Digital Marketing

    Anisa Sekarningrum

    21 September 2022
    8 min read

    Video