Published on

Lainnya

Product Life Cycle: Pengertian, 4 Konsep, Faktor, dan Contohnya

Ningtyas Dewanasari Kinasih

Product_Life_Cycle-_Pengertian__4_Konsep__Faktor_dan_Contohnya.jpg

Product life cycle adalah alat penting bagi perusahaan, terutama untuk tim marketing dan desainer untuk menentukan strategi bisnis yang tepat. Beberapa dari kamu mungkin belum mengetahui bahwa suatu produk memiliki siklus hidup. Produk akhirnya akan tergantikan dengan meningkatnya permintaan akan produk baru yang lebih modern dan dapat terjual dengan lebih cepat.

Sebagian besar perusahaan tentu memahami perbedaan siklus hidup dari setiap produknya dan masa pakai yang terbatas. Sehingga, memahami manajemen product life cycle adalah langkah yang tepat, perhatikan konsep dan contohnya berikut ini.

Apa itu product life cycle?


Product life cycle adalah waktu produk diperkenalkan pada konsumen. (sumber: pexels)

Dikutip dari investopedia.com, product life cycle adalah istilah yang mengacu pada lamanya waktu suatu produk diperkenalkan kepada konsumen melalui market hingga akhirnya dihentikan. Dapat dikatakan pula, product life cycle adalah suatu konsep pemasaran yang memiliki empat tahapan berbeda, dari awal produk hingga penurunannya.

Konsep siklus hidup produk ini digunakan oleh manajemen dan pemasaran sebagai faktor penting dalam memutuskan berbagai macam hal, seperti waktu menaikkan iklan, memperluas pasar, menurunkan harga, hingga mendesain ulang kemasan. Proses dari penyusunan strategi untuk terus mendukung dan menjaga suatu produk disebut dengan manajemen product life cycle.

Baca juga: Kuasai hal ini untuk jadi product manager

Konsep product life cycle


Salah satu konsep product life cycle adalah memperkenalkan produk. (sumber: pexels)

Product life cycle adalah siklus produk yang menjelaskan empat tahapan dengan jelas. Setiap tahapan memiliki karakteristik masing-masing. Hal itu berarti hal berbeda untuk setiap bisnis yang mencoba untuk mengelola siklus dari produk tertentu yang dimilikinya. Empat konsep product life cycle adalah:

1. Tahap perkenalan (introduction)

Konsep pertama dalam product life cycle adalah tahap perkenalan atau introduction. Tahapan ini dapat menjadi bagian yang paling banyak menghabiskan dana perusahaan karena merilis produk baru.

Pasar dari produk baru masih relatif kecil yang mana akan berpengaruh pada penjualan, walaupun kemungkinan akan meningkat nantinya. Selain itu, biaya untuk penelitian, pengembangan, pengujian, dan pemasaran terhadap produk baru sangatlah tinggi. Terutama jika produk tersebut  berada dalam sektor yang kompetitif.

2. Tahap perkembangan (growth)


Konsep lainnya dari product life cycle adalah growth yang ditandai dengan meningkatnya profit. (sumber: pexels)

Selanjutnya, tahapan product life cycle adalah perkembangan atau growth dimana biasanya ditandai dengan peningkatan yang tajam dalam penjualan dan profit. Perusahaan mulai sudah mulai merasakan benefit dari skala ekonomi dalam produksi, margin keuntungan, serta jumlah laba secara keseluruhan yang akan meningkat.

Dengan demikian, sangat dimungkinkan suatu bisnis untuk berinvestasi lebih dalam aktivitas promosi yang dapat memaksimalkan potensi dari tahapan pertumbuhan ini.

3. Tahap kedewasaan (maturity)

Konsep yang paling kompetitif dalam product life cycle adalah tahapan maturity. Pada tahap kedewasaan, produk sudah mapan dan tujuan dari produsen hanyalah mempertahankan pasar yang telah dibangun. Di tahap ini, perusahaan juga harus bijak dalam berinvestasi dalam kegiatan pemasaran yang mungkin akan dilakukan.

Sementara itu, perusahaan juga perlu mempertimbangkan untuk memodifikasi produk atau meningkatkan kualitas proses produksi yang mungkin dapat memberikan keunggulan untuk lebih bersaing di pasar.

4. Tahap penurunan (decline)

Pada akhirnya, market dari suatu produk akan mulai menurun, konsep keempat dari product life cycle adalah decline. Penyusutan yang terjadi dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti konsumen yang berpindah ke produk lain.

Meskipun tahap penurunan ini tidak dapat dihindari, perusahaan mungkin dapat memperoleh keuntungan dengan beralih ke metode produksi yang lebih murah sehingga menjangkau pasar lain.

Faktor yang mempengaruhi product life cycle


Faktor yang dapat mempengaruhi product life cycle adalah adanya perubahan tren. (sumber: pexels)

Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi siklus kehidupan dari suatu produk. Berbagai faktor tersebut bisa saja datang secara tidak terduga dan tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan. Salah satu faktor yang kerap mempengaruhi product life cycle adalah munculnya produk baru yang lebih kompetitif.

Kemunculan produk-produk baru yang lebih murah dengan kualitas yang mungkin lebih baik akan mencuri perhatian dari konsumen. Sehingga, tidak menutup kemungkinan bahwa produkmu akan tergeser dan tergantikan. Adapun faktor lain yang berimbas pada product life cycle adalah:

1. Kemajuan teknologi

Teknologi yang kian berkembang tentu dapat mempengaruhi suatu produk. Hal ini erat kaitannya dengan ilmuwan yang menghasilkan penemuan-penemuan baru. Penemuan baru yang dirasa lebih mutakhir akan menggeser produk yang diproduksi menggunakan teknologi lama.

2. Bergesernya nilai

Faktor lain yang mempengaruhi product life cycle adalah pergeseran nilai terhadap suatu produk. Melansir accurate.id, pandangan sosial mempengaruhi pasar secara massal. Misalnya, pasar yang saat ini lebih memilih produk yang ramah lingkungan. Hal ini membuatmu harus menyesuaikan produk dengan keadaan.

3. Pergeseran tren

Nah, perubahan terhadap tren yang bisa terjadi cukup cepat juga dapat berpengaruh pada product life cycle. Sama halnya dengan pandangan sosial, produk yang muncul dengan mode terbaru akan bernilai tinggi di mata konsumen. Produk yang sudah ada sebelumnya akan dianggap kuno dan mengalami penurunan nilai pasar.

Baca juga: Brand awareness: Pengertian, strategi dan 3 contohnya

Contoh product life cycle


Contoh dari product life cycle adalah penggunaan teflon oleh konsumen. (sumber: pexels)

Salah satu contoh dari product life cycle adalah teflon. Produk tersebut banyak diminati oleh konsumen karena berbagai hal. Selain terlihat modern, praktis, memiliki banyak ukuran, dan warna, teflon memiliki teknologi anti lengket. Namun, terdapat penemuan dalam teflon yang memiliki zat berbahaya untuk tubuh apabila digunakan secara terus menerus. Hal ini membuat pandangan konsumen terhadap teflon berubah.

Persaingan terhadap teflon pun mulai meningkat dengan berbagai inovasi yang dilakukan perusahaan untuk memperbaiki kualitas produknya, sehingga lebih aman untuk digunakan sehari-hari. Apabila produsen teflon tidak dapat memperbaiki kualitasnya, tentu akan tergeser dengan produk baru yang diklaim menggunakan bahan yang tidak berbahaya.

Product life cycle adalah konsep yang sangat bermanfaat bagi perusahaan. Kamu bisa mengambangkan dan memasarkan produk dengan lebih baik dengan memahami konsep tersebut. Kamu dapat membuat rencana yang sesuai dengan fase bisnismu.

Baca juga: 4 Elemen dasar product management

Ingin mendapatkan berbagai informasi penting seputar dunia kerja dan lainnya? Kamu bisa mengakses laman talent marketplace EKRUT. Kamu juga bisa mendaftarkan diri di EKRUT untuk dihubungkan dengan perusahaan yang sesuai dengan minat dan keahlianmu.

Sumber:

  • investopedia.com
  • productlifecyclestages.com
  • accurate.id

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Apa_Itu_Audience.jpg

    Lainnya

    Apa Itu Audience? Berikut Pengertian, Konsep, Fungsi, dan Jenisnya!

    Mauditalani

    20 September 2022
    8 min read
    H1_ide_bisnis_kreatif.jpg

    Lainnya

    19 Ide Bisnis Kreatif yang Menguntungkan dan Masih Jarang Pesaing

    Alvina Vivian

    07 September 2022
    7 min read
    H1-Ingin_Punya_Bisnis_Di_Akhir_2022__Simak_15__Peluang_Bisnis_2022_yang_Menguntungkan.jpg

    Careers

    15+ Peluang Bisnis yang Menguntungkan di Tahun 2022

    Lita Lia

    05 September 2022
    8 min read

    Video