Lainnya

Kenali Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Published on
Min read
6 min read
time-icon
Sylvia Rheny

A full time learner marketing enthusiast.

Kenali_Investasi_Reksa_Dana_Pendapatan_Tetap_(RDPT)_beserta_Kelebihan_dan_Kekurangannya.png

Reksa dana adalah kumpulan dana dari masyarakat sebagai investor yang akan diinvestasikan lagi oleh Manajer Investasi dalam bentuk portofolio investasi. Reksa Dana Pendapatan Tetap atau RDPT adalah salah satu jenis dari reksadana. Yuk, kenali apa itu investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) beserta kelebihan dan kekurangannya di bawah ini!

Baca juga: Reksadana Adalah: Pengertian, Keuntungan, Risiko, 4 Jenis serta cara membelinya

Apa itu Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)?


RDPT adalah reksadana yang minimal 80%-nya teralokasi dalam bentuk efek. (Sumber: Pexels)

Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 47 /POJK.04/2015 tentang Pedoman Pengumuman Harian Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana Terbuka, pengertian RDPT adalah reksadana yang melakukan investasi paling sedikit 80% dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) dalam bentuk efek bersifat utang. Contohnya adalah obligasi atau surat utang.

Surat utang ini memiliki waktu jatuh tempo satu tahun atau lebih dan diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi. Tingkat risiko RPDT adalah lebih tinggi jika dibandingkan RDPU (Reksa Dana Pasar Uang), namun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan saham.

RDPT adalah salah satu opsi yang bisa dipilih untuk investor pemula dengan profil konservatif. Jangka waktu RDPT adalah satu hingga tiga tahun. Selain bisa menjadi pilihan bagi investor pemula, RDPT juga bisa dipilih untuk melakukan diversifikasi investasi.

Baca juga: Kenali Investasi Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) beserta 5 kelebihan dan kekurangannya

Kelebihan RDPT


Kelebihan RDPT adalah tingkat fluktuasinya yang cukup stabil. (Sumber: Pexels)

RDPT memiliki beberapa kelebihan yang harus kamu tahu sebelum akhirnya memilih produk investasi yang tepat untukmu. Beberapa kelebihan RDPT adalah sebagai berikut.

1. Tingkat fluktuasi RDPT yang cukup stabil

Alasan dibalik stabilnya tingkat fluktuasi RDPT adalah karena sebagian besar dana ditempatkan pada instrumen obligasi (surat utang) atau pasar uang.

2. Return RDPT yang kompetitif

Imbal hasil yang ditawarkan RPDT adalah mulai dari 6-10% per tahun. Jika dibandingkan dengan deposito bank dan juga RDPU, RDPT tentu memiliki tingkat keuntungan yang lebih besar.

3. Fleksibilitas RDPT yang tinggi

Jika kamu berinvestasi pada RDPT, maka kamu bisa memperjualbelikannya kapan saja. Selain itu, kamu juga punya pilihan untuk menjual keseluruhan atau hanya sebagian dari investasimu pada RDPT tersebut.

4. Pencairan dana RDPT yang cepat

Waktu yang dibutuhkan untuk mencairkan dana RDPT adalah 4-5 hari kerja dihitung setelah penjualan unit reksadana mulai diproses. Jadi, kamu tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu kamu memerlukan dana RDPT yang telah kamu investasikan tersebut untuk kebutuhanmu.

5. Bebas pajak

Perlu diketahui bahwa reksadana bukan merupakan objek pajak sehingga semua keuntungan atau imbal hasil yang didapat dari penjualan RDPT tidak dipotong pajak apapun. Dengan demikian, keuntungan yang kamu terima pada RDPT adalah penuh tanpa dipotong pajak.

6. Modal awal yang terjangkau

Jangan khawatir tentang modal awal yang perlu kamu siapkan jika ingin berinvestasi RDPT. Modal awal yang dibutuhkan untuk berinvestasi RDPT adalah mulai dari 10 ribu rupiah dan kamu bisa membelinya secara online.

7. Aman dibawah pengawasan OJK

Seluruh kegiatan pengelolaan dana pada reksadana pendapatan tetap dijamin aman karena sudah diawasi oleh pemerintah lewat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga: Bagaimana cara investasi di Bibit? Simak informasi dan panduan lengkapnya disini

Kekurangan RDPT


Kekurangan RDPT adalah ketergantungannya kepada suku bunga. (Sumber: Pexels)

Selain kelebihan RDPT di atas, kamu juga perlu memahami kekurangannya. Beberapa kekurangan RDPT adalah sebagai berikut.

1. RDPT bergantung pada suku bunga

Seperti yang telah dijelaskan bahwa RDPT lebih banyak dialokasikan ke surat utang dan obligasi dimana keduanya merupakan instrumen yang sangat bergantung pada suku bunga yang ditetapkan oleh bank. Hal tersebut membuat RDPT bergantung pada suku bunga. Jika suku bunga dan inflasi turun, harga obligasi dan pasar uang naik, dan sebaliknya, jika suku bunga dan inflasi naik, harga obligasi dan pasar uang turun.

2. Risiko likuiditas

Meskipun sangat jarang terjadi, namun risiko likuiditas bisa saja terjadi. Risiko likuiditas terjadi ketika sebagian besar investor menarik reksa dananya atau melakukan redemption secara bersamaan, sehingga membuat manajer investasi kesulitan menyediakan uang tunai untuk redemption tersebut.

3. Risiko wanprestasi

Kekurangan selanjutnya dari RDPT adalah adanya risiko wanprestasi atau yang disebut dengan gagal bayar. Hal ini bisa terjadi apabila penerbit surat utang atau obligasi tidak bisa memenuhi kewajibannya.

Baca juga: 10 Sekuritas Terbaik Indonesia, Aman untuk Investasi Saham 2022

Perbedaan RDPT dan RDPU


Perbedaan RDPU dengan RDPT adalah alokasi dana kelolaannya. (Sumber: Pexels)

Dilihat dari beberapa aspek, beberapa perbedaan antara RDPU dengan RDPT adalah sebagai berikut.

Aspek RDPU RDPT
Tingkat risiko Lebih rendah karena jatuh tempo <1 tahun sehingga tidak lebih volatil dibandingkan dengan RDPT. Lebih tinggi karena harga obligasi dalam portofolio RDPT yang jatuh temponya di atas 1 tahun membuat nilai RDPT sedikit lebih volatil (naik-turun) daripada RDPU.
Alokasi dana kelolaan Alokasi dana kelolaan 100% pada produk pasar uang seperti deposito dan surat utang (obligasi) yang jatuh temponya <1 tahun. Alokasi dana RDPT adalah min. 80% pada produk obligasi atau sukuk yang jatuh temponya >1 tahun.
Imbal hasil yang didapat Imbal hasil yang didapat pada RDPU lebih stabil. Berdasarkan data dari Tanamduit, dalam 3 tahun terakhir imbal hasil RDPU adalah 6,5% per tahunnya. Tidak lebih stabil namun RDPT berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi dari RDPU. Berdasarkan data dari Tanamduit, dalam 3 tahun terakhir imbal hasil RDPU adalah 10,9% per tahunnya.

Baca juga: 12 Rekomendasi aplikasi saham online terbaik dan terdaftar OJK

Sekian penjelasan mengenai pengertian RDPT serta kelebihan dan kekurangannya. Semoga informasi yang diberikan bisa membantu kamu dalam menentukan instrumen investasi yang cocok dengan profilmu.

Selain dari artikel EKRUT Media ini, kamu masih bisa memperoleh informasi dan berbagai tips bermanfaat lainnya melalui YouTube EKRUT Official. Nah, jika ingin mengembangkan karier dan mencari pekerjaan baru, kamu cukup sekali sign up di EKRUT untuk mendapatkan lebih dari satu kali undangan interview oleh berbagai perusahaan ternama!

Sumber:

  • inews.id
  • cermati.com
  • tanamduit.com
  • sikapiuangmu.ojk.go.id
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_1._Cost_Structure_Definisi__Fungsi__Jenis__Elemen_dan_Contohnya.jpg

    Expert's Corner

    Cost Structure: Definisi, Fungsi, Jenis, Elemen dan Contohnya

    Anisa Sekarningrum

    18 November 2022
    5 min read
    pexels-thibault-luycx-3975062.jpg

    Lainnya

    Economies of Scale: Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Keuntungan Melakukannya

    Fakhrizal Muttaqien

    17 November 2022
    5 min read
    H1_Laporan_Keuangan.jpg

    Lainnya

    6 Contoh Laporan Keuangan Beserta Panduan dalam Penyusunannya

    Algonz D.B. Raharja

    17 November 2022
    5 min read

    Video