Published on

Lainnya

Reksadana Adalah: Pengertian, Keuntungan, Risiko, 4 Jenis, Serta Cara Membelinya

Algonz D.B. Raharja

H1_Reksadana.jpg

Pernahkah kamu mendengar istilah reksadana? Atau kamu pernah mendapat tawaran reksadana dari bank di mana kamu menabung uangmu? Nah, berikut ini akan kita simak bersama ulasan singkat tentang apa itu reksadana beserta jenis-jenisnya serta cara membelinya.

Apa itu reksadana?


Reksadana merupakan wadah investasi yang menghimpun dana dari pemodal untuk diinvestasikan oleh pihak ketiga (Sumber: Pexels)

Dilansir dari situs Bursa Efek Indonesia, reksadana diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dengan waktu dan keahlian menghitung risiko terbatas. Reksadana dirancang sebagai sarana untuk masyarakat yang memiliki modal dan keinginan untuk berinvestasi.

Menurut UU No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, Reksadana merupakan wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Tiga subjek pokok dari reksadana adalah dana dari masyarakat pemodal, investasi dana dalam portofolio efek, dan pengelolaan oleh Manajer Investasi.

Lewat situs resminya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mendefinisikan reksadana sebagai wadah penghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum bernama Manajer Investasi. Selanjutnya, dana himpunan dana tersebut diinvestasikan ke dalam surat berharga seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang lainnya.

Menurut OJK, bentuk hukum reksadana dapat berupa perseroan atau berupa KIK atau Kontrak Investasi Kolektif. Secara umum, reksadana terdiri dari dua kategori, yaitu reksadana tertutup dan reksadana terbuka. Reksadana terbuka merupakan reksadana yang dapat sewaktu-waktu dijualbelikan pada bursa harian.

Baca juga: Apa Itu Investor? Berikut 2 Jenis Utama dan Panduannya

Keuntungan dan risiko investasi reksadana


Reksadana memiliki kelebihan karena mudah dilakukan dengan bantuan Manajer Investasi (Sumber: Pexels)

Meski cenderung aman dan lebih mudah dilakukan, namun investasi lewat reksadana juga memiliki risiko tersendiri bagi investor menengah ke bawah.

Berikut ini adalah keuntungan dan risiko berinvestasi lewat reksadana yang umum dikenal:

Keuntungan Reksadana Risiko Reksadana
Memudahkan investor bermodal kecil atau menengah Amat tergantung pada Manajer Investasi
Keberadaan Manajer Investasi membuat calon investor tidak membutuhkan pengetahuan mendalam tentang investasi Risiko dalam hal penarikan dana atau likuiditas secara komunal atau sekelompok besar investor
Fluktuasi dana investasi lebih aman Risiko berkurangnya nilai per unit reksadana atau Nilai Aktiva Bersih (NAB)
Efisiensi pengelolaan dana investasi secara waktu dan tenaga karena peran Manajer Investasi Kesalahan pengelolaan oleh Manajer Investasi dapat berdampak pada portofolio Efek

Baca juga: 10 Sekuritas Terbaik di Indonesia, Aman untuk Investasi Saham

4 Jenis reksadana


Reksadana dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan jangka waktu, bentuk investasi,  risiko, dan keuntungan (Sumber: Pexels)

Dalam praktiknya, reksadana terdiri dari beberapa jenis atau kategori yang berbeda. Adapun jenis-jenis reksadana tersebut adalah sebagai berikut.

1. Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang atau money market fund merupakan reksadana yang dilakukan dengan investasi pada instrumen investasi pasar uang dengan masa jatuh tempo tidak lebih dari satu tahun (<1 tahun).

Reksadana jenis ini umumnya berupa deposito berjangka, sertifikat deposito, sertifikat Bank Indonesia, surat berharga pasar uang, dan lain-lain. Risiko dari jenis reksadana ini umumnya rendah dan bertujuan untuk memelihara modal atau menjaga likuiditas.

2. Reksadana pendapatan tetap


Reksadana pendapatan tetap merupakan jenis reksadana dengan bentuk obligasi (Sumber: Pexels)

Reksadana pendapatan tetap atau fixed income fund merupakan reksadana yang dipraktikan dengan investasi sekurang-kurangnya 80 persen dari aktiva dalam bentuk obligasi atau efek utang.

Reksadana jenis ini ditujukan untuk menghasilkan rerata tingkat pengembalian stabil. Tentu saja, reksadana jenis ini juga memiliki risiko yang lebih tinggi daripada reksadana pasar uang.

Baca juga: Kenali Obligasi dan Jenisnya Sebelum Kamu Salah Langkah

3. Reksadana saham

Reksadana saham merupakan reksadana yang dilakukan dengan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktiva dalam bentuk Efek Ekuitas saham. Dikarenakan investasinya dilakukan pada saham, reksadana jenis ini memiliki tingkat risiko lebih besar daripada reksadana pasar uang dan pendapatan tetap.

4. Reksadana campuran

Reksadana campuran merupakan jenis investasi dalam Efek bersifat Ekuitas saham dan Efek bersifat utang atau obligasi. Dari segi risiko, reksadana jenis ini tentu memiliki risiko paling besar, namun dengan potensi keuntungan yang juga besar.

Baca juga: 6 Investasi Syariah untuk Investor Pemula Beserta Keunggulannya

Cara membeli reksadana


Reksadana dapat dibeli dengan menghubungi Manajer Investasi atau bank yang bertindak sebagai APERD (Sumber: Pexels)

Menurut OJK, masyarakat pemodal dapat membeli reksadana dengan beberapa cara, yaitu:

  • Melakukan pembelian reksadana secara langsung lewat perusahaan Manajer Investasi yang bertugas menerbitkan dan mengelola reksadana
  • Melakukan pembelian reksadana secara langsung lewat Bank yang bertindak sebagai agen penjual efek reksa dana (APERD)

Untuk dapat membeli reksadana, seorang calon investor perlu memiliki beberapa syarat seperti:

  • Memiliki kartu identitas yang berlaku (KTP/SIM)
  • Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Melakukan proses know your customer (KYC)
  • Wajib melakukan pertemuan dengan pihak Manajer Investasi atau Bank APERD minimal 1 kali

Baca juga: 9 Jenis Saham dan Penjelasannya yang Wajib Investor Tahu

Itulah tadi seluk-beluk mengenai reksadana beserta jenis-jenis dan cara membelinya. Nah, kini kamu tidak perlu khawatir dan takut untuk berinvestasi lewat reksadana. Sebabnya, kamu bisa melihat kemudahan yang ada dalam reksadana dengan andil Manajer Investasi dan juga modal minimal pun dapat kamu sertakan sebagai investasi.

Bagi kamu yang masih ingin menabung dan meniti karier untuk dapat berinvestasi lewat reksadana, pastikan kamu meniti karier dengan baik serta terus berkembang. EKRUT hadir dengan berbagai informasi tentang karier dan juga banyak kesempatan kerja yang mungkin cocok serta relevan bagi kamu.

Jika tertarik, kamu bisa mendaftar langsung lewat EKRUT untuk mendapatkan kemudahan pencarian kerja sesuai kualifikasimu. Kamu hanya perlu menyiapkan CV terbaikmu lalu klik tautan di bawah ini untuk mendaftar lewat EKRUT.

Sumber:

  • idx.co.id
  • ojk.go.id
  • sikapiuangmu.ojk.go.id

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Kenali_Investasi_Reksa_Dana_Pendapatan_Tetap_(RDPT)_beserta_Kelebihan_dan_Kekurangannya.png

    Lainnya

    Kenali Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) beserta Kelebihan dan Kekurangannya

    Sylvia Rheny

    28 June 2022
    6 min read
    H1_Honorarium.jpg

    Lainnya

    Honorarium: Definisi, Ketentuan Hukum, dan Bedanya dengan Gaji

    Algonz D.B. Raharja

    27 June 2022
    5 min read
    H1_Total_Cost_Definisi__Manfaat__Jenis__Hingga_Rumus_dan_Contohnya.jpg

    Lainnya

    Total Cost: Definisi, Manfaat, Jenis, hingga Rumus dan Contohnya

    Sartika Nuralifah

    22 June 2022
    5 min read

    Video