Published on

Expert's Corner

6 Tips melakukan reference check untuk mendapatkan talent yang tepat

Sylvia Rheny

reference_check.jpg

Sebagai pemberi kerja, kamu bertanggung jawab untuk menjalani proses perekrutan dan menemukan karyawan terbaik yang cocok dengan budaya perusahaan. Tetapi untuk melakukan itu, kamu harus melakukan sedikit upaya lebih yaitu dengan melakukan reference check.

Banyak perusahaan melakukan reference check untuk mencari tahu lebih dalam kinerja masa lalu kandidat dan mencari tahu apakah mereka cocok untuk pekerjaan itu. Jika kamu ingin lebih profesional dalam melakukan  reference check, kamu perlu mempelajari beberapa tips melakukan reference check di bawah ini.

Baca juga: Intip 5 cara terbaik untuk rekrutmen online

Apa itu reference check?

Apa itu reference check?
Reference check dilakukan oleh calon perusahaan untuk mencari tahu tentang kandidat. (Sumber: Pexels)

Reference check adalah bagian penting dari proses perekrutan. Reference check adalah saat employer menghubungi pemberi kerja sebelumnya, sekolah, dan referensi pribadi lainnya (seperti dosen saat kuliah atau manajer sebelumnya) untuk mempelajari lebih lanjut tentang kandidat.

Dengan reference check, kamu dapat mempelajari lebih lanjut tentang kandidat, seperti:

  • Riwayat pekerjaan
  • Latar belakang pendidikan
  • Kualifikasi pekerjaan
  • Kelebihan dan kelemahan
  • Perilaku/attitude kandidat

Reference check yang dijalankan dengan benar memungkinkan kamu untuk memverifikasi kesesuaian kandidat dengan klaim yang dia berikan, mendapatkan wawasan tentang bagaimana dia dipandang oleh rekan kerja, atasan, atau mentornya, serta mengetahui informasi yang tidak diberikan kandidat dalam resume atau wawancaranya. Selain itu, reference check ini bisa memberikan pertimbangan dan meyakinkan kamu untuk melanjutkan proses rekrutmen atau tidak.

Baca juga: 7 Tahapan proses rekrutmen yang efektif untuk HR praktikan

Perbedaan reference check dengan background check 

Perbedaan reference check dengan background check
Reference check memiliki perbedaan dengan background check. (Sumber: Pexels)

Reference check maupun background check merupakan fungsi yang sebaiknya dijalankan dari proses perekrutan. Keduanya merupakan langkah terakhir sebelum kamu menawarkan pekerjaan kepada kandidat. Lalu apa perbedaan keduanya? Simak tabel di bawah ini.

Background check Reference check
Background check adalah konfirmasi dari semua yang telah dimasukkan kandidat di resume mereka.  Reference check adalah wawancara referensi terkait pekerjaan yang memberi gambaran sekilas tentang cara kerja kandidat dan kinerjanya di masa lalu. 
Background check dapat berupa verifikasi jabatan, seperti tanggal kerja dan terkadang gaji, verifikasi pendidikan, serta sertifikat dan keanggotaan asosiasi. Pihak yang dapat menjadi narasumber dalam reference check yaitu tim SDM, rekan kerja, atasan langsung, klien, mentor, dll.
Background check mencakup hal-hal lain yang tidak tercantum pada resume seperti pemeriksaan kriminal, peringkat kredit, dan abstrak pengemudi.

Reference check secara menyeluruh akan memberikan gambaran sekilas tentang kinerja, kesuksesan, kegagalan, kelebihan, kekurangan, dan perilaku/attitude kandidat di masa lalu.

Baca juga: Hindari 10 kesalahan saat membuat iklan lowongan kerja

6 Tips melakukan reference check talent

6 Tips melakukan reference check talent
Terdapat beberapa tips untuk melakukan reference check. (Sumber: Pexels)

Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu pertimbangkan saat melakukan reference check talent:

1. Verifikasi nama talent

Verifikasi nama talent
Langkah pertama dalam reference check adalah verifikasi nama talent. (Sumber: Pexels)

Saat pertama kali kamu menghubungi referensi yang diberikan kandidat, kamu perlu memastikan bahwa referensi tersebut memang mengenal talent yang kamu maksud. Untuk itu kamu perlu memverifikasi nama talent dengan lengkap supaya tidak ada kekeliruan.

2. Konfirmasi bagaimana dia tahu mengenai talent

Konfirmasi bagaimana dia tahu mengenai talent
Langkah kedua dalam reference check adalah konfirmasi hubungan talent. (Sumber: Pexels)

Setelah kamu meyakini bahwa orang yang kamu hubungi memang memiliki hubungan profesional dengan talent yang kamu maksud, langkah selanjutnya kamu bisa melakukan konfirmasi mengenai bagaimana referensi tersebut mengenal talent. Tujuannya untuk mengetahui sejauh apa hubungan profesional yang terjadi di antara mereka dan memberikan gambaran pertanyaan apa yang bisa diajukan selanjutnya.

3. Tanyakan apa yang membuat talent cocok dengan pekerjaan ini

Tanyakan apa yang membuat talent cocok dengan pekerjaan ini
Langkah ketiga dalam reference check adalah menanyakan kecocokan talent. (Sumber: Pexels)

Setelah melakukan verifikasi dan konfirmasi pada poin pertama dan kedua, kini saatnya kamu memulai mengajukan pertanyaan yang berkenaan dengan pekerjaan. Menanyakan apa yang membuat talent cocok dengan pekerjaan ini serupa dengan menanyakan bagaimana keahlian talent dan kinerja talent selama ini di perusahaan sebelumnya. Jawaban yang diberikan oleh narasumber tersebut bisa dijadikan pertimbangan untuk meyakinkan bahwa kandidat merupakan orang yang tepat untuk mengisi posisi atau pekerjaan yang sedang dicari. 

4. Tanyakan skor dari skala 1-10 mengenai talent

Menanyakan skor dengan skala ini bertujuan untuk mengetahui penilaian narasumber terhadap kandidat. Semakin tinggi skor yang diberikan memberikan tanda bahwa kandidat sebelumnya memiliki kinerja yang baik. Namun, apabila narasumber tersebut memberikan penilaian di angka yang rendah, kamu mungkin harus mencari tahu lebih jauh mengapa narasumber tersebut memberikan penilaian yang rendah.

5. Tanyakan kelebihan dan kekurangan talent

Mengetahui kelebihan dan kekurangan talent dari referensi ini bisa memberikan sudut pandang baru untuk menilai bagaimana kecocokan kandidat dengan kebutuhan perusahaan. Mungkin ada kriteria khusus yang dicari oleh perusahaan dan jika kandidat memiliki kelebihan yang sesuai dengan kriteria tersebut maka bisa menjadi nilai tambah tersendiri bagi kandidat. Begitu pula sebaliknya, mungkin kandidat memiliki kekurangan yang kebetulan kurang sesuai dengan budaya perusahaan. 

Sehingga pada akhirnya, mengetahui kelebihan dan kekurangan talent ini akan sangat membantu kamu untuk menentukan kecocokan kandidat dengan kebutuhan perusahaan dari sudut pandang yang berbeda. 

6. Tanyakan attitude talent

Attitude talent menjadi penilaian terakhir yang bisa kamu pertimbangkan. Penilaian tentang attitude talent ini merupakan informasi yang tidak bisa kamu dapatkan langsung dari kandidat. Menanyakan hal ini kepada beberapa narasumber bisa menjadikan penilaian menjadi lebih objektif. Beberapa perusahaan memberikan bobot penilaian yang tinggi terhadap attitude kandidat, melebihi skill atau kemampuan yang dimilikinya. Namun, kembali lagi pada kebijakan dan kebutuhan masing-masing perusahaan. 

Baca juga: Mengenal headhunter dan bagaimana caranya bekerja

Simplify your recruitment process with EKRUT

Simplify your recruitment process with EKRUT
EKRUT adalah salah satu jasa rekrutmen karyawan di Indonesia yang dapat diandalkan. (Gambar: Pexels)

Untuk menghindari kesalahan dalam rekrutmen di atas, kamu bisa memanfaatkan platform EKRUT. Didirikan pada tahun 2016, EKRUT merupakan sebuah platform rekrutmen yang menggunakan perpaduan antara teknologi dan jaringan recruiter untuk melakukan proses rekrutmen yang efektif dan berkualitas.

Beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh dengan menggunakan EKRUT antara lain yaitu:

  • Keuntungan eksklusif dari paket yang disediakan EKRUT.
  • Mengelola kandidat dengan mudah menggunakan tracking system yang dimiliki EKRUT.
  • Memperoleh kandidat yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
  • Akses langsung ke talent pool berkualitas yang telah melalui proses kurasi.
  • Konsultan profesional yang akan memberikan bantuan selama proses perekrutan. 

Perlu diketahui bahwa EKRUT menggunakan teknologi data science seperti Marketplace Curation Algorithm (MCA) untuk menyaring dan mengkurasi 5-10% kandidat kompetitif teratas yang mencari peluang kerja berdasarkan permintaan secara real-time. Maka dari itu, talent yang ditampilkan dalam marketplace adalah talent berkualitas dan terkini.

Untuk mencari dan menemukan kandidat yang sesuai dengan kriteria, EKRUT menggunakan teknologi bernama EKRUT Recommender System (ERS). Kelebihannya, variabel pencarian tidak hanya terbatas pada pengalaman, preferensi, dan keterampilan saja, namun masih banyak lagi. Selain itu,  EKRUT juga menggunakan Budget Prediction Algorithm (BPA) untuk mengukur, memprediksi, dan merekomendasikan kisaran ekspektasi gaji untuk masing-masing job posting berdasarkan kondisi market terkini secara efektif.

Untuk saat ini, terdapat 2 subscribe plan yang bisa kamu pilih di EKRUT:

1. Platform plan
Tersedia untuk langganan tahunan dan per-kuarter. Dengan subscribe plan ini, perusahaan kamu mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan unlimited hires tanpa harus membayar lagi biaya per hire.

2. Headhunting plan
Tidak ada membership fee untuk plan ini, perusahaan kamu hanya perlu membayar ketika terjadi hire.

Baca juga: 5 Manfaat data bagi HRD dalam proses perekrutan

Pada akhirnya, dengan melakukan reference check dalam proses perekrutan, akan membantu kamu mengkonfirmasi kualifikasi kandidat, mengklarifikasi pertanyaan apa pun yang kamu miliki tentang pengalaman kerja mereka, dan meningkatkan keyakinan diri yang kamu butuhkan untuk mempekerjakan kandidat tanpa menebak-nebak.

Selain itu, agar kamu tidak perlu khawatir dengan kualitas kandidat, EKRUT bisa menjadi salah satu platform andalan kamu untuk menemukan kandidat yang tepat secara efektif dan membantu kamu menghindari kesalahan dalam rekrutmen. 

Berbagai manfaat menggunakan EKRUT bisa kamu dapatkan dengan bergabung bersama EKRUT. Yuk, mulai proses rekrutmen yang efektif dari sekarang!

https://www.ekrut.com/employers

Sumber:

  • Personio
  • Patriot Software
  • Smart Recruiters

Tags

Share