Published on

Careers

Referensi adalah: Pengertian, manfaat, 4 sumber, jenis, dan contohnya

Algonz D.B. Raharja

Referensi_adalah.jpg

Bagi kamu yang sering menulis atau mengerjakan suatu tugas, baik artikel ilmiah maupun artikel bebas dengan berbagai sumber, tentunya tak asing dengan referensi. Keberadaan referensi sebagai salah satu pokok atau landasan dari penulisan artikel maupun karya ilmiah sudah tak diragukan lagi. Sebabnya, dalam sebuah kegiatan menulis, kita perlu memperkuat argumen atau asumsi dengan beberapa pendapat dari berbagai sumber valid.

Sumber-sumber dengan validasi tertentu itulah yang lantas disebut referensi. Nah, untuk lebih memahami tentang apa itu “referensi” secara lebih lengkap, mari kita simak ulasan singkatnya berikut ini.

Baca juga: Turnitin adalah: Pengertian, fungsi, dan 4 tips lolos pengujiannya

Apa itu referensi?

Apa itu referensi?
Referensi merupakan sumber acuan atau rujukan dalam proses penulisan karya tulis (Sumber: Pexels)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, lema referensi diartikan sebagai sumber acuan. rujukan, atau sumber petunjuk. Dalam suatu kegiatan menulis atau mempelajari sesuatu, referensi dipakai sebagai sumber yang diacu untuk menambah wawasan dan sudut pandang seseorang.

Selain itu, Merriam Webster Dictionary mendefinisikan referensi sebagai tindakan merujuk atau berkonsultasi yang mengacu pada sesuatu atau sumber informasi lain seperti buku atau orang lain. Referensi juga disebut sebagai sumber informasi atau sebuah karya yang berisi fakta atau informasi berguna. 

Sedangkan, menurut Cambridge Dictionary, referensi sebagai seorang penulis, atau buku, artikel dan lainnya yang disebutkan dalam sebuah tulisan. Referensi menurut Cambridge Dictionary akan menunjukkan pada kita tentang di mana informasi tertentu ditemukan.

Secara umum referensi dapat didefinisikan sebagai rujukan terhadap suatu objek, konsep atau gagasan yang diucapkan atau disebutkan dalam konteks lain untuk mendukung konteks atau hipotesis terkini. Hal ini juga berlaku pada referensi yang berarti sebuah rujukan lebih bersifat teknis dan spesifik. Referensi juga dapat berarti kutipan dan sumber informasi yang tercantum pada setiap karya tulis baik jurnal, buku, artikel, dan esai. Seseorang yang menggunakan referensi akan menggunakannya dengan penyesuaian konteks.

Baca juga: 7 Tips menjadi freelance writer dengan banyak proyek

Tujuan membuat referensi

Tujuan membuat referensi
Referensi dibuat untuk memberi informasi dan memperkuat asumsi dengan sumber terdahulu (Sumber: Pexels)

Jika dikaji secara umum, penggunaan referensi dalam penulisan bertujuan untuk memperkaya sudut pandang akan sebuah informasi atau konteks ide yang sedang ditulis. Referensi bertujuan untuk membuat suatu tulisan atau penulis mendapatkan pembanding atau sumber untuk menghasilkan sebuah karya tulis yang relevan dan tidak terlampau bias atau subjektif. 

Di samping itu, penulisan atau pembuatan referensi dalam suatu karya tulis juga memiliki tujuan-tujuan penting yang antara lain adalah sebagai berikut,

  • Menunjukkan bagian tulisan yang diambil dari acuan sumber tertentu
  • Menghindari praktik plagiat
  • Membantu pembaca untuk mencari sumber rujukan yang dipakai
  • Memberi penghargaan pada penulis lain yang dijadikan sumber acuan referensi

4 Sumber referensi

4 Sumber referensi
Buku merupakan salah satu referensi paling umum dipakai (Sumber: Pexels)

Sebagai acuan dalam menulis, referensi dapat diambil dari beberapa karya tulis yang tentunya telah tervalidasi sebagai sumber. Referensi sebaiknya diambil dari dokumen karya tulis dengan keabsahan tinggi setelah melewati proses penyuntingan atau kurasi tertentu. Berikut ini adalah empat sumber referensi yang umum dipakai dalam kegiatan menulis.

1. Buku

Buku merupakan referensi paling umum yang dipakai dalam proses kepenulisan maupun pengajaran dalam institusi pendidikan. Umumnya, buku telah melewati proses penyuntingan sebelum diterbitkan, sehingga konten dan isinya juga telah tervalidasi secara khusus. Buku yang patut dijadikan referensi dapat ditentukan berdasarkan kepentingan penulis, baik itu fiksi maupun non-fiksi. 

Buku non fiksi lebih sering dijadikan referensi karena sifatnya yang berisi fakta dan analisis tertentu. Sedangkan buku fiksi umumnya digunakan sebagai referensi dalam tulisan bersifat artikel bebas, sastra atau kritik sastra. Kita bisa menggunakan buku sebagai referensi dengan menuliskan nama pengarang; tahun terbit; judul buku; penerbit dan tempat terbitnya di bagian daftar pustaka maupun sebagai catatan kaki.

Baca juga: Cara menjadi UX Writer yang mumpuni

2. Surat kabar atau majalah

Surat kabar atau majalah
Berita dan artikel teraktual dari surat kabar dan majalah dapat dijadikan referensi (Sumber: Pexels)

Surat kabar dan majalah merupakan sumber rujukan atau referensi yang paling aktual dan sesuai dengan tanggal kejadian. Berita atau tulisan yang ada dalam surat kabar dan majalah umumnya juga telah terkurasi dan melewati proses penyuntingan sehingga validasinya terpenuhi.

Surat kabar menyajikan berita, kabar teraktual, maupun opini publik terhadap suatu konteks tertentu. Konten dalam surat kabar dapat dijadikan referensi dalam mendukung proses penulisan artikel maupun karya ilmiah yang memang membutuhkan acuan fakta aktual dari waktu ke waktu seperti analisis berita politik, kasus hukum, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, majalah yang terbit berkala juga umumnya memuat artikel panjang terkait beberapa tema tertentu. Majalah pun terbit dengan berbagai ciri khas atau pembawaan khususnya masing-masing. Majalah-majalah dengan tema sains dapat dijadikan rujukan karena umumnya berisi sebuah artikel hasil dari kerja lapangan atau penelitian tertentu yang disajikan dengan bahasa sederhana dan menarik.

Kita bisa menuliskan rujukan dari surat kabar atau majalah dengan menuliskan nama penulis artikel; tahun terbit; judul artikel atau berita; nama surat kabar dan majalah beserta tahun terbit, volume, dan lain sebagainya.

3. Internet

Internet
Mesin peramban di internet mempermudah pencarian referensi namun dengan telaah kredibel (Sumber: Pexels)

Pencarian sumber rujukan atau referensi di era digital dipermudah oleh keberadaan internet. Tidak dapat diragukan lagi bahwa internet amat mendukung tersebarnya informasi secara cepat, baik berita umum, artikel ilmiah, hingga buku sekalipun dapat ditemui dan diunduh dengan mudah dari internet. Meski begitu, sumber-sumber referensi dari internet perlu disaring dan ditelaah lebih lanjut keabsahannya. Gunakanlah situs yang berisi berita tervalidasi atau penyedia jurnal atau artikel ilmiah terverifikasi.

Untuk sumber-sumber yang terdapat di internet, kita dapat menuliskan referensi secara lengkap sesuai nama penulis, judul artikel, dan lainnya ditambah dengan waktu unduk atau akses. Hal ini dilakukan karena setiap konten di internet umumnya hanya dapat diakses ketika domain yang menyajikannya masih aktif, jika domain atau situs itu hilang maka kemungkinan besar artikel tadi juga ikut hilang. Itulah sebabnya diperlukan tambahan penulisan waktu akses.

4. Jurnal

Jurnal
Jurnal ilmiah menjadi sumber referensi paling valid karena terdapat peer review (Sumber: Pexels)

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, jurnal merupakan salah satu referensi dengan akurasi dan validasi yang tinggi. Jurnal pada umumnya diterbitkan dalam beberapa volume per periode tahunnya. Jurnal juga memiliki proses penyuntingan atau disebut peer review khusus pada tiap tulisan atau artikel ilmiah yang dimuat di dalamnya.

Keberadaan peer review dalam proses kurasi dan seleksi artikel jurnal membuatnya seperti majalah ilmiah dengan kredibilitas tinggi. Jurnal juga terbit dengan judul atau tema-tema khusus sesuai hal bahasan artikel-artikel yang terbit di dalamnya. Untuk itu, jurnal akan lebih memudahkan setiap orang dalam pencarian referensi karena tinggal menyesuaikan tulisan dengan tema jurnal-jurnal yang relevan.

Sama seperti majalah, penulisan referensi sumber dari jurnal ditulis dengan tambahan judul jurnal beserta nomor dan volumenya di bagian akhir.

Baca juga: 11 Cara menjadi Content Writer andal di perusahaan startup

Jenis penulisan dan contoh referensi

Jenis penulisan dan contoh referensi
Terdapat 3 jenis penulisan referensi yakni, catatan kaki, kutipan, dan bibliografi. (Sumber: Pexels)

Dalam proses penulisan referensi dapat dilakukan lewat beberapa cara. Adapun beberapa cara yang umum dipakai adalah sebagai berikut:

1. Catatan kaki (Footnotes)

Catatan kaki umumnya dipakai dengan menuliskan sumber referensi di bagian footer dari halaman artikel/buku atau margin paling bawah dari suatu dokumen. Catatan kaki berfungsi untuk menunjukkan ketelitian penulis terhadap setiap kutipan yang ia pakai pada suatu halaman artikel ilmiah dan juga memudahkan pembaca untuk menemukan keterangan penjelas dalam sebuah paragraf atau halaman artikel.

Catatan kaki dapat ditulis dengan berbagai cara yang umumnya adalah sebagai berikut:

  • Ditulis sebagai footnotes dengan ukuran font lebih kecil
  • Berisi penjelasan atau keterangan dari kutipan utama di badan tulisan 
  • Dituliskan sumber referensi dengan format nama pengarang; tahun; judul artikel/buku; penerbit dan tempat terbit; halaman buku yang dikutip

Contoh penulisan catatan kaki adalah sebagai berikut,

  • Soemarwoto, Otto. 1992. Ekologi, Lingkungan Hidup, dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan, hlm. 231
  • Hatta, Mohammad. 2002. Pengantar ke Jalan Ekonomi Sosiologi. Jakarta: Gunung Agung, hlm. 121-124.
    Hatta menjelaskan bahwa ekonomi kooperatif dijalankan dengan “...tujuan kemakmuran bersama dan kesejahteraan sosial masyarakat”, oleh karena itu ia mengusung telaah sosiologi pada ekonomi masyarakat yang dapat dibangun secara kolaboratif dan sinergis (hlm. 121). Praktik dari ekonomi sosial ini dapat dilakukan, salah satunya dengan cara membangun sistem perbankan mikro yang seluruh dana hingga tujuannya adalah menyejahterakan para anggotanya (hlm. 123).

2. Kutipan

Kutipan
Kutipan merupakan jenis referensi dengan menyalin atau melakukan parafrase terhadap sumber (Sumber: Pexels)

Kutipan merupakan jenis referensi yang ditulis dengan cara menyalin kalimat dari pendapat penulis lain atau ucapan lisan seseorang ahli dalam buku, artikel, jurnal, maupun karya tulis lainnya. Kutipan digunakan untuk memperkuat argumen atau asumsi yang sedang dibangun oleh penulis dalam karya tulisnya.

Kutipan yang dipakai dalam penulisan karya tulis terdiri dari kutipan langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung disalin sama persis dengan apa yang tertulis di sumber referensi dan umumnya ditulis dengan tanda kutip, font Italic, dan menjorok ke dalam alinea utama paragraf seperti berikut,

“...pertukaran aspek kimiawi dalam udara kotor terjadi pada pagi hari ketika 
embun mengikat debu dan polutan. Daun-daun jarum cemara udang (Casuarina equisetifolia sp.) akan bertindak memproduksi gutasi dan menangkap polutan dan debu tersebut dan perlahan menutup ruang gerak bagi polutan-polutan tersebut dalam jangka waktu tertentu di pagi hari”
(Danarto, 2007: 237)

Sedangkan, kutipan tidak langsung ditulis dengan menyadur atau melakukan parafrase pada sumber utama. Kutipan tidak langsung umumnya ditulis dengan bahasa penulis sendiri, meski ide utamanya berasal dari sumber referensi yang dipakai. Kutipan tidak langsung dapat berupa ringkasan atau pandangan ringkas (ikhtisar) dan ditulis secara utuh dan menyatu dengan paragraf tulisan. Contohnya adalah sebagai berikut,

Dalam penelitian ini saya ingin melakukan uji biokimia pada spesies cemara udang (Casuarina equisetifolia sp.) untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi gutasi daun cemara udang terhadap polutan dan debu pada pagi hari (Danarto, 2007: 237). Praktik uji biokimia akan dilakukan pada pukul 04.00 hingga 06.00 untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Baca juga: Content Writer, ini 7 aplikasi menulis terbaik di tahun 2021

3. Bibliografi

Bibliografi atau daftar pustaka menurut KBBI merupakan daftar buku atau karangan yang merupakan sumber rujukan dari sebuah tulisan atau karangan atau daftar tentang suatu subjek ilmu. Bibliografi dapat berfungsi untuk mendeskripsikan keterangan umum dari sumber referensi yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Adapun beberapa jenis penulisan bibliografi atau sitasi yang dikenal dalam ranah ilmiah adalah sebagai berikut,

  • American Psychological Association (APA)

    Conrad, A.G. (2001). The Purpose of Ecological Adaptation. Journal of Nature, 26 (Vol.2), 537-545

    Salim, Emil and Olla Ullstein (1999). Our Forest, Our Future. Cambridge: Cambridge University Press

    Hoppster, G. (2005, December). Into the Heart of African Forest. National Geographic, 152, 24-30.
     
  • Chicago Manual of Style (CMOS)

    Howard, Jim. “About the Chemical Disaster in Chernobyl”. Diakses tanggal 9 Juni 2017. http://rgheck.frege.org/ecological/aboutpgr.php.

    Hofman, Courtney A. “Ancient Biological Invasions and Island Ecosystems: Tracking Translocations of Wild Plants and Animals.” Journal of Archaeological Research 26, No.1 (2018): 65-115.
     
  • Modern Language Association (MLA)

    Raharja, Sukma Dwi. Standardisasi Operasional Teknis Tahap 1 untuk Listrik Statis. UM Press, 2018

    Gaitskill, Mary. “Twilight of the Superheroes.” The Scribner Anthology of Contemporary Short Fiction: 50 North American Stories Since 1970, 2012, pp. 228-238.

    Shelley, Mary. Frankenstein. Mavor & Jones, 1818

Baca juga: 8 Perbedaan antara Copywriter dan Content Writer, sudah tahu?

Itulah tadi beberapa jenis penulisan referensi beserta contohnya yang dapat kita ketahui dan umum dipakai dalam dunia akademis. Penulisan referensi dapat mengurangi terjadinya plagiasi oleh penulis artikel ilmiah. Dalam ranah pendidikan, plagiasi adalah sebuah hal yang amat memalukan dan dapat menyebabkan pencederaan terhadap kredibilitas intelektual seseorang. Untuk itu, pemahaman tentang penulisan referensi amat penting bagi seorang akademisi secara umum.

Bagi kamu yang sedang mengerjakan skripsi atau tesis, perihal referensi ini bisa menjadi bekalmu untuk menulis karya ilmiah tanpa takut dikenai hukuman akibat plagiasi. Jika kamu telah menyelesaikan skripsimu dan lulus, maka ada baiknya kamu mulai merintis kariermu lewat EKRUT. EKRUT dapat membantu lulusan baru untuk bertemu dengan berbagai perusahaan yang mencari kandidat fresh graduate dengan berbagai posisi. Silakan klik tautan di bawah ini untuk mendaftar lewat EKRUT.

sign up EKRUT

Sumber:

  • What is Reference? Definition, Uses, Types and Advantages
  • Types of Bibliography Styles

Tags

Share