Published on

Lainnya

Selling Price: Cara Menentukan Selling Price dan Contoh Menghitungnya

Anisa Sekarningrum

H1_1._Selling_Price_Cara_Menentukan_Selling_Price_dan_Contoh_Menghitungnya.jpg

Objektif dari sebuah bisnis adalah untuk meraih pendapatan sebanyak-banyaknya dengan melakukan penjualan produk atau jasa. Harga jual atau selling price adalah poin penting yang harus ditentukan dari penghitungan yang tepat agar bisnis dapat menghasilkan pendapatan untuk menutupi harga pokok penjualan dan mendapatkan keuntungan.

Apa itu selling price?


Fungsi selling price adalah untuk menetapkan pendapatan yang dibutuhkan bisnis untuk mencapai margin keuntungan - Pexels

Harga jual atau selling price adalah jumlah yang dibayar pelanggan untuk membeli produk atau layanan dan sudah termasuk harga pokok penjualan. Fungsi dari selling price adalah untuk menetapkan pendapatan yang dibutuhkan bisnis dalam mencapai margin keuntungan yang telah ditetapkan. Selling price adalah harga akhir yang ditentukan penjual kepada pelanggan atas sebuah produk atau layanan yang dijual.

Selling price memberikan efek langsung kepada penjualan karena nilai tersebut juga menjadi faktor untuk keuntungan bisnis kamu. Terdapat berbagai macam faktor yang memengaruhi selling price seperti harga sesuai dengan waktu tahunan, musiman, berdasarkan daerah hingga permintaan pasar. Faktor tersebut juga dapat dilakukan untuk mendapatkan ide mengenai hal yang dilakukan pesaing bisnismu. Tidak hanya itu, selling price juga dapat dipengaruhi oleh peraturan dan undang-undang nasional. 

Baca juga: 5 Perbedaan sales dan marketing dalam bisnis perusahaan

Bedanya selling price dengan cost price


Cost price adalah biaya yang termasuk di dalam selling price - Pexels

Selling price dan cost price adalah dua hal yang berbeda. Cost price adalah biaya yang dibayarkan perusahaan kepada pemasok untuk memproduksi atau membeli produk, komponen atau bahan baku. Sementara itu, cost price termasuk di dalam selling price. Dalam menentukan profitabilitas bisnis, penentuan cost price dan selling price sangatlah penting.

Dalam beberapa kasus, sebuah perusahaan mungkin harus menurunkan selling price mereka untuk dapat bersaing secara efektif di pasar. Ketika nilai selling price dan cost price hampir sama, perusahaan dapat mencapai break even. Mencapai break even berarti tidak mendapatkan untung atau rugi (profit of zero).

Baca juga: 16 Teknik closing sales yang efektif tingkatkan penjualan

Cara menentukan selling price


Selling price adalah harga jual produk atau jasa - Pexels

Ada beberapa cara untuk menentukan selling price, salah satunya adalah dengan menganalisis riwayat harga penjualan (price sales). Dengan cara ini, bisnis dapat memahami permintaan dengan lebih baik. Cara selanjutnya untuk menentukan selling price adalah menggunakan rumus. Rumus sederhana untuk menghitung harga jual rata-rata, yang memberikan titik awal yang berharga untuk menentukan titik harga yang paling sesuai adalah sebagai berikut.

Selling price = (cost) + (margin keuntungan yang diinginkan)
  • Selling price = pendapatan (revenue)
  • Cost (harga pokok penjualan) = pengeluaran yang dikeluarkan untuk biaya produksi atau biaya membeli barang yang akan dijual
  • Margin keuntungan = nilai yang diharapkan untuk diperoleh

Rumus di atas akan membantu kamu mendapatkan ide untuk menetapkan harga produk atau layanan yang ingin kamu jual. Langkah-langkah untuk menentukan selling price adalah sebagai berikut:

1. Tentukan biaya per item

Untuk menentukan selling price, kamu perlu menghitung biaya per produk yang ingin kamu jual. Biaya ini biasanya didapatkan dengan menghitung seluruh biaya produksi. Kamu juga dapat menentukannya dengan menghitung secara massal atau harga grosir. Contohnya sebuah bisnis kecil menjual kaos, untuk 100 buah kaos toko itu menjual dengan biaya total Rp1.000.000, sehingga biaya per item adalah Rp100.000.

2. Tentukan margin laba kotor yang diinginkan

Kamu juga dapat menentukan selling price dengan menentukan margin keuntungan atau laba kotor yang kamu inginkan. Margin ini mewakili persentase dari total harga barang yang kamu jual dan merupakan keuntungan yang kamu ingin peroleh dari satu barang yang terjual.

Contohnya, penjual kaos ingin menentukan margin keuntungan sebesar 35%. Selling price sebuah kaos sebesar Rp100.000, maka untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan, cara menghitungnya adalah 35% x Rp100.000 yaitu Rp35.000. Sehingga keuntungan yang didapatkan dari penjualan per kaos adalah Rp35.000.

3. Masukkan nilai-nilai yang dimiliki ke dalam rumus

Setelah memiliki semua nilai biaya per item dan margin keuntungan, masukkan nilai ke dalam rumus menghitung selling price.

Selling price = (cost) + (margin keuntungan yang diinginkan)
= 100.000 + 35.000
= 135.000

Dari perhitungan di atas, diketahui bahwa selling price yang ideal dari produk kaos tersebut adalah Rp135.000. Nilai tersebut sudah mencakup biaya pembelian barang untuk dijual kembali dan keuntungan untuk melanjutkan bisnis.

4. Lakukan analisis pasar

Setelah mendapatkan selling price menggunakan rumus seperti contoh di atas, kamu dapat menggunakan nilai ini untuk mengevaluasi harga jual yang ideal secara lebih mendalam. Contohnya, setelah penghitungan kamu mendapatkan harga ideal untuk menjual satu kaos adalah Rp135.000. Selanjutnya, kamu dapat melakukan analisis pasar dan bisnis pesaing secara keseluruhan. Lihatlah apakah selling price tersebut dapat bersaing di pasaran dan berkompetisi dengan pesaing atau tidak. Dengan melakukan analisis ini, kamu dapat menaikkan atau menurunkan selling price.

Baca juga: 5 Contoh Unique Selling Proposition (USP) beserta cara membuatnya

Contoh menghitung selling price


Cara menghitung selling price adalah dengan menghitung semua biaya produksi dan menambahkan margin keuntungan yang diinginkan - Pexels

Untuk memahami lebih dalam cara menghitung selling price, kamu dapat melihat contoh-contoh di bawah ini. Contoh menghitung selling price adalah sebagai berikut.

Untuk menghitung sebuah bisnis majalah yang menjual paket berlangganan kepada pembacanya, berikut cara menghitung selling price berdasarkan biaya-biaya yang dikeluarkan:

  • Produksi konten majalah Rp50.000.000 per bulan
  • Biaya pemasaran majalah Rp15.000.000 per bulan
  • Biaya hosting website majalah Rp1.000.000 per bulan

Diketahui total biaya produksi adalah Rp66.000.000. Kemudian perusahaan ingin profit margin sebesar 40% sehingga margin profit yang ingin didapatkan adalah dengan mengalikan 40% dengan total biaya produksi, didapatkan margin profit Rp26.400.000.

Selling price = (cost) + (margin keuntungan yang diinginkan)
= 66.000.000 + 26.400.000
= 92.400.000

Selling price sebesar Rp92.400.000 ini adalah jumlah total yang harus dibebankan majalah untuk langganan setiap bulan. Penghitungan berikutnya adalah untuk menetapkan harga biaya berlangganan perbulan yang akan dibebankan kepada pembaca. Cara menghitungnya adalah dengan membagi selling price dengan jumlah pembaca. Jika jumlah pembaca majalah adalah 1.000 orang, maka biaya langganan majalah perbulan adalah Rp92.400.000 dibagi 1.000 yaitu Rp92.400.

Sehingga didapatkan selling price langganan per bulan yang ideal untuk majalah tersebut adalah Rp92.400. Harga ini masih dapat ditinjau kembali berdasarkan analisis pasar dan persaingan harga dengan kompetitor. Jika pesaing menetapkan biaya berlangganan bulanan sebesar Rp100.000, maka kamu mungkin dapat menaikkan harga jual agar dapat bersaing dengan brand majalah lain.

Baca juga: Mengenal Segmenting Targeting Positioning (STP) Marketing

Itu tadi informasi mengenai selling price untuk membantu kamu menghitung harga jual untuk produk atau layanan jasa dari bisnis kamu. Kamu berbakat di bidang sales? Yuk, coba daftarkan diri kamu untuk menjadi talent di EKRUT! Semua proses dan bantuan profesional di talent marketplace EKRUT gratis. Kamu – sebagai talent atau employer – bisa langsung direkrut dan merekrut kandidat yang sesuai. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftar sekarang di EKRUT!

Sumber:

  • indeed.com
  • katanamrp.com
  • marketbusinessnews.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Apa_Itu_Audience.jpg

    Lainnya

    Apa Itu Audience? Berikut Pengertian, Konsep, Fungsi, dan Jenisnya!

    Mauditalani

    20 September 2022
    8 min read
    Biaya_Implisit_Adalah.jpg

    Lainnya

    Mengenal Perbedaan Biaya Implisit dan Biaya Eksplisit beserta Contohnya

    Mauditalani

    20 September 2022
    7 min read
    Mengenal_Apa_Saja_Kelebihan_dan_Kekurangan_Kartu_Debit_dan_Cara_Menjaga_Keamanannya.jpg

    Lainnya

    Debit Adalah : Pengertian, Kelebihan, dan Cara Menjaga Keamanannya

    Sylvia Rheny

    14 September 2022
    5 min read

    Video