Published on

Expert's Corner

5 Contoh Unique Selling Proposition (USP) beserta cara membuatnya

Sylvia Rheny

5_Contoh_Unique_Selling_Proposition_(USP)_beserta_cara_membuatnya.jpg

Persaingan adalah tatanan alami dalam bisnis, terutama pada e-commerce, di mana terdapat persaingan ketat di dalamnya dan bukan hanya pesaing lokal yang perlu kamu khawatirkan.

Konsumen memiliki banyak pilihan namun di sisi lain itu justru membuat mereka sering kewalahan dan bingung untuk memutuskan pilihan. Tentunya konsumen menginginkan yang terbaik, sehingga sebagai penjual atau pengusaha, kamu memerlukan Unique Selling Proposition (USP) untuk memposisikan dan menonjolkan perbedaan unik produkmu dibandingkan dengan kompetitor. 

Itulah mengapa sangat penting bagi semua pengusaha untuk memahami cara mengidentifikasi Unique Selling Proposition (USP) untuk membantu memandu branding dan pemasaran.

Baca juga: Mengenal Segmenting Targeting Positioning (STP) Marketing

Apa itu Unique Selling Proposition (USP)?

Apa itu Unique Selling Proposition (USP)?
Membentuk Unique Selling Proposition (USP) membantu fokus strategi marketing. (Sumber: Pexels)

Bersumber dari laman Shopify, Unique Selling Proposition (USP) adalah satu hal yang membuat suatu bisnis lebih unggul daripada pesaing. USP ini adalah manfaat khusus yang membuat suatu bisnis menonjol jika dibandingkan dengan bisnis lain di pasarnya.

Membentuk USP yang kuat membantu memfokuskan strategi pemasaran dan mempengaruhi pesan yang ingin disampaikan, branding, copywriting, dan keputusan pemasaran lainnya. Pada intinya, USP harus dengan cepat menjawab pertanyaan paling mendesak dari calon konsumen, yaitu “Apa yang membedakanmu dari kompetitor?”

USP memainkan peran yang penting dan harus didasarkan pada apa yang membuat brand atau produkmu bernilai unik bagi konsumen. Itupun masih belum cukup kuat, kamu masih harus membedakan beberapa aspek yang menjadi perhatian target audience, jika tidak, pesan yang ingin kamu sampaikan menjadi tidak efektif.

Baca juga: 4 Cara mudah menentukan niche market

Kenapa Unique Selling Proposition (USP) itu penting?

Kenapa Unique Selling Proposition (USP) itu penting?
Unique Selling Proposition (USP) membantu konsumen dalam memilih produk. (Sumber: Pexels)

Unique Selling Proposition (USP) penting untuk menentukan posisi brand di market dan menjadi inti dari bisnis yang menjawab apa nilai yang tawarkan dan masalah apa yang dipecahkan oleh suatu brand. USP yang kuat bisa dengan jelas mengartikulasikan manfaat spesifik yang tidak ditawarkan oleh pesaing lain yang sehingga membuatnya lebih menonjol.

Jika semua produk tampak sama, calon konsumen tidak akan tahu mana yang tepat untuk mereka. Maka dari itu USP penting untuk membantu mereka membedakan antara berbagai pilihan yang tersedia. USP ini menjadi bagian penting dari penjualan yang efektif, terutama secara online, di mana konsumen memiliki begitu banyak pilihan.

USP juga dapat memainkan peran penting secara internal, karena ‘memaksa’ pemilik usaha untuk memikirkan dan mempertimbangkan misi perusahaan mereka beserta alasannya, mengomunikasikan untuk siapa bisnis tersebut, faktor pendorong mereka menawarkan layanan atau produknya, dan bagaimana mereka ingin membuat dampak yang unik.

Kembali lagi, USP itu penting karena menjadi pembeda utama dan alasan konsumen memutuskan untuk membeli dari dan merupakan bagian penting dari strategi pemasaran untuk menarik konsumen baru. Bisnis yang sukses seringkali memiliki pembeda utama yang jelas dibanding kompetitor mereka.

Baca juga: Begini cara menciptakan strategi pemasaran yang efektif

Manfaat Unique Selling Proposition (USP)

Manfaat Unique Selling Proposition (USP)
Unique Selling Proposition (USP) yang efektif bisa meningkatkan pendapatan perusahaan. (Sumber: Pexels)

Setelah mengetahui pengertian dan pentingnya Unique Selling Proposition (USP), maka akan lebih mudah untuk kamu memahami manfaat yang bisa dicapai dari Unique Selling Proposition (USP) ini. Berikut ini adalah beberapa antaranya:

1. Sebagai pembeda yang jelas

Unique Selling Proposition (USP) membuat perbedaan yang jelas antara brand kamu dan kompetitor. Fitur unik, bahan berkualitas, gaya yang lebih baik, layanan elit, dan reputasi merek adalah atribut umum yang digunakan perusahaan untuk menciptakan USP.

2. Peningkatan pendapatan

Ketika kamu menawarkan proposisi penjualan yang unik dan calon konsumen melihatnya dengan jelas, hal tersebut bisa berdampak pada peningkatan pendapatan perusahaan. Semakin signifikan USP, semakin besar potensi keuntungan pendapatan kamu.

3. Menciptakan pelanggan setia

Saat mempromosikan USP dan memberikan proposisi nilai yang menarik, pembeli kemungkinan akan kembali lagi di masa mendatang. Setiap pengalaman positif yang berulang-ulang berkontribusi pada munculnya sentimen yang positif terhadap suatu brand.

4. Penjualan menjadi lebih simpel

Sales representatives akan jauh mendapatkan kemudahan untuk menjual suatu produk atau layanan jika USP yang ditawarkan jelas dan menarik bagi calon konsumen, atau bahkan bagi diri mereka sendiri. Dampaknya, mereka akan menawarkan value tersebut dengan penuh semangat dan persuasif kepada calon konsumen.

Baca juga: 7 SEO tools terbaik untuk memantau pergerakan kompetitor

5 Contoh Unique Selling Proposition (USP)

5 Contoh Unique Selling Proposition (USP)
Brand besar memiliki Unique Selling Proposition (USP) yang kuat. (Sumber: Pexels)

Untuk memahami kekuatan dari Unique Selling Points (USP), kamu dapat melihat beberapa contoh brand besar yang sukses menentukan USP yang efektif untuk masing-masing brand mereka berikut ini.

1. Apple MacBook

Siapa yang tidak mengenal Macbook buatan dari Apple? USP pada Macbook ini menekankan pada produknya yang ringan dan berteknologi canggih. Produk dari Macbook buatan Apple ini terdiri dari beberapa tipe, salah satunya Apple pernah meluncurkan Macbook yang paling tipis dan ringan pada tahun 2016. USP tersebut berhasil menjelaskan pembeda terbesarnya dibandingkan dengan laptop-laptop kompetitornya.

2. Spotify

Bersumber dari GeekWire, dengan lebih dari 200 juta pengguna, USP dari Spotify adalah penyesuaian dan pengetahuan musiknya yang didukung oleh algoritma dan bukan daftar putar yang dibuat komunitas. Selain itu, legalitas dan kemudahan akses terhadap jutaan lagu dimanapun dan kapanpun menjadi salah satu nilai jual dari Spotify

3. Pinterest

Pinterest memberi tahu dengan persis siapa mereka dan apa yang dilakukannya dalam satu kalimat sederhana, “when it comes to a great idea, you’ll know it when you see it”. Pinterest adalah platform unik dengan model bisnis yang sama uniknya yang membedakannya dari situs web berbagi foto lainnya. Alih-alih meminta pengguna berbagi foto secara langsung dengan teman, pengguna malah membuat papan pin pribadi dari foto yang sudah ada yang diunggah oleh teman, orang asing, dan bahkan perusahaan.

4. Starbucks

Meskipun banyak kompetitor yang menjual kopi dengan harga yang lebih murah, tapi Starbucks tetap bertahan dan sukses. USP dari Starbucks adalah konsisten menjual kopi yang premium, meskipun harganya yang mahal, tetapi Starbucks mampu secara konsisten mempertahankan kualitasnya yang tidak perlu diragukan lagi.

5. McDonalds

USP McDonald's adalah kualitas, layanan, kebersihan, dan value for money. McD fokus menyediakan produk berkualitas tinggi, disajikan secara cepat dan pelayanan yang ramah, di dalam lingkungan yang bersih, dan dengan harga yang terjangkau. 

Baca juga: 7 Social media tools terpercaya dan cocok untuk marketing konten

Cara menentukan Unique Selling Proposition (USP)

Cara menentukan Unique Selling Proposition (USP)
Tempatkan diri pada posisi konsumen untuk menentukan Unique Selling Proposition (USP). (Sumber: Pexels)

Unique Selling Proposition (USP) yang berhasil dapat digunakan sebagai slogan perusahaan dan dimasukkan ke dalam semua aktivitas pemasaran. Nah, berikut ini cara menentukan Unique Selling Proposition (USP) yang dapat kamu lakukan.

1. Menempatkan diri pada posisi konsumen

Menempatkan diri sebagai konsumen bertujuan untuk memahami seperti apa kebutuhan konsumen dan harapan konsumen terhadap suatu produk atau layanan. Berlomba-lomba menciptakan produk yang keren akan sia-sia jika produk tersebut tidak dibutuhkan konsumen dan tidak menyelesaikan permasalahan apapun.

Oleh karena itu penting sebagai pemilik usaha untuk mencoba melihat dari sudut pandang konsumen agar dapat menciptakan Unique Selling Proposition yang tepat dan efektif. Agar lebih objektif, kamu bisa mencari tahu dengan menyebarkan survei untuk diisi oleh konsumen, mintalah konsumen untuk memberikan penilaian terhadap produk/jasamu. Hasilnya nanti, apa yang menjadi kesukaan terbesar dari konsumen, bisa semakin kamu kembangkan hingga pada akhirnya menjadi USP untuk menarik pelanggan lainnya.

2. Ketahui motivasi konsumen saat membeli produk

Menempatkan diri sebagai konsumen dan mengetahui apa yang dibutuhkan mereka ternyata belum cukup kuat. Selanjutnya kamu perlu mencari tahu motivasi konsumen saat membeli produkmu. Ketahui seperti apa karakteristik mereka seperti umur, jenis kelamin, status pekerjaan, hingga produk yang paling sering dibeli. Dengan mengumpulkan data tersebut, kamu jadi bisa menganalisa dan memperkirakan motivasi mereka saat membeli produkmu. Dari situ kamu bisa menciptakan USP yang tepat.

3. Bandingan produk dengan kompetitor

Membandingkan produk yang dimiliki dengan kompetitor dapat membantu pemilik usaha untuk mencari tahu kelebihan dan kekurangan dari masing-masing produk tersebut. Dari situ, kamu jadi lebih mudah menentukan USP, yaitu berdasarkan kelebihan yang dimiliki oleh produkmu. Selain itu, kamu juga bisa membuat USP yang lebih kuat dengan cara menambahkan value pada produkmu berdasarkan apa yang tidak dimiliki oleh kompetitor.

Dari pengertian hingga cara menentukan Unique Selling Proposition (USP) di atas, semoga bisa membantu kamu dalam menentukan USP yang efektif. Sedangkan untuk mendapatkan pekerjaan baru dengan efektif, kamu bisa mendaftarkan diri melalui EKRUT. Di EKRUT terdapat berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu. 

sign up EKRUT

Sumber:

  • shopify
  • thebalancecareer
  • neilpatel
  • geekwire

Tags

Share