Published on

Expert's Corner

Aldio Judisya: Peka Adalah Skill Utama Pekerja Social Media

Aldio Judisya

Header_Aldio_Gojek.png

Pada era digital seperti saat ini, rasanya masyarakat tidak bisa lepas dari social media. Apalagi generasi millenial yang sehari-hari sudah akrab dengan gadget dan internet, berselancar di social media adalah aktivitas yang tidak terlewatkan.

Semakin akrabnya masyarakat dengan social media, seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan TikTok, membuatnya memiliki peran yang sangat penting dalam bisnis. Social media bisa menjadi tempat untuk sebuah perusahaan mempromosikan produknya, membangun brand awareness, hingga mampu menjangkau target audiens yang lebih luas lagi.

Saat ini, social media telah menjadi potensi karier yang sangat cerah. Hal tersebut saya rasakan sendiri. Berawal dari sekadar membantu teman untuk mengurusi social media bisnisnya, saya berlanjut membangun karier sebagai social media officer hingga bisa menjadi social media manager seperti saat ini.

Pada artikel kali ini saya ingin berbagi pengalaman dalam meniti karier sebagai pekerja social media. Selain itu, saya juga berbagi tentang tantangan berkarier di social media, tips and trick, hingga tips membuat portofolio bagi kamu yang berminat menjadi pekerja social media. So, langsung saja simak artikel berikut ini!

Baca juga: Aulia Rahmani: Menjadi Digital Product Designer Tak Hanya Perihal Design

Kenalan dulu, yuk!

Halo, saya Aldio Judisya, biasa dipanggil Aldio atau Yo. Saat ini saya menjabat sebagai Sr. Social Media Manager di sebuah perusahaan teknologi karya anak bangsa, khususnya di tim Merchant Marketing.

Tim saya berfokus untuk membantu UMKM Indonesia terus berkembang hingga semakin kokoh menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Adapun membantu yang dimaksud mulai dari produk-produk yang kami sediakan, hingga berbagai inisiatif kegiatan dengan tujuan mengangkat UMKM Indonesia. Jadi, bisa dibilang hari-hari saya dilewati dengan berinteraksi dengan ribuan UMKM dari seluruh penjuru Indonesia.

foto social media manager aldio judisya
Aldio Judisya (sumber: istimewa/foto diberikan oleh narasumber)

Perjalanan karier Aldio Judisya

Kenapa bisa nyasar jadi seorang social media manager, sih?” Banyak pertanyaan seperti itu menyasar kepada saya. Apalagi di awal saya meniti karier, banyak pertanyaan serupa karena posisi social media manager cukup baru dalam dunia pekerjaan.

Memulai karier sekitar tahun 2010, saat itu Instagram jadi platform baru yang masih jarang penggunanya, sedangkan yang jadi rajanya saat itu adalah Facebook dan Twitter. Semuanya dimulai dengan kata-kata “Sini gw bantuin manage deh socmednya,” ucap saya kepada salah seorang teman yang saat itu sedang merintis bisnis kecil-kecilan.

Lalu kesempatan untuk mengembangkan karier terbuka dengan menjadi social media officer di salah satu agency lokal yang berlokasi di sebuah ruko di kawasan Jakarta Barat. Waktu itu saya diberi kepercayaan untuk memegang Instagram, Facebook & Twitter sebuah brand rokok dua huruf yang erat hubungannya dengan lifestyle anak muda. Karena adanya rasa kecocokan, saat itu saya cukup “setia” hingga saat brand rokok tersebut pindah ke lain agency, saya pun turut mendampinginya.

Selama di dua agency ini pula saya mendapat kesempatan berkenalan dengan berbagai brand dari industri lain seperti otomotif, konstruksi, FMCG, dan lain-lain. Di situ juga saya sadar dengan cara approach dari setiap media sosialnya juga tidak bisa disamakan untuk semua brand, karena audiens yang berbeda.

Setelah beberapa tahun berjalan, tawaran menarik pun masuk ke email saya. Seorang CEO mencari social media manager untuk sebuah digital media yang baru saja dibuatnya. Media tersebut adalah Brilio. Di sini saya pertama kali belajar untuk membangun dan me-manage tim saya sendiri. 3,5 tahun berlalu, media yang awalnya jarang diketahui orang, telah berubah menjadi media yang cukup dikenal di kalangan anak muda. Di saat itupun saya memutuskan untuk meneruskan perjalanan karier saya.

Tawaran dari aplikasi kasir online pun masuk ke LinkedIn saya. Sebagai orang yang bercita-cita punya usaha sendiri, tawaran ini merupakan kesempatan emas untuk saya. Kapan lagi bisa langsung berinteraksi dengan para pelaku usaha, mencuri ilmu mereka dan dapat gaji setiap bulannya pula. Setahun berjalan, perusahaan aplikasi kasir online diakuisisi oleh perusahaan teknologi karya anak bangsa dan berjalan sampai saat ini.

Baca juga: Reyhan Adam: Perjalanan Karier Menjadi Digital Media Specialist di Super App Terkenal Indonesia

Tanggung jawab seorang Social Media Manager

Sebagai seorang Sr Social Media Manager, tanggung jawab saya adalah memastikan tim social media bekerja dengan baik dan bahagia menuju ke arah yang benar. Dengan kata lain, memastikan tercapainya target yang sudah ditentukan sebelumnya. Ini meliputi berkolaborasi bersama tim untuk menentukan strategi yang cocok untuk social media, memastikan semua eksekusi sesuai dengan perencanaan, memantau pencapaian melalui report, hingga evaluasi performa sebagai bahan pelajaran untuk strategi ke depannya.

social media manager aldio jusdisya bersama tim
Aldio beserta tim social managernya (sumber: istimewa/foto diberikan oleh narasumber)

Hal yang menarik sebagai Social Media Manager

Menurut saya ada 2 hal utama yang membuat saya tertarik bekerja di dunia social media, yaitu sebagai berikut.

  • Komunikasi dua arah. Di saat media konvensional yang besar-besar dan mahal-mahal di eranya hanya menawarkan komunikasi satu arah ke audiens yang besar, social media menawarkan platform untuk berkomunikasi dua arah. Ini merupakan sesuatu yang baru dan menuntut brand untuk jadi lebih kreatif dalam menggunakan fasilitas komunikasi dua arah ini.
  • Dinamis. Selain dinamis dalam hal komunikasi (dua arah), dunia media sosial juga terus berubah. Tren selalu berubah dengan sangat cepat. Sering kali kita lihat sesuatu yang viral hari ini, dan mungkin sudah tidak relevan lagi beberapa hari berikutnya. Fitur media sosial juga terus berevolusi, mulai dari story, reels, hingga collaboration yang terbaru. Di balik semua itu, algoritma juga terus berubah, dan kita dipaksa untuk bisa pandai menyesuaikan dengan semua itu.

Baca juga: Online Advertising: Pengertian, Manfaat, dan 15 Tipenya

Tantangan sebagai seorang Social Media Manager

Dua hal menarik yang saya sebutkan di atas secara tidak langsung juga menjadi tantangan untuk setiap pekerja social media. Berikut ini merupakan tantangan sebagai seseorang yang berkarier di social media.

  • Komunikasi dua arah. Karena social media memberikan kemampuan untuk berkomunikasi dua arah, kita diharapkan harus selalu siaga menjawab semua komen atau pesan pribadi. Berbeda dengan media konvensional yang komunikasinya bisa dipersiapkan dengan matang, di media sosial kita diharuskan dapat bereaksi dengan cepat dan pastinya harus selalu menjaga nama baik perusahaan.
  • Dinamis. Mengingat tren, fitur dan algoritma selalu berubah, tidak ada istilah “main aman” di dunia social media. Kita harus terus berevolusi, menyesuaikan dan kejar-kerjaran dengan semua perubahann yang ada.

social media manager aldio judisya sedang bekerja
Aldio Judisya dalam kesehariannya bekerja (sumber: istimewa/foto diberikan oleh narasumber)

Tips dan trik berkarier di bidang social media

Sudah banyak sekali artikel yang menulis bagaimana cara menjadi seorang pekerja social media yang baik. Mulai dari skill yang harus dimiliki dan cara memulai kariernya, tetapi menurut saya ada satu hal yang biasa orang lupakan, yaitu peka/sensitif. Ini meliputi banyak hal, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Peka audiens

Benar-benar mengerti siapa mereka, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka. Perlu diingat bahwa setiap social media mempunyai karakteristik audiens yang berbeda, sehingga pekerja social media harus benar-benar peka terhadap itu agar bisa membuat konten yang tepat.

2. Peka tren

Tahu betul tren apa yang sedang terjadi di luar dan juga tahu betul momen dari tren tersebut. Tetapi yang tidak kalah penting adalah mengetahui apakah tren tersebut cocok dengan brand yang di-handle saat ini atau tidak. Haruskah membuat reaksi dari tren ini atau tidak.

3. Peka tim

Di saat sudah menduduki posisi manajerial, tugas utama adalah memastikan kinerja tim. Bagaimana bisa memastikan itu? Dengan memastikan tim bekerja dalam keadaan senang dan dengan dukungan yang tepat.

Baca juga: 4 Tips meningkatkan engagement media sosial dan cara mengukurnya

Tips membuat portofolio untuk Social Media Manager

Ada banyak sekali tips untuk membuat portofolio social media yang tersedia di internet. Tidak ada yang salah karena menurut saya masing-masing portofolio itu sifatnya personal dan unik. Ini karena berkaitan dengan pengalaman seseorang. Di sini saya hanya ingin mengingatkan beberapa hal yang menurut saya penting dalam sebuah portofolio.

1. Mudah dimengerti

Sebuah portofolio sering dianggap jadi media untuk pamer pencapaian, sering kali ini menyebabkan seseorang ingin terlihat stand out atau terlihat luar biasa. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut, tetapi sering kali keinginan tersebut malah membuat sebuah portofolio jadi sulit dimengerti. Padahal tujuan utamanya cukup simple, yaitu untuk mengkomunikasi pengalaman yang dimiliki seseorang.

2. Tantangan dan cara melewatinya

Melanjutkan dari poin sebelumnya, seputar tujuan utama sebuah portofolio untuk menyampaikan informasi pengalaman seseorang, maka dari itu harus jelas penyampaiannya. Di sini bisa dimasukkan tantangan saat mengerjakan sebuah projek dan bagaimana melewati tantangan tersebut. Dengan begitu, terlihat jelas bagaimana kandidat ini dapat mengidentifikasi masalah dan bagaimana dia menyelesaikannya.

3. Perkuat dengan data

Ada istilah “Without data, you’re just another person with opinion.” Maka dari itu, data merupakan hal penting dalam sebuah portofolio. Beberapa data yang bisa dimasukkan seperti pertumbuhan followers, rata-rata performance, dan lain-lain.

Baca juga: Generalist vs Specialist: Harus Pilih yang Mana agar Karier Cemerlang?

Itulah kisah perjalanan karier Aldio Judisya sebagai social media manager, hingga tips dan trik untuk menjadi seorang pekerja di bidang social media. Jika kamu ingin berkenalan lebih jauh dengan Aldio, langsung saja cek profil LinkedIn-nya di sini.

Demikian artikel dari EKRUT Media Prime kali ini, dapatkan juga berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Heading_9_Perusahaan_yang_Menerapkan_WFA_1.png

    Expert's Corner

    9 Perusahaan yang Menerapkan WFA (Work From Anywhere) di Indonesia

    Natasya Primatyassari

    14 September 2022
    7 min read
    Header_Menilik_Teknologi_Blockchain.png

    Expert's Corner

    Menilik Teknologi Blockchain di Dunia Olahraga untuk Mendukung klub Kebanggaan

    Fakhrizal Muttaqien

    13 September 2022
    8 min read
    Heading_Mempertanyakan_Peran_Kominfo_dalam_Polemik_Pencurian.png

    Expert's Corner

    Mempertanyakan Peran Kominfo Dalam Polemik Pencurian Data di Indonesia Tahun 2022

    Algonz D.B. Raharja

    09 September 2022
    8 min read

    Video