Published on

Careers

Manfaat dan pentingnya work life balance bagi karyawan, serta 5 tips mewujudkannya

Anisa Sekarningrum

H1_1._Manfaat_dan_pentingnya_work-life_balance_bagi_karyawan__serta_tips_mewujudkanya.jpg

Work life balance selalu menjadi topik hangat dalam pembahasan kehidupan kerja. Boleh jadi memang ada jenis pekerjaan yang memungkinkan konsep work life balance mudah untuk diwujudkan. Namun, sebagian besar karyawan merasa bahwa mewujudkan work life balance itu hanya sebatas angan-angan belaka. Apalagi dalam suasana yang penuh persaingan, semakin banyaknya pekerjaan, maupun semakin memburuknya kemacetan di jalan raya.

Apa itu work life balance?


Work life balance membantu seseorang menyeimbangkan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadinya - Pexels

Work life balance adalah fenomena baru yang timbul dari kekhawatiran karyawan tentang tuntutan yang diharapkan dari pekerjaan mereka (Guest, 2002). Peningkatan ini dirasakan pada tuntutan akan perubahan di lingkungan kerja, dalam hidup dan sikap individu. Kekhawatiran ini dimulai saat wanita bergabung dalam angkatan kerja. Ketika perempuan terlibat dalam pekerjaan formal, mereka harus menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan keluarga. Namun, konsep ini tidak lagi terbatas pada perempuan. Hal ini dikarenakan karena pria tidak hanya mencari nafkah, namun juga memegang peranan penting dalam membesarkan anak.

Work life balance merupakan aspek penting dari lingkungan kerja yang sehat. Menjaga keseimbangan kehidupan kerja dapat membantu mengurangi stres dan mencegah kelelahan di tempat kerja karena stres adalah masalah paling umum di tempat kerja. Stres dapat menyebabkan konsekuensi fisik seperti hipertensi, masalah pencernaan, sakit kronis dan nyeri, serta masalah jantung. Stres kronis juga dapat berdampak negatif pada kesehatan mental karena terkait dengan risiko depresi, kecemasan, dan insomnia yang lebih tinggi bahkan burnout.

Baca juga: 6 Tips Ini Ampuh Membuat Karyawan Betah Di Kantor

Manfaat dan pentingnya work life balance


Salah satu manfaat dari work life balance adalah lebih fokus dalam bekerja - Pexels

Work life balance memiliki beberapa manfaat sebagai berikut.

1. Meningkatkan performa

Memiliki work life balance dapat membantu kamu meningkatkan performa dan menjadi lebih produktif dalam bekerja. Penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang mengambil cuti menjadi jauh lebih produktif. Melepaskan diri dari pekerjaan, melalui tidur siang misalnya, dapat mengisi ulang otak untuk menghadapi tantangan yang tersisa pada hari itu. Namun, work life balance tidak selalu berarti melarang bekerja atau melarang kamu beristirahat. Kamu mungkin hanya membutuhkan ruang yang tenang untuk mengerjakan sebuah proyek saat bekerja dari rumah, atau mendedikasikan waktu untuk menyampaikan pendapat kepada kelompok, dan kolaborasi diperlukan untuk menciptakan keseimbangan antara diri kamu dengan tim. Cara mencapai work life balance adalah dengan mempertahankan jumlah pekerjaan, rekreasi, dan istirahat yang seimbang dalam hidup agar kamu bisa bekerja secara maksimal.

2. Terhindar dari penyakit

Bukan rahasia lagi bahwa ketika kita terlalu banyak bekerja, lelah atau stres – kesehatan kita akan terganggu. Stres dan terlalu banyak bekerja dapat berakibat pada kesehatan fisik dan mental. Mencapai work life balance dapat meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan sosial. Beberapa penelitian telah mengkorelasikan mengambil cuti dari pekerjaan dengan pengurangan masalah kesehatan seperti penyakit jantung koroner.

Dengan mendorong orang lain untuk menjaga diri mereka sendiri dan menemukan work life balance, kamu akan secara signifikan membatasi masalah kesehatan dan ketidakhadiran di tempat kerja. Akhirnya, semua orang dapat bekerja dengan lebih fokus karena mereka sehat secara jasmani dan juga rohani.

3. Mengurangi jenuh

Setiap orang mengalami stres dari waktu ke waktu. Namun, Anda dapat menghindari kelelahan di tempat kerja dan melakukan beberapa upaya untuk memastikan hal ini tidak terjadi pada tim Anda. Burnout terjadi ketika Anda merasa kewalahan. Mereka dapat mempengaruhi setiap aspek kehidupan Anda. Terkadang sangat penting untuk mendorong tim Anda untuk mengambil cuti dan meninggalkan pekerjaan di tempat kerja.

Baca juga: 6 Cara Buat Karyawan Lebih Loyal Dengan Perusahaan

4. Lebih fokus bekerja

Ketika kamu dapat mencapai work life balance, kamu dapat menjadi lebih sehat, mengembangkan kontrol yang lebih tinggi atas fokus dan kemampuan kita untuk berkonsentrasi pada tugas yang ada, dikenal juga sebagai perhatian penuh. Dengan mendorong rekan-rekan kamu dalam tim untuk memiliki work life balance yang sehat, kamu akan menciptakan lingkungan di mana setiap orang akan berdedikasi pada tugas yang mereka kerjakan. Hal ini dapat meningkatkan tingkat retensi, produktivitas, dan juga keuntungan.

Karyawan (terutama milenial) yang dapat dengan mudah mengelola pekerjaan dan tanggung jawab yang tidak terkait dengan pekerjaan karena mereka memiliki kendali atas jadwal kerja mereka cenderung mengalami kepuasan kerja yang lebih tinggi. Karyawan yang memiliki kontrol untuk menghadapi tekanan dan tanggung jawab di rumah cenderung lebih fokus saat bekerja, karyawan lebih bahagia, dan cenderung tidak meninggalkan perusahaan.

5. Lebih bahagia

Kebencian terhadap pekerjaan kamu adalah salah satu tanda paling umum dari tidak adanya work life balance. Namun kamu tidak harus membenci pekerjaanmu, kamu hanya harus tau kapan harus mengurangi kesibukanmu dan memberikan jumlah waktu yang tepat untuk bekerja dan menggunakan waktu lainnya untuk beristirahat atau menikmati waktu sendiri kamu.

Cara mencapai work life balance agar lebih bahagia adalah dengan bertanya mengapa kamu membutuhkan pekerjaan kamu. Terkadang yang diperlukan hanyalah membiarkan istirahat teratur untuk menempatkan segala sesuatunya ke dalam perspektif. Dan jika semuanya gagal, mungkin sudah waktunya untuk mencari posisi baru.

6. Kreatifitas meningkat

Pada tahun 1974, Art Fry menemukan Post-it Note yang ikonik, sebuah program perusahaan di 3M yang memungkinkan karyawan menggunakan sebagian dari hari kerja mereka yang dibayar untuk mengejar proyek yang mereka sukai. Jenis program ini telah diadopsi oleh perusahaan seperti Google dan Hewlett-Packard. Hasilnya terlihat bahwa bagaimana kreativitas yang tidak terbebani dari pekerjaan sehari-hari dapat menghasilkan terobosan besar.

Baca juga: Begini Cara Membuat Kesan Terbaik Ke Rekan Kerja Saat Hari Pertama Kamu Ngantor

Tips mewujudkan konsep work life balance


Memprioritaskan kesehatan adalah salah satu tips mewujudkan work life balance - Pexels

Apakah benar kita bisa menyeimbangkan kehidupan kerja dengan kehidupan pribadi? Banyak perusahaan yang telah melakukan berbagai macam usaha untuk mewujudkannya. Namun, kebanyakan program work life balance tidak berhasil menyelesaikan akar masalahnya. Nah, agar kamu tetap bisa mewujudkan konsep work life balance secara mandiri berikut ini tipsnya.

1. Teratur beraktivitas demi work life balance

Cara pertama agar kehidupan pribadi dan pekerjaan kamu seimbang adalah menjaganya tetap teratur. Kamu bisa membuat jadwal untuk membedakan aktivitas pribadi dan pekerjaan agar tidak mengganggu satu sama lain. Dengan membuat jadwal dan menjalankannya secara teratur, maka nantinya kehidupan work life balance akan kamu rasakan.

Baca juga: 9 Tanda Kamu Butuh Cuti Secepatnya

2. Memprioritaskan kesehatan

Kesehatan secara keseluruhan harus menjadi perhatian utama. Memprioritaskan kesehatan terlebih dahulu akan membuatmu menjadi karyawan dan orang yang lebih baik. Dengan tubuh yang sehat, tentu kamu dapat melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Selain itu, kamu tidak perlu merepotkan keluarga atau orang lain saat mereka mengurus ketika jatuh sakit. Jagalah kesehatan dengan berolahraga dan mengkonsumsi makanan yang sehat. Dengan begitu, kamu akan hidup bahagia. Bahkan olahraga sebelum berangkat kerja bisa meningkatkan produktivitas dan konsentrasi, lho.

3. Berlibur

Apabila kamu sedang berlibur, ada baiknya jika kamu memutuskan segala hal yang berbau dengan pekerjaan. Terlebih jika sifatnya tidak terlalu mendesak. Liburan akan menjauhkanmu dari stres dan membuatmu tetap cermat mengatur kehidupan pribadi dan pekerjaan.

4. Jangan tunda pekerjaan

Kebanyakan karyawan memiliki kebiasaan kurang baik, yaitu menunda pekerjaan. Kebiasaan menunda pekerjaan akan membuat kita kehilangan waktu untuk mengerjakan hal lain. Menumpuk pekerjaan selama beberapa hari akan membuat konsentrasi kita buyar akibat banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan. Jadi, segera selesaikan pekerjaan secepat dan sebaik mungkin jangan sampai ditunda, ya.

5. Meluangkan waktu untuk diri sendiri

Sesekali kamu harus meluangkan waktu untuk diri sendiri. Misalnya, dengan memprioritaskan kegiatan atau hobi yang membuat kamu bahagia. Kamu harus fokus pada diri sendiri dan dengan orang yang dicintai. Jangan karena terlalu sibuk bekerja, kamu jadi mengabaikan kehidupan pribadi. Luangkanlah waktu untuk memanjakan tubuh dengan pijat atau spa, berjalan-jalan di taman dengan orang terkasih, ataupun kegiatan yang bisa membuat kamu bahagia.

Baca juga: Kenali 6 Penyebab Turnover Karyawan Meningkat

Jika kamu saat ini masih belum memiliki pekerjaan, coba daftarkan diri kamu untuk menjadi talent di EKRUT. Semua proses dan bantuan professional di talent marketplace EKRUT gratis. Kamu – sebagai talent atau employer – bisa langsung direkrut dan merekrut kandidat yang sesuai. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftar sekarang di EKRUT!

Dengan melakukan tips tersebut, nantinya kamu akan merasakan manfaat dari work life balance. Namun, ingatlah bahwa tidak ada keseimbangan yang sempurna. Tonton juga video berikut ini mengenai cara mengatasi burnout untuk membantu work life balance dalam hidupmu.

sign up EKRUT

Sumber:

  • forbes.com
  • thehappinessindex.com
  • inc.com
  • positivepsychology.com

Tags

Share